Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 120#


__ADS_3

Pagi hari setelah penyatuan diri Dela terlelap tidur, ia kelelahan karena Reynal tidak memberinya ampun, Reynal pun berharap akan hadirnya malaikat kecil yang akan menemani harinya bersama Dela.


Reynal telah bersiap-siap pergi ke bengkel dan showroomnya dan kini merambah dengan usaha kafe yang tak jauh dari toko baju milik Dela istrinya.


" Rey... Dedel mana?" Tanya sang Mama yang sedang buatkan kopi untuk papa.


" Masih tidur Ma,Pa..." jawab Reynal yang menarik kursi untuk diduduki.


" Tidak kamu bangunkan sayang?"


" Gak ma, biarkan saja Dela istirahat ma, Lala kelelahan" ucapnya santai.


" Kamu ajak bergadang Rey, jangan sering-sering" ucap sang papa yang ikut menimbrung .


" Beres Pa, Rey pastikan, bulan depan ada kabar gembira untuk kita" ucap Reynal. yang kemudian meneguk susunya.


" Kamu juga jangan kelelahan, simpan energi kamu Rey"


" Iya pa"


" Papa...!!


" Ayo antelin Dava sekolah" teriak Dava yang dari kamar.


" Iya sayang, kamu sarapan dulu okey."


" Iya Pa, Bunda mana Pa? " tanya Dava yang tak melihat Dela.


" Bunda masih tidur sayang semalam kecapekan" jawab Reynal asal.


" Kecapekan kenapa pa?" tanya Dava lagi.


Reynal tersenyum dan menepuk lembut kepala Dava" Karena ada tugas" ucap Reynal lembut." Gitu ya pa" ucap Dava yang manggut-manggut.


" Ayo selesaikan sarapannya sayang, setelah itu kita pergi Sekolah" titah Reynal ke anaknya.


Bastian berada dirumah keluarga Darma tepatnya rumah kedua orang tua Reynal, Ia berada dikamar sambil mengacak rambutnya dengan membuka gorden yang masih tertutup.


// Gak Gue gak mau itu terjadi, Gue gak ingin Dela terluka hatinya, dan Gue gak boleh halangi kebahagian saudara Gue sendiri, ini sudah salah, ayo dong Bas berdamailah dengan hatimu sendiri, dan yakinkan bahwa Dela pasti bahagia bersama Reynal suaminya, Gue akan pergi kepesta itu dan harus minta maaf_Bastian//


Bastian Tersenyum dan bergeming" Gue harus beri kado spesial buat mereka, Gue akan berikan galery bunga untuk mereka"


gemingnya, lalu Bastian menyesap rokok yang telah ia sulet dan lalu ia mengepulkannya ke udara.


DiBandara , Aldo sudah bersiap ke indonesia bersama sang istrinya Sarah, mereka sudah tau kabar ini jauh sebelum ia balik ke negeri orang, hanya Dela yang tak mereka kabari hal ini, Neni,Nini dan Eyang pun berbondong-bondong bersiap terbang ke kota mereka, tak lupa Rayhan dan Rien beserta anak dan suaminya ikut kekota dimana ibu dan ayah mereka berada.


Keluarga besar akan berkumpul di Hotel dekat pantai dimana mereka menyewa untuk rayakan kejutan untuk Dela, Dela yang menyukai pantai sehingga mereka sepakat akan disana dengan mendesain yang Dela suka.


Reynal telah selesai tugasnya sebagai ayah, dan kini ia kembali pencari nafkah untuk anak dan istrinya sebelum kekampus.


Duduk bersender dikursi kerajaan dengan mengecek beberapa kerjaannya, sambil menatap sebuah figura yang sudah lama terpajang di mejanya.


// Kelinci Tata yang liar kini jadi kelinci manis dan berganti menjadi kelinci berhati malaikat Tata bangga La_Reynal//


Reynal menyunggingkan senyumnya dan menghapus air matanya yang tak terasa jatuh dari tempatnya, menginggat hubungan Dela yang sempat tak baik itu hongga berakhir seperti sekarang.


🐎🐎🐎


Dela menggeliat di ranjang tidurnya, membuka matanya perlahan, lalu menoleh ke sampingnya ternyata kosong, Dela meraih ponsel di nakasnya terlihat banyak chat terutama dari Reynal , Dela lalu mrmbuka pesan dari Reynal.


🐎❀


" Hey..., pasti baru bangun, maaf gak pamit dulu tadi, karena mas gak tegabanguninya, apalagi liat kelinci mas yang sedang tidur pules"


" Love u everything"


Dela tersenyum mendengar kata sederhana itu, ia bahagia karena Reynal mengatakan kalimat itu, yang mungkin dulu ada untuk Fia kekasihnya.


Dela menoleh ke nakas dan ternyata bener ada roti bakar untuknya serta susu coklat yang ternyata memang sudah dingin.


" Selamat dinikmati Kelinci Tata❀"


Begitulah bunyi note berwarna putih yang diletakkan oleh Reynal di dekat piringnya,


Dela tersenyum lalu meneguknya hingga habis dan menggigit rotinya. Dela segera kekamar mandi dengan menutup tubuhnya dengan selimut,ia merendam tubuhnya di bathtup dengan memberikan cairan lavender yang membuat tenang.


Setelah merasa cukup Dela bergegas membilas dan bergegas keluar menggunakan handuk, bersiap ke bawah untuk ke meja makan karena perutnya mulai keroncongan.


" Bik..., Dedel mau dong dibuatkan serabi kaya bibi buatkan untuk Tata" pinta Dela


" Bi sekalian Dawetnya" pinta Dela yang duduk dikursi makan.


" Okey neng" ucap Bi Marni kepada Dela.


Sementara itu Dela sibuk membalas chat yang ada diponselnya hingga tak terhitung berapa banyak Chat di ponselnya.


Dela yang teringat sesuatu ia pun langsung pergi keluar dengan bergegas, sehingga membuat Bi Marni memanggilnya dan bertanya." Neng kemana buru-buru?" tanya Bi Marni yang keheranan melihat anak majikannya.


" Keluar bi bentar " ucap Dela yang melambaikan tangan, dengan memanggil pak Beben agar segera mengantarnya.

__ADS_1


" Neng Dedel mau diantar kemana" tanya pak Beben kemudian.


" Ke Apotik ya pak, ada yang mau Dedel beli" ucapnya sopan ke pak Beben.


" Siap neng " ucapnya.


Dela membuka ponselnya lalu membrowsing apa yang ada dipikirannya, dengan jantung berdenyut cepat, rasa penasaran dan deg-degan membuatnya meminta pak Beben agar menambah kecepatannya.


" Pak ngebut dikit ya?" ucapnya.


" Iya Neng" ucap pak Beben.


Dela memejamkan matanya sejenak membayangkan apa yang akan terjadi, sesampainya di apotik Dela sedikit berlari masuk dengan sedikit buru-buru.


" Dipakai setelah bangun tidur ya bu" ucap petugas itΓΉ, Dela hanya mengangguk mengerti.


Dela langsung membayar dan keluar apotik begitu selesai, lalu memasukan benda yang dibelinya ke tas.


" Pak kita jemput Dava sekalian aja ya?" ucap Dela yang diangguki oleh pak Beben.


Sepanjang jalan, Dela hanya menatap benda kecil persegi empat yang dibelinya dengan membolak-baliknya.


Pak Beben hanya tersenyum melihat Dela yang merasa kebingunggan dengan benda yang ada ditangannya.


"Neng bapak doain semoga garis dua ya" ucapnya yang ingin memastikan apa yang dipegang oleh Dela.


"Amin pak makasih, bapak tau benda ini?" tanya Dela tiba-tiba.


" Tau lah neng, kan Bapak pernah muda" ucap sang sopir, Dela hanya manggut-manggut mengerti.


Dela menggigit bibir bawahnya tanda merasa pusing sehingga ia putuskan untuk tidur, sementara pak Beben yang tau istri dari majikannya tidur ia sedikit mengurangi kecepatan dan membuat Dela senyaman mungkin.


Ia urungkan untuk menjemput Dava , ia segera menelpon Reynal agar menyusul ke Jl. Bingkisan, Pak beben memberi tahu ke Reynal jika Dela sedang dalam keadaan tidak sehat, sehingga tertidur dimobil, Reynal mengerti dan segera Datang.


Tak lama Reynal Datang dengan mobil kesayangannya, ia bergegas turun menemui pak Beben.


" Ini kuncinya pak, segera jemput Dava ya pak" ucapnya, lalu masuk mobil yang dibawa pak Beben, Reynal tersenyum melihat Dela yang tertidur dengan lucu.


" Penampakan baru " gumamnya.


Reynal melajukan mobilnya sedikit ngebut dan tak perlu waktu lama mrreka telah sampai, Reynal dengan cepat membuka pintu mobilnya dan menggendong Dela.


Reynal tersenyum kembali // Sepertinya berat badanmu bertambah sayang terlihat dari pipi dan tubuh kamu yang terlihat berisi _Reynal//


Reynal mengantarkan Dela kekamar dan menidurkannya keranjang lalu mengusap dan mengecupnya, Reynal kebawah sambil menuruni anak tangga dengan memasang wajah bahagia.


// Gak sabar nunggu nanti malam_Reynal//


Pukul tiga sore Dela telah terbangun perutnya sangat terasa lapar hingga ia pergi kedapur, mencari sesuatu yang dapat ia makan, ia juga merasa heran karena dirinya sudah berada dirumah.


" Bi... sepi amat , mama sama Dava belum pulang?" tanya Dela yang meluhat sang Bibi.


" Tadi sih sudah neng, tapi ibu pulang hanya bawa Den Dava" ucap bi Marni.


" Terus Bi siapa yang bawa Dedel ke atas, masa iya pak Beben" ucap Dela yang mengetuk dagunya dengan satu jari.


Bi Marni tersenyum, melihat Dela kebingungan" Aden neng " jawab sang Bibi yang tak ingin berlama Dela memikirnya.


" Tata Bi?" tanyanya


" Iya, tapi pergi lagi" ucap sang bibi.


" Pergi lagi, bener-bener gak ada waktu" ungkapnya dengan mimik perihatin.


" Udah jangan manyun gitu, nih pesanan neng minta apa tadi ke bibi, udah jadi nih" ucap sang Bibi yang mencoba menghibur Dela, Dela tersenyum dan mengangguk mengerti lalu mengambil satu serabi dan memasuki kemulutnya.


" Lumayan enak " ucapnya cepat seraya memasukan serabi kemulutnya.


" Syukurlah" ucap sang Bibi senang.


Dela membawa serabi dan es dawet ke ruang tengah ia ingin nonton film kartun, kesukasnnya sambil mengemil makanan buatan Bibi, yang tadinya laper, kini sudah tidak karena sudah ada Serabi buatan bi Marni.


Dela sedikit suntuk karena sahabat-sahabatnya gak ada chat dirinya atau hanya bergurau dalam grub, Hingga ia mematikan ponsel dan fokus menonton kartun hingga tak terasa hari sudah pukul lima sore , Dela pun segera berdiri dan pergi ke kamar untuk mandi dan solat.


Dela menyambar bungkusan yang dibelinya tadi saat bersama pak Beben.


Di seberang sana, Mama,Bunda, Mami dan Mimi lagi asik ngobrol di ruangan kusus untuk santai. tak hanya mereka, tetapi keluarga besar mereka yang turut hadir.


Reynal mengirimkan orang serta meminta Azar mengirimkan baju Adat jawa yang akan dikenakan Dela, dan setelah selesai Azar akan menjemputnya.


Sementara Dela cs sedang sibuk dengan kado dan dandannya yang wah, mereka harus berpenampilan wah juga pastinya.


" Duh kalian ribet deh..."


" Ssttt udah ngikut aja, lagian ini bukan yang pertama kali Sam" ucap Rani yang tak ingin mendengar omelan Samir.


" Iya-iya" dengan memajukan bibirnya


" Pasti Dedel terkejut nih dengan kejutan kak Rey" ucap Mira antusias.

__ADS_1


" Pastinya" ucap Rani.


Dela sudah selesai mandi dan sholat, ia tersenyum bahagia yang tadinya Bete hingga moodnya hilang kini ia bisa senyam- senyum sendiri hingga tersadar bahwa ada yang mengetuk pintu dari luar.


" Masuk" ucap Dela dari dalam.


" Permisi Neng Ada Mas Azar" ucap bibi Marni.


" Iya bi " ucap Dela yang mengijinkannya.


" Ada apa., ini siapa?" tanyanya.


" Gue gak tau Del, yang jelas gue kesini atas perintah Rey, mereka suruhan Rey dan kata Rey nanti pakai ini" ucap Azar yang membuat Mua itu menunduk, Dela mengerutkan lalu mengangguk.


" Nona, kita diminta untuk merias nona dan Tuan muda sudah menunggu disana" ucap Mua yang menjelaskan


" Silakan, tapi ada apa ya gue belum mengerti" ucapnya.


" Em..kita juga gak tau non"


Dela hanya pasrah karena rambutnya sudah dimulai disasak bukan itu saja wajahnya pun mulai dipoles.


" Sudah selesai Nona" ucap seorang laki-laki yang sudah masuk kekamarnya, Tentu saja Dela terkejut dengan suara laki-laki itu yang berani masuk kekamarnya.


" Ado" ucapnya.


" Ayo kita berangkat sekarang, kita sudah ditunggu" ucap Ado sambil mengadakan tangannya.


" Kemana?"


" Nanti juga tau, Satu kata untuk lo,beautiful" ucap Aldo yang terpeson.


Dela tersenyum atas pujian sahabatnya namun ia masih bingung dengannya yang sudah dirias, Aldo dan Azar pun mengenakan pakaian yang serupa, Dela menerima uluran tangan Aldo.


" Jujur gue gak tau ada apa hari ini " ucapnya yang memanyunkan bibirnya, Aldo tersenyum dan menepuk pucuk kepala Dela lembut penuh kasih sayang.


" Tunggu dulu Do, Dedel bawa ponsel Dedel" ucap Dela, Ia meraih ponsel dan benda pipih ia selipkan ke slikon ponselnya lalu mendekat ke Aldo kembali.


" Ayo" ajak Dela


" Sudah?" tanya Aldo ke Dela, Dela dengan cepat mengangguk.


" Ayolah kalau gitu kita jalan" ucap Aldo yang menggandeng Dela dengan lembut.


Diluar Aldo dan Azar telah bersiap termasuk bi Marni dan pak Beben yang akan mengikuti mereka dari belakang.


Dela diperlakukan bak putri dari kerajaan didampingi oleh pria, berjalan begitu anggun apalagi setiap menuruni anak tangga tadi, sebenarnya iapun bingung ada apa sebenarnya yang direncanakan oleh mereka saat ini.


Dalam perjalanan, Dela hanya diam tak ingin bertanya, lagian ia merasakan pinggang yang terasa sengal, kram bahkan perut yang terasa kencang.


" Apa sih yang sedang kalian rencanakan?,


apakah ini maunya Rey?" Tanya Dela " " Rencana apa sih Dedel....?"


" Rencana besar yang kalian sembunyikan, iya kan?"


" Del bawel deh, diam ngapa kalem gitu sudah jadi Nyonya muda pun" celoteh Aldo yang menepuk pucuk kepala Dela dengan lembut.


" Okey, Gue diam ucap Dela dengan wajah cemberutnya"


"Nah gitu lebih baik Del dari pada bawel" ucap Aldo yang sebenernya gak tega melihat Dela yang penasaran.


Perjalanan yang cukup lama, Dela pun tertidur, entahlah, rasanya ngantuk aja saat dalam perjalanan sehingga Dela putuskan untuk tidur terlebih dulu, Sementara Aldo tersenΓ½um akan hal itu.


" Gue harap ini akan menjadi hari bahagia lo Del, selamanya, dan gak ada kesedihan lagi disini maupun disini" ucap Aldo yang menatap Dela dengan tangan mengarahkan ke kepala dan Dadanya yang pastinya tak ia sentuh.


" Amin" jawab Azar yang sedang mengemudi dengan melemparkan senyumnya.


Aldo lalu membalas Azar dengan anggukan kepala yang berat, " Amin" ucap Aldo lagi.


" Gue menyayangi Dedel bsk adek gue Zar, gue kecolongan kalau selama ini ia memiliki jiwa yang tergocang" Lirihnya.


" Semoga ini awal segalanya, ia terbangun dari mimpi buruknya" ucap Azar yang tak ingin banyak bicara. Aldo lalu mengangguk setuju.


Aldo dan Azar betcengkengkerama, Aldo meminta Azar agar menjaga Sepasang suami istri itu, agar mereka baik-baik saja.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian teman


.


Salam hangat "πŸ€—

__ADS_1


Dela dan ReynalπŸ‘§πŸ‘¦


__ADS_2