
Kata Sah yang diucapkan oleh para saksi, tanda Reynal dan Dela sah sebagai suami dan istri, orang yang berada disana ikut senang tapi juga sedih, melihat Keadaan Dela dan Daren masih berbaring lemah bahkan saat ini Dokter sedang menangani Daren yang lagi-lagi tak sadarkan diri kembali.
" Daren-, Ren, sayang bangun sayang, kamu kuat sayang" ucap seorang tengah baya menangisi sang putra yang sedang ditangani Dokter.
Dokter masih berusaha kasih bantuan ke Daren, mengunakan alat pancu jantung defribrilator.
Reynal, menggenggam tangan Dela erat, berharap Dela kuat mendengar dan melihat yang sebenarnya, karena sebenarnya, Reynal meminta Aldo bawa Dela kerumah sakit, untuk mempertemukannya dengan Daren, tapi yang ada Dela dan Aldo kecelakaan.
// Apa yang harus gue ceritakan ke lo La, melihat keadaan lo yang baru saja bangun namun Daren sebaliknya dia drop_ Reynal//
" Ta-" panggil Dela lemah,
" Daren Ta-, tadi disebelah ada yang panggil-panggil nama Daren, gue mau liat" kata Dela yang berusaha bangun dari tidurnya.
" Sayang, kamu mau kemana" tanya Mama
" Daren Ma ?" ucapnya masih dengan suara lemahnya.
" Ta, Do" pangilnya dengan memandangi keduanya secara bergantian, Reynal dan Aldo mengangguk paham.
Reynal memapah Dela menemui Daren, Reynal pasrah dan Aldo mengikuti keduanya dari belakang.
" Boo-, Panggilnya setelah berada disamping Daren.
Huntunglah jantung Daren kembali berdenyut walau sangat lemah.
" Boo aku disini Boo-, kamu harus kuat Boo-" ucap Dela yang menggenggam tangan Daren sangat erat dan mengusap wajah Daren.
" Boo-, kamu ingatkan, kamu akan selalu bersama, dan menggapai bersama" kata Dela. Yang saat itu kondisinya lemah ia sempat terjatuh, tapi untunglah ada Aldo dan Reynal yang langsung menangkapnya.
" Gue gak apa, gue kuat " ucapnya sambil mengusap air matanya yang sudah jatuh sedari tadi , lalu Dela berusaha meraih tangan Daren.
" Boo-, kamu dengar aku kan" ucap Dela yang menyeka pipi Daren yang masih terpejam.
Mama Daren melihat Dela, gadis cantik bersama putranya, gadis yang selalu Daren ceritakan, bahkan mau Daren kenalkan dan tanpa Daren kenalkan gadis itu sudah disini.
// Subhanallah, kekuatan cinta mereka sangatlah kuat, mereka sakit bisa bersamaan bahkan saat kritis pun mereka hersama, _ucap mama Daren//
// Allahuakbar, cinta yang tulus dan saling melengkapi keduanya terlihat_Aldo.//
// Apa salah nikahi dia sementara cinta mereka?_Reuynal//
Mereka simpatik dengan hubungan keduanya yang terjalin begitu indah, Aldo aja sempat meneteskan air matanya.
" Boo, Hei bangun sayang , kamu gak mau liat aku" ucap Dela yang mengusap pipi Daren dengan membiarkan air matanya membasahi pipinya.
Semua yang di sanapun ikut sedih dan menangis melihat mereka berdua, Bunda dan Mama ikut menangis, mereka tak tega dan memutuskan untuk keluar.
" Boo... hey, kamu gak kangen dengaan ku, kamu gak mau balapan lagi dengan ku, aku kangen itu Boo" isak tangisnya, namun ia dikejutkan dengan gerakan tangan Daren, Dela langsung menghapus air matanya.
" Boo, kamu dengar aku" ucapnya dengan sumringah.
Daren yang membuka matanya pelan, dan melihat, ada sosok gadis yang ia cintai, berada didekatnya, Daren tersenyum manis dengan lesun pipi yang terlihat tajam, walau bibir terlihat pucat tapi tak membuat pesona ketampanannya hilang.
" Hey Bee, sudah bangun ?" ucapnya sambil menyeka air mata Dela, Dela mengangguk dengan hati yang teriris melihat Daren yang begitu ceria dimatanya dan lincah kini harus terbaring lemah melawan penyakitnya.
__ADS_1
" Kamu pasti sembuh Boo" ucap Dela dan mendapat senyuman dari Daren.
" Iya-" ucapnya lirih yang masih menatap wajah Dela yang cantik.
" Rey-, terima kasih ya, apapun yang terjadi jangan sampai pisah" ucap Daren ke Reynal.
" Boo-, jangan banyak bicara dulu" ucap Dela.
" Aku sudah gak pa-pa , im fine" ucapnya menyemangati Dela menghilangkan kakawatiran yang ada, Dela tersenyum pahit, walau dia tau Daren sedang tidak baik -baik saja.
" Ta-" panggil Dela lirih menatap Reynal, Reynal mengerti langsung anggukin kepalanya, begitu juga Aldo, mereka meninggalkan Dela, Mama Daren ikut meninggalkan mereka.
Mereka keluar ruangan, dan memberi ruang keduanya untuk bicara, Reynal tidak akan melarangnya.
" Rey-" panggil Bunda yang melihat sang putra keluar.
" Bunda-" jawab Reynal dengan senyum pahit.
" Aldo" panggil Mama.
" Mama" jawab Aldo yang memeluk Mama Mila, mamanya Dela.
" Dela didalam baik-baik aja kok mam, hanya dia butuh waktu berdua bareng Daren" ucap Aldo agar mama tenang,
Mama dan Bunda hanya mengangguk mengerti.
" Oh iya Ma, Bun ini Mamanya Daren, Mama kekasih Dela," ucap Aldo yang melepaskan pelukannya, dan memperkenalkan ke kedua wanita tengah baya itu, mereka saling berjabat tangan dan berpelukan.
" Do-, kita pamit ya, dah malam nih-" ucap Samir.
" Lo jaga kesehatan jangan ikut bergadang , lo baru sembuh" ucap Rani beruntun.
" Ma, Kita pamit dulu ya, besok sepulang sekolah kita mampir kesini" ucap Rani ke Mama Mila sambil cium punggung tangan Mama juga Bunda serta Mama Daren.
" Kak jagain Dedel, kita titip Dedel, dan selamat ya kak" ucap Mira yang masih tidak percaya Reynal hanya menganggukin kepalanya.
" Kak Alex gue titip Rani" ucap Aldo Ke Alex kekasih Rani, dan itu membuat Alex tersenyum dan mengangguk.
Rani tadi sudah pulang, tapi mendengar Dela dan Daren tiba-tiba kolep/ tidak sadarkan diri, Rani dan Alex buru-buru kembali kerumah sakit.
Setelah Rani cs pulang , kini giliran Kevin cs pamit untuk pulang karena tidak mungkin untuk malaman disini kecuali Gema sahabat Daren dari kecil, seperti halnya Reynal juga Aldo.
Malam semakin larut, Dela juga sudah dipindahkan keruangan yang sama dengan Daren, karena Dela gak ingin jauh dari Daren.
Papa dan Ayah ada diluar ruangan, dan sedikit bahas soal kecelakaan yang dialami Dela juga Aldo, Bahkan mereka akan tetap mencari siapa dalang dari semua ini.
Reynal memang tidak berada disana tapi ia berada dimobilnya, dan mengambil sepuntung R***k nya dan menyuletnya. membiarkan setiap asap yang ia kepulkan, Reynal mengeluarkab emosi dan uneg-unegnya lewat sebatang R***k, merasa tenang Reynal mengambil permen karetnya lalu pergi melajukan mobilnya pulang kerumah, tanpa pamit.
Aldo yang sedari tadi mencarinya dan tak mendapatkan dimana Reynal, dihubungi tidak ada jawaban dari Reynal membuat Aldo kesel sendiri.
^Dasar labil ^ umpatnya yang kembali keruangan Dela dan juga Daren.
πππππππππππππ
Pagi ini Reynal seperti biasa pergi pagi melaksanakan tugasnya sebagai osis, Seperti biasa pula ia akan menghukum siswa yang telat, walau fikirannya saat ini berada dirumah sakit namun ia tak ingin melupakan tugas utamanya.
__ADS_1
Usai tugas ia selesaikan Reynal masuk kelas, dan mensilent nada di ponselnya untuk beberapa waktu, setidaknya sampai jam istirahat berakhir.
Felia yang tiba-tiba datang kemejanya menawarkan catatannya untuk Reynal, namun tak ia gubris sama sekali.
" Lo ada masalah Rey?" tanya Felia yang tak ingin kehabisan akal.
" Gak... gue baik-baik saja."
"Oh, em ini benaran gak mau liat catatan gue pelajaran bahasa inggris?"
"Gak Fel makasih, kembali duduk gih " Pinta Reynal
Mendengar penuturan Reynal Felia menghentakan kakinya lalu berjalan ke kursinya dengan kecewa.
"Lo beneran gak apa?"
"Iya sob gue gak apa" jawab Reynal yang kembali mengetjakan tugasnya.
Dikelas Dela cs mereka bertiga terlihat tidak ada indahnya , wajah mereka ditekuk karena kelas sepi tanpa Dela dan Aldo.
Bagaimana tidak keduanya masuh dalam keadaan pemulihan, walau Aldo sudah di perbolehkan pulang namun Aldo diminta untuk istirahat dirumah sedangkan Dela belum di perbolehkan pulang karena ia baru saja sadarkan diri.
"Sepi-"
"Bete-"
"Bosan-"
Ucap ketiganya yang merasa tak ada gairah dalam belajar, merrmeka hanya bolak balikan buku pelajaran mereka.
"Pasti ulet nangka meraja lela tu"
"Pastinya.."
"Huff..."
"Nanti kita balik kerumah sakit dulu apa langsung ke rumah Aldo aja dulu"
"Rumah sakit aja beb, kita liat keadaan Dela Dulu"
"Yah kita setuju"
Obrolan yang unfaedah pun mereka akhiri setelah mendengar ada guru lain masuk.
ππππππππππππππ
.
Bersambung
.
.
Hai kk jangan lupa tinggal jejak kalian terimakasihπ
__ADS_1