Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 25 Bee-Boo #


__ADS_3

Mereka kini sudah dijalan, mereka menggunakan dua mobil, Mobil Alex juga mobil Daren yang pastinya muat untuk mereka.


Daren bersama Aldo dan para pacar mereka,sementara Alex dan Samir berempat bersama Rani dan Mira.


Menuju Villa memakan waktu kurang lebih dua jam, mereka bercanda ria, menikmati perjalanan yang lumayan cukup jauh menuju Villa.


" Kalau ngantuk tidur aja Bee" kata Daren sambil usap kepala Dela lembut.


" Iya kak, Eh Boo" kata Dela


" Dah ganti nama aja mereka honey" kata Aldo, Lalu mereka gelak tawa bersama.


" Kamu juga honey kalau capek tidur aja, karena perjalanan masih satu jam lagi " ucap Aldo ke Sarah.


" Iya Aling" kata Sarah yang langsung memeluk tubuh Aldo.


Di Mobil Alex mereka bercanda lebih seru karena ada sepasang yang belum memiliki kekasih siapa lagi kalo bukan Mira dan Samir.


" Sudah Sam, sikat aja Mira, dari pada jomlo " kata Alex.


" Gue, dengan dia Ogah " kata Samir yang mencibirkan bibirnya.


" Pede gila, lo kira gue mau"ucapnya


Kata Mira dengan membalas mencibir serta tangan dilipat didada.


" Jangan begitu ntar yang ada lo rindu loh " kata Rani yang ikut godain mereka berdua yang buat keduanya buang wajah mereka ke arah jendela.


Sementara Reynal sudag berada dibengkel untuk menghilangkan bete akibat bucin. Reynal sedikit frustasi dengan ulah yang dibuatnya sendiri.


Bunda tau, jika Reynal saat ini sangat tidak rela Dela pergi bersama laki-laki lain, Bunda tau kalau Reynal mulai membuka hati untuk Dela. Namun Bunda membiarkannya, Biar Reynal sendiri yang mengambil kelincinya itu dengan caranya sendiri, dengan usaha sendiri.


☘☘☘☘☘☘


Mereka sudah sampai divilla, ternyata para cewek tertidur pulas, Daren bermaksud ingin membangunkannya tapi Aldo melarangnya, Aldo meminta Daren untuk menggendongnya sampai kedalam, Karena Aldo tau semalam Dela pasti tidak bisa tidur nyenyak.


Mereka mengikuti Daren melangkah, ternyata Daren mengantarkan Dela ke kamar yang berada di lantai bawah.


" Bee..., aku benar-benar menyayangimu, berharap kita selamanya" ucap Daren mengecup tangan Dela dan megusap pucuk kepala Dela.


" Daren keluar menemuai teman- temannya, Kalian langsung aja Jalan, Den .. tolong antar mereka ke bukit yang ada dibelakang rumah, lewat puntu rahasia aja Den" kata Daren.


"Oke gue dan yang lainya kesana" kata Deni.


" Iya nanti kita nyusul, kalau bidadarinya sudah bangun" kata Daren ke teman-temannya.


" Kita tunggu disini juga deh bentar , gak baik dua-duan aja " kata Aldo


" Thanks Bro udah temani saya "kata Daren.


" Gue titip Dela ke lo Bro, gue gak ingin lo sakiti dia "kata Aldo serius.


" Insyaallah, Saya benar menyayanginya bro" kata Daren serius.


Sekitar pukul 10.00 Dela terbangun, setelah tersadar ia sedang berada di kamar, dan ternyata sepi, Dela ketakutan fikiran kotor menjelajahinya

__ADS_1


// Sedang apa gue disini mana yang lainnya kak Daren juga apa aku diculik_ Dela//


" Ahhhhh !!!!" Teriak Dela yang ketakutan.


Daren langsung lari mendengar teriakan Dela yang kencang, membuat Daren ikut panik langsung membuka pintu untuk pastikan Dela tidak kenapa-kenapa.


" Bee..._, aku disini" ucap Daren.


" Boo..._" Dela langsung peluk Daren.


" Gue kira gue diculik Boo" , asli itu membuat Daren tersenyum keras.


" Kamu berada di villa kamu tadi tidur aku gak tega banguninya, Aldo juga minta aku bawa kamar ini dibantu oleh Aldo." ucapnya dengan senyumnya.


" Ya udah ayo ikut, yang lain sudah menunggu mukin disana mereka lagi memasak setelah bawa beberapa bahan" ucap Daren.


Tring on triing on..


Suara ponsel Aldo bunyi tanda ada pesan.


" Dimana lo sharlock "pesan Orang diseberang sana.


^ Dasar... ketos Labil^ Guman Aldo yang tak terdengar oleh siapapun.


Reynal memang sengaja minta sharelock karena ia sedikit kepikiran dengan Dela, rasa sedikit aneh aja untuknya.


Perasaan tak tenang baiknya susul Dela begitu fikiran Reynal, Setelah dapatkan dimana lokasi mereka berada, Reynal ajakin Reno yang orangnya sedikit tidak ember untuk ikut dengnya.


" Bee, kalau capek bilang ya" kata Daren ke Dela.


" Aku sayang kamu Bee" Bisik Daren


" Dedel juga " ucapnya disela mereka jalan menuju atas bukit.


" Eheeemm ada yang lagi tebar ke uwuun deh jadi iri kita " ucap Aldo yang dianggukin oleh Sarah namun keduanya tersenyum malu mendengar godaan Sang sahabat.


Mereka berjalan, bergandengan tanpa terasa mereka sampai dibukit, dan mereka lagi siapkan makan siang da tenda agar tidak panas.


" Dah bangun Beb " kata Rani dan dianggukin oleh Dela.


Dela dan Sarah langsung gabung bantu Rani dan Mira masak, Daren melihat Dela dari jauhan.


" Udah liatnya' kata Deni salah satu temannya yang buat salah tingkah.


" Àpaan sih lo" kata Daren salah tingkah karena kepergok liatin Dela sedari tadi.


Daren lalu ikut gabung bernyanyi bareng mereka yang memainkan gitarnya, bernyanyi bersuka cita, bercanda saling lempar pertanyaan satu sama lain.


" Del sini deh bentar" panggil Aldo dan Dela mengangguk


" Rey nyusul kesini" ucapnya lirih.


" Apaan sih lo gak Asik " ucap Dela kesel ketika Aldo memberi tahunya.


" Bee, sini Deh" panggil Daren yang meminta Dela mendekat, Daren membuat gelang dari benang yang ia jalin lalu ia berikan ke Dela.

__ADS_1


" Cantik Boo" ucapnya. saat Daren selesai memakaikannya.


" Kamu suka" , kata Daren sambil perbaiki rambut Dela yang menutupi wajah cantiknya.


" Aku suka Boo " lalu memeluknya , Daren pun tersenyum lalu mengusap pipinya.


" Sudah deh, disini banyak yang jomlo jangan pamer keuwuan disini" kata teman-teman Daren tentunya membuat Dela malu dengan jantung berdetak kencang.


" Resek lo, kasihan Dela malu" kata Daren, yang semakin erat memeluk Daren.


Sementara Reynal kesal sendiri, karena biarin Dela pergi dengan laki-laki lain, yang hanya status pacarnya.


// Shiit... lo gak tau apa gue hawatir sama lo, lo disana naik bukit lagi, merasa hebat apa, atau karena ada pacar lo jadi sok kuat disana _ Reynal//


Reno yang sedari tadi berada disamping Reynal merasa aneh aja dengan sikap Reynal yang sedang mikirkan sesuatu.


"Lo kenapa?" Tanya Reno


" Gue hawatir dengan kelinci gue, yang dibawa pacarnya"


" Emang siapa yang lo maksud Fia?, emang lo dengan Fia?" tanya Reno.


Reynal mendengar pertanyaan Reno langsung ngerem mendadak, membuat Reno yang belum siap tersantuk.


" Lo yang bener dong bawa mobilnya," kesal Reno.


" Maaf..., kita balik aja" kata Reynal yang mengurungkan niatnya dengan lesu.


" Aneh lo mah?" kata Reno.


// Secemas ini kah gue ke lo La.., sampai setakut ini_Reynal.//


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Matahari mulai terbenam mereka menikmatinya dengan sunset yang lama- lama tenggelam, mereka semua bahagia melihat sunset, terlebih Dela cs yang baru pertama menikmatinya diketinggian seperti saat ini,yang biasa melihat berada di pantai yang terlihat begitu indah.


" Bee-, gimana kamu suka suasana sore dipuncak" ucap Daren, dan itu membuat Dela mengangguk-anggukin kepala .


Daren tersenyum lucu dengan lesun pipinya lalu peluk Dela dengan nikmati Sunset.


" Nasib-nasib, kalo jomlo mah ditinggal mulu" kata Mira yang manyunkan bibirnya.


" Nah lo disuruh sama Sam ogah" Ucap Rani yang berada disampingnya, dan sebelahnya Alex yang memeluk pinggang Rani.


Hampir 30 menit mereka berda di puncak, mereka putuskan untuk turun, karena hari terlihat gelap,


Mereka menggunakan senter untuk penerangnya, huntungnya ada pintu rahasia jadi tidak begitu jauh dari bukit itu.


" Akhirnya sampai juga divilla ucap mereka"


Mereka beristirahat terlebih dahulu, baru akan pulang karena cukup lelah.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2