
Hari ini Dela sudah kembali sekolah setelah hampir satu minggu berada dirumah, seperti biasa Dela membawa mobilnya dan diiringi oleh Reynal.
Sesampainya diparkiran, Dela keluar dari mobilnya dan merentangkan dua tangannya dengan menghirup udara yang ada disekolah.
^ Gue datang ^ gumamnya yang terlihat senyum mengmbangnya.
Dela lalu mendekat ke Reynal, yang sudah menyenderkan badannya dimotor sportnya, Reynal melihat Dela tersenyum, dan mengerti apa yang akan dilakukan Dela.
Reynal mengeluarkan dompet yang disakunya, memberikan ke Dela uang lembaran ratusan, sebanyak dua lembar, Dela menerimanya lalu menyalami tangan Reynal, sebagai seorang istri yang patuh.
" Semoga tangan ini memberi gue rezeki yang banyak amin, biar gue bisa menghabiskannya, amin" ucap Dela yang langsung melepaskan tangan Reynal dan siap berlari.
Reynal yang mendengarkannya pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol istrinya, padahal isi tabungannya sudah menggunung, dan tak abisnya, Reynal sudah beberapa tahun belakangan, ia selalu menyisihkan uangnya ke Dela tanpa sepengetahuan Dela, hingga sekarang Dela tak menyadarinya.
Reynal langsung masuk ke ruang osis setelqh Dela menghilang dalam pandangannya, karena memang sepakat untuk ngadakan rapat, sebelum ia nyerahkan Almamaternya.
Reynal membuka leptopnya , sambil mengerjakan sesuatu, entah itu apa hanya Reynal yang tau, Reynal fokus dengan benda pipihnya, hingga panggilan dari seorang sahabatnya tak terdengar.
David mencibir, melihat apa yang dikerjakan oleh Reynal, dengan menepuk pundak Reynal, Reynal tersadar akan kedatangan David lalu menoleh ke arahnya sekilas.
" Rey..., lepas prom night gue ke L.A, bokap minta gue disana" ucap David yang menyenderkan badannya dimeja depan Reynal.
" Baguslah Vid" ucapnya singkat yang sibuk dengan leptopnya.
" Tapi kita bakal gak bisa kumpul kaya gini lagi" kesalnya.
" Vid bersyukurlah, banyak orang menginginkan itu tapi mereka tidak mampu." ucap Reynal yang menutup leptopnya.
" Iya Vid, lo kan bisa balik setahun mungkin" ucap Kevin yang sudah duduk dikursi.
" Nah rencana lo pada kemana?" ucap Reno yang barusan masuk dan ikut bergabung.
" Kalo Gue mungkin masih dikota ini" ucap Reynal.
" Gue mungkin keluar kota deh, nyokap minta dengannya, kalian tau kan, nyokap-bokap gue-" ucap Kevin yang tak ingin meneruskan kalimatnya.
" Lo sabar , lo harus adil Vin, lo harus buktikan lo hebat." ucap Reno.
" Lo sendiri Ren...?" tanya Kevin
" Gue mungkin juga ada dikota ini, lo tau la orang tua gue" ucap Reno.
" Eh tadi kayaknya gue liat cewek bar-bar, keluar dari apartemen lo deh Rey" kata David.
Belum sempat dijawab, Felia dan yang lainnya masuk memenuhi ruangan, sebelum pelajaran di mulai mereka akan rapat mengenai pemindahan jabatan osis, dan prom night yang nanti mereka adakan.
Di lain sisi, Dela saling berpelukan dikelas, dan duduk bersma Mira dan Aldo.
" Hi beb..." sapa Dela dengan ramah dan sedikit senyumannya.
" Kemana aja lo selama libur?" tanya Mira.
" Di umpetin pake di penjarain lagi"ucap Dela Dengan Alibi
" Gila laki labil lo Del" umpat Aldo.
" Hem sorry, Sahabat Ado tu yang buat gue serasa di penjara gila bete amat, sekali keluar Azar buntutin gue" ucapnya dengan kesal.
" Azar sahak?" yanya Mira yang baru mendengar namanya.
" Anak teman Ayah.." ucap Dela.
__ADS_1
" Tampan? sejak kapan lo dibuntuti Del? tanya mira penasaran.
" Tampan, tapi tampanan Ado" Dela terkekeh, " sejak cafe kebakaran Beb" lanjutnya.
" Berarti kak Rey kalah pesona dong" tanya Mira memasang wajah polosnya.
"Oh jelas, kulit putih wajah baby pech, tinggi, senyumnya oke"ucap Dela yang menceritakan ciri-ciri Azar secara detail.
Pltak...
" Aww...Sakit...! " pekik Dela
" Gak boleh mengagumi pria lain" ucap Aldo peringati.
" Iya maaf tapi-" ucap Dedel yang mengerucutkan bibirnya.
" Hai beb..." sapa Rani
" Hai bro.." sapa Sam
Mereka yang baru masuk kelas, dan bergabung, duduk menarik kursi ke meja Aldo.
" Tumben barengan" ucap Dela.
" Nih..minta jemput dibengkel, mobilnya minta jajan " ucap Sam memunjuk dengan dagunya, lalu meneguk air minum, Rani langsung berkipas dengan mandangi ponselnya, Aldo menghela nafas karena terpaksa menghentikan ucapannya tadi.
" Dedelnya Ado, ingat ucapan Ado tadi, Dedel gak boleh mengagumi orang lain okey" ucap Aldo yang menepuk-nepuk lembut kepala Dela, Dela mengangguk pelan.
" Pintar istri soleha Rey" kekeh Aldo yang diikuti gelak tawa ke tiga sahabatnya.
Tak lama bel masuk siswa/i masuk kelas dan bersiap untuk menerima pelajaran.
πππππππππππππππ
" Minum apa nih? tanya Aldo.
" Es jeruk aja deh, biar gerrrr seger " jawab Samir.
" Yang lain?" tanya Aldo lagi
" Ngikut..." Teriak mereka.
Rani, Mira dan Dela pergi pesan, Dela memilih snck dan beberapa botol minum mineral untuknya.
Tak lama mereka sudah kembali, dengan pesanan nya, Dela duduk di sebelah Aldo juga Sam, sementara Mira dan Rani duduk di kursi depan mereka.
" Del nanti malam keluar yuk, nongrong di Kafe dekat toko roti Mama" usul Mira.
" Boleh tu, ado jemput gue dirumah Bunda" ucap Dela.
" Emang sudah balik kesana? tanya Aldo yang memang tau mereka tinggal disana Dela mengangguk cepat ke Aldo
" Beb, emang selama ini lo bukannya tinggal dengan Bunda ya."
" He..., selama ini gue tinggal di apartemen" jawabnya yang garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Uhuuk...uhuuk..
" Nih minum dulu, hati-hati Sam" ucap Rani yang berada di depannya.
" Tapi harusnya lo bisa kabur dong dari sana?" ucap Rani yang tau tingkah laku sahabatnya.
__ADS_1
" Harusnya, tapi fasilitas gue diambil dengannya, ponsel gue di ambil, gue dikasih ponsel lain, yang gak ada kontak
kalian, cuma nomor Aldo juga dirinya, Telpon Aldo sama aja, karena Ado berpihak kesenior itu, resekkan tu senior" ucapnya dengan wajah cemberutnya.
" Sabay... bebeb..sabay...senior galak itu, memang ngajak perang, Huh.." ucap Mira yang ikutan kesel.
" Lo Juga sabar jeyeng" ucap Samir yang menonyor kepala Mira.
" Esmosi gue" ucapnya cepat " Emosi Mir.." ucap Rani.
" Udah makan dulu, keburu dingin beb "
Sadar akan itu semua mereka melanjutkan memasukan makanan mereka kemulutnya, Aldo yang menepuk pelan pucuk kepala Dela.
Tak terasa waktu istirahat berahakhir, terdengar suara deringan bel yang panjang, semua siswa/i menghentikan aktivitasnya dan balik ke kelas masing-masing.
Dela cs kembali ke kelas dengan saling lempar candaan, kemudian terdengar suara ponsel dari saku Dela, Dela sengera mengambil ponselnya.
Seulas senyuman karena mendapat notif dari sang Bunda memintanya untuk segera pulang, Lalu Dela membalas pesan Bunda, "Iya Bun, dedel Pulang nanti sama Tata" begitu usai balas pesan Bunda Dela kembali menyimpan ponselnya dan berjalan sedikit cepat untuk gabung bersama sahabat-sahabatnya.
ππππππππππππππ
Reynal meminta Azar kesekolah untuk dampingi Dela ketika pulang sekolah nanti, karena Ia harus ke kantor papa, karena Ayah juga berada disana.
^ Sebaiknya gue selesaikan tugas ini bentar, baru kekantor Papa" gumamnya
Reynal lagi fokus dengan kerjaan, tapi ia di kejutkan oleh seorang gadis cantik, masuk dan langsung memeluk Reynal, sontak Reynal terkejut dan berniat melepaskan pelukannya.
" Jangan lakui itu Ay, biarkan tetap seperti ini Ay, aku kangen " ucap gadis itu yang menahan tangan Reynal, gadis itu tak lain adalah Fia.
Reynal tak dapat menolak gadis yang ia pacari selama lima tahun itu, ia mengerti Jika Fia begitu merinduinya, namun Reynal ingat Dela, Reynal berusaha melepaskan tangan Fia namun dengan tak sengaja, Dela melihat semuanya.
Siang harinya Dela sengaja datang untuk ngajak pulang bareng kerumah Bunda, karena ia gak sabar ingin ketemu Bunda, selama di Apartemen Reynal banyak melarangnya, jika melanggar ia akan memberi hukuman dan acaman meminta haknya saat itu juga.
Reynal juga janji hari ini akan pulang kerumah Bunda , dan akan pulang bersama kerumah Bunda itu pintanya ke Dela kemarin.
Dela memarkirkan mobilnya dan membuka pintu mobilnya dengan senyum sumringah, ia menutuppintu mobil kembali dan bersiap melangkahkan kakinya keruang Reynal, Azar pun membelokan motornya karena tugasnya sudah selesai.
Tanpa ketuk pintu Dela langsung membuka pintunya, dengan sengaja ia masuk begitu aja.
" Opps sorry, gu...gue ga..ganggu" ucap Dela yang kemudian menutup pintu kerja Reynal, Dela tau diri ia tak ingin mengganggu Reynal, gak mungkin lima tahun bisa berubah begitu cepat butuh proses, saat ini mereka mungkin menghilangkan rasa kangen yang ada.
^ Tapi kenapa melihatnya nyesek ya, huh tenang Del^ ucap dirinya sendiri yang menenangkan dengan menarik nafas kemudian membuangnya kembali.
Dela meninggalkan Reynal diruangannya yang bersama Fia, ia tak ingin ke datangannya mengganggu Reynal.
πππππππππππππππ.
.
.
Bersambung
.
.
Salam rindu β€
Reynal dan Delaπ«
__ADS_1
ππ