
Mahasiswa/i , sudah duduk rapi untuk mendengarkan siapa terpilih untuk katakan cinta ke para senior, mungkin bagi teman yang disana sangatlah menyenangkan tapi tidak bagi Dela, bahkan acara hari ini amatlah membosankan,Mereka berharap dari lima surat salah satunya.
" Dela, Kenzo, Kirana, Sesilia dan Fahri " panggil salah satu senior perempuan, yang menyebutkan nama mereka, mereka begitu girang mendengarkannya kecuali Dela yang biasa aja.
" Li..., siapa yang membuka tas gue?" bisik Dela.
" Gak ada Del " ucap Sesilia jujur.
Dela masih bingung karena ia salah satu yang terpilih, //perasaan semalam gue gak buat deh, tapi kalo kado iya, gue bawa, itupun mau ia berikan ke Fahri atau senior pendampingnya_Dela//
" Dela, baca kenapa malah ngobrol, bacakan surat kamu, sebutkan untuk siapa agar panitianya bisa hadir disini" ucap Karin , seorang Senior perempuan yang cantik dan ramah.
" Huh..." Dela lalu mengangguk pasrah.
Betapa terkejutnya ia melihat isi suratnya yang terbilang lebay // siapa sih yang buat suratnya lebay, ih jijik gue_Dela//
Dear senior galakku
Tiada hari yang indah tanpa dirimu yang selalu menghukumku , aku Rela akan itu,
karena aku benci kamu, tapi terselip satu kata untuk kamu, senior galak yang merindui kekasihnya.
Reno terkejut, pasalnya dia membuatkan Surat Dela untuk Reynal, harusnya romantis, tapi tidak seperti yang dibacakan gak sesuai seperti dia buat , //maafin gue Rey, tadinya gue ingin lo dan Dela baikan tidak seperti ini_ Reno//
" Sudah kak, nih untuk kakak aja" ucap Dela yang baru melangkah pergi.
" lho del, siapa yang lo maksud dari surat ini?"tanya Karin.
" Nggak ada kak, yang pasti gue gak merasa, membuat surat itu" ucap Dela yang melangkahkan kakinya ke barisannya.
Karin pun membaca isi surat itu, terlihat begitu romantis bahkan menurutnya itu adalah isi hati seorang, untuk orang yang ia kagumi, tapi kenapa yang dibacakan Dela tadi tidak sesuai dengan isi surat itu, Karin hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Gimana siapa kira-kira, laki-laki yang dituju Dela, yang dijuluki senior galak?" tanya Karin yang minta jawaban atas surat yang dibacakan oleh Dela.
" Gue tau kak, Dia salah satu panitia yang memang kejam terhadap teman hidupnya, pastinya, dia galak hanya modus agar selalu dekat Dela" ucap Samir yang mendapat teriakan oleh Maru disana.
" Tenanglah kalau begitu, Ayo siapa yang merasa dengan isi surat Dela ini kira-kira?" tanya Karin yang juga kepo.
" Kak kalo boleh kasih saran , ganti aja deh, punya Dela, gak usah dibahas yang dituju gak ada, yang ada ngajak war dia" ucap seorang disana.
" Oke kita lanjutkan saja punya Alif"
Tunggu !!
" Kenapa Rey?"
" Boleh gue jawab surat dari Dela?"
" Lo merasa dalam surat itu?" Tanya karin yang masih bingung.
" Hemm-"
Reynal mencoba mengalihkan perhatiannya, ke maru disana dan semua maru terfokus ke seorang yang sedang berdiri dihadapannya.
Dela Riani Darma !
Panggil Reynal yang memanggil istrinya dengan nama belakangnya, menandakan Bahwa ia seorang keluarga Darma.
Dengarkan saya!
**P**erlu kamu tau, saya memang merindui kekasih saya, yang lama hilang, padahal ia berada di dekat saya,
Jika saya menghukummu sebagai modus itu benar adanya, dan saya yakin, bukan benci yang kamu atau saya tanam, tapi cinta.
Deg !!
" Tata apaan sih, buat malu deh" sambil memandangi cincin yang ia pakai setahun yang lalu, Rèynal terseyum melihat wajah jutek Dela, ia lebih baik pilih Dela begini dari pada melihat Dela nanggis.
Reynal lalu pergi dari hadapan mereka dengan mengembangkan senyumnya, yang tak kan terlihat siapa pun kecuali Reno sahabatnya.
__ADS_1
Sedangkan mereka , menatap Dela ada yang suka, ada juga yang tak suka, namun ia yang ditatap bodo amat.
" Selanjutnya ada Fahri, Fahri membacakan suratnya, kemudian diserahkan ke Karin kembali, siapa orang yang dimksud kamu Fahri?"
" Kalau boleh jujur itu untuk kakak " ucapnya dengan santai.
" Wah terimakasih " ucap Karin yang malu mendapatkan surat untuknya.
Dela melihat Reynal buru-buru, entah kenapa ia juga tak tau, // Apa mungkin, Tata nemui Fia, sabar Del ujian_Dela//
Reynal mengirimkan pesan ke Dela lalu pergi begitu aja menggunakan motor sportnya.
KuDa ku πβ€
Maaf La Tata dirumah sakit, Fia sudah bisa dipindahin keruang rawat, kamu langsung pulang dan jangan kemana-mana.
Dela hanya membacanya namun tak berniat balas, lalu ia memasukan lagi ke tasnya.
Tak terasa acara hampir selesai, sebelum bubar para panitia undur diri dan saling maaf -memaafkan.
Dela berjalan dengan santai, terdengar teriakan saat diparkiran, memanggil Dela.
" Dedel tunggu" panggil Mira setengah lari.
" Kerumah - Rani yuk gue kangen" ucapnya sedikit ngos-ngosan.
" Iya nih sepi sejak kalian nikah" sambung Samir.
" Yang ada juga kalian pacaran mulu " ucap Dela dengan mencibirkan bibirnya.
" Del-"
" Hem-"
" Kak Rey kemana, kok tadi-" ucap Mira.
" Nemui pacarnya " balas Dela memotong ucapan Mira.
" Iya, senior galak dan gak perperasaan nemui pacarnya Fia dirumah sakit" kesel Dela.
" Beb... sebaiknya kita susul ayo" ajak Samir, Namun Dela masih berdiri entah apa sedang ia fikirkan.
" Sudah malah bengong lagi" ucap Samir
Samir yang melihat keduanya masih berdiam diri disana, Lalu menghubungi Rani, untuk ketemuan dicafe dekat Rumah sakit, dan terdengar suara Rani yang begitu bahagia mengiyakannya.
Dirumah sakit Samir sudah menjelaskan, bahwa ia ingin tau apa yang dilakukan Reynal dan Fia, mereka pergi ke pusat informasi untuk mencari kamar yang ditempati oleh Fia.
" Dengar beb nomor 205 Melati" ucap Samir, mereka mengangguk dengan cepat, mereka menggunakan lift
Sesampainya mereka di lantai dua, berjalan mengarah kamar 205, seperti yang diinformasikan oleh orang yang menjaga di pusat informasi.
" Beb bukannya itu kal Rey ya?, kok bersama polisi serius amat?" ucap Mira asal ceplos.
" Iya beb, suami lo seperti dekat banget" tambah Samir
" Udah Ayo kita liat Fia" ucapnya.
Reynal tidak mengetahui kedatangan Dela, Karena Reynal fokus dengan obrolannya, dengan seorang polisi.
" Lo..., ngapain disini, ke..keluar-!
" Sayang tenang- "
" Tapi dia ganggu-"
Dari luar Reynal lagsung masuk, mendengar teriakan dari Dalam, Reynal terkejut melihat Dela berada didalam yang menatap Fia dengan lekat ia sedang mencari kebenaran atau sesuatu dalam diri Fia.
" Lala, Samir, Mira- , sedang apa kalian disini?" ucap Reynal yang mendekati Dela.
__ADS_1
" Sepertinya Lala ganggu, permisi" ucapnya yang diikuti oleh Samir dan begitu juga Mira.
" Del tunggu-"
" Kak Rey keterlaluan-" ucap Mira dengan cekat mengejar Dela.
Samir hanya menatap Reynal lalu tanpa segan memukul dengan tinjuan dipipi Reynal dan ikut mengejar Dela" Awas lo!"
" Del lo gak papa,?" tanya Mira yang berhasil mengejar Dela.
Dela tersenyum manis" Nggak papa, kalian ke kafe duluan gih, gue nenangin fikiran gue bentar, takutnya Rani sudah sampai" lanjut Dela yang ingin membuang fikiran jeleknya segera.
Hap'!
" Maafin Tata" ucap Reynal yang berhasil menangkat tangan Dela saat ia menghentikan langkahnya.
" Lo gak salah" ucap Dela jutek.
" Liat mata Tata, Lala harus dengerin dulu penjelasan Tata" ucapnya yang sudah mengusap pipi Dela dengan lembut.
" Gak perlu" ucapnya santai.
" EHemmemm " membuang nafas beratnya lalu menuntun Dela duduk ke taman yang tak jauh dari rumah sakit karena Dela tadi sudah berada di lantai bawah.
Mereka duduk dengan menghadap kedepan, terlihat begitu kaku, padahal keduanya sudah menikah bahkan tidur pun sudah satu ranjang, Reynal merogoh sakunya mengeluarkan kartu tanda pengenalnya lalu memberikan ke Dela.
Deg !
Dela memejamkan mata sejenak dan membuang nafasnya " Sejak kapan?"
" Setahun yang lalu, sejak kita tiga bulan menikah" ucapnya jujur.
" Apa karena ini-"ucapannya terhenti.
" Iya, maaf selama ini belum berani untuk jujur, dan maaf jika Tata menyakiti Lala" ucap Reynal yang sudah menggenggam tangan Dela.
" Ini semua demi kebaikan Lala, kebaikan kita" ungkap Reynal.
" Bunda dan Ayah?"tanya Dela.
" Setahu Tata, Bunda gak tau, tapi Ayah mungkin tau" ucapnya yang besar kemungkinan sang ayah mengetahuinya, karena ayah terkadang menyebar anak buahnya untuk pergi memantau anak-anaknya" ucapnnya.
" Sejak Tata dan Aldo tau motif kecelakaan yang kalian alami, kita sepakat untuk bekerja sama dengan beberapa orang bahkan, Tata berfikir, kenapa tidak coba gabung dengan mereka, setidaknya tidak harus menunggu kabar" ucapnya dengan Detail.
" Sekali lagi maafkan Tata" ucap Reynal lirih, Dela tak menjawab , Dela langsung berbaur memeluk Reynal Dela Terharu atas tindakan Reynal, Reynal tersenyum melihatnya.
// Maafkan aku jika baru bisa jujur, mungkin kalau aku jujur dari awal, pastinya beda lagi ceritanya_Reynal//
Lalu mengecup pucuk kepala Dela berkali-kali bersyukur atas kejadian selama ini, mereka masih bisa bertahan hingga hari ini.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung.
.
.
Hai-hai Jangan lupa tinggalkan jejaknya kakak.
Salam Hangat
Reynal & Dela
Salam hangatβ€
__ADS_1
Reynal&Delaπ«
ππ