Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 8 Razia#


__ADS_3

Pagi ini, Sarah pulang ke Asrama dan diantar oleh Aldo, Sarah merupakan Siswi keperawatan disalah satu sekolah tenama, karena kedua orang tuanya menginginkan putrinya mengikuti profesinya yaitu dibidang kesehatan.


Lain halnya dengan Dela, Dela sengaja dimasukin ke SMA yang sama dengan Reynal, menurut kedua orang tua mereka karena akan mudah mengawasi Dela dan Reynal.


Dela hari ini tak berniat untuk pergi kemana-mana, memilih tiduran dirumah, sementara keluarga Darma sudah berada di ruang keluarga. Rayhan asik mainkan Playstsion di ruangan pojok memang khusus untuk bermain Playstsion , sementara Reynal pamit untuk kekamar Dela.


Itu sudah jadi kebiasaan Reyanal atau pun Dela kala mereka berkunjung, padahal Reynal punya kamar sendiri dirumah papa Duta, Tidak dengan halnya dengan Dela, Beda lagi Dirumah Reynal, bunda tidak mengizinkan dikamar milik Reyhan atau pun Rien sang kakak Reynal yang tak dihuni dikarenakan mereka berada di semarang, bersama sang eyang.


Reynal membuka pintu dan masuk dengan hati-hati, Reynal melihat kamar Dela berantakan, beda dengan kamarnya yang Rapi, Reynal membereskan buku yang berantakan, hingga handuk dan baju yang bergantungan di kamar, dengan telaten ia memunguti pakaian kotor Dela, lalu memasukannya keranjang pakaian kotor.


Sudah Rapi Reynal duduk di kursi belajar milik Dela, terlihat ada fotonya dengan Dela yang sudah ia tutupi dengan stabilo biru,Memandanginya dengan wajah ditekuk.


^ La apa sih yang lo sembunyiin, kenapa semakin jauh dari ku^ gumannya.yang masih setia memandangi foto mereka semasa kecil.


Dreet... Dreet...


Ponsel Reynal berbunyi, Dengan malas Reynal mengangkatnya.


Fia 🌸


Ay..., aku sudah dirumah kamu, tapi sepi


Reynal


Oh .. iya aku lupa kabari kamu, kita berada dirumah tante Mila


Fia 🌸


Masih lama, tidak??


Reynal


Sepertinya begitu, soalnya Bunda dan Ayah juga ada disini


Entah la, Reynal langsung memutuskan sambungan telpon sepihak, setelah melihat Dela Bangun.


" Berisik lo, ngapain lo dikamar gue? " tanya Dela dengan suara seraknya.


" Beresin kamar lo, lo cewek tapi jorok amat" ucapnya santai.


" Bodo, keluar lo dari kamar gue " Yang sudah duduk di ranjangnya.


Reynal bukannya pergi, tapi dia malah berjalan keranjang Dela lalu gendong Dela menuju kamar mandi,Dela yang sudah teriak minta turuni, namun tidak di hiraukan oleh Reynal, sesampainya dikamar mandi Reynal menguncinya dan hidupkan shower lalu menyiram Dela,


" Lo apaan Sih Reynal Fito Darma"


" Mandiin kelinci gue, Bunda sama Ayah ada dibawah" ucapnya lagi yang


" Apa? " ucapDela terkejut.


" Buruan gue tunggu diluar awas lama " acam Reynal


" Iya..sana keluar "memanyunkan bibirnya


Reynal menyunggingkan senyumnya, melihat Kelincinya dengan wajah imutnya.


//Kelinciku, Aku akan bawamu kembali_Reynal//


Reynal ternyata tidak langsung keluar kamar melainkan tidur di ranjang tidur Dela, ternyata Dela keluar dari kamar mandi masih menggunakan haduknya, Dela buru-buru mengambil bajunya, setelah memakai baju dan berdandan, Dela langsung kebawah menemui Bunda dan Ayahnya, sementara Reynal dibiarkan berada di kamarnya yang kemungkinan tertidur.


" Hai Bun..." memeluk Bunda.


" Hi sayang " membalas pelukan Dela.


" Lho mana Rey sayang ?"


" Emm ti...dur Pa" kata Dela.


" Oh.. kok bisa?" tanya sang papa Duta lagi.


" Em ngantuk mungkin Pa" kata Dela.


" Oh ya sudah biarin Rey tidur " kata Papa.


" Kak Ray mana Bun?" tanya Dela yang mengganti topik obrolannya.


" Tuh di ruangan pojok" kata Bunda dan Dela langsung pergi ke tempat Rayhan berada.


Seriap libur, dan tak ada kegiatan kedua keluarga ini menyempatkan diri berkunjung dan makan bersama , begitulah mereka , setiap Ayah pulang, Pasti ayah akan sempatkan diri membawa keluarganya untuk pergi ke keluarga Permana.


Dela sudah di ruang pojok untuk menemui Rayhan, tepatnya ingin main PS berdua, bermanja Ria dengan Rayhan, sementara dua keluarga lagi bahas Reynal dan Dela.


" Mereka mau kita cepati atau tunggu setahun lagi nih " tanya Ayah.


" Ditunggu aja juga gak apa, mending saat kelulusan atau pas Rey masuk dibangku Kuliyah aja gimana? " kata Papa.


" Nggak kelamaan tu, gue takut Aja Ta. kalau mereka mencintai pilihannya sendiri" ucap Ayah Darma


" Yah, kalau liat dari Dela, bunda yakin dia tidak miliki orang yang dia cinta, beberapa waktu yang lalu dia kerumah baju dalam keadaan basah dan menaggis"


" Apa dia di bully?" Tanya Ayah.


" Gue Rasa tidak, berkelahi ia" kata papa


" Yang gue takut tu anak laki gue, gue tau dia punya kekasih" kata bunda lirih


" Nah loh, bagaimana ceritanya noh" kata mama yang sedikit cemas.


" Tenang aja dia punya tanggung jawab, yang harus dia pikul dia tidak akan lari " ycap sang Ayah.


" Serah lu aja, gue nggak mau gadis gue, dianggurin nantinya, sekarang si terserah"


kata papa Duta


"Iya pa Rey janji , Rey akan pertanggung jawabkan, Rey akan berusaha semampu Rey, kelinci Rey sudah liar, akibat ulah Rey, dan Rey akan membawanya kembali bagaimanapun caranya" kata Reynal yang baru saja datang dan duduk diantara mereka.


" Kamu yakin sayang?" tanya mama.


" Yakin ma,"


" Tapi Rey juga nggak bisa maksanya, ia jatuh cinta dengan seorang , Biarkan hingga waktunya nanti yang jawab" kata Reynal menjelaskan.


" Makan dulu yuk dah siang, ngbrol aja nanti lupa makan" ajak Mama yang ngerasa sudah lengkap.

__ADS_1


" Rey panggil kakak sama Dela sayang " pinta Bunda, dan dianggukin oleh Reynal.


Mereka makan Bersama, saat bersamaan mata Dela melotot ada makanan kesukaannya, filet ikan juga udang krispy yang sudah ditepungi,dan disaosin.


makanan yang cukup sederhana bagi Dela.Dengan cepat sigap Dela mengambil nasi,


" Sayang, papa sama ayah dulu." titah sang mama.


" Iya ma" sambil monyongkan bibirnya.


Mereka makan tanpa ada pedebatan atau tanya jawab, yang ada pertanyaan mau nambah atau boleh nambah.


keluarga mereka sangat harmonis kalau dilihat,masalah pun jarang keluar soal pendapat wajar jika kedua keluarga terkadang berbeda, hari sudah sore, keluarga Darma pamit untuk pulang,merekalalu mengantar kedepan hingga tak terlihat .


🌸🌸


Pagi ini Dela pergi diantar oleh Rayhan, ya Rayhan memang sedang libur semester, Rayhan yang sengaja mengantar Dela sekolah, disambut bahagia oleh Dela.


Melihat kedatangan Rayhan Dela langsung menghampirinya.


" Ayo kak" ajak Dela


" Sudah siap?" tanya Rayhan dengan senyumnya, dan Dela menganggukin kepala tanpa ragu.


" Lest go" kata Rayhan


Mereka masuk ke mobil, dan Rayhan melajukan mobilnya dengan semangat, dan Dela tersenyum bahagia.


" Dek, besok kakak pulang, nanti mau kemana?"


" Taman Rekreasi lah" sepertinya seru.


" Oke nanti kak Ray jemput"


" Bawakan baju ganti ya kak"


" Siap bos " sambil mengusap Kepala Dela.


Tak lama mereka sampai, Rayhan menghentikan mobilnya didepan gerbang, dan Dela buru-buru sebelum Reynal dan teman-temannya datang.


Tring....!!


" Hah..hah..hah.. Dela sampai kelas dengan ngos-ngosan"


" Huntung keburu guys"


" Ayo kelapangan" kata Aldo agar teman-temannya segera pergi kelapangan.


Semua Murid sudah berbaris di lapangan, sesuai kelasnya, Mereka begitu tertib dan nikmat mengikuti Upacara yang dilaksanakan setiap hari senin, sudah 35 menit mereka berdiri dan berbaris dilapangan,Huntunglah hari ini atribut mereka lengkap jadi gak kena hukuman dari ketua osis yang gualak, itu kata Samir.


Mereka sudah berada dikelas, Dela duduk berkipas- kipas menunggu Guru mapel datang.


" Ada Razia dadakan guys, Hadeh , bedak gue gimana donk?" ucap salah satu siswa.


" Aduh... perlengkapan gue" kata Mira


" Catur gue"


Assalamualaikum , selamat pagi adek-adek ucap para osis yang datang menghampiri krlas mereka.


Waalaikumsalam ucap mereka dengan wajah harap-harap cemas.


" Adek-adek, nah boleh tasnya letakin dimeja dan berdiri" kata David


" Siti , Felia dan Reno tolong priksa isi tas mereka" titah David kemudian


" Samir ini apa?" tanya Rèno.


" Catur kak" dengan santainya.


" Digunakan dimana?"


" Di..di.... tapi kan itu digunain kalau jamkos, dan itu tadi kebawa" ucapnya asal.


" Oh gitu, tapi tetap gue tahan" ucap Reno yang membawa catur Samir.


" Mira, Rani dan Dela maju kedepan " panggil Siti


" Ini apa cantik?" tanya Siti


" Kalian sudah cantik jadi jangan tebel-tebel mekeup nya, kita tahan oke." ucap siti.


Sementara Kevin menulis siswa yang melanggar sedangkan Reynal perhatikan siapa-siapa aja yang terjaring Razia disekolahnya, Dengan wajah kesal dan pasrah mereka hendak duduk kembali ke bangkunya.


" Tunggu..!!!" cegah Reynal yang menatap ketiga gadis dengan tajam


" Dela, Mira , Rani kemari kalian" perintahnya.


" Uuh apaan lagi sih" kata mereka yang menghentakan kakinya.Mereka balik arah ke Reynal dan teman-temannya.


" Lepas sepatu kalian" kata Reynal


" Kak jangan dong, gue gak bawa sepatu lagi masa iya cantik-cantik kaki kita kaki Ayam" kata Mira dengan wajah melasnya.


" Puft.. " David yang menahan tawanya.


" Kya.....hahaha" kata siswa/i yang lain.


" Bidadari gue kena masalah, boleh tidak gue yang gantikan" kata ketua kelas.


" Kasihan tiga bidadari gue " kata yang lain lalu dapat tatapan tajam dari Aldo, mereka semua langsung diam.


" Salakan lepas atau gue sendiri yang lepasi sepatu kalian!" Dengan nada tingginya.


" Gak apa deh , kalau kak Rey mau gue Rela" kata Mira.


" Mira.. lo apaan sih, sudah tau dihukum masih juga kecentilan"


" B-o-d-o " kata Mira lalu mengibaskan Rambutnya.


" Mira.. " kata Felia yang sedikit geram dan Mira tak menghiraukan Felia.


" Apa lo juga mau seperti Mira?" Felia menatap Rani dan Dela, keduanya saling tatap, sebelum menjawab, lalu dengan berdua menjawab.

__ADS_1


" Kalau iya lo mau apa?" kata Rani dan Dela yang kemudian diakhiri senyum manis dari mereka.


Reynal Cs yang melihatnya begitu terpesona, memandang senyum manis ketiga gadis itu.


" Mamae Manis sekali senyum mereka" gumam David


" Rey aku terhipnotis oleh senyum manis Dela, walau bar-bar tapi kecantikannya sungguh buat aku terhipnotis " kata Kevin.


" Biasa aja " kata Reynal yang memungut sepatu Dela Cs.


" Dela Riani " panggil Reynal agar suasana tidak menjadi halu karena kecantikan ketiganya, Dela hanya diam, malas meladeninya.


" Lo nggak punya Rok lebih panjang dirumah, mau jadi apa, liat penampilan lo, mau jadi apa lo, perempuan malam, penjual warteg" kata Reynal yang masih menatap dengan tajam.


" Eh lo Cewek bar-bar, lo tumben gak lawan, nggak ada nyali lo?" dengan nada sinisnya tapi Dela lagi malas meladeni Felia.


" Lo hidup ada aturan atau nggak sih" masih menatap Dela, Reynal mengambil Ikat rambut dan mengikat rambut Dela, Dela masih dengan diamnya.


" Gini lebih bagus, Dan Rok lo bagusnya di beri seni dikit biar lebih keren " Reynal mengambil beberapa stabilo warnanya, lalu mencoret di Roknya Dela


" Ini biar cantik, dan besok tidak perlu dipakai lagi paham"


" What Ever" kata Dela dengan santainya.


" Lo kalau diberi tahu melawan aja"" Sudah belum lama deh pegel kaki gue" kata Dela.


" Belum!"


" Buruan!"


" Lo..."


" Eh lo ketua osis Alai, lebay sok galak, sok berkuasa. Ribet lo" kata Dela yang melototkan matanya ke Reynal dan pergi keluar tanpa peduliin yang ada disana.


" Dela.." Reynal menggenggam tangannya menahan emosinya.


Reynal tau Dela lagi kesel dan tahan emosi maka dari itu Dela keluar dari kelas, Dela lari ke belakang gedung sekolah, memukul dinding dengan sekuat tenaganya, ia tak peduli dengan tangannya yang mengeluarkan darah.


" Sial..., b*j****n.." Dengan memukul dinding lagi.


" Dedel... lo apa-apaan sih nyakiti diri lo sendiri hem, jangan bodoh deh, Lo kesel sama Tata, gue tau tapi jangan sakiti diri lo seperti ini" kata Aldo.


Aldo langsung ambil syal yang sering ia bawa kala mengendarai motor, mengikat luka Dela, Aldo mendekap Dela, Agar Dela tenang.


" Menangis la Del, jika itu memang akan mengurangi beban pikiran lo" kata Aldo yang mengetahui Dela menahan air matanya.


" Gue antar pulang mau, kita izin ya"


Dela menggeleng, "kenapa?"kata Aldo


" Gue nggak papa Do, lo kekelas aja, nanti gue nyusul"ucapnya.


" Beneran?"kata Aldo, Dela lalu mengangguk meyakinkan Aldo.


🌹🌹


Dela duduk melepas kalungnya, dan menatap cincin yang melingkar dikalungnya.


" Apalah gunanya ini Ta, gak ada gunanya, lo mencintai Fia dan gue.._" kalimatnya terpotong oleh kedatangan seorang yang tiba-tiba.


" Dan gue- , gue apa La ?"


" Lo..." terkejut dan menoleh kebelakang.


" Jawab La.. gue apa La"


" Gue jatuh cinta dengan orang lain " dengan cepat dan pergi, tapi tangannya telah lebih dulu ditahan oleh Reynal.


" Tunggu, apa benar yang lo ucapin"


" Iya, Gue jatuh cinta dengan orang lain dan apa gunanya cincin ini disimpan"


" La..jangan gila lo"


" Iya gue gila paham lo"


" Pulang ambil barang lo, yang gue tahan di ruang osis "


" Ogah , biarin aja disana, gue bisa beli lagi bye" lalu membuka ikatan rambut dan membuangnya lalu pergi meninggalkan Reynal disana sendiri.


Reynal mengacak rambutnya frustasi dan kembali bergabung bersama teman-temannya yang masih merazia, ntah la pikiran Reynal beberapa minggu ini sangat lah teralihkan oleh Dela, merasa kesal sendiri.


Tapi mukin sudah waktunya Reynal harus ambil keputusan// Gue harus ambil keputusan secepatnya, harus_Reynal //menghela nafas kasarnya.


Dela sudah berada dikelas setelah membasuh mukanya tadi, dan mengikuti pelajaran seperti biasanya, mereka berpelukan karena Dela sudah kembali.


.


.


.


.


.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Bersambung


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca dengan like dan koment teriamakasih.


salam hangat


Raynal dan Dela πŸ’‘

__ADS_1


__ADS_2