
Hari sudah sore, Dela masih tertidur di rumah Reynal, saat Dela tebangun, ia melihat sudah ada tas dan almamater osis yang sering digunakan Reynal.
// Sudah pulang_Dalam hati//
Dela mengibaskan selimut putih Reynal, yang di kenakan, Lalu merapikan kembali, Dela tau Reynal paling tidak suka kamarnya berantakan.
" La..lo pulang gue antar, mobil Aldo sudah diantar sama pak Beben" ucap Reynal ke Dela yang baru keluar dari kamar mandi.
" Ogah! " dengan nada juteknya tapi itu buat Reynal gemes.
" La... gue tau gue salah, tapi gue gak tau salah gue apa ke lo " ucapnya sambil mengeringkan rambutnya.
" Banyak ...! " kata Dela lalu melangkah pergi meninggalkan Reynal, yang baru selesai keringkan rambutnya.
Dela pergi keruang tamunya, karena ada Ayah juga Bundanya yang sudah bersantai dengan teh hangatnya.
" Anak gadis Bunda sudah bangun, sini sayang" pinta Bunda, Dela yang mengerti langsung peluk Bundanya, kamu mau tidur sini atau pulang sayang?" tanya Bundanya.
" Pulang aja Bun, kak Ray mana Bun?" tanya Dela.
" Pergi, belum pulang tadi katanya mau nemui temannya" jawab Bunda.
" Oh gitu " Dela merasa kecewa lalu mengerucutkan bibirnya.
" Yah sudah sama pak Beben aja gimana?" tawar Bunda.
" Bener Bun?" mata Dela berbinar.
" Nggak boleh, lo pulang bareng gue " kata Reynal yang sudah berada disana.
" Gue nggak mau pulang bareng lo" ucap Dela yang langsung pergi keluar rumah.
" Oke kalau gitu, besok-besok lo nggak boleh pake baju gue, kamar gue, your understand "
" Bodo amat, Bye "
" Fuh...Lala.. tunggu gue, Lala... Dela Riani lo gak dengar gue" menyusul Dela setelah berpamitan, dengan kedua orang tuanya.
" Pak Beben Antar Dedel" titah Dela yang sudah masuk mobiln
" Nggak" kata Reynal yang menarik lengan Dela.
" Apaan si lo, bisa nggak lo jauh-jauh dari gue" ucap Dela.
Reynal yang geram, melihat tingkah Dela mencet hidung Dela, yang memang mancung.
" Lo apa-apan sih " memegang hidungnya yang terasa sakit.
" Lo mau pulang atau nggak?" tanya Reynal.
Dela mengabaikan Reynal, Dela lari keluar pagar, berjalan kejalan besar lalu cari kendaraan umum, Melihat Dela pergi keluar rumah, Reynal langsung cepat mengikutinya dengan mobil.
"Shiit dah, tidak tau apa gue khawatir " umpat Reynal
Dela buru-buru dan berlari, hingga didepan dan pas ada angkutan umum lewat, Dela langsung masuk, Reynal yang melihat itu hanya kesal dan memukul-mukul kemudinya.
// Lo kenapasih La kelinci lincahku_Reynal //
// Apa sebenci itu lo ma gue_Reynal//
Reynal balik kerumah dan berhenti mengejar Dela, ia merasa hari ini lelah, belum lagi nanti harus nemui Fia.
🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎
Dela sudah sampai rumah, dan Dela segera mandi, usai mandi ia siap dengan pakaian untuk pergi balap mobil.
Dimeja maka sudah ada Kedua orangtuanya, yang sudah menunggu dirinya.Dela langsung saja mendaratkan bokongnya di kursi makan.
" Sayang, kamu berantem lagi dengan Rey? " tanya Mamanya saat melihat anak gadisnya sudah berada dekat mereka.
Mama yang memang tau, kalau Anak gadisnya lagi kesel, pasti selalu pergi ke Bundanya, apalagi menyangkut Reynal,
Dela tersenyum dan makan karena memang lagi makan malam.
***
Jam menunjukan pukul 19.30 wib, Dela sholat sebentar, dan lalu pamit pergi ketempat biasa.
Dela mengeluarkan mobil kesayangannya, lalu melajukan mobilnya ke area balap, tempat biasa tongkrongannya, dengan teman-teman luar sekolahnya.
Dela keluar mobil masih menggunakan kacamatanya, dengan menggunakan jaket kulit, dan celana jensnya dengan rambut dibiarkan terurai.
Rani yang melihat Dela, langsung melambaikan tangannya dan Dela berjalan mendekati Rani, yang sedang bersama Alex kekasihnya.
" Kirain lo gak jadi datang " kata Rani.
" Iya maaf, gue tadi ketiduran "ucapnya enteng.
" Kemana lo, tadi setelah adu mulut dengan kak Ray?" tanya Rani lagi.
" Pulang " ucapnya singkat.
" Iya gue tau lo pulang Dedel, maksud gue lo ada apa, tiba-tiba pulang?" dengan gemesnya menarik pipi Dela yang cuby.
" Baju gue basah, disiram sama ulet nangka" ucapnya yang menaikan kacamatanya hingga kepala.
" Oh dasar keong Racun" kata Rani kesel.
" Hem.." Dengan wajah kesalnya dengan memandang kedepan.
" Hei... boleh saya gabung? "ucap seorang tiba-tiba yang mendekati mereka, ketika mereka sedang asik ngobrol, itu pertanyaan pertama Daren ke mereka.
Awalnya Dela yang tidak menyadari, ada seorang yang menghapiri mereka, saat ia menyadari ia terkejut ada sosok seorang, yang telah memberikan 12 digit nomor ditangannya tadi di sekolah.
" Kak Da..re.n..." Dela tersentak terkejut dan tak percaya jika ada Daren disini.
Daren tersenyum tipis dan menganggukin kepalanya.
" Bo-bo-boleh kok kak" ucap Rani sambil menyenggol lengan Dela dengan sikunya.
" Kamu sudah lama ikut gabung disini?"
" Belum kok, gue baru "
__ADS_1
" Tapi kata yang lain kamu sudah lama?"
" Iya, aku baru setahun ini" ucapnya dengangan senyum tipisnya.
Dela sedikit kaku, dengan keadaan sekarang, Dela coba untuk lebih tenang, Daren tau itu lalu Daren izin pergi sebentar.
" Saya, permisi kesana sebentar, nanti saya kembali " ucap Daren dengan senyumnya yang memperlihatkan lesun pipinya dan dianggukin oleh Dela.
" Ran kak Daren, kok disini?"tanya Dela
" Kan gue sudah bilang kalau dia mau nemui lo, dia suka sama lo Del" ucap Rani yang lagi begelayutan di dada bidang Alex.
Tak butuh waktu lama, Daren membawa minum dua botol minuman dingin, dan berjalan mendekati Dela.
" Nih untuk kamu " kata Daren yang menyodorin minum untuk Dela.
" Thank's kak " kata Dela kepada Daren, yang mengulurkan tangannya untuk meraih minuman tersebut.
Melihat itu semua, Rani tersenyum karena temannya, sedang didekati pria tampan yang berlesun pipi " Iseng ah" kata Rani dan mengambil ponselnya lalu dengan jahil ia menangkap foto Dela dan Daren.
" Dek.. jangan mengganggu mereka " pinta Alex
" Iya kak.. maaf, tapi mereka lucu liat muka mereka berdua tegang, dan berusaha saling menutupi." kata Rani tersenyum geli, Alex hanya geleng-geleng kepala melihat keusilan.kekasihnya.
" Mau coba lawan saya nggak?" tawar Daren tiba-tiba.
" Maksud kakak, kita faigting balap gitu ?" tanya Dela balik.
" Iya.., kalo mau?" ucap Darem santai
" Boleh siapa takut " kata Dela langsung terima tantangan dari Daren.
" Bentar saya kesana dulu biar disiapkan mobilnya" kata Daren dan di anggukin oleh Dela.
Melihat Dela akan bersiap-siap Rani mendekati Dela dan mempertanyakan apa yang akan dilakukan olehnya
" Mau apa Del ?" tanya Rani
" Kak Daren Ajak Faigting" 7cao Dela yang masih santai.
" Serius lo beb? " tanya Rani tak percaya
" Iya Jaenab" jawab Dela dan mendapat cengiran dari Rani perlihatkan gigi putihnya.
" Sudah siap lawan saya?" Tanya Daren meyakinkan.
" Tentu Siap, terus kalau kalah ada hukumannya tidak?" jawab Dela seraya bertanya." Kakak emang yakin menang?" Tanya Dela lagi.
" Yakin" ucapnya sesantai mungkin.
" Oke servis mobil gue gimana?"
" Nggak masalah"
" Kalau saya yang menang kamu jadi pacar saya gimana?" Tawar Daren.
" Deal.." ucap Dela yang menyetujui syaratnya.
" Deal" jawab Daren dengan senyum manisnya.
// Mamae.. jadi pacar_Dela//
Mereka berdua sudah siap-siap balapan selama tiga putaran, dan Rani begitu semangat melihatnya.
Dela merasa tertantang dengan Daren, karena rasa penasarannya.
" Oke kali ini, Saya akan mengalah, tapi untuk menang baby ^ Guman Daren tang pasti tak ada yang mendengar satu pun.
" Gue nggak boleh kalah dari Daren, gak boleh" kata Dela lirih.
Mobil siap dilajukan, usai mendengar aba-aba mereka segera lajukab mobil mereka, Persaingan sengit, mereka sama-sama unggul, mereka saat itu bahkan ada di putaran ke dua.
Sementara itu, Rani dan Alex sedang ngobrol bersama, Aldo datang bareng pacarnya Sarah, ia datang karena ingin melihat Dela karena postingan Rani
" Mana Dedel Ran?" tanya Aldo yang sufah menggandeng Sarah.
" Noh.." memajukan dagunya ke arah mobil yang baru melintas.
" Wah keren, sejak kapan dia pandai balap gitu Honey?. tanta Sarah yang baru tau keahlian sahabatnya.
" Sudah lama, tadi aku sempat larang dia, tapi dia sepertinya nggak dengarin aku , maafin Aku"
" Sudah tenang aja, liat lawannya dulu baru komentar okay "
" Iya gue khawatir tau, takut dia seperti dulu"
" Lo berisik, tau gitu gak gue kirimi tu foto"
" Memang Ada??"
" Tau ah.."
Ntah la saat pitaran ke tiga, Daren sengaja amsedikit mengurangi kecepatannya, agar Dela lebih dulu.
Dela melajukan mobilnya, dengan baik hingga sampailah di finis, ternyata Dela menang, Dela sangat gembira, Dela keluar mobil begitu juga Daren.
" Kamu hebat"
" Lo juga kak"
" Lain kali bareng yuk"
" Apanya?
" Balapnya dong?"
" Oke.., sana yuk ada sahabat gue" ajak Dela sembari meninggalkan Area balapnya begitu pula dengan Daren yang mengikutinya dari belakang.
Mereka bedua benar meninggalkan area itu dan menghampiri sahabat-sahabatnya yang sudah menunggu mereka.
"Dedel Hebat " ucap Sarah lalu memeluk Dela, " gue baru liat lo-"
" Thanks *bast frien*d"
__ADS_1
" Gue gak nih?" sela Rani
" Iya, lo juga Ran.." ucap Sarah yang dianggukin Dela.
" Beh.. tambah lincah aja lo Del" kata salah satu temannya satu grup, Dela yang mendengar hanya tersenyum manis
" Asah lagi tu kemampuan" ucap seorang lagi.
"Oke bang" ucap Dela yang menyatukan jari telunjuk dan jempol membentuk lingkaran tak lupa dengan senyum genitnya.
Aldo sedari tadi gemes liat kelakuan Dela yang liar, lalu menyentil dahi Dela.
" Mulai nggak nurut lo ya " ucap Aldo
" Tapi kan gue ka..ngeen,gatal tangan gue" Dela mengerucutkan bibirnya.
Tanpa sengaja Dela Melihat kearah Daren, Dela teringat akan perjanjian tadi,sebelun turun balap.
" Kak.. tadi janjinya kalo gue menang, mobil gue lo servis kan "
" Iya, saya gak lupa janji saya, mana kuncinya biar nanti saya bisa langsung bawa"
" Betul ya?"
" Janji " kata Daren meyakinkan, Dela mengulum senyumnya dan itu membuat Daren ikut gemes.
" Tunggu Jaminannya apa?" tanya Aldo
" Nih kunci mobil saya, kamu boleh pakai mobil saya" ucap Daren menyerahkan kuncinya.
" Yang mana mobil lo ?" tanya Aldo lagi.
" B D2004 ** "
" Kakak.. yakin?"
" Iya.. " Daren tersenyum lalu pergi.
Dela yang berada disana tersenyum dengan begitu banyak Arti.
Dari kejauhan, Reynal ternyata perhatikan Dela sedari tadi, bahkan saat Dela berada faigting bareng Daren, Reynal mengepalkan tangannya.
// Dia bahagia, dan Ini salah aku kala aku meminta kebebasan , mungkin ini balasannya_Reynal//
Reynal lalu pergi melajukan mobilnya, ia tadi sengaja mampir setelah melihat Sosmed Rani, dengan sedikit menyesal.
Ditempat Lain, Dela dan teman-temannya masih betah nongkrong sambil bercerita, bahkan mereka tak ada yang tau Reynal tadi berada disana.
" Lo jadi tidur rumah gue kan?" tanya Dela ke Sarah.
" Iya jadi dong" jawab Sarah
" Yah sudah gue pulang dulu ya Ran, kak Alex dan lainnya"pamit Dela ke teman-temannya dan juga sahabatnya.
" Sering-sering kesini lo Del" kata salah satu temannya
" Siap" jawabnya.
Dela mengambil mobil Aldo, sedangkam Aldo membawa mobil Daren, Dela dan sarah satu mobil sedamgkan Aldo sendiri dengan mengiringnya dari belakang, menuju rumah Dela.
Di mobil, Mereka bercerita bercanda melepas rindu mereka, maklum mereka beda sekolah, Sarah berada di Asrama ia mengambil SMk sementara Dela dan Aldo berada di SMA.
" Del.., lo masih perang dingin dengan kak Rey?" tanya Sarah hati-hati.
" Tolong jangan bahas ini oke " titah Dela yang tak ingin hilangkan mood nya.
Yah begitulah, setiap Sarah atau Aldo menanyakan Reynal, Dela selalu jawab gak ingin bahasnya.
Tidak ada yang tau ada apa dengan Dela dan Reynal, termasuk kedua orang tua mereka, bahkan Reynal sendiri, tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.
Sejak kejadian itu, sikap Dela ke Reynal begitu dingin, mungkin bagi Dela itu menyakitkan karena kejadian itu, tapi ia sudah melupakan apa yang ada.
// Maaf semua, biarlah menjadi rahasia ku sendiri, apa yang terjadi sebenarnya, aku sudah melupakannya, jauh dia menyadari_Delal//
Dela fokus dengan jalan, lalu menoleh sekilas ternyata Sarah sudah tertidur di kursi samping kemudi.
^ Sarah-Sarah..., lo kecapekan ya, sudah tertidur pules banget, lo sahabat yang mahami gue Rah, terimakasih Rah " gumannya dengan senyumnya
Lalu kembali fokus ke jalan mengemudi sedikit ngebut, dan kembali sunggingkan senyumnya.
" Daren ... boleh juga, mengingat dia hati gue kok rasa meraton" gumannya yang memegang dadanya.
" Lo jatuh cinta kali " kata Sarah yang terbangun di tidurnya.
" Sarah, maaf suaraku buat lo bangun, tapi Masa iya secepat ini?"ucap Dela merasa bersalah.
" Mungkin saja, semoga dia orang yang tepat buat lo" Kata Sarah dan memejamkan matanya kembali, Dela tersenyum melihat sahabatnya.
Tak lama mereka sampai rumah Dela, Dela bangunkan Sarah, Aldo yang sudah berada dibelakang mereka, mereka keluar dari mobilnya.
" Gue masuk dulu, kalian jangan lama-lama" kata Dela yang pasti mereka akan ngobrol sebentar, Dan dianggukin keduanya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
.
.
.
**Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca dengan like dan koment teriamakasih.
Salam hangat
__ADS_1
Raynal dan Dela 💑**