
Sudah Satu minggu Aldo balik ke negara orang, bersama Sarah istrinya, Akan terasa beda kembalì, hari-hari tanpa Aldo selama ini yang berperan besar dalam hidupnya.
Aldo lah yang selalu ada untuknya, Aldo lah yang selalu ingatin Dela untuk bersabar, dan Aldo lah yang selalu ingatkan mau bagaimanapun baik atau buruknya Reynal yang sejatinya ia milik Reynal, dan jodoh gak bakal ketuker.
Nyatanya memang iya, Reynal akhirnya mengetahui isi hatinya yang sebenarnya jika ia sangat mencintai Dela walau ia sempat menjalin hubungan dengan Fia.
Dela kini berada di taman belakang tempat biasa ia duduk mengademkan diri dari orang-orang.
Dela tau selain dirinya juga ada orang lain, yaitu laki-laki berkulit putih, tinggi dan lumayan tampan, namun keduanya tak ngaruh dan tak saling mengganggu.
" Kak lo disini gak masuk?" tanyanya
" Gak , lo sendiri?" jawab laki-laki itu seraya balik tanya.
"Lagi gak ada jam" ucapnya, Dabarel pun hanya diam lalu pejamkan matanya sementara Dela membuka ponselnya, dengan mengupdate baju-bajunya lewat sosmednya.
Asik dengan kegiatannya,tanpa ia sadari Reynal datang tak ia ketahui.
" La..." panggil Reynal yang sudah duduk disampingnya.
" Hem..." jawab Dela yang tak menoleh ke sumber suara
" La..." ulang Reynal.
" Iya, kenapa?" jawabnya kembali
Reynal hanya gelengkan kepalanya kemudian mengambil ponselnya.
"Ih Apaan sih." Kesalnya
" Suami datang bukannya dilihat malah asik sendiri" ucap Reynal yang mengantongi ponsel Milik Dela.
" Ya maaf, tapi Lala tu lagi cek barang dan menjual barang mas, terus kenapa cari Lala?" tanya nya yang sudah menoleh ke Reynal.
" Gak ada , pengen bareng kamu aja La, takutnya ada yang gangguin kamu" ucap Reynal.
" Siapa juga yang berani gak ada, yang ada kamu ganggu" ucapnya Dela.
"Wajar kalau aku kesini liat kamu atau cek kamu, kamu istri Tata, apa salah, atau kamu, atau lebih senang bareng dia yang bahkan bukan muhrim kamu" jelas Reynal
Deg....
" Tata kamu...kok marah" ucap Dela yang ngerasa Reynal marah.
"Aku bukan marah tapi aku hanya ingatkan kamu, tidak baik berdua-duaan yang bukan suami kamu, makanya aku kesini untuk menghindari fitnah" jelas Reynal yang mengena di Dela
Deg..Deg...
// Tata Bener, gue disini gak sendiri, bahkan bukan mahram atau muhrim gue, walaupun kita gak terganggu tapi ini sama aja dosa, maafkan Lala, maafkan ku ya allah _Dela//
" Istri - Suami , Apa gue gak salah denga ucapan lo cowok posesif?"
" Lo gak salah dengar Rel," jelas Reynal.
" Sejak kapan?" tanya nya yang membuka mata sebelahnya.
" Kepo lo" ucap Reynal yang membawa Dela pergi dari tempat itu dan pergi ke parkiran Reynal membuka pintu mobil, Dela mengerti dan langsung masuk begitu aja.
__ADS_1
Reynal lalu menutup pintu mobilnya dan berputar arah , Reynal duduk dikemudinya, terlihat amarah yang iya tahan.
Disepanjang jalan Reynal diam dan menatap tajam ke jalan tanpa menoleh ke Dela, Dela kali ini tak dapat berbuat apa-apa, ia mengakui jika ia salah, apalagi ia dapat melihat jika Reynal benar marah dengannya.
Reynal melajukan mobilnya begitu kencang, Dela terdiam ia tau jika Reynal marah dengannya" Kamu marah Mas?" tanya Dela ke Reynal namun Reynal tak menjawabnya.
Reynal membawa Dela ke tempat yang beberapa hari tak mereka tempati setelah pulang bawa Dava.
^Kok kesini? ^gumam Dela yang masih kedengaran oleh Reynal, Reynal berjalan lalu membukakan pintu untuk Dela.
"Mas...kita kesini?, Dava gimana?"
tanya Dela yang sudah ditarik tangannya sedikit kasar, Reynal tidak menjawab pertanyaan Dela.
Sesampainya dikamar Reynal menutup pintu dengan kasar lalu membanting tubuh Dela ke bad yang empuk itu.
Bhuuk!
" Mas gila ya?" tanya Dela yang menatap Reynal yang tak seperti biasanya.
Reynal lagi-lagi bukan menjawab yang ada Reynal membuka baju kemejanya hingga kaos dalamnya membuat Dela melotot.
Dela belum bersiap namun Reynal sudah menerkamnya tanpa ampun, Dela mau gak mau menerimanya.
" Ini hukuman sebagai peringatan untuk kamu La, mas gak ingin terjadi fitnah La, walaupun kalian berdua tidak melakulannya" ucap Reynal.
Dela hanya diam , tak dapat berkata apa-apa, Dela hanya bisa menggigit bibir bawahnya, Tapi apa Reynal hanya tersenyum lalu kembali ngulas dibibir Dela.
πππππππππππππππ
Sejak Aldo menemuinya dan memintaΓ±ya untuk menyadarinya bahwa Dela telah milik Reynal, bagaimanapun Reynal adalah saudara sepupunya.
Bastian memang terlanjur jatuh cinta terhadap Dela, apalagi pernikahan Dela dan Reynal bègitu tak harmonis, saat itu,
Bahkan Bastian merencanakan seauatu untuk dapatkan Dela apapun resikonya.
Feedback.
" Bos semua sudah siap, apa mau dilakukan sekarang?"
" Batalkan"
"Kenapa bos?"
" Gue bilang batalkan saja, gue gak ingin " Dela Terluka."
" Baik bos"
Begitulah percakapan Bastian bersama seorang kepercayaannya, Bastian kemudian melayangkan pukulan ke benda mati didepanya, ia gak ngerti dengan dirinya yang jelas ia tak ingin Dela terluka, ia sangat mencintainya tapi ia sadar apakah Dela akan merasa bahagia akankah dengannya dapat hapus air matanya.
Sering kali ia memergoki Dela dan Reynal bersama, dengan canda tawa bahkan Reynal begitu menjadikan dia ratu dirumah.
Feedoon
// Benar kata Aldo, Reynal melakukan itu pasti ada alasan terbukti sekarang mereka bahagia, harusnya gue paham itu_Bastian//
// Gak seharusnya Gue hancurkan pernikahan mereka, harusnya gue bantu mereka untuk balik, bukan malah merebutnya_Bastian//
__ADS_1
Bastian kemudian menyulet rokoknya dan mengisapnya lalu mengepulkannya, ia larut dalam fikirannya.
// Mungkin gue hanya prihatin karena Dela saat itu kecewa dengan Reynal namun dapat tertutupi dengan senyum dan tawanya, Dela pintar sembunyikan kesedihannya padahal gue sering banget liat dia menanggis_Bastian//
Dalam diam Bastian setahun belakangan sering perhatikan Dela baik saat datang liburan ke rumah eyang ataupun Saat Dela berada tempat tinggalnya dengan orang-orang suruhannya.
//Gue harus mencoba melupakannya, gue gak boleh gini terus _Bastian//
πππππππππππππππ
Reynal sudah selesai dengan hukumannya ke Dela, Reynal menghukumya tanpa ampun, Reynal tak ingin Dela mengulangi kesalahan itu, Reynal mau Dela mengerti posisi dia yang telah menjadi istri.
" La..., maafkan mas"
"Gak mas harusnya Lala yang minta maaf, Lala harusnya mengerti, dan tau posisi Lala sekarng siapa?" ucap Dela yang sudah dalam kukungan Reynal.
" Iya La , ini semua juga salah mas yang sudah selalu buat kamu sedih, hingga ini semua menjadi kebiasaanmu" ucap Reynal yang mengusap kepala Dela dengan sayang.
Keduanya saling meminta maaf dan saling memaafkan, lalu keduanya tersenyum merekahnya, ketika mereka sama-sama lelah hingga ketiduran, Mereka sengaja melewatkan mata kuliah yang masih ada.
Bunyi ponsel keduanya membuat mereka terbangun, terlihat jelas nama yang ada diponsel.
" Mama...," ucap Reynal yang kemudian bangun dan duduk dan menyendenderkan tubuhnya.
Reynalπ
Iya ma
.....
Reynalπ
Maaf ma , kita lagi di apartemen, Lala masih tertidur.
.....
Telpon telah ditutup, Reynal kembali menidurkan diri di kasurnya, Melihat Dela yang kembali tidur, Reynal ikut kembali dengan memeluk Dela dengan erat, dan hangat serta perbaiki selimut Dela, mengecup pucuk kepala Dela.
// Makasih sayang dan maafkan aku jika aku tadi memaksamu_Reynal//
Reynal Kembali tidur kembali dengan kehangatan dan tanpa batas diantara keduanya, karena mereka merasa saling memiliki tak ada lagi yang menghalagi keduanya.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung
.
.
Jangan lupa
tinggalkan jejak kalian sobat
__ADS_1