Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 45 Ketakutan Dela & Kekhawatiran Reynal#


__ADS_3

Sesampai rumah, mereka disambut ke empat orang tua mereka juga Eyang, Reynal menggendong Dela dengan ala bridal, karena Dela sudah tidur dengan pulas.


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


" Dedel tidur Dek, langsung bawa kekamar aja geh."


" Iya kak", ucap Reynal.


Rayhan sudah duduk bersama keluarganya dan ikut ngobrol bersama.


" Malam bener Ray?" tanya Bunda.


" Iya Bun, besokkan Ray gak bisa ajak Dedel pergi, besok Ray ada kuliah pagi, lagian kan besok sudah balik kerkunjung rumah Neni.


" Iya Ray, kasihan nanti Neni kalian menunggu-nunggu kita" ucap Papa dan dianggukin oleh Rayhan.


" Tadi gimana reuninya, Rame dan seru dong? " tanya Rayhan.


" Seru Dong sayang, bisa bertemu teman lama, sahabat lama" ucap Papa antusias bercerita.


" Bahkan, ada yang bawa anaknya untuk diperkenalkan" kata Ayah menambahkan.


" Lalu, kenapa kita gak diajak sih ma, atau dua bocah yang pas untuk ikut " kata Rayhan


" Sayang kita sengaja gak ajak mereka, bukan apa-apa, Bunda malah takut mereka gak nyaman, mereka kan sudah bertunangan, Bunda gak ingin aja kehilangan anak gadis bunda, yang sudah mendara daging" ucap Bunda menjelaskan Rayhan hanya anggukin kepalanya.


🌾🌾🌾🌾


Dikamar, Reynal membuka sepatu yang dikenakan Dela, mengepel kaki dan tangannya, lalu menarik selimutnya, serta mengusap kepalanya dan tak lupa mengecup pucuk kepala Dela.


// Gue suka liat lo ketika tidur La, melihat wajah lo yang tenang, gue berharap selamanya, dan maafin gue atas kebodohan gue yang sudah nyakiti lo_ Reynal //


Reynal lalu berjalan keluar dengan langkahnya hati-hati,Namun tiba-tiba Dela menangis tersedu-sedu.


" Jangan- jangan aku mohon jangan " kata Dela dengan tangisannya.


Reynal langsung balik badan dan melihat Dela menangis dengan mata masih terpejam, Reynal membangunkan Dela dengan sedikit cemas.


" La... Lala bangun La, lo kenapa La" kata Reynal menggoyang-goyangkan badan Dela.Dela yang tengqh tertidur lwlu membuka matanya dan langsung memeluk Reynal, Reynal tanpa segan membalasnya dan merenggangkan pelukan.


" Sssttt...gue disini, jangan takut " ucap Reynal ke Dela yang masih segukan. Mengusap air mata Dela dengan lembut


lalu memgusappungung Dela agar lebih tenang.


" Gue selalu bersama lo La, gue disini" bisik Reynal


" Tapi-, dia ngancam akan-," kalimatnya terhentì, kala ia Mengingatnya.


"Dia siapa La-, siapa yang ancam lo La-, bilang ke gue La'" kata Reynal penuh kekwatiran seakan mengerti 6ang dirasakan Dela.


Dela hanya diam dengan wajah takutnya, Reynal yang paham akan itu, langsung memeluk Delakembali, dan mengusap punggungnya.


//Siapa yang lo maksud dalam mimpi itu semoga tidak menjadi kenyataan_ Reynal//


"Lo tenang ya, gue akan berusaha jaga Lo, sekarang Lo tidur lagi ya" ucap Reynal yang dianggukin oleh Dela.


Reynal menemani Dela ia ingin pastikan Dela baik-baik saja, Saat Dela mulai terpejam, kak Rien datang masuk kamar dengan cerobohnya tanpa ketuk pintu.


" Ssttt...Kak berisik deh, Lala baru tidur nih, dia habis mimpi buruk " kata Reynal yang terlihat kesal.


" Iya maaf, tapi diluar ada gadis pujaan hati lo nyusul kesini" kata Rien santai.


" Iya kak, nanti Rey temui dia, setelah Rey pastikan Dela benar-benar tidur." kata Reynal lirih.


" Yah sudah kakak keluar, nanti kakak sampaikan ke ayah dan bunda" kata Rien yang keluar dari kamarnya dan diqnggukin oleh Reynal.


Reynal mengusap pelipis Dela agar Dela tidur kembali, dan setelelah Dela benar-benar tidur, Reynal keluar kamar dengan hati-hati agar Dela tak terbangun.


" Gimana Dedel sayang, sudah tidur?" Tanya Bunda.


" Sudah Bun" ucapnya santai.


" Ay..." panggil Fia yang lari memeluk Reynal.


" Aya.., maaf Fia, kamu-" kata Reynal yang sengaja gantung kalimatnya.


" Iya Ay.." kata Fia yang masih memeluk Reynal tanpa segan.


" Rey...Eyang tunggu diruang kerja" kata Eyang yang sudah beranjak masuk keruang kerja.


Bunda menjelaskan bahwa gadis itulah yang pernah ia ceritakan, dan membuat Reynal kala itu menolak pertunangannya,

__ADS_1


Reynal hanya anggukin kepalanya ke Eyangnya.


" Fi..kenapa kamu susul aku ke seni?, kan jauh kamu perempuan lho Fi" tanya Reynal masih lembut.


" Ay...apa salah, kalau aku merindui kamu" kata Fia lirih


" Salah Fi...aku bukan seperti dulu, bukankah aku pernah jelasi ke kamu, bahwa ada separuh tanggung jawabku kepada seseorang" jelas Reynal kembali.


" Siapa , gadis itu kah Ay-" tanya Fia sambil memastikan.


" Rey-,Fi-, sudah malam ayo masuk dulu ayo nak " ucap Bunda yang meminta keduanya masuk.


" Sini Nak, Bunda sudah buatkan teh hangat untuk kamu" ucap Bunda Ramah.


" Terima kasih Bun" ucap Fia dengan senyum kecutnya.


" Rey-, cepat kamu susul Eyang ke ruang kerjanya " ucap Ayah dan dianggukin oleh Reynal, Reynal berjalan, menuju ruang kerja Eyang tanpa hiraukan Fia disana toh ada Bunda dan yang lainnya.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


" Pagi-" ucap Fia yang sudah bangun.


" Bun-, kok rapi mau kemana?" tanya Fia lagi.


" Oh iya kita mau berkunjung kerumah Neninya Dela nak" ucap Bunda lembut.


" Emm Rey-"


" Iya nak, Rey juga ikut kesana, memang liburan kali ini kita sengaja untuk mengunjungi Eyang juga Neni" jelas Bunda dan itu juga dianggukin oleh Fia.


" Nanti kamu ikut juga kesana aja, karena kita akan nginap disana" lanjut sang Bunda yang masih Ramah.


" I-iya Bun" jawab Fia


//Yes bisa berduaan lagi gue dengan Rey_Fia//


Dikamar Reynal baru siap mandi dan telah mengenakan pakaiannya.


" Kak lo gak kuliyah, katanya mau pergi pagi" kata Reynal membangunkan Rayhan yang masih tidur.


" Heeemmm" jawab Rayhan dengan deheman


"Kak... kak Ray..." sambil menggoyangkan badan sang kakak.


" Bukan gitu, katanya ada mata kuliyah pagi, jadi gue banguni" kata Reynal.


" Malas gue, gue mau temani gadis kecil gue, dan tadi sudah izin " ucapnya sambil menutup wajahnya dengan bantal.


" Emang mau kakak bawa kemana dia kak?" tanya Reynal penasaran.


" Belum tau yang penting jauh dari lo tepatnya lo berdua" ucap Rayhan yang kemudian bagun dari tidurnya.


" Kok gitu kak?"


" Gue gak ingin gadis gue nanggis, karena lo dek"


" Baik lah nanti Rey akan bawa Fia pulang"


" Bagus kalau gitu, terus Eyang ngomong apa aja?"


" Eyang marah kak dan Ayah juga ikut dimarahi oleh Eyang" Ucap Reynal dan dianggukin oleh Rayhan.


//Pasti Eyang marah, kala tau mereka berstatus sudah bertunangan, namun Reynal masih memiliki kekasih, bahkan sampai selama ini, dan Ayah hanya berdiam diri tanpa menegur Reynal_Rayhan//


" Kak semalam, Lala mimpi buruk, saat Rey mau keluar kamar, Lala mengigau sambil menanggis tersedu-sedu, bahkan sampai ketakutan, Rey jadi khawatir kak" kata Reynal ke kakaknya.


" Mudah-mudahan hanya mimpi dek" kata sang kakak yang menenangkan Reynal.


Reynal tersenyum dan pamit , keluar kamar ingin menuju meja makan.


Saat keluar dan menemui mereka satu persatu, melihat gak ada Dela Reynal sibuk akan buatkan sarapan pagi Dela dengan membuatkan susu serta sarapan Roti bakar berisi beef panggang kesukaan Dela.


" Sayang, nanti kita duluan ke rumah Neni, kamu nyusul aja ya sekalian ajak Fia untuk malaman disana ya" kata Bunda.


" Iya Rey, mama gak keberatan kalau, kamu bawa dia nginep " ucap mama lembut.


" Maaf Ma, Bun, semuanya, Rey habis ini mau pulang bareng Fia, menggunakan travel aja"


" Rey-" panggil sang ayah yang sudah menahan amarah.


" Yah..., Rey harus lakuin ini, maafin Rey yah" kata Reynal yang sudah siap membuatkan Roti bakar untuk Dela.


Sementara, Fia meneguk kembali minumnya // Yes berhasil gue_ Fia//

__ADS_1


" Yah sabar, bukankah ini untuk kebaikan mereka" ucap Bunda yang mengusap -usap lengannya.


" Rey permisi dulu" ucap Reynal yang membawa nampan berisi segelas susu dan roti, Semua mata mengarahnya dan menggelengkan kepala.


//sial... gadis itu lagi , perempuan itu_ Fia// yang sudah mengepal tangannya.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Reynal mengetuk dan kemudian masuk begitu aja, tendengar seorang gadis menanggis ketakutan.


" Lala" panggil Reynal yang mendekatinya dan langsung mendekap Dela.


Reynal mengusap - usap punggung Dela agar lebih tenang dan sesekali mengecup pucuk kepala Dela.


// Lo kenapa La, lo seperti ketakutan, ada apa sebenarnya, kenapa gue gak tau_ Reynal //


" La.. minum dulu ya, biar lebih tenang" ucap Reynal yang memberikan susu ke Dela, Dela menerimanya lalu meneguk susunya.


" La jangan takut ada gue, ada kak Ray dan juga orang tua kita bersama lo, gue janji la gak akan pergi jauh-jauh, gue akan dekat lo terus" kata Reynal.


"Tapi Ta.., kalau lo de-kat gu-gu-gue-" kata Dela yang terputus, ia kembali menanggis dan sedikit rasa takut.


" Itu seperti nyata Ta"


" Ssstt..., Sudah gue disini, lo gak perlu takut" ucap Reynal yang kembali memeluk Dela untuk menenangkannya.


" La" panggil Reynal yang sudah merenggangkan pelukannya, mengusap air matanya serta memperbaiki rambutnya dengan menyelipkan ke telinganya.


" Sekarang makan roti dulu ya, habis itu mandi, biar seger, gue tunggu lo disini" kata Reynal yang meminta Dela untuk makan rotinya, Dengan memeluknya, dari samping.


//Gue takut Ta.. kejadian itu kembali, bahkan lebih berbahaya dari sebelumnya_ Dela// yang sudah menggigit sepotong rotinya.


//Entah apa yang sedang lo sembunyiin dari kita La, sampai lo merasakan sendiri//


Reynal masih dengan menatap tajam ke arah Dela yang sedang makan sarapan yang ia diberikan, dengan sisa tangisan.


" La...,gue harap lo bisa jujur sama gue, ada apa sebenarnya, jangan lo pendam sendiri La, " ucapnya dengan mengusap rambut Dela.


Tok...tok...


Terdengar suara ketukan pintu dari luar, lalu pintu terbuka ternyata Rayhan yang datang.


" Kak "


" Lo apain lagi gadis gue, sono keluar pacar lo sudah nanyain lo"


" Fia? " tanya Dela


" Iya dek, noh sudah di meja makan" kata Rayhan mendengar penjelasan Rayhan Wajah Dela berubah ketakutan, Reynal yang melihatnya langsung memeluknya.


" La.. kenapa lagi La , cerita La" kata Reynal yang sudah khawatir dengan Dela.


" Rey, ada apa dengan Dela, kenapa dia ketakutan seperti itu, kakak jadi ikut khawatir" kata Rayhan.


Melihat Wajah Reynal yang kelihatan khawatir dengan keadaan Dela yang ketakutan, membuat Rayhan juga ikut khawatir, Reynal pun tak perdulikan ucapan Rayhan karena ia benar-benar khawatir sementara Dela mempererat pelukannya.


"Kak , Rey akan cari tau kenapa Lala seperti ini, dan gue titip Dela, gue akan balik hari ini ke jakarta dan sekalian bawa Fia pulang" jelas Reynal.


"Jangan Ta... jangan" kata Dela yang masih memeluk erat " Lala takut Ta"


" Gak La, gue harus pergi kak, kunci mobil" ucapnya yang memaksa melepaskan pelukan Dela dan langsung keluar kamar Dela.


" Sini Dek peluk kak Ray, jangan nanggis lagi ya, sekarang habiskan rotinya kemudian mandi biar seger, hari ini kak Ray ajak jalan mau?" kata Rayhan yang masih berusaha menenagkan Dela.


// Ada apasih dengan mereka, Dela begitu ketakutan dan Rey begitu khawatir dengan Dela, ada apa sebenarnya_ Rayhan//


.


.


Apa yang terjadi dengan Dela apa bisa Reynal mencari tau?"


.


.


Bersambung


.


Salam hangat πŸ€—


Reynal & Dela πŸ‘«

__ADS_1


__ADS_2