
Mereka sudah kembali ke kota, setelah mampir ke rumah sang Neni, Reynal melajukan mobilnya dengan cepat begitu pula Aldo, mereka berharap sebelum petang mereka bisa sampai rumah dan Sarah balik ke Asramanya.
Cukup memakan waktu perjalanan mereka tapi kali ini Reynal dan Aldo tidak berhenti di Resto atau warung karena Neni sudah membawa bekal untuk mereka selama perjalanan.
Pukul 18.00 wib, Mereka sampai kota Aldo langsung membuka kaca jendela mobilnya untuk pamit duluan karena mau mengantarkan Sarah, Reynal menganggukin kepala tanda setuju.
Reynal dan Dela langsung balik ke Apartemennya, Reynal ingin segera langsung merebahkan badannya ke ranjang tidur, karena kantuk sudah menyerangnya, sementara Dela sudah tertidur pulas sedari tadi.
Sesampainya diapartemennya, Reynal mengendong Dela seperti biasanya merebahkan tubuh Dela, Ia segera ke kamar mandi untuk bersihkan diri dan melaksanakan sholat magrib, kali ini ia tak banguni Dela untuk berjemaah tapi nanti ia akan membangunkannya setelah usai laksanakan kewajibannya.
Benar saja Reynal bangunkan Dela untuk bersih-bersih dan sholat, walau harus mengancam tapi Reynal berhasil membangunkannya.
Dela telah selesai mandi serta laksanakan kewajibannya, ia melihat Reynal tidur diranjang iapun ikut naik keranjang karena matanya masih terasa berat, Hingga tak tak terasa perut mereka berbunyi tanda penghuninya mendemo untuk segera diisi.
" Laper-" Rengek Dela yang mengoyang-goyangkan tubuh Reynal.
" Iya La, Minum susu sama Roti dulu ya, gue pesan makan dulu." kata Reynal yang kemudian bangun dari tidurnya.
" Ta -" panggil Dela ragu
" Hem- " jawab Reynal dengan mendehem
" Lo kasih apa ke mereka?" tanyanya.
Reynal tersenyum " Gak mahal kok, kalau kak Rien hanya mukena dan tasbih, nah kalau kak Ray hanya sarung dan Alquran, murah tapi bermanfaat " ucap Reynal yang dianggukin oleh Dela.
" Kenapa, kamu keberatan?" Tanya Reynal a cepat Dela menggeleng
" Terus- ? tanya Reynal dengan lembut.
" Lo gak mau kasih gue kaya kak Rien" ucapnya tiba-tiba.
" Memang mau?" Tanya Reynal yang masih bingung melihat Dela, tapi Dela mengganggukin kepalanya pelan.
Reynal yang mengerti menyunggingkan senyumnya dan sempatkan usap kepala Dela " Sini Deh-" Ajak Reynal yang sudah menuntun Dela.
" Apa ini-?" tanya Dela,
" Buka aja" pinta Reynal yang masih melihat Dela tajam, " Ada suratnya baca dong" pinta Reynal dengan lembut, Dela tersenyum malu dan menganggukin kepalanya.
" Gimana Suka? " Tanya Reynal ragu dan Dela hanya anggukin kepalanya membuat Reynal mengembangkan senyumnya.
" Alhamdulillah" Reynal lannsung peluk Dela, Dela gak berontak dia pun mengulum senyumnya.
" Nanti gue pake ya, dan ini akan gue bawa kemana-mana" ucap Dela yang masih dalam pelukan Reynal.
" Makasih La-" ucap Reynal dengan mengecup pucuk kepala Dela.
" Emmm Ta-" panggil Dela ragu dan Reynal lalu menatapnya dengan menunggu kelanjutannya." Maafin Lala ya kemarin buat Tata cemas" ucap Dela yang dengan susah payah mengatakannya.
Reynal tersenyum, lalu mengecup kembali pucuk kepala Dela tanpa keberatan.
" Jangan ulangi lagi, yang buat Tata Cemas dan takut Lala kenapa-kenapa" ucap Reynal memohon, Dela tersenyum lalu mengangguk pelan dengan rasa bersalahnya.
Reynal berharap bisa bahagiakan Dela, Reynal gak ingin kalah dengan Daren , ia akan merebut kembali Dela dan akan dipenuhi hanya dirinya.
Jika disekolah ia gak pandang bulu, beda ketika saat dirumah ia akan memilah-milahnya.
Reynal melihat pesan dari ponselnya kemudian keluar lalu balik lagi , Reynal membuka pesan makanannya dan memasukkannya di piring, Setelah itu ia memanggil Dela untuk makan malam.
Dilain tempat Aldo dan Sarah bermanja-manjaan sebelum masuk ke asrama.
__ADS_1
" Honey kamu tau Dela suka bener deh nyembunyiin perasaannya ke Rey, aku miris melihatnya"
" Aku tau, tapi aku bisa bantu apa, secara mereka sudah menikah, kita gak boleh ikut campur lebih dalam" ucap Aldo yang baiki kerudung Sarah.
" Mereka memiliki rasa sama, tapi kenapa saling nyakiti sih" ucap Sarah ke Aldo
" Honey, Biarlah waktu yang menjawab segalanya, dan kamu adalah waktu yang sudah dijawab oleh semesta, dan oleh allah" ucap Aldo yang mengalihkan ucapannya.
" Kamu semakin hari semakin cantik pake hijab" ucap Aldo lagi.
Sarah tersipu malu" Demi kamu Honey, ini janjiku saat kamu kecelakaan aku mantap mengenakannya " ucap Sarah yang berharap tak akan terulang lagi kejadian naas itu.
🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇
Pagi hari seperti biasa, Reynal pergi lebih dulu, sebelumnya memastikan Dela mandi dan mengganti bajunya, baru ia pergi sekolah.
Dela yang dapat perlakuan dari Reynal tersenyum ^ masih gak nyerah aja^ gumamnya.
^ Padahal gue juga tau lo juga masih mencintai Fia^ gumamnya lagi.
Dela telah siap dengan seragam dan sarapannya yang sudah disiapkan oleh Reynal, lalu ia bersiap pergi kesekolah dengan mobilnya.
Sesampainya diparkiran, Dela tak perdulikan Reynal, namun terlihat ranum bahagianya, Kevin dan Reno yang melihat Dela hanya gelengkan kepala.
" Bidadari galak barusan lewat tumben tu anak gak cari masalah " kata Kevin yang hanya dapat jawaban anggukan dari Reno.
" Sudah luluh " ucap Reno singkat yang juga melihat Reynal hanya berdiam diri disana.
" Jinak kali" ucap Kevin yang kemudian mendapatkan jeweran dari Reno.
Dikelas Dela masuk, tampak sahabatnya sedang asik ngobrol,dan sedikit ngegosip biasa Rani membawa kabar-kabar yang unfaedah, tetapi untuk isi waktu kosong menjelang bel masuk, mereka senang-senang aja mendengarkannya.
" Ada berita apa pagi ini Beb?" tanya Dela yang baru mendaratkan bokongnya kebangku.
" What, serius?" tanya Dela yang terkejut mendengar penuturan Rani.
" Noh-" kata Rani yang menunjukan sebuah foto, yang memang foto dirinya dan Reynal.
" Siapa yang berani, ambil foto gue" dengan wajah gusarnya.
" Liat dulu captionnya dudung" ucap Mira yang meminta Dela lihat kebih detail.
" Huh... untung gak tau itu muke gue" ucap Dela bernafas lega.
" Lo harus waspada Beb, jangan ceroboh itu intinya, setidaknya tahan sampai setahun kedepan" ucap Samir yang merasa bijak.
" Setuju..." ucap mereka hampir barengan.
Triiiinnnggg.....
Bel Panjang tanda untuk mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan setiap senin,semua siswa memenuhi lapangan, Termasuk Dela cs.
" Beb lama lo, kita duluan ya" ucap Aldo dan di anggukin ketiganya.Dela menoleh dan ikut anggukin kepalanya, " Iya gue ambil topi gue dulu"
^ Kok gak ada sih, uuh bakal dihukum deh gue^ gerutunya.
" Du...duh....masih aja dikelas buruan kelapangan" ucap seorang laki -laki yang berada dipintu kelas yang sedari tadi perhatikan Dela.
"Boleh gak gue bolos, topi gue gak ada ditas" ucap Dela cemberut dengan sedikit mengerucutkan bibirnya, setelah tau yang mergoki dirinya Reynal suaminya.
" Huh punya istri ceroboh amat sih, Nih pake, ingat ini bukan berarti bebas hukuman, hukuman lo double" ucap Reynal yang santai tapi pasti.
__ADS_1
" Kok gitu-" masih dengan memasang wajah melasnya.
" Sudah jangan banyak bantah kata suami, buruan baris keburu mulai upacaranya" ucap Reynal Tegas.
^ Baru pagi tadi seneng, dapat perhatian dari suami, eh suaminya balik galak^ ucap Dela lirih namun masih bisa terdengar oleh Reynal.
Reynal yang mendengar omelan Dela hanya mengembangkan senyum semirk nya, tanpa diketahui oleh Dela.
// Sorry La, dengan begini gue bisa dekat dengan Lo_ Reynal//
Seluruh siswa/i mengikuti upacara, dengan hikmat dan tertib, tak ada kendala satupun, petugas upacara kali ini gabungan, dibawakan oleh osis dan paskibraka, Dan didampingi oleh Anggota PMR di beberapa sudut belakang para peserta upacara, termasuk Aldo yang salah satu anggota PMR.
Anggota paskibraka dengan semangat membawa bendera, mereka bangga bisa membawa dan mengibarkan bendera RI.
Usai upacara Dela cs kekantin, eh Beb gue tunggu sini ya, pasti ngantri malas gue,tenaga gue untuk jam olahraga aja" ucap Dela.
" Siap" ucap Mira dengan angkat jempolnya.
Sambil menunggu yang lain, Dela membuka topinya, dan mengipas-ngipaskan ke arah rambutnya yang serasa panas, tapi matanya lebih panas ketika tak sengaja melihat Felia yang sengaja memberikan bekal untuk suaminya Reynal, dan Reynal menerimanya dengan raut wajah gembira begitupun juga Felia.
^ Dasar kadal ^ ucap Dela yang sudah merasa panas dengan menggenggam erat topi yang ada ditangannya.
^ Awas lo ya, tunggu pembalasan gue kuda liar yang berubah jadi kadal^
Entah fikiran apa yang merasuki Dela, matanya serasa panas, yang tadinya cuek dan masa bodo, hari ini sebaliknya, merasa gosong hatinya.
" Ngapa Lo?" tanya Aldo
" Em eh Do, gak papa" kilahnya
" Nih minum dulu" ucap Aldo yang tau Dela pasti haus.
" Makasih Adonya Dedel" ucap Dela yang menerima pemberian Aldo.
Mereka duduk berdua, sambil menunggu yang lainnya datang, sambil sedikit cerita dengan gurauan-guraun jenaka mereka.
.
.
Bersambung.
.
.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah Swt, selalu diberi kesehatan, harapan terbesar semoga pandemi( covid-19) ini segera berakhir, dan kita bisa beraktivitas kembali seperti dahulu, bisa melaksanakan upacara bendera setiap seninnya, dan dapat melaksanakan pengibaran bendera dilapangan bersama-sama setiap tahunnya, dan bagi pelajar bisa bersekolah tanpa harus dibatasi seperti saat ini.
Dirgahayu RI ke-76 🇮🇩🇲🇨
17 Agustus 1945-17 Agustus 2021
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman dengan memberi like , komentar , rate.
terimakasih,
Salam hangat
__ADS_1
Reynal & Dela