
Lelaki itu masih saja perhatikan Dela yang sedang membungkus kuenya, lalu saat memberikan kue ke cowok itu, cowok itu mendekap tangannya, Dela terkejut.
" Ahh " tapi dengan suara lirihnya.
" Jangan melamun, membungkus kuenya" kata cowok tampan itu.
" Em tidak" kata Dela dengan senyum renyahnya.
" Perkenalkan, saya Daren anak osis dari SMA Pembaruan " kata cowok itu.
Deg..
// Daren, apa ini yang dikatakan oleh Rani?_Dela// dalam hatinya yang sekejap Dela tersadar,
" Oh iya.. maaf " kata Dela dengan sedikit senyum.
" Bentar, Aku akan kembali setelah aku antar kue ini sebentar " ucap cowok yang berlesun pipi itu dan berdagu panjang.
" I-iya, te-terima kasih " ucapnya sedikit gugup.
Ternyata Benar, cowok yang bernama Daren pun kembali dengan memperlihatkan lesun pipinya.
" Mana tangan kamu" kata Daren, cowok yang lagi berada didepan Dela, Dela yang toba-tiba hanya diam , Daren tanpa segan mengangkat tangan Dela.
"Jangan takut, aku tidak ngapa-ngapain tangan cantik kamu" senyum Daren, dan Dela tersenyum kuda.
Di lengan tangan Dela yang putih, Daren meninggalkan 12 digit Nomor , Dela masih bingung, masih ada cowok lakuin hal konyol ini, hal yang sederhana.
" Nanti call me , dan jangan sampai hilang" titahnya dengan senyum renyahnya,
Kedatangan Daren membuat Dela sedikit kaku, huntunglah Daren tidak berlama-lama disana.
// Ternyata dia tampan_ ucapnya dalam hati//
Stand mulai Ramai, Rani dan Mira bantu Dela, mereka sibuk dengan jualannya, dari kejauhan ada sosok yang peratiin mereka tepatnya Dela, dengan tatapan Tajam dengan netra tajamnya, berkulit sedikit gelap tapi tidak mengurangi ketampanannya,yah Dia Reynal ketua osis disekolahnya.
" Jualan kita bentar lagi habis ini" kata Mira,
" Iya dong.."
" Ado, Samir gantian dong" kata Dela meminta kepada Aldo dan Samir yang seperti penjaga wanitanya.
" Iya, biar gue temani Sarah" ucap Dela
" Oke Beb, silakan" ucap Aldo mengizinkan.
" Guys gue jalan-jalan dulu ya, bosen gue, Sarah ayo ikut" titah Dela.
" Ikut...." barengan mereka bersemangat.
Padahal yang diajak Sarah bukan dua sahabatnya. sedangkan Rani sudah bergabung dengan mereka sejak tiga puluh menit yang lalu, karena Alex sudah pamit pulang.
" Oke, giliran kalian ya kan kita jalan dulu gabut gue" ucap Mira.
" Oke beb..." ucap mereka barengan.
Mereka berempat jalan- jalan ke stand- stand, membeli beberapa makanan dan minuman, kemudian mereka sedikit minggir dari keramaian lapangan Sekolah, mereka memilih ngadem belakang Sekolah, dengan duduk dibawa pohon besar, yang hanya kursi terbuat dari papan.
" Huh sejuknya, Adem" ucap Dela yang merasa nendapat angin segar.
" Lega gue " kata Mira.
" Sar..lo pulang kapan?" tanya Dela.
" Besok siang, setelah makan siang " kata Sarah.
" Diantar Ado ?" tanyanya lagi
" Iya" jawab sarah lagi yang dianggukin oleh Dela.
Mereka berada di bawah pohon itu bercanda ria, karena memang lagi sepi di stand, sehingga ada waktu untuk ngadem, apalagi ada Sarah sahabat dan juga kekasih sahabatnya Aldo.
" Ngapain, kalian disini?" kata seorang yang menghampiri mereka.
" Lo gak liat, lagi duduk penat otak kita" ucap Dela tanpa menoleh ke belakang.
" Memang lo gak jaga stand?"tanyanya lagi.
__ADS_1
" Istirahat bentar deh.." kata Dela yang masih belum sadar.
" Dela Riani Permana" Dela baru sadar saat ada yang memanggil namanya secara lengkap dan langsung menolehnya.
" Huh muka balok, ganggu aja bisanya" ucapnya lirih yang masih kedengaran oleh Reynal.
" Iya gue muka balok, kenapa Cewek macan " kata Reynal menekankan kalimat akhirnya.
" Lo kenapa sih, gue gak dibolehi bernapas sedikit aja, Apa hue salah gue sedikit bernapas" kata Dela sedikit kesal karena istirahatnya di ganggu oleh Reynal.
" Nggk bisa" kata Reynal santai.
Dela memejamkan matanya merasa sesak didadanya " Bunuh gue aja Ta?" ucap Dela yang segera berdiri tepat dihadapan Reynal dengan wajah ia dongakan kewajah Reynal.
Fyuh...
Hembusan nafas Reynal kemata Dela membuat Dela gelagapan
" Lo memang keras kepala" kata Reynal yang menunjuk kepala Dela
" Apasih lo nunjuk-nunjuk ke gitu gak suka gue!" yang menepis tangan Reynal.
" Lo keras kepala ! " ulang Reynal.
" Terserah" ucapnya kesal.
Dela pergi dari tempat itu, ia pergi ketoilet untuk membasuh muka agar sedikit fresh, tapi Felia yang melihat Dela ke arah toilet Felia mengikutinya, dengan sengaja Felia membawa air segayung dan mengguyurnya hingga baju basah.
Byyuurr !!
" Lo apaan sih, sengaja?" Dela bertanya dengan rasa terkejut sekaligus kesal.
" Iya.., gue sengaja, seneng aja ngerjai lo, jijik gue, Lo selalu dapat perhatian Reynal" ucapnya dengan santai namun menekan setiap kata menandakan ia kesal.
" Hallo..... Nona Felia Alexandro, Lo buta lo gak lihat Gue sama cowok idaman lo gak akur, atau lo gak liat gadis yang bersama dia,he...lo salah cari musuh?" Ucap Dela yang tak ingin kalah.
" Jagan mencari-cari kesalahan orang deh, kak Felia yang terhormat " ucap Dela lagi, Menekan setiap katanya, setelah mengatakan semua itu Dela berlalu pergi dengan sengaja menyenggol bahu Felia sedikit keras, Dela pergi dengan sedikit berlari ke stand dan pergi membawa tasnya.
" Do.. gue pulang " ucapnya tiba-tiba.
" Dedel lo kenapa?" tanya Aldo.
" Nggak apa-apa gimana, baju lo basah?" ucapnya lagi.
" Iya Del , kenapa lo siapa yang lakuin ini ke lo" kata Samir dengan sedikit emosi.
" Mana kunci mobil lo, gue bawa pulang mobil lo" kata Dela. yang mengenadahkan tangannya.
" Nih bawalah hati-hati " kata Aldo yang melihat kemarahan Dela yang ia tahan
" Iya.., thanks" kata Dela yang menyambar kunci mobil milik Aldo.
Dela pergi begitu aja, membawa mobil Aldo pulang, dengan membawanya sedikit ngebut, Dela kesel hari ini, walau ada sedikit bahagia karena, ada cowok tampan menyamperin dia, tinggi, berisi , dengan lesun pipi, dan berdagu panjang, membuat ketampanan yang nyaris sempurna.
Kepergian Dela membuat Aldo penasaran, Aldo mencari kekasihnya dan yang lainnya,setelah kepergian Dela, ia ingin tau kejadian sebenarnya, kenapa dia hingga basah dan menahan amarahnya.
Setelah menemukan mereka, Aldo bertanya kenapa Dela bajunya bisa basah, dan sekarang ia pergi meninggalkan sekolah.
" Tadi Ada Kak Rey dan mereka sempat adu mulut sebentar lalu Dela pergi" kata Rani
" Pasti ada ulat nangka tu, maka dia pergi" kata Mira dengan menyibir.
Mendengar itu semua, Aldo marah, Aldo beranjak pergi dari taman itu.
" Honey mau kemana?" tanya Sarah
" Nemui Rey, kalian temani Sarah, gue mau cari Rey" dengan wajah penuh amarah.
Aldo sudah panas melihat kejadian hari ini, apalagi ini menyangkut kedua sahabatnya.
// Rey lo gila., mata lo dibutakan cinta atau apalah gue gak ngerti, lo selalu nggak puas-puasnya memarahi Dela, padahal Dela adalah tunangan lo_Aldo//,
//Rasa ingin menonjoknya, sepuasnya agar sadar, yang buat gue tambah kesal,
kenapa dia pamerkan, kemesraan depan Dela, apa tidak kasihan melihat Dela, mungkin Dela tidak menanggis, tapi ia perempuan pasti rasanya akan rapuh, seorang tunangannya berjalan dengan wanita lain _ Aldo//
Reynal sedang duduk, dan makan siang, diruang osisnya sendirian, sementara yang lain ada diluar, menikmati bazar yang begitu banyak, makanan dan minuman serta, cewek-cewek cantik dari berbagai sekolah.
__ADS_1
Aldo mengetuk pintu, lalu masuk nemui Reynal, dan duduk di depannya dengan menyeretkan kursi disebelahnya.
" Rey..." panggilnya
" Aldo " taya Reynal yang melihat kedatangan Aldo.
" Gue mau bicara " ucapnya
" Ada apa do serius amat lo" kata Rey yang menghentikan makannya.
" Iya, gue kali ini amat lah serius, Lo ada apasih dengan Dedel, lo selalu marahinya, lo selalu menyakitinya Rey, sementara setatus lo dan dia sudah tidak dipertanyakan lagi, apa lo mau, dia pergi semakin jauh?" tanya Aldo.
" Lo tau dia pergi dan membawa mobil gue sendiri, dalam keadaan badannya basah, bahkan ia pergi dalam keadaan emosi yang ia tahan Rey, Lo keterlaluan Rey " kesal Aldo.
" Gue tau, gue sangat keterlaluan, tapi dengan begini aku bisa dekat dia, sampai sekarang, gue tidak tau apa yang membuat dia berubah Do." menahan emosinya dengan mengepal tangannya.
" Tapi lo harusnya jaga perasaannya dong Rey, tidak haruskan, bermesraan didepannya seperti tadi, itu malah akan membuat kelinci lo, pergi jauh sejauh mungkin Rey " jelas Aldo
Aldo menepuk pundak Reynal, " Bersabarlah hadapi kelinci lo, yang sudah menjadi liar karena ulah lo "
Aldo berdiri, dan pergi meninggalkan Reynal disana, Reynal masih termenung dan mencerna setiap kata Aldo.
Aldo pergi, menemui teman-temannya, yang menunggunya, Aldo mengusap kepala kekasihnya dengan senyuman.
Sarah mengetahui, kalau Aldo sedang nahan emosinya.
Reynal menggubrak meja, dan meninggalkan makan siangnya, berlari ke arah parkiran menghidupkan motor sportnya lalu melajukan motornya untuk mencari Dela.
//La.. maafin gue.. , karena gue lo terluka_Reynal//
// Harusnya gue sadari itu_Reynal//
Reynal sudah berada di halaman rumah Dela, lalu mamastikannya keberadaan Dela, tapi Dela ternyata tidak sedang dirumah,
// Kemana dia, apa belum sampai? _Reynal//
Sementara, Dela sudah berada dipelukan Bundanya, Bundanya tau kalau, anak gadisnya ini lagi kacau dan marah terhadap Reynal, karena setiap ia marah, berantem, atau masalah menyangkut dengan Reynal, Dela akan datang menemui bunda, menanggis dipelukan Bunda.
Reynal teringat hal itu, menelpon Rayhan sang kakak, untuk menanyakan keberadaan Dela , ternyata bener Dela ada dirumahnya dan sedang bersama bundanya.Reynal lega, lalu Reynal balik lagi ke Sekolah, karena memang acara bazar belum rampung, paling tidak pukul 15. 00 Wib baru selesai.
Reynal dipastikan akan pulang sore kali ini, Reynal yang ketua osis disiplin, bersih, dan tak ingin meninggalkan sisa, itu lah motonya selama menjabat osisnya,dan semua itu ia jalani sesuai motonya.
Reynal parkirkan motornya dan pergi menuju Bazarnya lagi. menemui teman-temannya.
" Darimana woy...?"
" Ada urusan "
" Habis ngantar Doi lo ya" kata David yang menyenggol lengan Reynal.
" Bisa aja lo " kata Reynal.
🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇
Dela sudah mengganti bajunya, dengan
memakai bajunya Reynal, karena saat ia sampai, baju yang Dela kenakan, memang masih basah. Dela masih memeluk Bundanya hingga tertidur, bunda meminta Rayhan untuk membawanya kekamar Reynal, Bunda lalu menelpon orang tua Dela, kalau Dela berada dirumahnya.
Orang tua Dela sudah mengetahui, kalau Dela sedang kesal sama Reynal, pasti akan menemui Bundanya, karena tidak lepas akan itu, kedua orang tua Dela dan Reynal memang Bersahabat, Bunda Tari, menikah muda saat masih SMA, Sama dijodohkan.
// Bunda tau sayang, kamu ada masalah yang kamu sembunyiin, sampai kamu bersikap seperti ini _ Bunda// dalam hati lalu mencium anak gadisnya itu dan menutup kamar Reynal.
.
.
.
.
Bersambung
.
.
Hai semua tinggalkan jejak kalian dibawah dengan klik jempolnya, komentarnya juga ya.
__ADS_1
salam hangat ♡
Reynal & Dela