
" Kalian semua berbaris yang benar, kalau kalian masih ribut, gue hukum lari lapangan!" Printah David.
Semua siswa/i langsung diam karena David sudah mengeluarkan suara tingginya,kecuali Dela dan teman- temannya, yang masih bisa santai hadapi David juga anggota lainnya.
" Lepas sepatu, assesoris, yang ada dibadan kalian, kalian tau bukan, ini bukan tempat mejeng, tapi tempat tuntut Ilmu paham " kata David.
Semua siswa/i langsung takut, lalu menyerahkan assesoris yang melekat dalam badan mereka, termasuk sepatu warna yang mereka kenakan.
Samir, yang ketahuan ada catur di laci mejanya, Terpaksa menyerahkannya, Rani dengan Sepatu dan Roknya, Begitupun Dela, bahkan Dela tidak mengenakan kaos kakinya, sedangkan Mira ketahuan bawa alat Makeupnya.
" Lo lagi, hem nggak capek apa, tadi pagi dihukum, sekarang sama, hadeh " kata Felia dengan nada mengejek.
" Hadeh, gerah gue " kata Rani mengibas tangannya ke wajah dan lehernya
" Maksudnya apa, gue gak ngerti " ucap Mira.
" Ya karena ada ulet nangkalah, yang bentar lagi melompat dari tempatnya" kata Rani dengan cuek.
" Diam kalian" kata Felia.
Ups.." ucap Mereka barengan dengan menutuo mulutnya lalu dengan nada mengejek.
" Eh Mir, Ran sudah biarin aja, biar kita cepat pulang, malas gue lama-lama disini," kata Dela yang masih santai yang di anggukin oleh Aldo dan Samir.
" Iya gue tau, Noh kan " kata Rani, yang menujuk dagunya ke Felia.
" Kurang Ajar kalian, ngomongi gue, mupeng lu pada" Kata Felia lalu maju dan menginjak kaki telanjang Dela dan Rani.
" Awww... hati -hati lo " kata Rani
" Ulet nangka elo" , Kata Dela dengan penuh amarahnya.
" Dedel udah jangan diladeni, biarin aja ya lo sabar" kata Aldo yang menahan tangan Dela.
" Tapi Do" kata Dela lalu dapat gelengan dari Aldo tapi itu membuat Dela majukan bibirnya.
" Kalian semua Squat jump, termasuk lo Felia" kata Raynal yang tiba-tiba sudah berada bersama mereka.
" G-gu-gue Rey, yang dirazia-kan- mereka, yang ribut juga mereka" elak Felia gugup
" Jangan banyak bantah, cepat lakukan yang gue perintah!" kata Reynal yang sudah pejit keningnya.
Reynal pusing kalau sudah Dela juga Felia, pasti ujung-ujungnya akan ribut, entah apa yang buat mereka selalu ribut.
Menurut Reno dan yang lainnya, Dela lebih di sukai oleh kaum Adam, dan selalu dapat perhatian dari Reynal, sementara sikap Dela ke Reynal nyatanya ingin menghindar, tapi selalu dapat hukuman dari Reynal.
Dela dan yang lainnya terkekeh, ya setidaknya bukan hanya Dela atau teman-temanya , sang Ratu drama ikutan dihukum.
" Ini baru adil" cloteh Dela.
" Dela Riani , lo bisa lajuti hukuman lo" Teriak Reynal, namun Dela hanya mencibirkan bibirnya.
🌳🌳🌳🌳
Siang ini, Dela sudah berada dirumah setelah mendapat Razia, Dela pulang bareng Aldo, karena memang Dela tidak membawa kendaraannya.
Dela telah hempaskan badannya dikasurnya yang empuk setelah bersih-bersih dan melaksanakan kegiatan wajibnya yaitu melaksanakan sholat sebagai umat muslim.
usai sholat Dela melipat perlengkapannya sambil bergumam sendiri.
" Sial, dua kali gue kena hukum, sakit-sakit badan gue" umpatnya.Dengan pejamkan matanya.
Sore menjelang, Dela merasa ada yang aneh dikamarnya, kamar yang tadinya berantakan menjadi rapi.
^Kok jadi rapi kamar gue, baju-baju gue sama rok sekolah gue kok nggak ada ya , apa tadi Bi Marni masuk dan beresin baju gue^ guman Dela sambil berfikir.
" Tau ah " ucap Dela tiba-tiba.
Dela menyibakan selimutnya yang menempel di badannya, lalu keluar kamar untuk menemui kedua orang tuanya.
Di bawah Reynal bersama kedua orang tuanya yang masih gagah, lagi asik ngobrol setelah tadi bersihkan kamar Dela.Sedangkan, dua wanita cantik tengah baya, sedang siapkan makan malam mereka.
" Sore Ma" sapa Dela.
" Sore sayang" jawab Mama dan Bundanya hampir barengan.
" Lho, Bunda disini ?" kata Dela yang baru melihat Bundanya, lalu mengambil udang krispy-nya.
" Iya sayang, sudah dari tadi malahan" kata Bunda yang lagi sibuk dengan masaknya.
// Berarti, Tata yang bersihkan kamar gue, terus baju dan Rok gue yang dirobek Felia apa dia yang beresi_Dela//
" Kenapa sayang?" tanya Mama.
" Yang bersihkan kamar Dedel siapa Ma?" tanya Dela.
" Tuh orangnya " Ucap Mamanya yang menunjuk ke arah Reynal yang sedang duduk bersama Ayah dan Papanya.
" Huh... sudah Dedel duga" ucapnya dengan nada keselnya.
" Dedel masuk kamar dulu Ma, Bun?" kata Dela yang nahan marahnya.
Dela pergi kekamarnya dan membanting pintunya, yang kedengaran dari bawah, Reynal yang tahu Dela bakal marah karena kamarnya ia bersihkan hanya menyunggingkan senyumnya.
Magrib telah tiba, mereka pergi keruang tengah sebelah ruang Tv, untuk melaksanakan sholat berjema'ah, Ayah ditunjuk sebagai imam solat.
Selesai melaksanakan kewajiban umat muslim, Dela, Mama dan Bundanya
siapkan makan malam, sedangkan tiga lelaki dua generasi berada diruang tengah yang asik bercanda yang sesekali bicara kerjaan.
" Rey-, habis ini mau lanjutkan kemana nak?"tanya sang Papa
" Rey boleh tidak ikut anggota pewira " kata Reynal ragu dan sedikit menundukan kepalanya, takut Sang Ayah tidak menyetujuinya.
Kedua laki baya itu saling tatap lalu mengangguk, dan kemudian Ayah mendekat.
__ADS_1
" Rey... apapun itu keputusanmu kita suport, Ayah tidak masalah, kalau kamu mau masuk perwira Rey " kata Ayah.
" Bener gak apa yah? " kata Rey yang masih ragu.
" Kalau itu terbaik untuk kamu sayang, nanti kamu juga harus bicarakan ini dengan Dela nak, bagaimanapun masalah kalian kamu wajib beri tahu Dela"
" Iya pa, yah, terima kasih " kata Reynal yang sudah dengan senyum mengembang.
" Asik bener ngobrolnya, ayo makan dulu nanti dilanjutkan lagi" kata Mama.
" Ayo mas, cacing gue sudah mendemo" ucap Papa, agar Reynal dan sang Ayah langsung ke meja makannya.
Mama pun meminta bi Marni memanggil Dela dikamarnya untuk makan bareng.
Mereka makan bersama, di meja makan awalnya tenang tapi Reynal mulai jahil, ia mulai mengambil makan kesukaannya Dela.
" Ta lo apaan sih, siniin udangnya" kata Dela yang memang duduk bersebelahan.
" No " ucap Reynal yang menjauhkan makanan kesukaan Dela.
" Nyebelin lo " ucap Dela.
" Dela lalu memakan tanpa Udang krispy, karena sudah diambil Reynal, sedangkan Dela malas ribut karena sedang dimeja makan.
Usai makan, mereka duduk di ruang tengah,mereka lagi membahas besok, yang akan berangkat ke Semarang.
" Papi, Mami juga ikut?" tanya kata Dela.
" Iya sayang"
" Dedel ikut Ma, Bun " kata Dela merengek.
" Tidak sayang, minggu depan kan sudah ujian" kata Mama Meli
" Sebentar lagi kan kalian libur, nanti kita liburan disana " kata Bunda
" Benaran Bunda?" kata Dela dengan mata binar.
" Iya sayang" kata Bunda
Reynal yang melihat tingkah Dela hanya geleng-geleng kepala dengan menarik senyumnya, pasalnya Dela, jika dirumah cukup manis, lain halnya kalau sudah diluar rumah Dela akan berubah seperti singa yang sedang mencari mangsa.
" Sayang, kali ini kita semua pergi ke semarang, kamu Papa titipkan ke Rey " kata Papa.
" Apa dengan Tata, Dedel gak mau Pa ,Ma, sama Ado aja ya" kata Dea merengek setelah tau akan tinggal bareng Reynal
" Sayang, Rey bukan orang lain, dia calon imam kamu sayang" pringat sang mama.
" Tapi boleh dong, Rani sama Mira tidur sini" pasrah
" Boleh , kita hanya tiga hari disemarang, yang penting kamu ada yang jaga" kata Mama kepada Dela.
" Terimakasih Ma, Bun, sudah izini mereka tidur disini" sambil mengecup pipi Mama dan Bundanya.Dela lalu berpamit untuk kekamar duluan.
" Dedel kekamar duluan, capek seharian dapat hu.ku.man" dengan melototkan matanya ke arah Reynal, Reynal yang tau sedang di tatap Dela, ia pura-pura tidak melihatnya.
Netapa terkejutnya Dela,Reynal yang sudah duduk di tepi ranjangnya dengan bersenderan bantal.
" La-, gue gak suka lo, seperti kemarin jangan ceroboh, gue juga gak suka lo pakai Rok pendek, gue mau lo pakai Rok panjang, yang nutupi paha lo" ucap Reynal yang masih lihat ke langit-langit kamar Dela.
" Kenapa lo main masuk aja si, keluar sana" kesel Dela.
" Iya karena dengan begini, gue bisa ngomong dengan lo, lo susah diajak ngobrol serius" kata Reynal yang masih santai.
" Apa urusan lo "
" Ingat ya, gue sudah pernah bilang lo masuk rumah milik gue, paham"
" Untuk apa si lo bahas ini mulu, bosan gue, mending lo urus urusan lo dengan Fia, jangan sampai nekat karena perbuatan lo"
" La, gue tau itu kesalahan terbesar dalam hidup gue karena mencintainya sampai saat ini gue masih mencintsinya, tapi apa gue salah mencoba terima dan pertahankan hubungan kita yang sudah terjalin bukan itu aja, gue sadar kita sudah terikat dengan cincin ini sejak lama , cincin ini yang buat gue sadar La, jika gue harus pertahankan!" Jelas Reynal yang menahan air matanya.
" Satu lagi La, gue coba belajar terima lo, karena nyatanya lo tanggung jawab gue!" kata Reynal .
Dengan suara sedikit tinggi Reynal menjelaskan, tapi untunglah kamar Dela kedap suara, jadi tidak akan terdengar dari luar.
Dengan sedikit rasa takut, Dela coba bicara.
" Ta-, harusnya lo nggak usah repot-repot lakuin itu untuk gue, jangan lo fikir dengan cincin ini, lo jadi terikat dengan gue" kata Dela yang merendahkan suaranya.
" Terserah lo La, yang pasti gue akan mencoba bertahan dengan semampu gue,
walaupun hanya cincin ini sebagai tanda pengikat kita." Ucap Reynal dengan sedikit menahan rahangnya karena amarahnya.
Mereka hanya diam-diaman, hingga terdengar suara deringan ponsel, Reynal segera mengangkatnya.
(*.........*)
Apa Om-, baiklah
(*......*)
" La tolong ikut gue kali ini,"
" No.."
" Tidak ada waktu lagi La, untuk berdebat nanti gue jelaskan " kata Reynal.
Mereka berlari kebawah, dan pamit dengan ke empat orang tuanya.
" Ma, kita pergi sebentar, "
" Ta jangan tarik-tarik tangan gue" kata Dela yang merengek minta lepas,
Keempat orang tuanya melihat hanya tertawa melihat tingkah kedua anak mereka.
__ADS_1
Sesampai disebuah halaman rumah, Reynal langsung berlari, masuk kedalam dan meninggalkan Dela di mobil.
" Nyebelin, lo Ta" kata Dela sedikit teriak.
Lalu Dela duduk dengan santai tanpa berniat untuk menyusul Reynal.
Tak lama Reynal masuk kemobil, dan melajukan mobilnya, Reynal menoleh kesamping terlihat Dela tertidur dengan pulas.
Iya tersenyum, dan usapkan tangannya ke pipi Dela. Sesampainya di rumah sakit, Reynal lalu buru-buru turun, merasa ada yang tertinggal Reynal mengecup kepala Dela lalu mengirim pesan .
Mine
" 📨 jika terbangun tolong segera hampiri gue di ruang tindakan segera"
Satu jam berlalu, Reynal belym juga kembali sementara Dela terbangun, dan melihat sekeliling yang masih bingung dengan keadaan sekitar.
^ Ini kan rumah sakit, terus ngapain tu orang ngajak gue , kalau ditinggal ^ gumannya.
Dela membuka ponselnya , Ternyata Dela melototkan matanya ternyata ada pesan dari Reynal, segera ia membalasnya.
📨 i dont care.
Reynal yang masih berada diluar ruang tindakan yang hanya duduk sambil berdoa, setelah beberapa saat kemudian ia mendapat kan balasan dari Dela yang membuatnya sedikit geram dibuatnya, tak mau ambil pusing Reynal langsung pergi keparkiran, dan menemui Dela.
Reynal masuk mobilnya, dan menatap lekat ke Dela.
" La.., Fia coba bunuh diri, dengan mengiris urat nadinya"
Mendengar ucapan Reynal, Dela melototkan matanya lebar-lebar.
" Se-serius ? " ucap Dela terbata-bata
" Hemm "
" Eh itu bukan urusan gue, sekarang lo masih mau nunggu dia atau pulang, gue capek Ta seharian lo hukum gue"
" Gue nunggu disini, lo bawa aja mobilnya, seragam lo ada di atas nakas"
Reynal turun, lalu usap Kepala Dela.
" Ih lo apaan si Ta " gerutunya
Reynal lalu Benar- benar pergi darinya, kemudin Dela pindah ke tempat kemudi, dan melajukan mobil menuju rumahnya.
" Dasar senior galak gak berahlak, pasti sudah tau kejadiannya gini, ngapain tu anak ngajak gue" gerutunya disepanjang jalan.
🌳🌳🌳🌳
Paginya, Dela sudah berada di meja makan, dan bersiap akan mengantarkan Mama dan Papa sampai diteras.
" Ma-, pa-, hati-hati " kata Dela yang masih memeluk Mamanya.
" Iya sayang, kamu juga nurut dengan Rey , bagaimana pun juga dia tunangan kamu " kata Mama.
" Iya ma" kata Dela
" Anak pinter " kata Mama yang usap kepala Dela.
// Tapi bohong, males bener gue nurut dengan dia belum juga suami Fuh_Dela// dengan nafas kasarnya.
Setelah Mama dan Papa berpamitan, Dela minta Bi Marni buatkan bekal Roti untuk sarapan disekolah, setelah selesai Dela langsung pergi kesekolah dengan membawa bekal.
Memakai baju dari Reynal yang mau gak mau Dela pakai. karena seragam terakhirnya sudah di ambil Reynal dan diganti dengan seragam yang Dela kenakan.
Dela sudah dikelas makan bekal sambil menunggu yang lain, Dela teringat kata-kata Reynal.
// Cincin pengikat, apa semua yang dikatakan Rey semalam benar?_Dela // dengan tanda tanya.
// Tapi saat ini aja, dia berada dirumah sakit milih bareng Fia// ucapnya lagi.
^ Ih terserah deh, " gumannya melanjutkan makannya.
" Woy.... ngomong sendiri lo, kaya kurang waras aja" ucap Samir
" Eh Lo Sam" , sembarang lo kata Dela berkilah.
Sementara, Dirumah sakit Reynal meminta sopirnya untuk menjemputnya, serta meminta bawakan seragamnya.
Fia belum siuman, bahkan semalam harus ditranfusi darah, karena banyak kehilangan darah, Reynal akan kembali nanti setelah Fia siuman.
Sesampainya disekolah, Reynal melihat mobil Dela sudah berada diSekolah, berarti Dela sudah berada di dalam.
" Rey..., lo kemana aja sih, gue telpon juga?" tanya Kevin.
" Ponsel gue mati"
' Kok bisa?" Kevin
" Ayo masuk bentar lagi bell"
Reynal dan Kevin menuju kelas, dengan melewati koridoor Sekolah.
Ia memang tak ingin berbagi cerita kasihnya,Bukan apa-apatapi saat ini status mereka hanyalah mantan kekasih nya
.
.
Bersambung
.
.
Hai teman-teman jangan lupa budayakan like ya, koment ya , agar aku tambah semanga terimakasih.
__ADS_1
Salam
Reynal & Dela