
Dela memanyunkan bibirnya, ia merasa kesel saja, Reynal meminta menunggu karena mau ajakin kesuatu tempat, tapi setelah rapat osis.
^ Tau gitu pulang dulu, tau ah gue beneran ngantuk walau semalam, malam yang indah, tapi tetap gue nggak bisa nahan kantuk gue^ Gumamnya. Dela lalu meniduri kepalanya diatas meja dan memejamkan matanya.
Dela mau pulang duluan, tapi dompetnya gak ada di dirinya, besar kemungkinan, Dompetnya berada di Reynal atau berada dimobil namun Dela tak mengetahuinya, sebab sedari tadi apa yang dia butuhkan terpenuhi, dan terbukti ketika dikantin, Aldo ataupun yang lainnya, hanya membayar makanan mereka sendiri padahal, mereka tau Dela nggak ada uang.
Reynal menggelengkan kepalanya, melihat istrinya yang menunggunya hingga tertidur.
^ Maaf gue lama ^ ucapnya sambil melihat wajah teduhnya Dela.
^ Gue suka lo yang seperti ini La, gue kangen wajah teduh lo, Lala yang manja, Lala yang tak ingin jauh dari Tata ^ ungkapnya.
^ Sekali lagi gue minta maaf , karena gue lo berubah dan menjauh sejauh mungkin, tapi gue bersyukur karena gue bisa meraihnya^ ucap Reynal yang mengusap pipi Dela lalu mengecup pucuk kepalanya.
Reynal mengangkat badan Dela ke mobil, dan membuka pintunya dengan susah payah, akhirnya kebuka huntungnya Dela tak terbangun dari tidurnya.
Reynal dengan pelan, meletakan badan Dela ke kursi penumpang, lalu pasangkan seatbelt dan memundurkan kursinya agar Dela lebih nyaman.
Reynal melajukan mobilnya bak Pembalap, Di perjalanan Dela sempat ngigau, yang memaki-maki Reynal, tapi Reynal hanya gelengkan kepala dan mengusap pelan pucuk kepala Dela.
// Sekesel itukah lo sama gue La_Reynal// yang menoleh ke Dela, lalu fokus kembali ke jalan dan kemudinya.
Reynal masih melajukan mobilnya hingga jauh dari kotanya, sampai Reynal menghentikan mobilnya, di sebuah tempat lesehan kecil sebagai singgahan mereka.
" Ta sudah sampai ya ? " Tanya Dela yang masih pejamkan matanya.
" Belum, kita sholat dan makan dulu ya" ucapnya.
" Emang kita mau kemana?" tanya Dela yang perlahan membuka matanya.
" Rumah Eyang, kita besok libur dua hari, jadi Tata berfikir kita berkunjung gak ada salahnya" ucap Reynal yang menyenderkan punggungnya ke punggung bangkunya.
" Kerumah neni juga?" tanya Dela lagi.
" Iya La" jawabnya singkat.
" Bunda dan Mama sudah Tata kabari, tadi lewat telpon" lanjut Reynal, Dela mengangguk mengerti.
" Yuk turun, sholat baru kita makan" Ajak Reynal, yang sudah merasa perutnya harus diisi.
" Kenapa kok diem?" Tanya Reynal yang melihat Dela diam dan enggan untuk turun.
" Emmm, Kita turun Ta, serius?" tanya Dela yang masih ragu karena mereka mengenakan seragam.
" Ayo turun dulu" titah Reynal.
" Nggak mau, nanti dikira kita kawin lari" ucapnya dengan cemberut.
__ADS_1
Reynal mengusap wajahnya dengan kasar berbarengan nafas yang ia buang " Astaga La, biarin orang mau ngomong apa kita sah, kita nggak lakuin dosa, nih lo pake" ucap Reynal yang memberikan hoodie ke Dela, yang masih pasang wajah cemberutnya.
" Ayo gue lapar" titahnya sedikit memaksa, dengan keluar dari mobilnya.
^ Uuh lo memang senior galak , sudah jadi suami lo masih juga galak,^gumamnya
Reynal menahan tawanya mendengar Dela ngomel-ngomel, dengan sengaja ia meninggalkan Dela yang masih dibelakang, Dela segera lari mencicit mengikuti Reynal dengan wajah cemberutnya.
// Uuh gak sesuai dengan janjinya_Dela//
Buugh..
Dela menabrak orang didepannya, dan mengenai punggung orang yang berada didepannya.
^ Hem tambah lagi deh hari kesialan gue semakin hari, ^ gumamnya dengan kesalnya tanpa melihat siapa yang ia tabrak.
" Sini mana yang sakit " ucap Reynal, yang menghadap Dela," maaf Tata tadi berhenti gak liat-liat Lala , ada dibelakang Tata " ucapnya sambil meniup dahi Dela, Dela hanya nurut dan hanya menatap Reynal dengan diam.
// Wajah lo La, wajah yang terlihat tegas, namun tak sedikit yang memuji pesona lo_ Dela//
" Tata mau pesan makan dulu, biar kita siap sholat langsung bisa makan, lo tunggu disini dulu ya" ucapnya dengan lembut, Dela tidak mengiyakan karena ia masih merasa kesal dengan memasang wajah cemberutnya.
Reynal tersenyum, melihat Dela yang enggan berpindah tempat, Reynal lalu mendekati Dela lagi.
" Sudah jangan cemberut lagi, Nanti kuda- kuda diluar sana tertawa" ucap Reynal yang kemudian menggenggam tangan Dela ke mushola. Dela mengerutkan keningnya atas ucapan Reynal // nggak jelas _ Dela//
Reynal juga ingin menyerahkan mahar pelangkah karena sudah melangkahi dua kakak sekaligus, terutama untuk kakak perempuan, walaupun bulan depan mereka menikah, dan sang kakak tidak menginginkan pelangkah, sebagai syarat, Reynal sudah persiapkan untuk sang kakak.
" Ta telpon lo tu berdering, buruan angkat, berisik" ucap Dela yang merasa terganggu.
//Fia, kenapa dia nelpon_Reynal// dilihatnya wajah Dela yang masih enggan menolehnya.
" La, apa pun yang terjadi, Lo harus dengerin gue, gue gak akan ninggalin lo, kita jalani ini bareng-bareng, jangan perduliin orang mau ngomong apapun itu"
" Satu lagi, Soal Fia, gue memang cinta dia sangat mencintainya, tapi gue tidak ingin lukai lo dengan kebohongan rasa itu memang masih melekat, bantu gue untuk menghapusnya, agar lo miliki gue sepenuhnya, dan gue akan perjuangkan lo La, pahamkan maksud gue." jelas Reynal yang merasa Fia bakal mengusiknya
Mata Dela berkaca-kaca dan mengerti.
" Iya gue paham, kita berjuang sama-sama, jujur gue hanya ingin menikah, hanya untuk sekali seumur hidup gue, dan jika jodoh gue memang Lo gue terima" ungkapnya lirih
" Terimakasih La, aku gak berani berjanji, tapi aku akan berusaha untuk rumah tangga kita, yuk kita lanjutkan jalan, nanti kita kemalaman" ucap Reynal setelah mereka berada di mobil.
// Boo gue akan coba terima dan mencintai dia, sesuai permintaan kamu, semoga kamu bahagia Boo mendengarnya_Dela//
// Maaf fia memang seharusnya cinta ini tidak ada, dan aku berharap bukan kamu pelakunya, aku sangat mencintai kamu tapi aku tidak akan rela kehilangan Dela_Reynal//
// Dan lo Ren, gue akan berusaha tepati janji gue ke lo, dan maaf gue belum bisa ceritakan keadaan lo ke Dela, karena gue belum sanggup melihat dia menanggis_Reynal//
__ADS_1
Reynal mengurungkan mengangkat ataupun membalas chat dari seorang gadis yang ia cintai, Reynal tak ingin keduanya tersakiti.
Reynal mengacak rambut Dela dan melajukan mobil mereka menuju rumah Eyang, Reynal juga sudah mengirim chat kepada dua kakaknya agar pulang kerumah Eyang.
Sunyi yang ada, tanpa suara hingga ponsel Reynal berdering, ternyata itu Aldo dengan kesal Reynal menepikan mobilnya.
Aldo_do
📲 Dimana Lo,kata Bunda kalian kerumah eyang nih gue susul lo bareng Sarah," ucap Aldo
📲Sudah mau sampai separuh jalan rumah eyang, lo dimana?"
Aldo gak jawab tapi ia mematikan sepihak setelah mendengar ucapan Reynal.
" Huh dasar ni anak, suka-sukanya" geram Reynal, lalu menyimpan ponselnya.
" Aldo mau nyusul kita sama Sarah" masih dengan kesalnya.
" Bagus dong, tambah seru gue jadi ada temannya" ungkap Dela girang.
" Kok berhenti" ucap Dela yang melihat Reynal menghentikan mobilnya.
" Gue mau beli cemilan dan minuman La" ucap Reynal keluar mobil menuju market, Dela mengangguk dan gak ikut turun ia malah memilih mainkan ponselnya, sampai Reynal kembali, Dela menyambut cemilan itu dengan gembira, lalu membukanya.
Kripik kentang kesukaannya langsung ia buka, dan Sesekali ia suapin Reynal, saat ia sadar ia memalingkan wajahnya ke samping kaca , Reynal menyunggingkan senyumnya melihat salah tingkah Dela.
" Kok gitu, itu sudah benar memberikan suapan ke suaminya, dan gak perlu malu atau gengsi, kan lo sendiri yang bilang mencoba berdamai ,dengan diri lo dan berusaha menjadi istri yang baik" ucapnya yang melihat Dela tak kunjung melihatnya.
" La liat gue sini "
" Ogah"
" La... suami lo nih "
"Ogah"
" Cie malu...duh kelinci gue bisa malu juga, bukan jago berantem aja tapi..." ungkapnya,sambil mencolek -colek pipi Dela, Dela yang tak melihat kearahnya pun tersenyum malu, tapi hanya bisa dilihat olehnya sendiri walaupun Reynal mengetahuinya.
Reynal masih saja menggodainya meski harus fokus dengan jalan, Reynal pun ikut tersenyum melihat Dela yang sedang merasakan hawa panas diseluruh wajahnya.
Hingga Akhirnya, Dela tak mampu sembunyikan rasa kantuknya, ia tertidur dengan wajah yang masih tersenyum bahagia, Reynal pun ikut seneng melihatnya.
^ Alhamdulillah berangsur membaik hubungan gue dengan Lala^ gumamnya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Bersambung.
__ADS_1