
Dela masih bermalasan di dekat kolam yang terdapat ikan-ikan kecil yang di peliaranya, Dela tidak ada niatan untuk ikut ngobrol, setelah perdebatan kecil dengan Reyanal.
Hanya melihat ikan, berlalu lalang membuatnya tersenyum, apalagi gemericik air yang jatuhan kekolam membuat adem.
" Kita nginap aja tempat mama, nanti gue yang ngomong ke Bunda" Ucap Reynal yang mendekati Dela yang sedang duduk ditepi kolam, Dela menoleh sebentar lalu menganggukkan kepalanya.
Dela masih enggan untuk bicara banyak, tapi Reynal mengerti dan ia tak ingin maksakan-nya.
" Besok jadwal kontrol, kita datang sepulang sekolah ya " kata Reynal yang lagi-lagi mendapatkan anggukan kepala.
" Lo jangan takut, lo bukan pembawa sial, itu musibah " kata Reynal. " Gue masuk dulu dan jangan lama-lama disini" ucap Reynal yang menepuk-nepuk kepalanya pelan dengan kasih sayangnya, lalu berdiri dan pergi meninggalkan Dela sendiri.
Kala usai makan malam, Dela ikut kumpul diruang keluarga sambil putar film yang ia putar kali ini ia pilih Masha and the Bear, dan ditemani oleh Bakwan jagung buatan Mama.
Mama menggelengkan kepala, melihat anaknya bagai anak kecil, yang masih saja menyukai Film kartun.
Sementara Papa dan Reynal, asik ngobrin beberapa pekerjaan, Reynal memang belum langsung terjun diperusahaan sang Ayah, karena dia sangat nyaman dengan pekerjaan dan usaha yang ia tekuni saat ini.
Tak terasa , malam semakin larut, Dela yang tadinya ingin habiskan waktu bareng Mama dan Papa malah tertidur.
Reynal pun membawanya kekamar, dengan menggendongnya, Dela memang masih terlihat kurus hampir satu bulan tak sentuh makanan apapun, karena koma.
Dikamar Reynal meletakan badan Dela dengan hati-hati agar Dela tak terbangun,
lalu menyelimutinya dan mengusap pipinya tak lupa Reynal sematkan kecupan dikepala Dela.
Paginya Dela dan Reynal sudah bersiap untuk pamit kesekolah, Mereka keluar barengan namun mereka mengendarai mobil sendiri, Dela melaju lebih dulu meninggalkan Reynal di belakang, Reynal melajukan mobilnya ke arah jalan Sekolah.
Betapa terkejutnya Reynal, tak melihat mobil Dela diparkiran Sekolah, yang harusnya ia sudah sampai lebih dulu.
//****..., kemana tu anak!_Reynal //yang mengusap wajahnya dengan kasar.
Reynal langsung menelpon Dela beberapa kali namun tak ada jawaban, dengan kesal ia memukul setir kemudinya.
Ketukan pintu dari luar, membuat Reynal menoleh terlihat sosok gadis, yang sedang menunggunya, Reynal membuang nafasnya pelan, lalu bersiap untuk membuka pintunya.
" Hey Rey, ayo turun kita, ditungguin guru Bk kita , Ngerazia rambut, sama sepatu, tuh Reno dan yang lainnya sudah kumpul sedari tadi." sapa Felia dengan senyum manisnya.
" Hem-, " Jawab Reynal hanya dengan deheman.
Reynal ikut berdiri ke gerbang bersama yang lain, dan mulai merazia siswa/i yang datang.
" Buka sepatu kalian tanpa terkecuali, tanpa membantah " Titah Reynal yang mendapati beberapa Siswa/i memakai sepatu yang mencolok.
" Berbaris bersama yang lain ! " Dengan suara meninggi.
Beberapa siswa/i nurut karena kesalahannya, ada juga yang sedikit berontak tidak terima.
// Kemana si Lala , belum juga datang, dihubungi gak bisa _Reynal//
" Eh baju, masukin mau jadi berandalan hem, atau preman pasar" ucap Reno yang tak kala galaknya .
" Maaf Ren, ia gue masukin" ucap salah satu siswa.
Reno dan Reynal ngerazia Siswa/i setiap masuk sementara , Felia mencatat siswa/i yang melanggar peraturan.
Beberapa mobil terlihat, ingin masuk gerbang paling depan ada Aldo, Dela juga Rani yang ada dibelakang Aldo.
__ADS_1
Reynal cs pun mempersilakan mereka masuk, tapi tetap hukuman berjalan .
" Laki lo sudah ada di depan noh " ucap Aldo dengan santai.
" Iya kak Rey tuh, razia ganti sepatu aja deh" kata Rani yang bergegas ganti sepatunya.
" Bodo amat dah paling dihukum" ucap Dela santai, dan dianggukin oleh mereka.
Mereka keluar dengan santai, Aldo seperti biasa dengan rambutnya dibiarkan kedepan, sepatu yang biasa ia kenakan, serta baju yang ia keluarkan dengan menyandang tasnya berjalan mengarah pintu masuk sekolah, diikuti Dela juga Rani yang berjalan santai.
" Aldo, rambut kamu perlu disalon?" ucap Reno yang siap dengan guntingnya, " Baju kamu tuh rapikan, atau pilih berbaris dilapangan" kata Reno suara dinginnya.
" Aldo menepis tangan Reno, jangan sentuh lagi rambut gue, cukup sekali gue sudah paham " ucapnya dan berlalu masuk, sementara Reno dan yang lainnya hanya gelengkan kepalanya.
" Lo berdua, udah bener roknya panjang, tapi kenapa baju lo pada, kaya kurang bahan, lo kira sekolah ini gak punya aturan ha, Apa sengaja mau pamer, bukan disini tempatnya Nona" jelas Reynal dengan suara tingginya, lalu menarik baju Dela dengan menggunting bagian baju bagian bawahnya.
Semua siswa/i yang terkejut dengan bentakan Reynal, Termasuk guru Bk, Dela diam dengan menggenggam tangannya kuat, dan menahan rahang, yang mulai keras.
" Seperti ini kan yang lo mau ! " Bentak Reynal yang membuat hati Dela panas, baru kali ini Reynal semarah ini, Reynal menggunting keliling menjadi seperti robekan dua jari.
" Ma***s lo , makanya jangan sok jadi bad deh,satu lagi jangan caper deh lo, kena kan lo" tambah Felia dengan senyum jahatmya.
" Diam lo, "
" Masih berani lo bicara"
" Sialan Lo, cari masalah sama gue, beraninya sama-"
" Sabar Del, jangan ladeni ulet nangka itu"
" Diam, kalian bertiga bisa diam "
"Gak-"
" Baiklah ikut gue, Ren bantu gue"
Ketiga gadis itu dibawa ke lapangan, dan meminta mereka untuk melanjutkan perang mulut yang terjadi.
" Sudah, silakan lanjutkan" ucap Reynal dengan Nada tinggi, Dela dan Rani terlihat lebih santai, sementara Felia sedikit diam karena diliatin dan disamain dengan para Siswa/i yang dapat hukuman.
//Sial nih Rey, gue disamakan dengan mereka eiuw_Felia//
" Kenapa Diam, lanjutkan !!! " Bentak Reynal
" Apa kalian malu, dilihat banyak teman-teman disini, yang setahu saya kalian sama sekali tidak tau malu !! " ucapnya lagi.
" Felia , apa kamu tidak bisa, jaga emosi kamu, Apa karena kamu anggota osis, jadi sesuka hatimu bicara, iya Fel, jawab Fel !!" suara Reynal yang lagi -lagi meninggi.
" Dan kalian berdua kenapa-"
" Stop-, stop-", Lo mau permaluin gue, depan semua Siswa/i, sampai kapan ?, sampai jam sekolah selesai, dengan keadaan baju kita seperti ini, dan harusnya lo mikir perbuatan lo, itu sangat tidak mencerminkan perbuatan terpuji, paham lo " ucap Dela yang sudah tidak bisa menahan lagi emosinya, Dela pergi meninggalkan Lapangan tapi tangan Reynal sudah mencekal tangan Dela.
" Tunggu !! tahan Reynal.
" Apalagi, masih kurang ha " ucap Dela yang semakin terlihat amarahnya.
" Ikut gue" kata Reynal meminta ke Dela.
__ADS_1
" Ogah" ucapnya cepat.
" La ikut gue ngerti gak sih !! Menggengam lengan Dela dengan kuat.
" Dan Lo Ran, juga ikut saya" , ucapnya yang dianggukin oleh Rani pasrah. " Ren , Vin, gue titip yang lain juga Felia , samakan hukumannya dengan yang lain " ucap Reynal dan berlalu pergi sementara, Felia menatap mereka dengan kesal dengan menghentakan kakinya, " Nyesel gue, huh" ucap Felia dengan frustasi
" Makanya jangan ladeni tu orang kena sendirikan" ucap Kevin memperingatkan, dan mencibir ke Felia.
" Sampai kapan lo dekati Rey?,"
" Emang kenapa bukan urusan Lo" jawab Felia.
" Iya memang bukan urusan gue, tapi setahu gue Rey sangat mencintainya, lebih dari apapun" jelas Reno
" Itu gak mungkin " ucapnya.
" Gue akan mendapatkannya, cepat atau lambat"
" Gila lo" ucap David.
Reno cs, menghukum para pelanggar peraturan yang telah memeriksanya termasuk Felia,Mereka semua diminta untuk push up, baik cewek maupun cowok.
Sementara Reynal membawa mereka ke koprasi sekolah dan beli seragam baru untuk keduanya.
" Ganti dengan ini" ucapnya dingin
" Untuk kita kak ?"
" Hem buruan, sebelum gue berubah fikiran" ucapmya dengan memijat-mijat keningnya.
" Makasih kak"
" Hem... pergilah ganti baju kalian"
" Iya kak, Ayo Del" ajak Rani.
" Lo benar-benar ya Reyketerlaluan" ucap Dela yang begitu kesal dengan Reynal.
" Itu hukuman buat lo karena buat gue khawatir" ucapnyanya lirih namun kena, namun membuat Dela semakin kesel dan meninggalkan Reynal yang masih berdiri di ruang koprasi, Reynal melihat Dela hingga menjauh baru ia membayar baju ke koprasi.
" Gila kali tu ketos baju gue dibuatnya gini, awas aja gak bolehi masuk kamar, " gerutunya.
" Gue takut Del, liat kak Rey marah kaya tadi"
" Ngapain lo takut, sama-sama makan nasi juga"
Mereka lalu mengganti baju mereka dengan kesel karena seragam kesayangan sudah gak bisa dipakai lagi.
" Selamat tinggal seragam kesayangan"
ucap mereka hampir barengan dan meninggalkan toilet wanita.
.
.
Bersambung
__ADS_1