
Usai mendapat telpon dari Daren, Dela kembali ke meja belajar dan melanjutkan tugas yang belum selesai, terlihat foto Reyhan yang terletak di meja belajar.
" Lo jahat Ta, lo bener-bener jahat, lo buat gue takut Ta " ucapnya lirih.
Sementara di ruang tengah Reynal sudah berada diantara ayah dan bundanya.
" Ayah, tadi mau bicara apa sama Rey?" kata Reynal ke ayahnya.
" Rey nanti kalau mama sama papa kamu pulang, ayah sama bunda akan bergantian pergi ke rumah Eyang kamu, katanya Rien akan kedatangan tamu, maksud ayah orang tua dari kekasih kakak kamu ingin bertemu, dan akan diadakan pertemuan disana, bahkan mereka ingin segera menikahi kakak kamu dalam waktu dekat." Jelas Ayah Tomi
" Rey..., bunda hanya ingatkan, lepaskanlah kekasih mu secepatnya sayang, bunda tidak ingin, kalian bertunangan tapi malah kalian miliki kekasih, Kamu lelaki nak, harusnya kamu tau itu " kata Bunda.
" Iya Rey, betul kata Bunda, itu juga salah kamu lo Rey, harusnya kamu lebih menjaga hubungan kamu dengan Dela Rey" tambah Ayah.
" Iya yah, maafkan Rey, tapi sulit yah untuk bisa jauhi Dia, karena selama ini dia ada dihati Rey" ucap Reynal dengan menundukan kepala.
Setelah ayah dan bunda selesai bicara, Reynal pamit untuk pergi kekamarnya, sesampainya di pintu kamar Rayhan, Reynal melihat kearah pintu kamarnya.
Reynal membuka knop pintu kamarnya dengan sangat pelan dan hati-hati takutnya, mengganggu Dela yang masih ngobrol dengan Daren lewat ponselnya.
Setelah terbuka, terlihatlah Dela masih berada dimeja belajarnya, Reynal mendekat kearah meja belajar dimana ada Dela dan menggelengkan kepalanya.
^ Tidur ^ gumannya
Reynal melihat Dela menggenggam freme yang ada foto dirinya, Reynal mengembalikan Fremenya ketempat semula dan mengangkat Dela dan menidurkannya keranjang.
^ Lo nanggis, apa lo nanggisi gue La, maafin gue La kalau gue nyakiti lo dan egois^ gumannya, lalu menghapus sisa air mata yang masih ada , Reynal menarik selimut hingga ke bahu dan mengusap kepala Dela.
Reynal menutup buku tugas Dela, yang sebelumnya terbuka, tapi sebelum benar tertutup, Reynal melihat masih ada tiga soal yang belum ia kerjakan, Reynal lalu mengerjakan tugas Dela yang belum selesai.
Tak butuh lama Reynal selesai menyelesaikan tugasnya Dela, lalu menutup tugas Dela dan beranjak dari duduknya, kemudian mendekati Dela dan perbaiki selimut serta matikan lampunya dengan menggantinya lampu tidur.
Reynal sudah berada di kamar Rayhan, karena tadi Dela minta agar dirinya tidur dikamar Rayhan , Ia langsung naik keranjang Rayhan, Reyhan membuka ponselnya dan membuka galeri terlihatlah foto Fia
// Fi..., maafin aku Fi yang sudah nyakiti kamu , rasanya sakit-sakit sekali rasanya, aku lepasin kamu Fi_ Reynal //
// Aku nggak ingin Dela semakin menderita Fi karena ulah ku sendiri, Maafkan aku kalau aku tidak pernah cerita kalau aku sudah bertunangan dengan Dela//
// Lima tahun... lima tahun kita jalani ini Fi, rasa cintaku sama kamu tumbuh, tapi aku sadar Fi itu salah, karena aku sudah miliki orang yang harus ku jaga. aku harus bertanggung jawab atas dirinya Fi_Reynal//
Tanpa disadari Reynal meneteskan airmatanya, karena ia terlalu sedih harus putuskan ini, ia memilih Dela untuk oa pertahankan.
πΏπΏπΏπΏπΏ
Pagi hari Dela terbangun, dan menyadari jika ia sudah berada diranjang tidur.
" Perasaan gue semalam gue masih berada dimeja belajar Deh, apa mungkin Tata yang lakukan ini, ah bodo amat deh lebih baik gue mandi" ucapnya sambil mengambil pakaian serta seragamnya kekamar mandi.
Reynal memasuki kamarmya mengenakan pakaian dan langsung pergi kebawah, menuju meja makan.
"Dedel mana sayang?"
" Sepertinya masih mandi bun,soalnya tadi Rey kekamar Lala Nggak ada dikamar "
Reynal sarapan lebih dulu, karena ada jadwal piket keliling hari ini,
" Bun-, Rey pergi sekolah dulu, Lala diantar sopir aja, jangan bolehi bawa mobil sendiri " ucap Rey sambil mencium punggung tangan Ayah dan Bundanya.
Setelah berpamitan Reynal keluarin motor sport dengan warna Hijau Armynya, meletakkan almamater osisnya dipundaknya kemudian melajukan motornya keluar rumah.
__ADS_1
Dela yang sudah dandan dengan polesan. makeup tipis segera turun, menggunakan sepatu snekersnya yang putih, ia tidak peduli kalau nanti Reynal akan menghukumnya.
Dela turun dan sarapan di temani sang ayah dan bundanya.
Pagi sayang, sini sarapan bunda buatkan kamu nasi goreng dengan Udang Cryspy kesukaan kamu.
" Iya bun, thank bun" ucapnya dengan senang hati.
" Del... kamu diantar sopir mama atau sopirnya Rey aja ya "
" Emang kenapa bun?"
" Calon suamimu yang minta" jawab Ayah
" Ah itu akal-akalannya aja itu yah, Dedel nggak mau yah " kata Dela dengan mengerucutkan kepalanya.
" Sayang sini bunda peluk " ucap Bunda yang mengerti anak gadisnya sedang bete.
" Kamu diantar pak Beben ya pagi ini, nanti pulang bunda yang jemput ,mungkin Rey nggak mau telat ke sekolah " ucap Bunda sambil mengusap-usap Rambut Dela.
Dela lalu mengangguk setuju, lalu ia meneruskan sarapannya yang sudah dibuatkan oleh bundanya.
" Ini nanti Bunda minta tolong antarkan ke kelas Rey ya sayang, tadi dia buru-buru hanya minum susunya" ucap Bunda.
" Dedel Bun?"
" Iya sayang, terus siapa lagi, ini untuk kamu dan Aldo"
" Terimakasih bun" peluk Dela ke bundanya.
" Dela pamit pergi dulu bun, yah" dengan senyum manisnya.
Di Sekolah, Reynal sudah menunggu para siswa/i , Reynal kesal karena Dela belum sampai juga.
// Mana ni anak, nggak tau apa sebentar lagi bel masuk_Reynal// dengan menahan rahang yang keras.
Terlihat mobil berhenti di gerbang, depan sekolah, keluarlah seorang gadis cantik dengan penampilan yang sederhana tapi mempesona, dengan menutup pintu mobil lalu berjalan dengan anggun dan cuek, serta melewati para anggota osis dengan santainya.
Mira dan Rani melambaikan tangannya ke arah Dela yang mengarahkan lambaian ke Dela, Dela tersenyum manis lalu mendekat kemereka.
" Pagi Nona Permana?" goda mereka
" Pagi juga , nona-nona" balas Dela, dengan diselingi tawa.
" Diantar sopir lo Del?"
" Iya.., yuk masuk nanti ada es balok berwujud singa hampiri kita " menunjuk ke arah Reynal.
" Malas banget harus dihukum" kata Mira
" Yuk masuk" ajak Rani dengan kedua dengan menggandeng bahu kedua sahabatnya.
Mereka menuju kelas dengan tawa bahagianya tidak peduli, para kaum Adam perhatikan mereka.
Sesampainya dikelas hanya ada Samir, mereka bertiga lalu samperin Samir,
" Aldo mana Sam?" tanya Mira
" Ada rapat PMR katanya"
__ADS_1
" Oh gitu, eh iya Tugas dari buk Dewi sudah kerjain belum?"
" Astaga, gue masih tiga lagi yang belum gue kerjai" kata Dela sambil tepok dahinya.
Dela buru-buru membuka tas dan mengambil bukunya, saat ia mulai buka ternyata bel bunyi, dan itu tandanya tidak ada waktu lagi untuk mengerjakannya.
Siswa/i memasuki kelas, termasuk Aldo yang masuk kekelas dan gabung besama mereka, untuk mengikuti pelajaran pagi ini.
Sementara diluar, Reynal masih keliling sekolah sampai pukul delapan pagi seoerti biasa ia harus cek apakah ada siswa yang terlambat atau bolos di jam pertama.
Waktu berlalu, tak terasa Bel Istirahat sudah berbunyi, semua siswa/i menyambut dengan suka cita, termasuk Dela cs.
" Del banyak amat lo bawa bekal?" tanya Aldo.
" Iya nih bunda nyiapin untuk kita" kata Dela.
Sambil memberikan kotak bekal ke Aldo,
" Do tolongi gue ya, tadi bunda minta gue antar bekal ini"memelas
" Ke Tata..?" tanya Aldo, Dela mengangguk, Aldo yang mengerti pun langsung menerima paperbag dari Dela.
" Thanks Do" kata Dela dengan senyumnya
" Tunggu gue dikantin geh, kalian duluan" titanya sebelum pergi nemui Reynal.
" Oke, siap pak bos " ucap mereka hampir barengan.
Dela cs setuju dan mereka semua menuju kantin, sementara Aldo pergi ke kelas Reynal, Sesampainya Aldo di kelas Reynal melihat Reynal yang memang masih dikelas, Aldo masuk menuju meja Reynal.
" Nih dari bunda,Dela yang bawa"
" Thanks bro"
" Lesu amat lo Rey"
" Gue nggak apa"
" Yakin? " Adlo meyakinkan dan Reynal mengangguk .
" Ya sudah gue tinggal, Dela dan yang lain sudah menunggu di kantin" kata Aldo yang meninggalkan Reynal.
Setelah kepergian Aldo , Reynal membuka paperbag yang diberikan oleh bunda, ternyata Nasi goreng telur orek cumi cryspy.
^ Thanks bun" ucapnya dengan senyumnya.nn
// La.. sampai segitunya lo menghindar dari gue sampai nasi goreng pemberian bunda aja lo nggak mau antar langsung_Reynalh//
// Lo boleh menghindari gue disekolah tapi tidak dirumah La_Reynal// dengan Senyum semirknya.
Reynal berdiri dan menghampiri teman-tannya yang ada di kantin, ia akan makan bekal dari bunda yang tadi dibawa oleh Dela.
ππππππππππ
.
.
.
__ADS_1
Bersambung