Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Liburan ke Bali Season2


__ADS_3

Semua sudah rapih, tas, koper berisi pakaian pun semua sudah masuk bagasi. Liburan untuk honeymoon kedua di mulai.


"Waahh aku bakal bertemu cowok bule Bu" seru Clara sambil senyum-senyum.


"Heheheee, iya sayang ibu juga suka banget bule, apalagi nih kalau kita ke pantai, banyak banget bule yang gak pakai baju pokoknya mereka Maco" balas ibu Farah, ia sengaja pengen manasin hati anaknya surya.


Terlihat wajah bete Surya mendengar ocehan istri dan ibunya.


"Berisik banget yang ngomongin bule nih" celetuk Surya sambil terus menatap kedepan menyetir mobil.


"Apaan sih, jangan ikut campur urusan wanita" ucap Clara sengaja.


"Aku juga bisa tuh liat bule cewek yang pakai bikini doang buanyak, nanti aku bakal ajak kenalan mereka" balas Surya.


Terlihat wajah cemberut Clara saat Surya mengatakan cewek bule, Clara langsung saja mencubit perut suaminya.


"Tidak, kamu harus tutup mata" ucap Clara.


"Gak mau, kamu juga apaan mau liatin tuh cowok bule sama ibu" balas Surya sambil melet .


"Iihhh kamu" Clara langsung menjewer telinga suaminya.


Ibu Farrah tertawa melihat tingkah anak dan menantunya.


"Kalau ibu bebas dong" seru ibu Farrah.


"Gak boleh" Clara dan Surya berucap barengan.


Ibu Farrah tertawa lagi mendengar mereka berucap secara bebarengan.


🌾🌾🌾


Di rumah sakit


Clery tersenyum bahagia, membuat Rey senang, karena sebentar lagi Clery akan segera melihat.


"Rey, aku sangat senang sekali besok aku akan operasi mata. Hmmm siapa yang donorin mata buat aku?" tanya clery penasaran.


"Aku belum tau pasti sayang, soalnya dokter tidak mau memberitahukan tentang hal itu" balas Rey sambil menyuapi istrinya makan.


"Kok begitu sih Rey, aku kan jadi penasaran" Clery cemberut sambil menatap kosong ke arah depan.


Setelah itu, Nenek Sukma datang menjenguk Clery, Nenek Sukma pun terlihat senang, melihat mereka rukun dan saling melengkapi.


"Semoga operasi besok lancar ya sayang, nenek cuma bisa mendoakan kamu, maafkan nenek semua ini atas keegoisan nenek sayang" ucap nenek Sukma.


"Tidak usah minta maaf nek, ini semua sudah nasib Clery nek" balas Clery tersenyum.


Mereka melanjutkan percakapannya, Rey pamit keluar untuk mencari udara segar.


Tak di sengaja Rey melihat sekilas orang yang mirip Dewi yang menuju ke ruangan spesialis kandungan.


Sudah dua Minggu Dewi di bebaskan dari penjara, alasannya jaminan dan juga sedang mengandung. Rey langsung mengikutinya dan menunggu dewi keluar dari ruangan.

__ADS_1


Sudah 10 menit Rey menunggu di luar karena memang penasaran. Setelah itu Dewi keluar bersama sang dokter kandungan, Rey mencoba menutupi wajahnya sama majalah yang ada di meja.


Rey mendengarkan ucapan mereka, Terdengar suara Dewi menangis, entah kenapa dia menangis Rey semakin penasaran.


"Kamu yang sabar ya Dewi, semoga saja nanti dapat gantinya" ucap sang dokter pada Dewi.


Setelah beberapa saat, Dewi pamit kepada Sanga dokter dan berlalu pergi dari rumah sakit.


Rey bingung dan penasaran atas ucapan dokter pada Dewi tadi. Setelah itu Rey melanjutkan pergi mencari makanan menuju kantin rumah sakit.


Setengah perjalanan menuju kantin, Rey di hadang oleh Dewi secara tiba-tiba.


"Hai sayang, akhirnya kita bertemu lagi, setelah sekian lama kita tidak berjumpa, akibat aku kau jebloskan ke penjara. Dan kamu tau, aku kehilangan bayiku di dalam kandungan dan ini semua akibat ulah mu yang menjebloskan aku kepenjara." Desis Dewi sambil memincingkan matanya ke arah Rey.


Rey hanya tersenyum kecut dan membalas ucapan Dewi.


"Itu bukan salahku, tapi itu salah mu sendiri. Aku harap kamu segera sadar dan insyaf" balas Rey tenang.


"Lancang sekali kamu, seminggu lagi suamiku juga bakal pulang dari penjara. Dan harus kau ingat, aku dan suamiku akan membalas semua atas perbuatan mu yang telah menjebloskan kita ke penjara" ancam Dewi, ia pun langsung pergi meninggalkan Rey yang mematung.


🌾🌾🌾


Dua jam telah berlalu


Kini Clara, Surya dan ibu Farrah sudah tiba di Bali, mereka langsung ke Apartemen milik mereka yang ada di Bali.


Di dalam mobil Clara terlihat pucet, badannya melemas dan langsung saja merasa mual.


"Honey, aku kok mual dan juga tidak enak badan. Tidak biasanya aku kayak gini, mungkin aku masuk angin" ucap Clara sambil memijit keningnya pakai frescare.


"Sebaiknya kita istirahat dulu di sini agak lama, lagian kita juga punya Apartemen ini. Kasian Clara kalau misal sekarang dia tidak enak badan" usul ibu Farrah.


Surya dan Clara setuju atas usulan yang di ucapkan ibunya. Dan juga Surya masih bisa mengerjakan tugasnya di Bali, karena ada cabang perusahaanya sebagian di Bali juga.


Jadi ia tidak perlu khawatir untuk pulang ke Jakarta.


Clara langsung tertidur di mobil, Surya mengelus kepalanya pelan sambil mengecupnya.


Setelah beberapa menit dalam perjalanan mereka sampai di Apartemen miliknya.


Clara masih tertidur, Surya enggan untuk membangunkannya maka dari itu ia langsung menggendongnya masuk ke dalam. Terlihat pucat sekali wajah istrinya membuat ia merasa khawatir.


🌾🌾🌾


Di rumah sakit Jakarta


"Aku mohon Dok, jangan beritahu Clery soal ini" ucap wanita itu di ruangan dokter.


"Hmmm, pasien memaksa saya untuk mengatakan siapa pendonor untuk matanya, apa yang harus aku lakukan?" tanya dokter kepada wanita yang tengah memohon padanya di ruangan.


"Bilang saja, bahwa saya tidak mau bertemu dengannya setelah aku sudah mendonorkan mataku" balas wanita itu.


"Baiklah, saya turut prihatin padamu" ucap dokter sambil menghembuskan nafasnya berat.

__ADS_1


"Terima kasih banyak dok, maafkan aku, karena aku selalu merepotkan dokter" ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya, ia langsung pamit dari ruangan dokter.


"Wanita itu, apa yang akan terjadi setelah dia mendonorkan matanya" ucap sang dokter, ia pun langsung kembali mengerjakan tugasnya lagi menuju ruangan UGD untuk menangani pasien yang lain.


Di ruangan Clery menghubungi mamah shiren, dirinya merasa kangen pada mamahnya itu.


Clery menyuruh Rey untuk menghubungi mamahnya. Mamah shiren mengangkat telephone dari menantunya Rey.


"Hallo Rey, ada apa? tanya mamah shiren.


"Clery ingin mamah ke sini, katanya sih kangen sama mamah" balas Rey.


"Baiklah mamah juga hari ini rencana mau ke sana, sekarang mamah siap-siap dulu sambil mencari supir mamah" ucap mamah shiren.


Telephone mereka pun berakhir, sekarang mamah shiren bergegas pergi menuju rumah sakit.


Dirinya juga sudah merasa sangat kangen, karena memang mamah shiren agak sibuk dengan kegiatan barunya, ia sering mengunjungi panti asuhan dan memberi donasi santunan untuk anak yatim.


Mamah shiren menghembuskan nafasnya berat, ia tak kuasa bila bertemu sama Clery, hatinya sangat hancur melihat kondisi anaknya yang sekarang.


Clery merasa lega, karena mamahnya akan segera datang menjenguk dirinya. Clery pun tau mamahnya sekarang lagi sibuk sama kegiatan barunya. Hingga Clery bisa memaklumi mamahnya yang jarang datang ke rumah sakit.


#Hallo semuanya, aku membawa info penting !!!


Apa kalian setuju kalau Novel ini tamat bulan depan 😁😁


Aku tunggu jawaban dari kalian oke.


Dan ada lagi, add FB-ku @Naura Shafa mahbubbah. Karena aku jarang banget buka IG, jadi add FB aku saja.


kalau ada yang berpikiran begini.


Ngasih pulsa, pasti nyogok πŸ™„


No no no aku bukan nyogok, tapi buat kalian tambah semangat like, komen, kasih hadiah dan vote. Dan jangan lupa pavoritekan novelku di keranjang kalian ehehehe.


Aku sengaja adain doorprize ini, biar kalian selalu semangat terus bacanya πŸ˜‚


Yang kasih banyak hadiah bunga, berhak mendapatkan hadiahnya.


Kalian baca karyaku pakai kuota kan, nah aku cuma kasih semangat saja buat kalian yang telah dukungan karyaku πŸ˜‚


Walaupun karyaku ini masih amuradul.


Jadi begini, sampai awal bulan siapa yang banyak memberikan hadiah bunga aku kasih doorprize.


* Juara 1 pulsa 50k


* juara 2 pulsa 25k


* juara 3 pulsa 25k


Jadi untuk itu Add fbku biar aku bisa komunikasi sama kalian untuk menghubungi siapa pemenangnya.

__ADS_1


Semoga kalian sehat selalu 😘😘😘


__ADS_2