Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Makan bakso


__ADS_3

Di restoran Clara bingung mau makan apa, ia sungguh tidak mengerti sama menu makanan yang ada di restoran ini.


Surya mengerutkan keningnya, ia heran kenapa Clara dari tadi cuma buka tutup buku menu makanan. Ia langsung menanyakan hal itu, karena membuat Surya heran dan pusing melihatnya.


"Kamu kenapa dari tadi cuma tutup buku menu makanan saja sih? aku sangat lapar, apa kamu tidak mau makan?" tanya Surya sambil memegang dagunya.


"Aku tidak mengerti! kenapa di sini tidak ada bakso sih bos? aku sangat suka bakso. Semenjak aku hilang ingatan, aku jadi jarang makan bakso yang ada di pinggir jalan." Ucapan Clara membuat Surya menohok tidak percaya.


Surya tidak pernah makan bakso seumur hidupnya. Dan sekarang ia malah di ajak makan bakso sama Clara.


"Aku belum pernah makan bakso, rasanya seperti apa sih?" tanya Surya penasaran.


"Pokoknya mantep banget Bos, bisa-bisa jadi ketagihan." Seru Clara membuat Surya merasa penasaran sama bakso.


"Ya sudah ayo kita cari bakso saja, dari pada kamu kelaparan tidak makan." Ujar surya sambil berdiri kemudian menarik tangan Clara menuju luar restoran.


"Bos, pelan-pelan dong?" ucap Clara merasa sebal kepada Surya.


"Ayo masuk jangan bawel!" ucap Surya sambil membukakan pintu mobilnya untuk Clara.


Merekapun langsung melanjutkan perjalanannya, mencari bakso di pinggir jalan sungguh ini tidak mudah. Karena Clara memilih tukang bakso yang menurutnya belum ada yang tepat di hati.


Setelah berputar-putar, cukup lama, membuat Surya agak kesal sama tingkah laku Clara. Akhirnya mereka mendapatkan tukang bakso yang menurut Clara bakalan enak.


"Ayo, bos kita turun, pokoknya bakso tuh enak, jangan khawatir bakso terbuat dari daging sapi pilihan." Seru Clara sambil mengacungkan kedua jempolnya.


Surya cuma menuruti ucapan Clara, mereka langsung turun dari mobil dan memilih tempat duduk. Clara pun langsung memesan baksonya dua porsi.


🌸🌸 🌸


Sedangkan di rumah bibi, Clery merasa bingung, mereka harus mencari ke mana Clara saat ini.

__ADS_1


Clery langsung menghubungi temannya yang sama mengenal Surya.


Setelah mereka menunggu, akhirnya Clery langsung memutuskan panggilannya itu. Terlihat wajah Clery berseri. Ia sudah mendapatkan alamat yang tepat, rumah Surya sudah mereka ketahui di mana ia tinggal.


Kemudian mereka pamit kepada bibi Clara. Bibinya cuma bisa pasrah dan cuma bisa mendoakan mereka semua.


Mereka masuk ke dalam mobil, rasa lelah yang ada di benak mereka memutuskan untuk menginap di hotel.


"Gue harap Clara tidak di apa-apain sama pria brengsek itu" ujar Rey raut wajah penuh emosi.


"Sabar bro! semoga saja Clara baik-baik saja" ucap Darren. Ia merasa khawatir kepada adik bungsunya itu, Ia pun sama merasa bingung bagaimana nanti pulang kerumah. Apa yang harus ia katakan kepada orang tuanya, bahwa Clara tidak ada di kampungnya. Hal ini membuatnya bingung.


"Semua ini salah gue" ucap Rey memukul stir mobil, Mereka cuma bisa menenangkan Rey yang sedang kacau pikirannya.


"Kita pasti menemukan Clara" ucap Clery sambil mengusap punggung Rey.


"Maafkan gue yang telah merusak kebahagiaan adik kalian" ucapan Rey membuat Kevin, Daren dan juga Clery merasa bangga. Rey sangat tangguh dan bisa mengakui kesalahannya.


🌸🌸🌸


Di tempat lain Clara memasuki mobil bersama Surya. Mereka melanjutkan perjalanannya, hingga Clery merasa sangat lelah, ia langsung meminta ijin untuk tidur.


"Bos, aku ngantuk banget, habis makan bakso rasanya kenyang, dan sangat ngantuk sekali." ucap Clara menguap sambil menutup mulutnya.


"Kamu kenapa doyannya tidur terus? awas saja nanti kalau lagi bekerja kamu jangan tidur terus." Ujar Surya ketus langsung melirik ke arah Clara, tapi sayangnya Clara sudah tidur pulas Surya mendengus kesal.


"Sial banget sih gue, di bikin bete terus sama ini cewek! niat mau ngerjain dia malah gue yang dia kerjain." Ucap Surya sambil terus menyetir mobilnya.


Ia merasa aneh, setiap ucapan yang terlontar dari mulut Clara ia reflek tidak bisa marah atau pun membantah. Ia heran kenapa jadi lemot kaya gini, semenjak dia kenal Clara.


"Sangat menyebalkan, pokoknya gue gak boleh jatuh hati pada wanita sialan ini. Bisa-bisanya dia meluluhkan hati gue, punya mantra apaan sih dia?" Surya terus saja mengomel sepanjang perjalanannya.

__ADS_1


Akhirnya ia tiba juga di rumah miliknya, Surya melirik ke arah Clara tapi masih terlelap tidur. Ia langsung menyuruh bawahannya untuk membawakan tas Clara yang berisi baju di mobil.


Surya merasa bingung, ia harus membangunkan atau menggendong Clara ke dalam rumah, Rey mengusap wajahnya kasar.


"Sial banget sih gue, harus Gendong dia!" dengus Surya langsung mengangkat tubuh Clara ke dalam rumahnya.


Di dalam rumah, langkah kaki menuju kamar yang sudah di siapkan untuk Clara. Surya terus menatap wajah Clara yang sangat cantik dan juga bisa memikat hatinya yang keras. Ia baru merasakan debaran gejolak yang ada di dadanya lagi, setelah sekian lama membeku.


Selama ini, yang ada di hati Surya hanya kebencian saja. Ia sudah lupa bagimana rasanya jatuh cinta lagi. Sehingga ia menutup hati untuk perempuan yang mau masuk ke relung hatinya.


Sekarang Surya punya perasaan yang dulu pernah ia rasakan. Debaran jantung seolah-olah mau loncat keluar, ia tak kuasa menatap wajah Clara hingga ia langsung menurunkan Clara secara kasar, Surya menaruh Clara ke kasur empuk dengan cara kasar.


Sontak saja Clara langsung bangun. Ia syok sudah berada di dalam kamar yang menurutnya lumayan sangat bagus untuk asisten seperti dia.


"Aww...! bos kenapa kamu membantingku seperti bantal. Ini sangat menyebalkan bagiku?" seru Clara langsung bangkit dari kasur empuk.


"Segini saja kamu merasa kesakitan! padahal ini kasur empuk bukan lantai yang keras" ujar Surya memasang wajah tanpa dosa, ia langsung duduk di pinggir kasur dekat Clara.


"Ini keterlaluan bos, kalau gak mau gendong ya bangunkan saja gak usah main lempar segala.! Ucap Clara langsung turun dari kasur. Ia mencari tas miliknya.


"Bos mana tas yang berisi bajuku?" tanya Clara sambil mondar mandiri mencari tas miliknya.


"Ya ampun kamu sangat menyebalkan sekali, tas mu sudah di bawa sama bawahanku mungkin sebentar lagi dia ke sini" ucap Surya enteng.


"Untunglah kalau sampai hilang awas saja bos akan ku cakar wajahmu?" ancam Clara sehingga membuat Surya tertawa renyah.


"Kamu ini, isi cuma baju doang sampai segitunya?" seru Surya menahan tawanya.


"Tidak ada yang lucu bos, karena di tas itu ada potoku sama Poto orang tuaku yang sudah meninggal." Mendengar ucapan Clara Surya langsung berhenti dan mulai menghampiri clara yang tengah berdiri di hadapannya.


Clara melangkah mundur ketika Surya mendekatkan dirinya ke arah Clara. Suara ketukan pintu menghentikan langkah Surya, ia langsung melangkah menghampiri pintu, Clara mengusap dadanya sambil membuang nafas pelan.

__ADS_1


__ADS_2