Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Pemakaman palsu Season2


__ADS_3

Pagi ini, semua orang lagi sibuk mengurus pemakaman Surya. Clara menangis terlihat juga ibu Farrah tidak berdaya, Dewi yang melihat mereka lagi mengubur jenazah Surya tertawa dan merasa senang.


Dia bersembunyi di semak-semak dekat kuburan Surya. Kaca mata hitam yang terpancar dari matanya, ia terlihat paling bahagia, hatinya sangat senang dan juga lega. Karena musuh yang ia takuti beneran sudah tewas di tangannya.


"Tidak sia-sia aku menembakmu kemaren Surya. Akhirnya tidak ada yang akan menghalangiku lagi untuk menghancurkan orang-orang yang gue benci. Termasuk Clara, dia sudah berani meninjuku dengan sangat kasar, sekarang dia tidak akan ada yang melindunya ahahahah." Desis Dewi sambil terus memperhatikan mereka yang sedang bela sungkawa.


Clara menangis mengusap nisan yang bertulisan Surya. Ia mengusapnya dengan sangat lembut, membuat dirinya tersenyum kemenangan karena misinya sudah berhasil. Clara tau Dewi ada di sana sedang memperhatikan ke arah kuburan.


"Bu, kita pergi saja, Dewi ada di sini. Dia pasti ke sini setelah kita pergi." Ucap Clara pelan sambil menabur bunga di atas kuburan.


"Sabar ya sayang, sekarang Surya sudah tidak ada lagi di sini. Kita cukup doakan saja semoga dia bisa menghantui orang yang telah membunuhnya." Ucap Ibu Farrah keras supaya terdengar oleh Dewi yang kini masih mengintip di semak-semak.


"Ayo Bu, kita pergi kasian Baby Zi dan Baby Zo kita tinggalkan di rumah." Ujar Clara sambil bangkit dan pergi meninggalkan kuburan batang pohon pisang.


"Ini kesempatanku untuk pergi ke sana hahahah, malang banget nasibmu Surya, so jagoan padahal nyalimu menciut dua dor saja sudah mati hahahah." Dewi tertawa, ia pun langsung menghampiri makam batang pohon pisang yang sudah di taburi bunga.


Namun ia mengingat kata-kata Ibu Farrah saat ia bicara akan menghantui orang yang telah membunuhnya.


"Ah, jaman modern gini gak bakalan ada hantu hahahah gue dor saja nanti kalau misal ada hantu si Surya ini." Ucap Dewi di atas kuburan Batang pohon pisang.


"DEWI."


"Siapa itu, kok suaranya ada di bawah kuburan ini, ah ini halusinasiku saja." Ucapnya.


"DEWI," suara itu sangat jelas lagi di dengar Dewi. Ia begiding takut dan langsung lari terbirit-birit menuju mobilnya dan langsung mobilnya tancap gas.


Anak buah Surya tertawa terbahak-bahak melihat Dewi yang ketakutan mendengar suara rekaman di bawah tanah. Mereka langsung menuju makam palsu itu dan membongkar lalu, mengambilnya sambil tertawa lagi.


Di mobil, Ibu Farrah juga tertawa melihat Dewi terkocar-kacir ketakutan mendengar rekaman itu bersuara di dalam kuburan.

__ADS_1


"Dia penakut, laganya saja kayak wanita tangguh tapi sama hantu boongan saja dia takut heheheh." Seru Ibu Farrah tertawa bersama yang lainnya.


🌾🌾🌾


Di rumah, Surya lagi menggendong Baby Zo yang sejak tadi rewel. Baby Zi sama ikut-ikuttan menangis, membuat Surya kewalahan sama kedua Twins-nya.


"Punya Baby Twins boy tuh rasanya mantap banget, belum kelar nenangin yang satu. Satu lagi nyusul nangis, aduh Ibu sama Sayangku kenapa mereka lama sekali di makam." Ucap Surya, ia merasa keteteran, mana hari ini pas banget pengasuh Baby Twins Boy mereka libur.


Tak berselang lama, Clara dan juga yang lainnya datang. Hati Surya lega, akhirnya ia bisa istirahat.


Dari bawah terdengar jeritan Twins mereka menangis. Ibu Farrah dan yang lainnya langsung saja bergegas menaiki tangga untuk melihat situasi di kamar Surya.


Pintu mereka buka, dan terdapat Surya lagi memakaikan pempers Baby Zi. Terlihat juga Baby Zo menangis di sampingnya, membuat yang lain melihat Surya sedang krepotan tertawa sambil menghampirinya.


Surya menghembuskan nafasnya dalam. Clara langsung memeluk suaminya dari arah belakang. Ia merasa bangga punya suami yang mau mengurus Baby-nya.


"Kalian istirahatlah, biar Ibu yang akan menenangkan Baby Zo." Seru Ibu Farrah sambil melangkah keluar.


Tidak lupa Baby Zi juga di ambil sama Bodyguard mereka untuk menghibur anak Bosnya.


"Saya bawa ya Bos, biar kalian bisa berduaan tanpa ada yang mengganggu." Ujar Bodyguard Izal membawa Bawa Baby Zi.


"Aku sangat beruntung punya istri seperti kamu, dari tadi aku sibuk menenangkan mereka berdua." Ujar Surya sambil mencium kening istrinya.


"Kasian banget kamu honey, pasti sangat repot hahaha." Clara tertawa.


"Seneng banget yah liat suaminya kerepotan." Ujar Surya.


"Hmm, berlatih dari sekarang, kita akan mengurus mereka dengan sangat baik. Hingga mereka besar nanti." Ucap Clara sambil di peluk oleh Surya.

__ADS_1


🌾🌾🌾


Di rumah sakit.


Rey melamun, ia masih memikirkan Clara kemaren saat ia melihat tangan Clara berpegangan sama Surya. dirinya merasa tidak rela melihat itu semua, tak lama dari itu. Kevin muncul menjenguk Rey yang sedang berbaring lemah di ranjang perawat.


"Bagaiman kabarnya,?" Ucap Kevin sambil duduk di pinggir Rey yang sedang tiduran.


"Kurasa, sekarang aku sudah mulai baik, bagaimana keadaanmu saat ini Vin,?"tanya Rey.


"Seperti yang kamu lihat, hmm. Clery belum sadar, aku harap dia segera bangun biar kalian bisa bersama lagi. Apalagi ada Baby Twins Girls, pasti kalian tambah harmonis." Ujar Kevin sengaja.


"Ah lho, tau dari mana. Sedangkan aku masih mengharapkan Clara sampai saat ini." Ucap Rey memalingkan mukanya.


"Lho jangan egois Rey, Clara sudah bahagia bersama Surya. Hargai Surya dia adalah suaminya Clara, aku pun begitu, dulu sangat mencintainya. Namun aku berusaha untuk menutup hatiku untuknya, dan perlahan aku sadar. Clara hanya pantas menjadi adik angkat gue, dan lho tau? gue selamanya tidak akan bisa memiliki dia. Gue lebih pantas dia jadi adik gue selamanya, tanpa ada rasa yang lebih." Terang Kevin, biar Rey juga sadar.


"Itu sih lho Vin, tapi gue berbeda. Gue belum bisa melupakan mantan istri gue. Walaupun kita tidak bisa bersatu tapi rasa cinta dan sayang masih ada untuknya." Ujar Rey terus terang.


"Lho hargain Clery, dia banyak berkorban buat lho. Dia juga sudah memberi keturunan yang sangat cantik untuk masa depan kalian nanti. Lho jangan sakiti dia, hargai dia sebagai istri lho saat ini. Itu yang gue harapkan dari lho." Ujar Kevin, lalu ia pun menghampiri Clery yang sedang terbaring lemah bersama selang oksigen dan infusan di tangannya.


"Lihat ini Rey, dia koma itu karena sudah mengeluarkan keturunan dari lho! sebelum nanti lho menyesal karena sudah menyia-nyiakan pengorbanan istri lho ini. Kurang apa Clery padamu? dia cantik dan ingat dia adalah cinta pertamamu dan bukan Clara. Gue harap lho sadar itu." Tegas Kevin, ia merasa kesal sama Rey.


"Gue harap lho cepat sadar Clery, itu yang gue inginkan sekarang. Gue yakin lho pasti senang melihat gue sudah ada lagi di sini, kita berteman baik bahkan gue dulu berharap kamu bisa aku miliki. Namun semua sudah jalan takdir kita, lho tidak bisa gue miliki, seperti gue tidak bisa memiliki adik lho Clara. Dan sebentar lagi gue juga mau menikah, gue harap lho cepat sadar, biar lho bisa hadir di acara pernikahan gue." Ujar Kevin sambil menggenggam tangan lemah Clery.


Setelah itu, Kevin mengusap wajah Clery lembut, lalu pergi keluar. Rey yang melihat itu kesal.



Waaahhh, pengumuman Hadiah dukungan satu hari lagi, ayoo kalian terus tambah. Besok aku umumin pemenangnya.

__ADS_1


__ADS_2