Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Bodyguard buat Clara Season2


__ADS_3

Pagi sudah tiba, sekarang jam lima, Clara membangunkan tidur suaminya. Seperti biasa Clara menyuruhnya untuk shalat subuh, Surya mengerjap-rejapkan matanya, karena memang ini masih sangat pagi bagi Surya.


"Sayang bangun dong, ini sudah jam lima subuh, ayo cepat bangun. Aku kasih kamu hadiah." Ucap Clara sambil menarik-narik tangan Surya, yang masih menempel di batal kesayangannya.


"Duh, aku tidak biasa bangun sepagi ini" ucap Surya sambil bangun mengerjapkan kedua matanya.


"Kamu kayak anak kecil saja, ayo cepat mandi terus shalat, aku kasih hadiah istimewa buat kamu." Seru Clara ia langsung mencium Surya sekilas dan langsung pergi berlari meninggalkan suaminya yang masih bengong pagi-pagi buta.


"Ada apa ini, tadi dia panggil aku sayang, dan sekarang dia menciumku. Oh ini kejutan pagi hariku hahahay." Seru Surya bersemangat lalu bangun dan langsung pergi ke kamar mandi.


Clara pergi ke dapur, ia membuatkan empat cangkir teh manis. buat bibi, mertua dan juga suaminya, kebetulan bibinya sudah ada menyapa Clara yang sedang sibuk membuatkan sarapan pagi di dapur.


"Clara" ucap bibi sambil melangkah menuju tempat di mana Clara sedang membuat sarapan.


"Eh bibi, ada apa Bi?" jawab Clara sambil tersenyum ke arah bibinya.


"Bibi mau pulang nanti jam tujuh, soalnya tetangga bibi SMS anak bibi sudah pulang kampung, kamu gak apa-apakan bibi tinggal." Terang bibi sambil membantu Clara membuatkan sarapan pagi.


"Gak apa-apa kok bi salam yah buat Eza, Clara kangen, bilangin nanti Clara main ke kampung sama Surya." Seru Clara sambil tersenyum senang.


"Jaga dirimu baik-baik sayang, bibi Selalu mendoakan mu." Ujar bibi sambil mengusap kepala Clara.


Semua sudah selesai Clara dan bibi langsung beranjak untuk membawakan sarapan pagi ke tempat meja makan. Clara pergi pamit untuk memberikan teh manis buat suaminya Surya.


Langkah demi langkah Clara menuju kamarnya, ia masih bingung, ucapan tadi pagi yang terlontar dari mulutnya membuat Clara jadi gugup untuk menghadap suaminya. Clara keceplosan, makanya ia langsung lari terbirit-birit meninggalkan Surya di kamarnya.


"Ahhh sial banget aku ini, ucapan itu sungguh tidak aku duga, apa aku tarik lagi kata sayang itu." Ucap Clara perlahan sambil membuka pintu kamarnya.


Pintu terbuka terlihat Surya sudah memakai baju yang sering ia gunakan untuk pergi ke kantor. Surya sadar kehadiran istrinya, ia langsung membalikan badannya dan langsung tersenyum ke arah Clara.


"Kamu sangat cantik sekali pagi ini sayang, apalagi tadi vitamin paginya membuat aku ketagihan" Seru Surya, ia langsung melilitkan tangannya ke pinggang ramping Clara dari belakang.


Debaran jantung mereka beradu, serasa mau copot, Clara menjadi gugup, ketampanan Surya membuat Clara kagum.


"Apaan sih, aku keceplosan tadi, aku tarik lagi ucapanku." Jawab Clara sambil memutarkan tubuhnya ke arah wajah Surya.


"Minum dulu tehnya, kita ke bawah, bibi mau pulang ke kampung, soalnya anak bibi sudah ada di rumah." Terang Clara


"Baiklah anak buahku yang antar bibi langsung kerumahnya" ucap Surya, ia langsung mengecup kening istrinya sambil mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Ayo kita turun ibu dan bibi pasti sudah menunggu kita dari tadi" ujar Clara sambil tersenyum, lalu Surya menggandeng tangan Clara menuju ke bawah untuk sarapan pagi.


Mereka langsung turun tangga, ibunya tersenyum ke arah mereka. Termasuk bibinya yang sudah berada bersama mertua Clara.


Bibi Clara merasa sangat beruntung mengenal keluarga Surya yang sangat baik dan tidak memandang dari segi materi. Membuat bibinya sangat bersyukur Clara mendapatkan Surya.


"Aduh ini pengantin, tangannya saja coba lihat tidak mau lepas satu sama lain. Eh kok kamu pakai baju kantor sih nak, hari ini kamu harus libur dulu, masa pengantin baru malah langsung kerja sih." Terang ibu Surya sambil menggelengkan kepalanya, yang kini berada di meja makan.


"Ada rapat mendadak jam delapan pagi ini, dan rapat itu sangat penting untuk perusahaan kita." Jawab Surya sambil duduk di kursi kerja makan.


"Ya sudah, tapi habis rapat kamu harus langsung pulang, kasian istrimu masa pengantin baru sudah kamu tinggal sih." Seru ibu Farah


"Baiklah ibu" ucap Surya sambil melihat ke arah istrinya.


Setelah mereka sarapan pagi, bibi Clara pamit untuk pulang, ia di antar anak buah Surya pakai mobil pribadi. Bibi Clara menitipkan keponakannya itu pada Surya dan ibu mertuanya. Tidak lupa juga Clara memberikan sedikit uang untuk bekal bibinya di kampung.


Mereka berpelukan dan menangis, terlihat ibu Surya menteteskan air matanya. Melihat mereka berdua ibu Farah jadi terharu, Bibi Clara akhirnya masuk ke dalam mobil menuju kampung halamannya.


Clara merasa sedih, baru kali ini bibinya menginjakkan kakinya ke Jakarta, tadinya mau di ajak jalan-jalan dulu. Namun putra bibinya sudah ada di kampung, membuat bibinya harus pulang secepatnya.


Surya juga pamit untuk pergi ke kantor, Clara mencium tangan suaminya dan memberi senyuman manisnya.


"Sudah cepat sana nanti kamu telat" Seru Clara sambil mencubit perut suaminya.


Surya terkekeh geli, ia pun langsung masuk ke dalam mobil, ia pergi ke kantor bersama anak buahnya.


Clara dan ibu Farah masuk ke dalam rumah, rencana Clara mau membereskan piring kotor bekas mereka sarapan pagi.


"Aduh sayang, nanti bi inah datang ke sini untuk membereskan semua kerjaan ini. Kamu duduk santay saja sama ibu ayo." Ucap ibu Farah mengajak Clara menuju ruang tv.


Tak berselang lama anak buah suruhan Surya datang memberi kabar. Hal itu mengejutkan Clara. ia langsung menghampiri anak buah Surya yang bernama Izal.


"Haaahhh kamu! oh aku tau, kamu yang dulu menodongku pakai Pisau itukan? ayo jawab? benar-benar yah bos kamu itu. Awas saja sepulang nanti akan aku kasih pelajaran sama bos mu." Bisik Clara, anak buah Surya gugup ia menelan berusaha menelan salivanya susah payah.


Ibu Farah bangkit dari sofa, ia langsung mengahampiri Clara dan anak buah Surya yang bernama Izal.


"Ada apa sayang" tanya ibu Farah.


"Tidak Bu, ini katanya anak buahnya Surya untuk menjagaku, katanya kemana saja aku pergi dia yang jaga." Jawab Clara sambil mendelikan matanya tajam ke arah anak buahnya itu.

__ADS_1


Terlihat sekali kecemasan dari raut wajahny anak buahnya.


"Iya nyonya saya yang di utus untuk menjaga tuan putri" ucap anak buah yang bernama Rizal.


Ucapannya membuat Clara dan juga ibu Farah langsung tertawa bersamaan.


"Apa kamu bilang tuan putri, ini sungguh melebaykan, siapa yang bilang aku tuan putri membuat aku geli saja mendengarnya." Ujar Clara sambil menyipitkan matanya


"Tuan besar yang menyuruhku" ucap Rizal gemetar.


Haa....haa.., bos kamu itu sangat lebay ,sudah kamu panggil saja aku nyonya Clara, itu saja sudah cukup." Ujar Clara ia langsung beranjak pergi dari hadapan izal.


Ibu Farah masih tertawa di belakang membuat ia sakit perut.


"Dikira keluarga kita kerjaan apa" seru Clara sambil duduk kembali.


"Duh Clara, ibu sangat bahagia, punya menantu seperti mu, membuat ibu awet muda saja Selalu tertawa." Seru Ibu Farah, ia langsung duduk kembali di samping Clara.


Tak berselang lama, ibu Farah mengajak Clara untuk pergi ke mall, ia ingin membelikan sesuatu buat menantunya. Menurut ibu Farah Clara pantas di beri hadiah untuk pernikahannya.


"Kita pergi ke mall saja ayo, mumpung ada bodyguard kamu tuh, dari pada dia gak ada kerjaan lebih baik kita pergi saja, dia yang menyetir mobilnya." Seru ibu Farah langsung di angguki Clara.


"Ayo kita siap-siap, izal siapkan mobil buat kita ke mall, nanti kamu ibu traktir baju di sana." Ucap ibu Farah sambil melangkah pergi ke arah kamar.


Clara merasa sangat senang, ia mempunyai mertua yang sangat baik dan memperlakukan-nya seperti anak sendiri. Sungguh ini di luar dugaan Clara, membuat Clara senyum-senyum sendiri di buatnya.


Beberapa menit kemudian, Clara dan ibu Farah sudah bersiap untuk pergi berbelanja. Ia langsung menaiki mobil, sambil di gandeng tangannya sama ibu Farah.


"Ibu sangat bahagia banget Cla, ada kamu di rumah gak kayak goa lagi sepi banget, ibu merasa sangat terhibur atas kehadiran mu sayang." Ujar ibu Farah sambil terus memegang tangan menantunya.


"Oh ia Cla, sebelum Surya kenal kamu, dia sangat dingin dan arogan banget, ibu sudah memperingati dia, jangan balas dendam itu tidak baik, tapi dia gak mau dengar dan akhirnya malah salah sasaran dan jatuh cinta sama orang yang ia culik sendiri." Seru ibu Farah membuat Clara dan dirinya tertawa bersamaan ibu Farah.


Tak terduga Izal yang sebelumnya cuek, setelah mendengar celetukan nyonya besarnya membuat ia tertawa juga.


🌸🌸🌸


Di kantor, Surya masih bingung ia mencari tau orang yang sudah meneror istrinya. Ia berpikir itu adalah perbuatan nenek sihir yang kemaren malam mengamuk di rumah Clara.


"Ini pasti ulah nenek sihir itu, awas saja tak akan ku biarkan dia menyentuh atau melukai istriku. Awas saja lihat apa yang akan terjadi sama nenek sihir itu, sungguh miris sekali, nenek yang seharusnya senang dan bangga mempunyai cucu seperti istriku, ini malah di hina. Awas saja tak akan-ku biar dia mengancam lagi, akan ku buat dia kapok sekalian agar dia tidak mengganggu istriku lagi." Terang Surya ia tatapan-nya tajam menyoroti luar jendela, kedua tangannya di masukan ke dalam saku celananya.

__ADS_1


Surya mengerahkan anak buahnya untuk menyelidiki si peneror itu. Membuat ia merasa lega karena sudah ada yang menjaga istrinya, Kemanapun Clara pergi, bila tidak bersamanya ia tidak perlu khawatir lagi. Sekarang Clara sudah punya bodyguard membuat Surya merasa tenang.


__ADS_2