Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Rencana busuk Rey Season2


__ADS_3

Clara masuk bersama Surya ke ruang jenazah. Jasadnya belum mereka mandikan karena baru datang juga ke rumah sakit.


Clara melangkah pelan, dirinya menghembuskan nafasnya berat dan terasa sesak di dadanya.


"Apa kamu tau siapa pelaku yang sudah membunuh Dewi,?" tanya Surya.


"Hmm, aku tau, tapi kita lihat saja, ada persengkongkolan juga sama Pak Polisi." Sahutnya sambil membuka jenazah dewi.


Saat kain putih itu di buka, Clara menangis dirinya melihat siksaan yang sangat kejam yang di berikan oleh orang itu.


Clara melihat sayatan sekujur tubuhnya, wajahnya babak belur dan membiru. Tak kuasa melihat jenazah Dewi, Clara menutup dan memeluk tubuh tegap tinggi milik suaminya.


"Kamu yang sabar Dewi, aku akan mengungkap orang itu dan akan aku buat dia sadar," lirih Clara meneteskan air matanya.


Bagi Clara, sesalah-salahnya orang, dia tidak berhak membunuh atau pun balas dendam terhadap Dewi.


Emosi dan dendam hanya orang-orang yang di selimuti setan dan jauh dari yang maha kuasa.


Clara merasa berat karena orang itu sangat berarti bagi Clara, tapi apa boleh buat Clara harus segera menyadarkannya.


"Sayang, lihat sini. Kita harus membantu Dewi menegakkan keadilan. Kita tau dia salah tapi tidak juga melihat jasad Dewi seperti ini, aku tidak bisa terima, bagaimana mungkin di sel tahanan bisa bekerja sama begitu. Apa karena uang mereka begitu sadis membiarkan orang yang sudah bertaubat dan akan menunggu eksekusi matinya malah mereka siksa. Apakah itu tidak cukup untuk mereka, aku memang membenci Dewi, tapi bukan ini yang seharusnya dia dapatkan. Dan aku juga sadar karena kamu telah menyadarkan aku dari dendamku pada David." Ucap Surya panjang lebar sambil memeluk istrinya Clara.


"Sekarang kita harus menemuinya, aku tidak mau dia malah senang dan tertawa melihat orang mati. Bukankah dia sama saja dengan Dewi yang dulu, sebelum dia bertaubat, aku tidak mau dia terjerumus ke dalam jurang yang sangat dalam." Ujar Clara sambil meneteskan air matanya.


"Kamu memang istriku yang sangat baik, hatimu sangat indah seperti berlian. Selalu memaafkan kesalahan orang lain termasuk aku suamimu. Terima kasih sayang, kamu memang istriku yang sangat aku sayangi, kita ungkap semuanya biarlah dia menanggung semua kesalahannya. Kalau pun kita membiarkan dia berkeliaran itu tidaklah baik." Seru Surya mencium kening istrinya.


"Memaafkan seseorang itu sangatlah sulit ketika orang itu membuat kesalahan yang sangat fatal. Tapi kenapa tidak, kita memaafkan mereka yang sudah menyakiti kita, sebisa mungkin kita harus berusaha membawa kata ikhlas di dalam hati kita, insya Allah, memaafkan dan mengikhlaskan semuanya akan terasa ringan di hati kita," sahut Clara.

__ADS_1


"Aku sangat beruntung sama kamu, tapi kenapa kamu tidak memilih Rey malah memilih aku," goda Surya. Dirinya ingin tau apakah Clara masih mencintai Rey dan terpaksa menikah dengannya.


"Kau ini, aku sudah memaafkan kesalahannya dan mengikhlaskan semua yang telah terjadi. Tapi untuk balik ke samping dirinya aku tidak bisa, semua itu menjadi trauma bagiku sendiri. Bukan berarti memaafkan dan mengikhlaskan semuanya bisa balik lagi, itu tidak mungkin cintaku sudah terhapus untuknya.


"Aku mencintaimu," kecupan mendarat di punggung tangan istrinya, Clara tersenyum.


Tak lama mereka keluar, karena Dewi akan segera di mandikan. Clara meminta autopsi untuk jenazah Dewi, dan usulannya itu di terima dengan baik sama pihak rumah sakit.


Clara merasa lega, tapi bagaimana dia bisa menyadarkan tersangka. Kalau pun Clara terang-terangan apa dirinya, akan kah dia menerima nasihat dari Clara, itu semua membuat Clara bingung.


🌾🌾🌾


Di rumah Mamah Shiren.


Dirinya benar-benar bingung, seharian ini Mamah Shiren memikirkan ucapan Nenek Sukma yang datang ke dalam mimpinya.


Tapi bagi Mamah Shiren itu hanyalah mimpi dan tidak nyata.


Tak lama, Darren datang, dirinya langsung duduk di hadapan Mamah Shiren.


"Kau ini, datang secara tiba-tiba dan pergi juga tidak ketahuan, hilangkan kebiasaan mu itu." Ucap Mamah Shiren.


"Hmm, Mamah juga hilangkan pilih kasih Mamah terhadap Clara, adilkan," sahutnya.


"Itu tidak mungkin Darren, sudahlah Mamah mau istirahat dulu," ucapnya sambil meletakkan teh yang ada di tangannya lalu meninggalkan Darren yang sedang kesal.


"Mamah pasti akan menyesal, Darren pergi dulu," ucapnya.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan, Mamah tidak akan menyesal, Clara juga punya Ibu Farrah sekarang yang selalu memperhatikan dirinya. Kamu lihatlah Clery, dia sendirian di rumahnya tanpa ada perhatian dari ibu mertuanya. Maka dari itu Mamah sangat menyayangi Clery lebih, di banding sama Clara." Balas Mamah Shiren.


"Stop, alasan Mamah tidak masuk akal di pikiran Darren." Sahutnya sambil melangkah pergi.


Mamah Shiren hanya menghembuskan nafasnya pelan, dirinya langsung masuk ke dalam kamar.


"Kasih sayangku tidaklah salah, yang salah adalah orang-orang yang selalu memaksaku untuk adil sama kasih sayangku kepada Clery." Ucapnya sambil membaringkan badannya ke atas kasur, lalu dirinya langsung tertidur.


🌾🌾🌾


Di kantor Surya.


Seketertaris-nya memberitahu bahwa malam nanti ada pesta, dan itu wajib untuk setiap pengusaha dan harus membawa pasangannya. Surya terkekeh lalu menghubungi Darren, pikir Surya Darren berangkat sama siapa ke pesta itu, dirinya punya pasangan saja tidak.


Surya mengirim notif pesan pada Darren. Surya tau bahwa semua perusahaan pasti berkumpul untuk acara pesta malam nanti.


🌾🌾🌾


Di kantor Rey.


Rey juga di beritahukan bahwa malam nanti harus menghadiri acara pesta kantor. Maka dari itu, Rey sangat senang karena bakalan bertemu sama Clara juga. Walaupun Clara datang bersama Surya dan dirinya sama Clery. Kebetulan di undangan pesta tersebut akan di adakan dansa setiap pengusaha..


Ide gila Rey muncul, baginya pesta ini sangat berarti untuknya.


"Malam nanti, pasti Clara tampil cantik, tidak sabar melihat pujaan hatiku. Clery bisa di atur biar dia tidak curiga hahaha." Rey tertawa sambil memandangi photo Clara yang ada di ponselnya.


Entah apa yang merasuki Rey saat ini, andai Clery tau kebusukan suaminya mungkin dirinya tidak akan kembali lagi kepada Rey.

__ADS_1


"Malam nanti akan menjadi momen yang paling indah untukku dan Clara hahaha," Rey tertawa lagi.


Jangan lupa dukungannya like, komen, hadiah dan vote terima kasih.


__ADS_2