Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Pemanasan dulu sebelum waktunya season2


__ADS_3

❤️❤️❤️ Impianku sangatlah sederhana, hanya ingin dicinta oleh orang yang kucinta, hanya ingin di anggap istimewa, walaupun banyak orang diluar sana yang jauh lebih sempurna dan hanya ingin kamu, bukan dia ataupun mereka. ❤️❤️❤️


Di rumah Surya


Sore ini, Clara, Surya ini farah sudah pulang dari pusat perbelanjaan-nya. Mereka terlihat sangat lelah, Ibu Farah langsung ke kamarnya untuk mengistirahatkan badannya yang terasa cape.


Begitu juga dengan Clara, ia meringis lelah sama Surya. Terlihat sekali wajah sayu, Surya merasa tidak tega, ia menggendong tubuh istrinya ke kamar mereka.


Tak sengaja Clara sudah tertidur di pangkuan suaminya, terlihat sekali wajah sayu nan cantik. Membuat Surya merasa gemas, lalu ia membuka pintunya secara perlahan.


Surya menidurkan tubuh istrinya ke atas kasur, lalu ia membaringkannya secara perlahan.


ia menyelipkan rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya ke belakang telinganya.


Debaran jantung Surya membuncah seperti biasanya. Ia menahan hastrat yang ada di dalam benaknya, Surya mendengus kesal karena istrinya belum juga bersih dari lahar merahnya.


"Sayang kamu sangat cantik sekali, tubuhmu menggairahakan sekali. Aku mohon cepatlah kering lahar merah." Ucap Surya pelan di dekat wajah istrinya, lalu mengecup keningnya dengan sangat lembut.


Surya mulai memantau burung kembar istrinya, jiwanya meronta-ronta meminta hal yang lebih.


Ia mulai membuka kancing kameja baju istrinya secara perlahan. Kemudian ia mengibaskan sedikit bajunya, supaya terlihat nyata burung kembar itu.


Matanya melotot, ia tidak menyangka burung kembar itu meresahkan jiwanya yang sedang meronta-ronta.


Ia mulai meraba dengan tangan laknatnya. Kemudian ia mulai mencium bibir seksi istrinya.


Clara membuka matanya, ia kaget suaminya sedang bermain liar di dadanya bersama tangan laknatnya yang kini merajalela kemana-mana.


Kecupan demi kecupan ia rasakan di dada yang sedang berlangsung. Clara menjengah terasa geli dan nikmat, ia kemudian, bersuara.


"Awww sakit honey, kau menggigit patuk burung kembarku" Ucapan istrinya membuat Surya kaget.


Ia baru sadar ternyata istrinya sedang menikmati setiap cumbuan yang ia lakukan.


"Kau bangun sayang, maafkan aku, burung kembarmu membuatku bergairah. Aku tidak bisa menahan gejolak yang ada di benakku." Ucap Surya bangun dari dada milik istrinya.

__ADS_1


Kemudian wajahnya mendekat ke arah wajah istrinya. Bibir mereka beradu kini permainan mulut mereka saling berlawanan. Mulut laknat Surya membludak ia menggigit bibir seksi istrinya secara perlahan.


Sudah 10 menit mereka bermain panas di atas kasur yang empuk, kini Surya meringis karena tidak bisa membobol mahkota suci istrinya.


"Sabar honey, aku sangat mencintaimu, suatu hari nanti akan aku kasih semua jiwa dan ragaku untukmu seorang. Hanya saja sekarang belum waktunya, mudah-mudahan saja besok atau lusa aku sudah bersih dari lahar merah." Ucap Clara panjang lebar sambil terus memeluk erat tubuh suaminya.


"Tidak apa sayang, aku sangat sayang dan sangat mencintaimu, burung kembarmu membuatku ketagihan ah manisnya dan terasa kenyal." Ujar Surya sambil memegang lagi burung kembar milik istrinya.


"Sudah cukup honey, aku mau mandi, kurasa sekarang sudah mau maghrib." Clara bangkit, ia mengancingkan kamejanya yang terbuka lebar, lalu ia menuju kamar mandi. Badannya terasa sangat gerah efek di cumbu sama suaminya.


Clara sudah di dalam kamar mandi, ia sedikit melamun kemudian tersenyum. Ia mengingat momen romantis barusan, ia sangat puas sama cumbuan suaminya.


"Oh ini sangat gila, kenapa aku memikirkan hal mesum itu" ujar Clara memukul kepalanya sendiri, kemudian ia bergegas untuk mandi secepatnya.


30 menit kemudian


Clara sudah mandi memakai baju kimono kesayangannya, ia sudah bersih cantik dan wangi. Ia berdiam diri di tepi tempat tidur menunggu suaminya yang sedang di kamar mandi.


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Clara langsung jengah dan melihat sekilas, terdapat suaminya memakai handuk pendek yang mengikat pinggangnya doang. Ia merasakan debaran hatinya yang bergejolak,


Ia memalingkan wajahnya, supaya tidak melihat tubuh kekar suaminya.


"Kamu pasti tergoda sama tubuhku ini" ucap Surya sangat pede.


"Apaan sih, kamu ini kepedean sekali, sudah sana ganti pakaianmu, sebentar lagi mau maghrib, aku di sini tiduran kamu shalat." Ujar Clara memalingkan wajahnya.


"Oke baiklah, tapi kasih aku kiss yang paling manis dari bibirmu yang aduhai mantapnya." Seru Surya menodongkan wajahnya ke arah istrinya.


"Kau sangat mesum sekali, mau pakai baju saja harus kiss dulu" ujar clara memanyunkan bibirnya.


Clara memberanikan dirinya untuk mencium suami mesumnya itu. Surya terkekeh geli melihat tingkah laku istrinya yang malu-malu kucing.


"Sudah sana ganti baju, takut nanti kamu masuk angin" bujuk Clara.


"Baiklah, tunggu di sini, aku sangat sayang kamu" ucap Surya mengecup bibir istrinya lagi.

__ADS_1


"Dasar mesum" ucap Clara sambil Kembali duduk.


Namun di benaknya Clara merasa nyaman dan damai berada di samping suaminya. Ia tersenyum sendiri mengingat tingkah konyol saat tadi sore.


❤️❤️❤️


Di rumah mamah shiren


"Mamah kenapa pulang sih, kondisi mamah sekarang belum stabil dan membutuhkan perawatan khusus." Desis Farrel suami mamah shiren, ia ngomel-ngomel sambil menyetir.


Nenek Sukma malah memalingkan wajahnya ke luar jendela, ia tidak mau mendengar ucapan anaknya itu. Menurut dirinya semua orang tidak waras, dia sehat tapi malah di paksa harus di rawat segala. Membuat ia tidak mau mendengar nasehat anaknya lagi.


"Diam kamu! mamah tidak suka kamu memaksa mamah untuk di rawat, sudah jelas-jelas mamah sehat begini. Dasar anak durhaka." Ucapan nenek Sukma menghancurkan hati Farrel, ia sangat kecewa atas sikap mamahnya.


Ia menyadari mamahnya sudah tidak waras, tapi untuk hal ini ia sudah tidak kuat lagi, dalam hatinya ia menangis.


"Andai saja mamah tidak sakit jiwanya, mungkin hidup kami rukun dan damai" Gumam farrel sambil menyetir mobil.


Tidak terasa mereka sudah tiba di rumahnya, mamah shiren langsung keluar duluan, ia sudah tidak tahan lagi berada sama orang yang keras kepala seperti mertuanya.


"Kasihan sekali suamiku, dia sudah berusaha yang terbaik untuk ibu kandungnya, tapi balasannya malah sangat menyakitkan. Rasanya aku ingin menyerednya kerumah sakit jiwa, agar dia sadar bahwa dirinya gila beneran." Gerutu mamah shiren sambil membuka pintu rumahnya.


Nenek Sukma keluar dari mobil, ia langsung menuju kamarnya. Mamah shiren sangat malas melihat mertuanya itu. Di benaknya ia pengen sekali membawanya kerumah sakit jiwa, biar anaknya juga Clara tidak perlu di khawatirkan. Itu yang membuat mamah shiren takut, sehingga ia terus mengawasi gerak-gerik mertuanya lewat anak buahnya.



**Hai semua


jangan lupa kasih like


komen


hadiah


vote

__ADS_1


Semoga kalian sehat selalu yah, biar tidak bosan baca karya amuradulku ini ehhehehe


selamat beraktivitas semuanya**.


__ADS_2