Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Bengkak semua Season2


__ADS_3

"Sudah sayang, ayo kita pulang, Mamah (Nenek Sukma ) sudah tenang di alam sana, kita doakan saja semoga beliau istirahat dengan tenang dan juga di tempatkan bersama orang-orang beriman." Ucap Papah Farrel memeluk tubuh sang istri di kuburan.


Nenek Sukma telah meninggal satu tahun yang lalu. Ia mengalami sakit parah hingga ia harus di rawat di rumah sakit dan mengakibatkan ia meninggal dunia.


Kepergiannya membuat Mamah Shiren bersedih. Ia selalu mengingat kebaikannya terhadap Mamah Shiren.


Nenek Sukma, wafat Agustus tahun lalu, tapi bagi Mamah Shiren kepergiannya terasa baru Minggu kemaren, ia sering mengunjungi makam Nenek Sukma sambil membawakan bunga mawar kesukaannya.


Setiap hari Juma'at Mamah Shiren tidak pernah absen dari makamnya.


"Mah, maafkan Shiren. Tenanglah di sana Mah, Shiren selalu mendoakan Mamah" ucap Shiren ia mengecup batu nisan yang bertulisan Sukma Wicaksono.


Setelah menyekar ke makam Nenek Sukma, mereka lalu pulang. Karena memang hari sudah agak siang, membuat ia merasa kepanasan.


🌾🌾🌾


Di rumah Surya.


Clara, melamun. Ia tidak biasanya kangen Nenek Sukma, Walaupun ia tidak begitu dekat namun hati dan perasaanya begitu melekat.


"Honey, aku kangen Nenek" ucap Clara sambil meneteskan air matanya.


"Cup cup cup, kita berdoa dan mengaji kirim dia hadiah, insya Allah dia tenang di alam sana" ucapan Surya membuat Clara merasa lega.


"Aku tidak bisa melupakan Nenek, dia baik padaku. Rasanya baru kemaren Nenek bilang mau menggendong anakku dan juga


Anak Kak Clery. Tapi lihatlah dia malah pergi dan tidak akan pernah kembali. Ya Allah berilah ia cahaya di alam sana, semoga Nenek meraskan apa yang aku rasakan saat ini." Ucap Clara sambil sesegukan menangis.


"Sudah sayang, kalau kamu terus menangis bayi kita stres dan juga Nenek pasti tidak mau melihat Cucunya menangisinya terus. Lebih baik kita ikhlaskan Nenek" ucap Surya sambil mengusap air mata yang berjatuhan dari pelupuk matanya.


🌾🌾🌾


5 Bulan kemudian

__ADS_1


Sekarang Surya tidak lagi mengidam, ia lebih fokus ke kehamilan istrinya.


Hingga ia pun rela lembur sampai larut malam, hanya untuk nanti mengambil cuti dan ingin menemani istrinya lahiran.


Jam menunjukan pukul 11 malam, Surya baru datang dari kantornya. Clara tersenyum ia langsung turun dari tangga untuk membuatkan teh manis buat suaminya.


Namun pas mau menginjak ke bawah lantai tangga. Surya tiba dan menuntun istrinya untuk berjalan.


Terlihat wajah Clara yang agak sedikit gendut karena efek ia hamil kembar. Perutnya yang semakin membesar 2x lebih besar dari kehamilan orang biasa.


Karena Ia hamil bayi kembar membuat dirinya merasa begah dan tidak kuasa menahan perut yang semakin terus membuncit.


"Jangan turun ke bawah, biar aku saja yang membuat teh sendiri" ucap Surya sambil menidurkan istrinya di atas Tempat tidur.


"Jaga kesehatanmu, 1 bulan lagi aku lahiran. Kamu harus selalu sehat honey, jangan terlalu memaksakan diri untuk selalu lembur" ucap Clara lembut sambil mengelus perutnya yang buncit.


"Jangan bicara seperti itu, aku sehat dan juga masih kuat ini untuk kebaikan kita. Aku gak mau kamu lahiran tanpa di temani suamimu ini, bisa-bisa aku menyesal seumur hidup karena tidak bisa menemanimu." Ucap lembut Surya.


Surya terus mengelus dan mencium perut buncit Istrinya.


"Kurasa aku tidak merasakan deh, cuma terasa begah Honey, Oh ia, mau kamu ambilkan bantal agak banyak untukku tidur biar agak nyaman. Aku tidak bisa nyaman kalau tidurku tidak di temani banyak bantal di pinggirnya" ucap clara.


Terlihat wajah cemas dan kasian dari wajah suaminya, melihat perjuangan istrinya yang mengandung anaknya.


Usia kandungan Clara menginjak 8 bulan. Jadi sekarang Surya lagi mengumpulkan cuti untuk bisa menemani istrinya lahiran nanti.


Pergi pagi pulang malam, membuat Clara merasa kasian melihat suaminya.


Kehamilan Clery juga mengisahkan banyak kisah, ia terlihat kesusahan dalam berjalan. Membuat dirinya selalu di ikutin Mamah Shiren. kemana-mana takut terjadi hal yang tak di inginkan.


🌾🌾🌾


Di kamar Clara, ia merasa sangat gerah hingga tiap mau tidur Surya selalu mengipasi dirinya supaya adem padahal pakai AC namun dirinya masih tetap merasa gerah.

__ADS_1


Kini Clara lagi di elus perutnya oleh Surya, terlihat sekali, tendangan sang bayi dalam perut istrinya terlihat aktif hingga Surya heboh sendiri ketika ia mendapatkan tendangan dari dalam perut sang istri yang begitu jelas terlihat.


sesekali ia menciumnya lagi lalu mengusap.


"Sayang, lihatlah mereka begitu lincah, apa tidak sakit sayang mereka bergerak aktif di dalam sana" tanya Surya.


Clara malah terkekeh dan langsung memencet hidung suaminya.


"Kau ini sangat lucu tentu tidak terasa apa-apa. Hanya panas gerah dan tidak enak banget tidur.


"Sabar ya sebulan lagi kita akan berjumpa sama anak kembar yang mungkin nanti akan menggemaskan. aku sudah tidak sabar menunggu mereka lahir kedunia ini" ucap Surya.


"Sayang, semoga perjuangan kamu melahirkan bisa di lancarkan, aku cuma bisa mendoakan kelahiranmu selamat. Apalagi ini kamu mengandung 2 sekligus membuat pikiranku cemas" ucap Surya lagi.


"Eh dia mendendang lagi, apa dia mau aku elus lagi perutnya" ucap Surya merasa kepo ia langsung turun dari tempat tidur untuk mengambil kipas. Untuk mengipasi istrinya yang selalu merasa gerah.


🌾🌾🌾


Pagi hari, terlihat Clara susah sekali untuk berjalan. Ia melangkah kedepan, satu langkahan saja penuh dengan perjuangan karena semakin besar perutnya, dan kakinya terlihat bengkak. Membuat Clara tidak percaya melihat tubuhnya menjadi bengkak semua.


Ibu Farrah lebih exstra menjaga menantunya itu, sekarang tidur saja sudah tidak di lantai atas mereka pindah untuk sementara di kamar tamu dulu.


Mengingat kondisi Clara yang sudah tidak bisa banyak gerak atau pun menaiki tangga membuat ibu Farrah selalu ada di sisinya.


"Bu, aku lapar heee" ucap Clara.


"Sebentar ibu ambilkan cemilan dulu" ucap Ibu Farrah. Ia melangkah menuju dapur untuk mengambilkan makanan untuk Clara.


Setelah beberapa menit Ibu Farrah sudah membawa makanan itu dari dapur.


"Maaf ya Bu, Clara menyuruh ibu, Clara sudah begah banget mau duduk saja ibu bantu, jadi merasa merepotkan saja" ucap Clara tersenyum.


"Kamu ini Apa-apaan sih, Ibu tidak merasa begitu. Yang penting kamu sehat saja ibu sudah senang" balas Bu Farrah.

__ADS_1


Tak berselang lama, Clara merasakan ada yang keluar dari bawah, terlihat cairan dan darah. Hingga ia merasa takut.


"Bu, kenapa ada yang keluar seperti air dan terlihat ada darah, padahal perkiraan lahiran 3 Minggu lagi. Bu Clara merasa sakit" ucap Clara lirih.


__ADS_2