Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Apa yang terjadi!!! Season2


__ADS_3

"Winda, apa yang terjadi padaku, hidungku basah?" tanya Mamah shiren.


Winda langsung panik ia melihat banyak darah yang mengalir dari hidung Mamah Shiren. Ia langsung berhenti di pinggir jalan.


"Kau berdarah Shiren, wajahmu pucat apa kau sakit, ayo kita balik ke rumah sakit saja" ucap Winda.


Ia begitu cemas, dan langsung memutar balikkan mobilnya ke arah rumah sakit. Kebetulan mereka belum jauh.


Tak lama kemudian,Mamah Shiren pingsan di mobil menambah rasa panik di dalam benak Winda.


"Ya Tuhan apa yang terjadi pada Adikku, kau harus kuat Shiren kita sudah sampai" ucap Winda ia langsung membuka pintu mobil dan meminta pertolongan pada satpam untuk membawa sang Kakak dari mobil.


Satpam bergegas membuka pintu dan langsung menggendong Mamah shiren ke dalam.


Di dalam rumah sakit Mamah shiren langsung di baringkan di ranjang dan di bawa ke ruangan UGD.


Winda sangat cemas dan menangis, ia tidak tau apa yang terjadi pada sang Adik. Darah itu begitu banyak keluar hidung Mamah Shiren.


Di dalam Mamah Shiren lagi di tangani oleh Dokter, Winda bulak balik di depan pintu menunggu konfirmasi dari dalam.


Tak berselang lama perawat datang, ia menyuruh Winda untuk mengurus berkas perawatan Mamah shiren.


🌾🌾🌾


Clara sudah sampai di rumah, ia sedang duduk di balkon atas. Ia sedikit melamun hatinya merasa tidak tenang, entah apa yang membuatnya tidak tenang. Clara langsung menghembuskan nafasnya pelan lalu ia menegug secangkir teh


Surya menghampiri Clara yang sedang melamun sambil melihat pemandangan dari balkon.


Surya Langsung duduk di depan istrinya, ia menghembuskan nafasnya berat. Clara yang melihat itu langsung bertanya.


"Honey kamu kenapa? apa ada masalah?" tanya Clara pelan.


"Tidak sayang, kurasa kita harus pergi ke rumah sakit" balas Surya.


"Bukannya malam mau bertemu sama Mamah di restoran?" tanyanya lagi.


"Hmmm, tidak jadi, kita bertemu di rumah sakit saja" ujar Surya dengan berat hati ia harus memberitahu kondisi Mamah Shiren pada istrinya.


"Mamah lagi di rumah sakit, ia di rawat dan nanti kamu bakalan tau setelah kita datang ke sana" ucapan Surya berhati-hati.

__ADS_1


"Apa yang terjadi sama Mamah honey, tolong jawab aku?" desak Clara sambil berdiri.


"Kita berangkat sekarang" Surya langsung menggandeng tangan istrinya menuju bawah untuk pergi ke rumah sakit.


Clara begitu cemas, hatinya tidak menentu dan sedikit sedih, ia harap Mamahnya cuma sakit biasa dan tidak terlalu parah.


30 Menit kemudian.


Clara langsung keluar mobil, ia berjalan menuju rumah sakit dan di gandeng tangannya sama Surya. Jantungnya berdetak tidak karuan, ia tau pasti ada yang tidak beres sama Orangtuanya.


Setelah mereka mencari ruangan yang di sebutkan Winda pada Surya, akhirnya ketemu juga, lokasi tidak jauh dari ruangan Clery.


Terdapat Winda sedang menangis di bangku depan.


Clara terhenti tidak mengerti, dan menanyakan soal Winda pada Suaminya.


"Siapa dia honey, aku tidak mengenalnya" ucap Clara sambil melangkah menghampiri.


Winda langsung mengangkat kepalanya ia menangis langsung memeluk tubuh Clara.


"Maafkan Tante sayang, ini Tante Winda Kakak Mamah kamu Shiren" ucap Winda.


Winda hanya menghembuskan nafasnya pelan, Kamu nanti tau sendiri sayang, sekarang kita berdoa saja, semoga Mamah kamu hanya sakit biasa.


"Hmm, Papah Farrel apa tidak di beritahu?" tanya Surya pada Winda.


"Aku belum berani ke ruangan Clery dia sudah rapuh dan aku tidak tau harus mengatakan apa pada Farrel" balas Winda.


"Kalau begitu aku yang akan ke sana dan mengajak dia ke sini, aku harap Clery jangan langsung di kasih tau soal ini, dia masih lemah" usul Surya dan di angguki oleh Clara juga.


Surya dan Clara meninggalkan Winda yang kini sedang menunggu Sang Dokter keluar ruangan.


🌾🌾🌾


Di ruangan Clery.


Papah Farrel sedikit pusing karena kurang tidur. Ia terus memikirkan Istrinya, tadi siang istrinya terlihat sangat lemah dan pucat membuat ia sedikit khawatir.


"Mah, Farrel keluar dulu mau cari udara segar" ucap Papah Farrel pada nenek Sukma.

__ADS_1


"Baiklah, Clery juga sedang tidur, Rey juga sebentar lagi pasti pulang" balas nenek Sukma.


Papah Farrel langsung keluar ruangan dan menutup pintunya, setelah ia berjalan lima langkah terlihat surya dan Clara menuju dirinya.


Papah Farrel langsung tersenyum dan langsung berpelukan sama Clara anaknya.


"Kapan kalian pulang dari Bali, kok tidak memberitahu Papah?" tanya Papah Farrel.


"Tadi siang kita sudah pulang Pah, bagaimana keadaan Kak Clery di dalam?" tanya Clara.


"Dia sedang tidur pulas, hmmm, apa kalian mau masuk?" saran Papah Farrel.


"Tidak Pah nanti saja, kasian kalau misal Kak Clery lagi tidur" ucap Clara cemas.


Papah Farrel pun mengangguk dan langsung di ajak oleh Surya ke ruangan Mamah Shiren.


Papah Farrel tidak mengerti kenapa mereka mengajak ke ruangan yang berbeda dan juga tidak terlalu jauh dari kamar Clery.


Setelah melewati beberapa ruangan dan lorong, mereka sampai di depan ruangan Mamah Shiren yang kini masih di tangani Sang Dokter.


Papah Farrel sedikit cemas dan tidak mengerti, ia melihat Winda kacau bekas menangis di matanya.


"Apa yang terjadi, siapa yang ada di dalam ruangan" tanya Papah Farrel pada Winda.


Winda hanya bisa terdiam ia tidak tau harus bagaimana bicara pada Farrel.


"Istrimu sedang di tangani dokter Spesialis kanker, aku tidak tau dia sakit apa, mudah-mudahn ini hanya dugaan saja" ucap Winda dengan berat hati.


"Tidak mungkin istri saya sakit begitu berat, apa kamu berbohong! baru saja dia sembuh dari matanya kenapa sekarang dia sakit?" tanya Papah Farrel, ia merasa tidak percaya atas ucapan Winda terhadapnya.


Clara tercengang ia tidak mengerti dengan perkataan soal mata.


"Apa yang terjadi sama Mamah tolong jelaskan Padaku?" jerit Clara ia menangis mendengar semuanya.


Tangisannya pecah ia tidak bisa membayangkan semuanya. Ia berharap yang menimpa Mamahnya hanya mimpi semata.


Tapi ia sadar ini bukanlah mimpinya.


"Apa yang di maksud dengan mata, apa yang terjadi! tolong semuanya jelaskan padaku" Clara menangis badannya lemas dan langsung di rangkul Surya.

__ADS_1


Winda sama Papah Farrel langsung mengahampiri Clara.


__ADS_2