
Hari ini sangat cerah, secerah hati Clara dan Rey. Mereka sekarang ada di restoran ternama di Jakarta.
Clara merasa sangat lapar, hingga langsung memesan makanan dan juga minuman.
Rey tak henti-hentinya memperhatikan Clara, hingga Pipi Clara langsung memerah.
"Sayang, jangan liatin aku kayak gitu dong! aku kan jadi malu tau?" ucap Clara sambil memalingkan wajahnya.
Rey terkekeh geli melihat tingkah laku istrinya yang menggemaskan Ia tak henti-hentinya menggoda.
"Mau makan, apa mau liatin wajahku sayang?" ucap Clara sambil memanyunkan bibirnya.
"Hari ini kamu kelihatan cantik banget soalnya" jawab Rey sambil meraih tangan Clara.
Akhirnya mereka pun makan-makanan yang mereka pesan. Clara langsung bertanya pada Rey mengenai Dewi yang sekarang ada di rumah mereka.
"Sayang, Dewi bagaimana? apa dia akan terus-terusan di rumah bersama dengan kita?" ucapan Clara membuat Rey berhenti dari makannya sejenak. Lalu, ia pun langsung tersenyum dan mencubit Pipi istrinya itu.
"Tenang saja, kalau dia berani macem-macem sama kamu! kasih tau aku saja, jangan pernah takut sama ancaman wanita ular itu." jawab Rey dengan enteng sambil mengelus tangan Clara yang di pegangnya.
"Hmmm...., apa, kamu yakin kalau itu bukan anak kamu?" tanya Clara sambil menyipitkan matanya ke arah Rey.
"Haa...haa..., kamu tuh lucu, jelas bukanlah sayang, aku gak berasa tidur bareng sama Dewi! kita selidiki bareng siapa ayah dari anak itu. Apalagi sekarang dia ada di rumah kita, makin kita enteng mengetahuinya." ucapan Rey membuat Clara tersenyum lebar dan langsung mengangguk setuju.
Rey POV
Hari ini, gue ngajakin istri makan siang, ia sangat terlihat cantik bak bidadari. Pokoknya gue gak mau pisah lagi sama istri gue lagi, cukup Masalah kemaren yang datang.
Ia mungkin tidak menyadari bahwa, gue mencintainya melebihi diri gue sendiri. Mungkin ini yang di namakan karma. Dulu gue sempet salah paham dan dendam banget, tapi setelah gue mengetahui semuanya, Gue merasa malu dan merasa sangat bersalah.
Apakah dia akan, memaafkan gue, kesalahan yang gue perbuat dulu memang sangat tidak pantas di maafkan. Maafkan semua atas kesalahanku Clara, sekarang gue sangat menyayangi dirimu.
Tapi setelah semuanya terbongkar, kenapa gue dulu malah kenal Dewi! sekarang gue menerima akibat dari perbuatan gue, dia tiba-tiba hamil, dan mengaku itu bayi anak gue.
__ADS_1
Sungguh ini sangat menyebalkan, Gue benci wanita ular itu. Untung saja Clara percaya sama gue, jadi dia tidak pergi lagi dari kehidupanku.
Dia adalah nyawaku dan nafasku, Hari ini, ia pun datang ke kantor, menempati janjinya. Mungkin sekarang gue harus manfaatin ini semua untuk memperbaiki segala kesalahanku di masa lalu.
"Sayang, kamu kok melamun sih" ucapan sayang membuatku merasa pergi ke awan, kata-kata romantis, dan dia sudah berani mengucapkan sayang. Betapa bahagianya gue saat ia mulai berani memanggil sebutan sayang.
"Hmm.., enggak cuma lagi mikirin Dewi supaya dia tidak betah di rumah kita saja." gue mungkin bisa berbohong saat ini ,ketika ia bertanya padahal gue lagi mengatur debaran jantung gue saat menatap wajah cantiknya
"Kamu tuh ada-ada saja, biarin tau kasian juga sih, lagi hamil, tapi kalau memang itu bukan anak kamu, apa kamu mau melaporkan-nya ke polisi?" ucapan istri gue membuat gue sedikit terkejut.
"Pasti sayang, ini sudah jadi pencermaran nama baik juga" ucapan gue membuat dia terlihat lega.
Akhirnya merekapun pulang, dan Clara di antar ke rumah. Rey langsung menuju kantor lagi untuk melanjutkan kerjanya.
Langkah kaki Clara terhenti, ketika ia melihat Dewi bersama seorang pria yang ada di luar gerbang, dan agak jauh juga dari gerbang rumah Rey.
Ia terus memperhatikan Dewi bersama pria itu. Clara terkejut ia melihat Dewi berpelukan sambil mengelus perut buncit dewi. Ia membekap mulutnya tak percaya yang di katanya Rey semakin kuat, bahwa bayi yang ada di kandungan Dewi memang bukan anak dirinya.
Sialnya Clara tidak begitu jelas melihat pria itu, karna posisi pria itu memunggungi Clara.
"Ahhh...., kenapa aku tadi tidak potret mereka, ya ampun, itu kan bisa di jadikan bukti kuat buat Dewi mengaku. Apa aku harus ke sana lagi?" Clara langsung membuka pintu kamarnya, tapi ia terlambat, Dewi sudah ada lagi di ruang tv sedang asyik memainkan ponselnya.
Clara langsung menghampiri Dewi, ia pura-pura baik dan tersenyum ke arahnya.
"Mau ngapain Lo, ke sini?" ucap Dewi berdecik kesal ke arah Clara.
"Aku cuma mau duduk saja kok di sini! apa aku gak boleh duduk di sebelah calon istri kedua suamiku?" ucapan Clara membuat Dewi merasa tidak percaya ia terkejut.
"Haaahh....., apa yang gue denger gak salah? coba katakan sekali lagi? ucapan Dewi membuat Clara kesal.
"Ah males, maaf aku mau ke dapur kuarasa tenggorkanku haus banget hari ini, oh ia, aku lupa tadi cuaca di luar sangat panas, membuat ku kehausan." ucap Clara langsung menuju dapur.
Dewi begiding dan langsung memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Dasar, wanita tak tau malu!" ucap Dewi sambil terus memainkan ponselnya.
Clara merasa senang, Dewi terlihat bete atas tingkah laku dirinya. Ia terus mendekati Dewi hingga membuat Dewi tidak betah berada di rumah.
"Pokoknya nanti kalau gue sudah menikah sama Rey, Lo harus pindah kamar! biar gue yang sekamar sama Rey" ucapan Dewi sontak membuat Clara tertawa.
"Terserah, aku cuma mau ngingetin kamu jangan mimpi terlalu tinggi." Ucap Clara sambil berlalu pergi meninggalkan Dewi.
"Lo liat saja nanti Clara sialan" ucap Dewi berteriak ke arah Clara yang kini sedang menaiki anak tangga dengan santai.
Clara cuma tersenyum dan juga merasa kesal atas kelakuan Dewi yang jahat itu. Ia juga merasa takut karna belum ada bukti kuat buat mengungkap Dewi yang sebenarnya.
"Aku gak mau Rey menikahi perempuan itu, aku gak mau jadi istri tua Rey" ucap Clara sambil menggigit jarinya dengan raut wajah kesal.
Dewi kini melangkah untuk pergi ke kamarnya. Mamah Rey melihat Dewi heran, ia menerima telephone dan langsung menuju kamarnya, wajahnya terlihat sangat bahagia.
"Apa dia sedang menelphone Rey" ucap mamah Rey sambil menaiki anak tangga menuju kamar Clara.
Tok...tok..tok...
Suara pintu itu mengangetkan Clara yang tengah melamun di atas tempat tidurnya.
Ia langsung bergegas turun dan membuka pintu.
"Eh.., Mamah, ada apa?" tanya Clara sambil mempersilahkan mertuanya itu masuk kedalam kamarnya.
"Apa, Mamah mengganggu acara istirahat kamu?" jawab mamah Rey sambil tersenyum dan langsung duduk di sofa.
"Aah..., tidak mah, kebetulan Clara lagi santai kok, memangnya ada apa?" tanya Clara tersenyum.
"Tadi mamah kok liat Dewi menerima telephone terlihat dari wajahnya berbinar-binar, tapi setelah ia tau kehadiran mamah, ia pun langsung beranjak ke kamarnya." Terang mamah Rey membuat Clara berpikir.
"Apa pria tadi! yang menelphone Dewi?" ucap Clara dalam hati.
__ADS_1