Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Menolong David Season2


__ADS_3

Di rumah sakit.


Clara sudah berada di ambang pintu untuk menemui David. Dirinya yakin David sedang membutuhkan keluarganya, namun David keras kepala ia menyembunyikan semua masalahnya.


Pintu ia buka secara perlahan, terlihat David terbaring lemah, Clara langsung membungkam mulutnya. David kini botak, Clara meneteskan air mata, karena ia tau penyakit yang kini di alami David.


Clara melotot begitu ia melihat wig di meja dekat david tertidur. Perlahan Clara mendekati sambil bercucuran air matanya, Wajah sayu dari diri David membuat Clara tidak kuasa menahan tangisnya.


Clara menangis di samping David, walaupun ia tidak begitu mengenal David. Tapi Clara tau bahwa David baik pada Surya, meskipun dulunya ia pernah jahat pada keluarga Surya.


Setelah beberapa menit, Clara beranikan diri mengambil wig yang terdampar di depannya itu.


"David, kamu kuat. Aku yakin itu, kamu pasti sembuh." Ujar Clara menangis sambil memegang wig rambut David bergetar


Tak lama, David tersadar, dan melihat ada wanita yang sedang menangis di sampingnya.


"Clara." Ucapnya lirih.


Clara langsung melirik ke arah sumber suara. Ia langsung tersenyum.


"Hebat sekali kamu membohongi keluargamu, terutama sodaramu Surya. Apa ini David? aku harap kamu jujur padaku tentang semua yang kamu alami." Seru Clara sambil bercucuran air mata.


"Lihatlah, aku sudah lemah sekarang, dan itu senjataku untuk menutupi semua orang yang ada di sekitarku. Wig itu penyelamatku untuk menutupi kepalaku yang botak ini." Ujar David bangun secara perlahan.


Clara membantunya karena David sangat lemah. Kau jahat Vid, kenapa kamu tidak memberitahukan kepada Surya, mungkin kami bisa menolongmu. Apa gara-gara kamu di kemo, hasilnya rambut rontok,?" tanya Clara sendu.


"Aku rasa, kau sudah tau semuanya Clara. Beginilah aku, tidak ada yang tau selain diriku sendiri. Sudah lama aku mengindap penyakit mematikan ini, hingga sudah beberapa kali aku di kemo. Namun hasilnya sama saja, rambutku habis di gerogoti penyakit ini." Terang David meneteskan air mata.


"Kau mau ikut ke rumahku? aku harap kamu tidak menolaknya. Aku akan berusaha untuk pengobatanmu, dan kau tidak boleh menolak perintah sodaramu ini." Tegas Clara.


"Aku malu, lihatlah, badanku tinggal tulang, aku hanya menunggu ajalku saja." Ucapnya lirih.


"Tidak, kau jangan langsung menyerah begitu saja, sejak kapan kamu di rawat di sini,?" tanya Clara.


"Aku tidak di rawat, di sini, keseharianku untuk menunggu perawat yang selalu membantuku di di Apartemen. Dia suruhan Dokter untuk bertugas mengobatiku, dan sekarang aku di sini menunggu dia yang kini lagi bekerja di rumah sakit ini." Ujarnya.

__ADS_1


"Kalau begitu, kau ikut denganku ke rumah, dan ada seseorang yang mau bertemu denganmu." Ucap Clara membantu memasangkan rambut palsu David.


"Kau terlihat lemah, aku akan segera proses penyembuhanmu ke luar negri." Terang Clara.


"Kamu sangat baik Clara, entah apa yang harus aku ucapkan padamu. Dan aku juga turut prihatin karena Surya sudah meninggalkan dirimu." Ujarnya sambil turun dari ranjang dan melangkah keluar bareng Clara.


"Kau ini, lihatlah nanti. Kita segera bertemu sama orang yang kamu tidak di sangka." Ujar Clara sambil membantu David berjalan menggunakan tongkatnya.


Setelah itu, Clara masuk ke dalam mobil, dan membantu David masuk. Tak lama kemudian, suara yang nyaring dan tidak aneh di telinga David. Sumber suara itu ada di depannya.


Terlihat sosok Surya yang tersenyum padanya.


"Kamu masih ingat aku,?" tanya Surya sambil membalikan badannya ke arah belakang jok mobil yang kini ia sedang di duduki.


"Kamu, ku pikir kamu sudah meninggal. Bagimana mungkin," ucap David heran.


"Tidak usah di pikirkan, yang penting kita obati penyakitmu. Jangan pernah membohongiku lagi, karena aku akan tau pada akhirnya." Seru Surya sambil melajukan mobilnya.


"Maafkan aku Surya, selama ini aku jahat sama kamu. Mungkin ini karma untukku." Ujarnya bersedih.


🌾🌾🌾


Di rumah Clery.


Dirinya kini lagi memandang ke arah luar jendela yang telah ia buka. Angin sepoy-sepoy menyusup kulit mulusnya, ia sesekali menyuruput susu yang sudah Mamah Shiren buatkan.


Clery meneteskan air mata, lalu ia mengusapnya kembali. Ia sangat sedih, karna Rey belum sepenuh hati menyayanginya.


Sebenarnya tidak ada yang salah pada cinta Clery, namun yang salah ada pada suaminya yaitu Rey.


"Apa salahku padamu Rey, aku tidak mengerti sama kamu. Aku kira setelah kita menikah dan punya anak, kamu semakin mencintaiku. Tapi nyatanya kamu malah dingin dan cuek padaku, hatiku sakit Rey di perlakukan seperti ini sama kamu.


Selama beberapa tahun terakhir aku sabar dan menanti saat indah bersamamu. Tapi, setelah Baby Twins kita lahir, kamu malah mendadak dingin dan cuek padaku. Kamu memang brengsek. Cintaku sudah terlalu dalam, dan tidak bisa semudahnya aku melupakanmu." Ucap Clery sambil mengusap air matanya yang kini mebasahi pipi-nya.


Ia letakan susu yang sudah mulai dingin, berharap hari esok ia bisa tersenyum dan melihat kebahagiaan atas cintanya.

__ADS_1


🌾🌾🌾


Di rumah Rey sudah pulang.


Dirinya membuka pintu rumahnya, hanya keheningan yang ia dekap dalam dadanya. Perlahan ia melangkah maju, menuju sofa yang selalu Clery duduki setia menunggunya ketika pulang kerja. Sambutan hangat dan senyuman yang manis kini hilang dan tidak ada lagi yang duduk di sana.


Rey perlahan mengusap sofa yang selalu Clery duduki. Ia kemudian ke atas menuju kamarnya,


namun langkahnya terhenti, ia melirik ke arah kamar Baby Twins Girls.


Ia membukanya perlahan, hanya keheningan yang menyelimuti dirinya saat ini. Rey langsung menutup kembali, dan ia masuk ke dalam kamar. Teringat sekelibat wajah Clery ada di atas kasur, ia tersenyum dan duduk di tepi ranjang.


Dirinya menghempaskan badannya ke tempat tidur, ia menepis semua rasa rindu terhadap Clery.


"Bagaimana mungkin aku memikirkan Clery, cintaku hanya untuk Clara seorang. Walaupun Clery mirip banget sama Clara, tapi hatiku tidak bisa bohong." Ucapnya sambil membuka ponselnya dan terdapat banyak photo album Clara di ponselnya.


Ia mencium layar itu, kemudian tersenyum, tak lama, Mamah Rey datang ke rumah miliknya.


Ia membuka pintu kamar Rey, dan terdapat Rey sedang tertidur. Mamah Rey mendesak kesal, ia langsung menghampirinya.


"Rey," ucapnya.


Rey kaget dan langsung membuka matanya, ia mematikan ponselnya. Takut Mamahnya tau bahwa ia menyimpan Banyak photo album milik Clara.


"Hmm, ada apa mah,?" ucapnya lesu.


"Kamu kenapa tidak ajak Clery pulang, lihatlah dia jalan berdua sama Kevin. Mamah tidak mau kehilangan seorang menantu lagi, jangan biarkan Clery nyaman berada di sisi pria lain. Kamu mau di tinggalkan lagi seperti halnya Clara yang sudah nyaman sama Surya saat ini. itu gara-gara ulahmu sendiri, dan janganlah kamu membuat masalah yang sama lagi. Kejarlah Clery, jangan sampai dia lebih nyaman sama pria lain, selain kamu." Terang Mamah Rey.


Rey sejenak terdiam dan langsung mengusap wajahnya kasar.


"Rey cape mau tidur." Desis Rey, kembali memejamkan matanya.


"Mamah Harap kamu tidak menyesal di kemudian hari." Seru Mamah Rey pergi meninggalkan Rey yang kini malah tidur.


#Mohon untuk juara hadiah ke 2 dan 3 menghubungi saya. Kalau sampai besok tidak ada yang menghubungi hadiah hangus.

__ADS_1


__ADS_2