
Clara POV 🌾
Hari ini, Aku di ajak ke sesuatu tempat, entah aku juga tidak tau, kata ka Darren ini bisa mengingat ingatan ku kembali secara perlahan.
Di jalan tadi aku melihat pria, aku tidak mengenal-nya, tapi yang pasti hati ku berbeda saat melihatnya. Apakah aku mengenal-nya? Andai aku bisa mengingat kembali semua ingatan ku, mungkin saja aku tidak seperti orang bego yang tidak bisa mengenal siapapun di dunia ini.
Kak Darren melajukan mobil-nya di depan rumah yang cukup besar, rasanya aku pernah ke sini, tapi kapan dan sama siapa? Ku langkahkan kaki. Kak Darren terus memegang tangan ku sambil berkata.
"Kamu pasti senang aku ajak kesini, Maafkan aku Clara bukan aku tidak mau membantu mu lagi, tapi mamah sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mu" ucapan kak Darren membuatku heran, mungkinkah mamah kak Darren mengenali ku?
Pintu terbuka, suasana dalam rumah sangat indah, banyak pernak pernik yang membuat mataku melihat-nya kagum, pasti ini semua mahal. Ah aku sangat malu di bawa ke rumah orang tua kak Darren.
"Sayang" terdengar suara wanita di belakang-ku, ku coba membalikan badan kebelakang. Aku rasa pernah mendengar suara itu, Siapa wanita paruh baya itu.
Ia langsung memeluk ku dan mencium ku secara bertubi-tubi. Ada lelaki paruh baya juga sedang memperhatikan dari jarak yang agak jauh.
"Maafkan mamah sayang, kamu menderita selama ini, mohon maafkan mamah? wanita paruh baya ini, menyebutnya mamah, apa aku anak-nya?
"Tante siapa? Aku tidak mengenal Tante" ucapan ku membuat wanita paruh baya itu sedikit syok, dan perlahan melepaskan pelukan-nya.
"Mah, Clara hilang ingatan sewaktu kejadian itu, maafkan Darren mah ,karna Darren tidak langsung memberitahukan semua ini sama mamah dan juga Papah." terlihat kak Darren menundukan kepalanya kepada wanita paruh baya yang ada di hadapan-ku.
"Tidak nak, kamu sudah benar, melakukan dan melindungi Clara sekarang, biar nanti kalau Clara sudah ingat semuanya, mamah akan ceritakan masa lalu mamah, biar Clara tidak membenci mamah." ucap mamah terdengar sangat lesu.
Ku dengar ucapan semua yang di katakan wanita itu membuat ku sedih, apa aku tidak mengetahui bahwa aku anak wanita ini?
"Sayang ayo kita duduk, biar mamah panggil dulu Clery, dia adalah kakak kamu, dan dia juga kembaran kamu" ucapan yang mengaku mamah itu membuat hatiku langsung kaget di buat-nya, ternyata aku dan kak Darren adik dan kakak, tidak terasa air mataku jatuh dari pelupuk mata.
aku tidak percaya semuanya begitu mendadak. Aku menatap kak Darren Dia keliatan merasa bersalah padaku. Tapi aku tidak akan memarahinya. Aku sangat menyayangi kak Darren, orang yang sudah ku anggap sebagai Kakak ternyata dia beneran Kakak kandung ku.
"Kak, apa semuanya ini benar, apa aku adik Kakak?" air mata ku jatuh lagi dan aku langsung memeluk kak Darren. Andai aku tidak hilang ingatan mungkin aku mengenal wanita paruh baya yang ada di hadapan ku ini.
"Kamu, panggil mamah sayang, nanti pelan-pelan kamu bakal tau siapa kamu, dan siapa mamah, setelah kamu ingat nanti, kamu jangan membenci mamah? aku tidak tega melihat kesedihan-nya, terlihat sangat rapuh wanita paruh baya yang mengaku sebagai mamah-ku.
__ADS_1
"Sayang, ini Papah, maafkan Papah, sekarang kita sudah kumpul satu keluarga lagi, dan tidak ada yang akan memisahkan kita" ucapan seorang lelaki paruh baya itu membuatku tersentuh, dia langsung memeluk ku. Rasanya ini tak dapat di percaya, aku anak orang kaya ini.
Ku lihat Mamah, menghubungi seseorang di tlp, apakah mamah menelphone sodara kembar ku, ah aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengannya.
kami semua berkumpul di ruang keluarga dan kami berbincang-bincang. Andai semua ini aku mengingatnya kembali, mungkin ini tidak membuatku bingung.
Tante shiren tidak mau jauh dari Clara, tangan Clara terus di pegang-nya. Darren sampai terkekeh melihat Clara dan Tante shiren yang kayak perangko itu.
"Mamah sangat senang kita bisa kumpul begini, nanti kalau ingatan kamu sudah pulih mamah janji akan ceritakan semuanya pada mu sayang?" ucap mamah shiren sambil mencium tangan Clara berkali-kali.
🌸🌸🌸
Di kantor Clery pamit pulang duluan secara mendadak. Rey, Kevin mengijinkan Clery pulang, dan dia juga tidak mau di antar sama Kevin.
"Sorry....., ya gue duluan pulang" ucap Clery sambil berlalu pergi.
Clery POV🍀
Hari ini, Mamah tumben banget nyuruh gue pulang cepet, padahal baru beberapa jam pergi dari rumah. Aahhhh ini sangat menyebalkan, padahal-kan aku pengen jalan-jalan dulu.
gue sudah tiba di rumah, di depan sudah terlihat jelas mobil Papah, masih ada eh ada mobil kak Darren juga. Ada apaan sih ini ya, semakin gue penasaran saja.
langkah kaki membuat ingin cepet-cepet masuk ke dalam. Ku buka pintu rumah pelan, tapi kok sepi, wah ini ada yang tidak beres. Ada sumber suara dari ruang keluarga, ku dengar ada suara wanita asing terdengar, apa itu pacar kak Darren?
Ku langkahkan kaki, ke ruang keluarga, di sana terdapat kak Darren, mamah, Papah. seorang wanita yang tidak aku kenal sedang berada di dekat mamah.
Deeeegg....
Ku lihat wajah perempuan cantik itu, betapa kagetnya, ia mirip banget wajah-nya sama gue.
"Mah, Si.....apa di...iaa" Mulut terasa gugup, perempuan itu langsung bangkit dari tempat duduk-nya.
Semua orang termasuk mamah, tersenyum ke arah gue, ini sungguh mengejutkan bagi gue, dia adalah Clara. Ia benar dia Clara tapi, ada hubungan apa sama keluarga gue? apa dia berpacaran sama kak Darren.?
__ADS_1
"Sayang sini, mamah mau bicara sama kamu? ini Clara, adik kamu" ucapan mamah berasa jantung mau copot. Apa gue tidak salah denger Clara adik kandung gue. Tak terasa air mata jatuh, gue reflek langsung memeluk dia.
Tapi Clara cuma bisa diam, apa dia tidak senang sodaraan sama gue? ahh Clara kamu menggemaskan.
"Sayang, dulu mamah pernah mau cerita sama kamu, nah ini dia, Clara yang mamah maksud waktu itu. Kamu jangan marah sama mamah, nanti mamah ceritain semuanya sama kamu. Untuk saat ini Clara tidak bisa mengingat semuanya, dia hilang ingatan" mamah menangis setelah menjelaskan apa yang terjadi hari ini.
Oh tuhan, ternyata aku punya sodara kembar, kecurigaan ku ternyata benar Clara adalah sodara gue. Wajahnya sangat ayu dan cantik sama persis sama gue.
"Kak" aku mulai bertanya pada kakak-ku Darren, dia jahat banget menyembunyikan Clara dari gue.
"Maafkan kakak, Clery, yang penting kita bisa berkumpul seperti dulu, oh ia nanti Kakak ceritain ya gimana Kaka bisa bertemu Clara" kak Darren meluk gue, gak terasa gue jadi terharu begini. ahh ini sungguh momen yang tidak akan gue lupain seumur hidup.
Terus Gue langsung peluk Clara sangat erat, ini memang sungguh hal yang tidak terduga. Tapi sayang banget, kenapa Clara adik gue ini bisa sampe hilang ingatan begini sih!
"Papah, sangat senang melihat putri-putri papah sudah berkumpul lagi, maafin mamah sama Papah, telah memisahkan kalian berdua" ucapan Papah mereka membuat Clara dan Clery langsung memeluk kedua orang tuanya.
walaupun Clara belum mengingat tapi rasa di hati-nya tidak bisa di bohongi, dia merasa ada kehangatan dan juga kasih sayang dari keluarga ini
Tante shiren langsung membuka album kenangan, di album itu ada Darren, Clara dan Clery waktu masih bayi. Genggaman kedua tangan anak kembar itu tidak pernah lepas.
"Ini, album photo kenangan masa lalu, Mamah sama Papah sengaja album ini di simpen rapat-rapat. Sekarang semuanya sudah kumpul kembali jadi, kalian harus saling menyayangi." terang Tante shiren sembari meneteskan air mata-nya.
"Mamah gak boleh bicara seperti itu, Clara sayang mamah, walapun Clara belum bisa mengingat semunya" Clara langsung memeluk mamah-nya.
"Rey, harus tau semua ini mah?" ucapan Clery membuat semunya bingung.
"Kok, Rey sih sayang, emang ada hubungan apa kamu sama Rey" tanya mamah shiren, pada Clery.
"Rey, suami Clara mah" ucapan Clery sontak membuat semua orang di sana terkejut termasuk Darren dan Clara.
"Ya Allah, mamah baru tau suami kamu Rey" ucap mamah shiren. Ia merasa kaget, ternyata Suami yang di ceritakan Clara dulu itu Rey.
Clery hanya bisa melirik Clara, ia tampak bingung sama ucapan-nya. Andai Clara bisa mengingat kembali, mungkin saat mendengar Nama Rey Clara pasti sangat antusias banget.
__ADS_1
Semua berkumpul di ruang keluarga, Papah dan Mamah shiren akhirnya berhasil menyatukan anak kembar-nya lagi.
Darren juga merasa lega saat ini, sudah mempersatukan kedua adik kesayangan-nya itu.