
Clara tersenyum lebar saat dirinya sudah berada di depan rumah Clery. Sudah beberapa hari ini mereka belum kontekan dan rasa kangen pun mereka melanda pada diri masing-masing.
Pintu Clara ketuk, dan Art-nya tiba membukakan pintu, Clara dan Surya tersenyum ramah lalu mereka masuk ke dalam.
Art-nya langsung memberitahu Clery yang kini sedang berada di ruang bermain Putrinya. Saat di beritahu Clara datang ke rumah Clery yang kini sedang menunggunya, saat itu juga dirinya langsung turun.
Kedua matanya tertuju kepada sang adik yang kini sedang duduk bersama kedua anaknya yang ia gendong.
"Clara"
Saat itu juga Clara langsung menoleh, baby Zi langsung ia berikan kepada Baby Sisternya.
Mereka langsung melepas rindu yang ada di hatinya. Clara menangis begitu juga Clery, Rey datang dan duduk di sebelah Surya sambil tersenyum.
Setelah itu, Clara duduk berendeng sama Clara. Mata Rey terus memperhatikan Clara dari tempat duduknya.
"Mereka sangat mirip, tapi kenapa aku belum bisa jatuh cinta pada Clery. Entahlah ini sangat membingungkan diriku, tapi saat Clery bersama pria lain aku tidak rela. Pusing banget sama perasaanku ini." Gerutu Rey sambil duduk memandang ke arah mereka berdua.
Surya memperhatikan Rey yang sejak tadi memandang para istrinya. Setelah itu, ia berdehem dan langsung menutup mata Rey.
"Hemm," dehem Surya.
Rey tidak bergeming masih posisi yang sama, Surya berdecak kesal. Kemudian ia punya ide, setelah itu, ia menutup mata Rey dengan jahilnya.
"Kau ini apa-apan sih," ketus Rey.
"Matamu tidak lepas ke arah istriku Rey, apa kamu belum move on hahahah, lupakanlah Clara dan berbahagialah bersama Clery. Dia sangat mencintaimu Rey, apa kamu belum menyadari cintamu untuk Clery. Semua itu tertutup karena obsesimu terhadap Clara." Terangnya sambil menepuk pundak Rey dengan santai.
"Apa yang kamu katakan, aku tidak mengerti, aku mencintainya sebelum kau mencintai dirinya. Aku belum bisa melupakannya eett jangan marah, kau harus memahami ini semua dan mengertilah," ucapnya santai.
Surya malah terkekeh mendengar celetukan dari mulut Rey.
__ADS_1
"Cintai Clery, aku ingatkan kamu Rey, kamu hanya terobsesi sama Clara. Dia sudah bahagia Rey tinggal kamu mengikhlaskan dia untukku. Kau tau, orang yang benar-benar mencintai seseorang. Dia akan melepaskannya ketika orang ia yang dia cintai berbahagia," Ucapnya santai
"Kau benar Surya, mungkin aku hanya terlalu over sama Clara, apa benar aku terobsesi pada Clara. Kamu tau melihat Clery bersanding sama pria lain aku cemburu dan sangat kesal. Apalagi dia sekarang cuek dan dingin terhadapku, aku tidak kuat sama sikapnya belakangan ini." Terang Rey menghembuskan nafasnya pelan.
"Kau mencintainya," Ucap Surya.
"Apa, aku mencintainya, tapi aku belum punya perasaan sama dia." Jawabnya santai.
"Pikirkan dan renungkan lah Rey, nanti juga kamu akan menyadari semuanya." Balasnya santai.
Tak lama, Surya mendapat telephone dari kantor polisi, lalu ia mengangkatnya dan terkejut mendengar info mengenai Mamah Shiren.
Surya menutup ponselnya dan merenung, ia sesekali mengusap wajahnya kasar dan menghembuskan nafasnya berat, lalu ia melihat ke arah Clara.
Clara mengingatkan Clery yang saat ini masih marah dan belum memaafkan Mamah Shiren. Berkat nasehat adiknya, Clery pun tersadar dan dirinya langsung merindukan Mamah Shiren.
"Besok aku akan menjenguknya sambil membawa makanan untuknya," terima kasih banyak Clara, kamu adik yang sangat baik untukku. Aku menyayangimu," ucapnya dan mengecup kening adiknya, lalu ia mencubit hidungnya, mereka pun tertawa lepas.
Sudah dua jam mereka berbincang membuat suami mereka bosan dan suntuk.
Setelah satu jam perjalanan karena macet juga di jalan. Surya tiba di depan rumahnya, namun ia tidak masuk dan ijin untuk menyelesaikan masalahnya.
Surya tidak mau Clara tau mengenai penganiayaan Mamah Shiren di sel tahanannya.
Clara pun mengijinkan suaminya pergi dan kecupan manis mendarat di pipi istrinya, kemudian dirinya berlalu pergi.
Tia puluh menit sudah berlalu, Surya kini berada di kantor polisi, dirinya langsung menemui mertuanya itu.
Terlihat wajah Mamah Shiren babak belur membuat Surya terkejut di buatnya. Dirinya iba dan kasian kepada mertuanya itu, dirinya tidak menyangka Mamah Shiren ada yang menganiaya.
Surya meminta ijin untuk merawat mertuanya namun di tolak sama Mamah Shiren, membuat dirinya sedih melihat kondisinya.
__ADS_1
Baru beberapa hari mendekap di penjara tapi tubuhnya terlihat kurus kering, entahlah Surya merasa khawatir sama kondisinya saat ini.
"Maafkan Mamah Surya," lirihnya sambil menunduk.
"Aku sudah memaafkan Mamah, dan jangan pernah meminta maaf lagi padaku. Jaga kesehatan dan juga jangan terlalu di pikirkan, besok Clery datang mengjenguk Mamah. Aku pergi dulu Mah," ucapnya dan langsung pulang.
Surya meminta kepada petugas yang menjaga Mamah Shiren agar selalu memperhatikannya. Surya membayarnya untuk selalu menghibur ibu mertuanya itu. Dirinya takut Mamah Shiren berlarut dalam kesedihannya.
Seminggu kemudian.
Clery dan Clara dua hari sekali bergantian untuk menjenguk dan membawakan makanan Mamahnya. Papah Farrel resmi bercerai setelah sidang hukuman untuk Mamah Shiren. Namun Papah Farrel sesekali menjengu Mamah Shiren walaupun cuma seminggu sekali.
Sidang memutuskan Mamah Shiren di hukum mati, namun Clara membantahnya. Clara keberatan untuk hukuman mati untuk Mamah Shiren. Dan hakim menerimanya setelah itu Mamah Shiren di jatuhkan hukuman seumur hidup, walaupun begitu Clara masih bisa melihat Mamahnya lagi.
Semua merasa lega dan Papah Farrel juga tidak bisa kalau Mamah Shiren di hukum seumur hidup. Jadi ia memutuskan untuk bercerai, mungkin sudah terlanjur kecewa sama sikap Mamah Shiren yang tak kunjung berubah.
Mamah Shiren sangat terpukul sama perceraiannya dengan Papah Farrel. Namun dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka juga tidak bisa bersama terhalang oleh hukum yang menimpa Mamah Shiren saat ini.
Semua sudah berlalu kisahnya dengan Papah Farrel. Terkadang Mamah Shiren duduk diam, Polisi wanita itu selalu menghibur Mamah Shiren setiap Dia memerlukan orang yang siap mendengarkan isi hatinya yang tercurah di setiap ucapannya.
Mereka sekarang akrab dan Mamah Shiren juga mulai membuka hatinya untuk tidak terlalu lama mengurung dalam lukanya.
Sekarang Mamah Shiren sudah mulai ceria lagi setelah punya teman curhat yaitu polisi wanita yang selalu menghiburnya. Polisi itu di bayar oleh Surya supaya Mamah Mertuanya mempunyai teman di dalam sel. Dan benar saja, polisi itu mampu memberikan keceriaan terhadap Mamah Shiren.
Clara selalu menjenguknya setiap ada waktu luang, karena sekarang ia fokus sama pertumbuhan Baby Twins-nya.
Clara POV.
Malam ini aku kangen banget kepada sosok orang yang selalu memberikanku nasihat baik. Ibu pernah berkata begitu juga Bibi yang tidak henti-henti memberikanku nasihat yang bikin aku selalu tegar dalam menghadapi semua masalah hidup. Aku sangat merindukan Ibu dan Ayah yang telah meninggal dunia. Photo ini yang selalu aku bawa kemana pun aku pergi, semoga kalian tenang di alam sana, aku merindukan kalian. Clara kangen di peluk dan di manja sama kalian berdua, minggu besok aku mau pulang kampung ke rumah Bibi, sambil menjenguk makam kalian. Maafkan keponakanmu ini Bi, hanya bisa mengirimkan uang untuk biaya hidup. Minggu besok aku dan suamiku berlibur ke sana, Mamah Shiren juga sangat senang mendengar aku mau liburan. Namun sayang dia tidak bisa ikut bersama kami. Ya Allah, hati ini rindu serindu-rindunya kepada ayah dan ibu. Lihatlah Bu, air mata ini mengalir Ketika aku selalu merindukan kalian. Ibu pernah berkata, maafkanlah seseorang yang telah menyakiti kita. Bila hatimu ingin damai dan tentram, dan ikhlaskan semua masalah yang menimpa kita, kata maaf dan ikhlas akan membuat kita hidup penuh ketenangan dan damai. Terima kasih nasihat kalian akan selalu Clara bawa dan akan Clara didikan kepada kedua anak Clara nantinya. Al-fatihah buat kalian Ibu dan Ayah, Clara menyayangi kalian semua.
Setelah itu, Clara berbaring tidur sambil memeluk photo ibu dan ayah angkatnya. Terlihat genangan air mata di pelupuknya, Surya datang sehabis membereskan pekerjaanya di ruang kerja. Dirinya mendapati istrinya sudah tertidur sambil memeluk photo Almarhum kedua ibu dan ayahnya.
__ADS_1
Surya tersenyum dan mengambil photo dari dekapan istrinya, lalu menyimpannya. Setelah itu dirinya ikut tidur lalu mengecup kening istrinya lembut.
BERSAMBUNG