Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Dewi si ular jahat. Season2


__ADS_3

"Lepasin Gue, siapa orang yang telah menculik gue haahh." Teriak Kevin.


"Teriak saja, ayo teriak." Dewi muncul di ambang pintu, ia memperlihatkan dirinya pada Kevin.


Terlihat senyuman kesal dari wajah Kevin. Ia tidak menyangka, bahwa Dewi-lah yang telah menculiknya selama 2 minggu.


Penjagaan ketat, terdapat 10 orang yang menjaga Kevin di rumah kosong itu. Wajah Kevin terlihat pucat sekali.


Badannya kusut dan masih memakai baju kameja yang sama, seperti awal dia di culik. Kevin sangat kesal dan juga geram sama Dewi.


"Mau mu apa,?" tanya Kevin lemah.


"Kau telah menolak kerja sama proyek yang gue ajuin Minggu lalu. Apa kau masih ingat?" tanyanya.


"Oh, jadi itu adalah perusahaan lho. Untung saja gue nolak kerja sama, kalau enggak. Mungkin perusahaan Rey akan bangkrut. Sebelumnya gue sudah curiga. Makanya gue tolak, dan gue yang telah menerima perusahaan Rey. Sebelumnya gue gak tau bahwa itu perusahaan lho, tapi gue yakin kerja sama kita akan membuat Perusahaan Rey bangkrut. Itu kan misi lho selama ini. Namun sayang gue tolak lho dan gue terima Rey. Hhahha kasian banget sih lho." Desis Kevin sambil tertawa.


"DIAM, KAU. Kamu tau,? sekarang Rey dan juga Clery berada di rumah sakit. Lihatlah ini, mereka lagi koma. Hahahah,?" ucap Dewi sambil memperlihatkan photo Rey dan Clery yang sedang terbaring lemah.


Kevin menjerit dalam hati, ia tidak menyangka. Dewi akan senekad ini pada mereka. Termasuk pada dirinya juga.


"Kau memang iblis betina, kau tau. David sedang sekarat, kalau misal dia tau kelakuanmu hahah siap-siap dia tinggal nama saja." Desis Kevin.


"Aku tidak percaya,?" balas Dewi. Ia pun langsung pergi meninggalkan Kevin.


"DASAR WANITA IBLIS." Teriak Kevin dari dalam.


Dewi tidak menghiraukan Kevin yang berteriak. dirinya terus jalan, dan ia pun langsung meninggalkan tempat itu.


"Jaga dia, jangan sampai dia lolos." Ucap Dewi sambil membuka pintu mobilnya kepada anak buahnya.


"Siap Bos," Ucap Preman.


Di perjalanan, Dewi sangat kesal atas ucapan Kevin. Ia tidak mau Kevin lolos, kalau dia beneran lolos, pasti Dewi tertangkap.


"Sialan, apa-apaan dia itu. Pokoknya dia gak bakalan gue lolosin, dan Kevin pun harus menerima akibatnya. Termasuk keluarganya yang akan menanggung semua ulah Kevin hahahah." Dewi tertawa, ia merasa puas banget karena telah menyiksa perlahan musuh-musuhnya.


🌾🌾🌾


Di rumah sakit.


Clara tersenyum dan menangis.

__ADS_1


Surya merasa cemas, ia langsung menghampiri istrinya. Surya sudah mengerahkan anak buahnya untuk menyelidiki Dewi.


"Kau tau honey? aku telah melihat siapa pria itu," ucap Clara sambil meneteskan air matanya.


"Kau jangan menangis sayang. Siapa pria itu,?" tanya Surya sambil mengusap air mata Istrinya secara lembut.


"Dia... adalah, Kevin." Clara menangis memeluk tubuh Surya.


"Bagaimana keadaannya? apa dia baik-baik saja,?" tanya Surya penasaran.


"Besok aku akan kerumah dia, mengjenguk keluarga Kevin yaitu Mamah Bella. Dia dalam bahaya, aku akan menyelamatkan mereka semua." Ucap Clara emosi.


"Tapi kamu belum sehat betul sayang," ucap Surya.


"Aku sudah sehat kok. Besok kita ke rumah Mamah Bella, kita harus cari bukti untuk membongkar kejahatan Dewi. Dia telah menyakiti orang-orang yang aku sayangi. Dan kamu tau honey, David juga dalam bahaya. Dewi pscycopat." Ucapan Clara membuat Surya tidak percaya.


Dirinya masih bingung sama ucapan istrinya itu.


"Apa maksud kamu,?" tanyanya lagi.


Belum sempat Clara membalas ucapan suaminya. Terdapat suster membawa Twin Boy mereka. Clara sangat senang, ia akhirnya menggendong Bayinya lagi.


"Mommy sangat kangen sama kamu sayang," ucap Clara sambil mencium kedua anaknya secara bergantian.


Clara mencubit hidung suaminya, Ia merasa gemas sama ucapannya.


"Kamu, terlalu pede. Lihatlah sayang Papihmu sangat genit dan pede." Seru Clara.


Tak lama Ibu Farrah telah tiba, ia tersenyum dan langsung menggendong Baby Zi. Dirinya terasa sangat kangen sama kedua Cucunya itu.


"Mamah jadi teringat saat Surya masih bayi," ujar Ibu Farrah.


"Pokoknya kamu harus sukses. Kalian berdua adalah Cucu pertama dan kedua Nenek." Ucapnya sambil menggendong Baby Zi dan Zo.


"Aku tuh selalu teringat sama Nenek Sukma. Dia sangat pengen menggendong Bayiku. Tapi Allah berkata lain, dia telah tiada dan takkan kembali. Lihatlah nek, ke empat Cucumu, sangat merindukan kehadiran dirimu nek." Ujar Clara bersedih.


"Dia pasti bangga pada kalian berdua. Clara, Nenekmu sudah bahagia di sana. Melihat cucunya sudah punya Baby sekligus empat. Jangan berhenti doakan Orang yang sudah tiada di dunia ini. Ibu yakin mereka di tempatkan di tempat yang sangat indah. Apalagi melihat orang yang mereka sayangi bahagia di dunia ini." Terang Ibu Farrah.


"Terima kasih Bu, nasehatnya Clara suka." Ucap Clara tersenyum.


🌾🌾🌾

__ADS_1


Di ruangan Clery.


Mamah Shiren, sedang membaca ayat suci Al-Quran. ia tidak berhenti mendoakan anak dan menantunya juga cucunya yang kini sedang perawatan khusus.


Mamah Shiren yakin. Clery, Rey dan juga Baby Twin-nya pasti sembuh seperti sedia kala.


"Mamah cuma bisa mendoakan kamu sayang. Cepat sehat dan juga cepat cepat sadar." Ucapnya sambil mengecup kening Clery.


"Rey, Mamah yakin. Kamu pasti bangkit dan sehat juga seperti sedia kala," ucapnya lagi.


Tak berselang lama, terlihat tangan Clery bergerak sedikit. .Mamah Shiren langsung menghubungi dokter dengan memencet tombol.


"Sayang, kau menggerakkan jarinya. Apa kamu mendengar ucapan Mamah,? ya Allah semoga saja, Clery sadar." Seru Mamah Shiren.


Tak lama, Dokter tiba bersama dua perawatnya. Langsung saja Dokter memeriksa keadaan Clery.


"Dia menggerakkan satu jarinya Dokter," ucap Mamah Shiren senang.


"Ibu, tenang dulu ya. Semoga ini pertanda baik untuk kita semua," ucapnya.


Kedua tangannya ia tangkupkan, matanya merem. Ia berdoa semoga anak dan menantunya segera sadar.


Bagi Mamah Shiren, Clery adalah nafasnya. Ia berharap semuanya akan Baik-baik saja.


Dokter terlihat sudah Memeriksa Clery ia langsung menghadap Mamah Shiren yang kini sedang duduk sambil berdoa di sofa.


"Semoga, Anakku cepat sadar." Ucap Mamah Shiren.


Dokter berbalik, ia langsung tersenyum.


"Ini awal yang baik. Ketika kamu berbicara yakinlah dia mendengarnya dan kamu harus terus menyemangati dirinya. Supaya Clery cepat sadar. Dan seringlah mengaji untuk kesembuhan mereka. Yakinlah Allah akan mengabulkan doa kita." Ucap sang


Dokter.


Setelah Itu, mereka pamit. Dan tinggalah Mamah Shiren sendirian di sana.


"Dengarlah sayang, kamu akan segera sembuh kembali," Mamah Shiren mengusap Kepala anaknya lalu, ia menciumnya kembali.


Setelah itu, Papah Farrel datang. Ia batu saja pulang dari kantor dan langsung ke rumah sakit.


"Bagaimana keadaanya Mah,?" tanya Papah Farrel.

__ADS_1


"Mereka baik, semoga secapatnya mereka sadar Pah," ucap Mamah Shiren.


__ADS_2