
Di Bali
Clara terbangun, ia melihat ke sekelilingnya, terdapat ibu Farrah tersenyum, lalu Surya datang membawa Dokter untuk memeriksa Clara yang sekarang sedang sakit dan mual.
"Dok istri saya kenapa ya?" tanya Surya sembari melihat istrinya lagi di priksa Dokter Bella.
"Hmm, istrimu hanya kecapean dan terlihat sangat lemah, dia harus banyak makan dan minum air" ucapnya sambil meletakan resep obat buat Clara.
"Jadi dia mual-mual bukan hamil Dok?" tanya ibu Farrah.
"Heee, tidak Bu, dia hanya kurang istirahat dan juga darahnya kurang. Untuk rasa mualnya dia terkena masuk angin deh" balas Dokter Bella.
"Oke Dokter baiklah terima kasih ya" ucap Surya seraya tersenyum melihat ke arah istrinya.
Setelah beberapa menit Ibu Farrah mengantarkan Dokter Bella keluar. Surya langsung mengelus perut rata istrinya.
"Aku kira kamu hamil sayang" ucap Surya seraya di cubit hidungnya sama Clara.
"Kau ini, kita baru sebulan setengah nikah dan itu juga baru sekali kita berperang" ucap Clara.
"Baiklah nanti setelah kamu sembuh kita tiap malam perangnya, aku sudah gak sabar pengen punya Dede bayi yang imut-imut dan lucu." Seru Surya sambil mengelus perut rata istrinya.
Setelah itu, ibu Farrah kembali sambil duduk di dekat Surya.
"Ibu kirain kamu hamil sayang, semoga suatu hari nanti kamu beneran hamil, ibu pengen banget gendong cucu" ucap ibu Farrah.
"Iya Bu, insya Allah semoga kita di berikan segera keturunan" balas Clara tersenyum.
🌾🌾🌾
Di rumah sakit Jakarta
Sementara itu Clery sudah bersiap segala sesuatunya dan sudah di cek dokter untuk melakukan operasi nanti siang.
Debaran jantung Clery membuncah, ia selalu berdoa semoga operasinya lancar.
Terdapat Nenek Sukma dan juga Kedua orangtua Clery yang sudah bersiap untuk menunggu operasi anaknya.
Mamah shiren menangis bahagia, ia tidak kuasa melihat anaknya dan begitu senang ingin segera melihat.
__ADS_1
Sekarang dokter sudah siap membawa Clery menuju ruang operasi. Ranjang pasien mereka dorong menuju ruangan, Dokter menghembuskan nafasnya pelan, merasa sesak dan juga sedih atas operasi pasiennya Clery. Dia memikirkan wanita itu yang rela mendonorkan matanya demi Clery untuk bisa melihat dunia lagi, tapi bagaimana dengan nasib wanita itu? Dokter pun hanya bisa menghela nafas.
Semua sudah bersiap, keluarga menunggu di luar, sementara itu Mamah Shiren pamit pergi dan di setujui Papah Farrel.
Mamah shiren menerima telephone dari seseorang ia langsung menuju sesuatu tempat.
Beberapa menit kemudian.
Dokter membawa pasien pendonor yang di tutupi kain, Rey dan yang lain menatap pasien itu. Mereka meminta untuk melihat si pendonor namun sama suster di larang karena ini permintaan pendonor.
Mereka hanya bisa menatap dan berterima kasih kepada sang pendonor. Setelah beberapa jam kemudian rasa gelisah, takut cemas mereka jadi satu.
Nenek Sukma menanyakan mamah shiren ia pun langsung mengirim pesan kepada Mamah shiren, dan langsung saja di balasnya.
"Farrel, istrimu lagi di rumah katanya dia mau mengurus berkas-berkas buat urus operasi Clery yang belum di urus tuntas." Ucap Nenek Sukma, dan di angguki oleh Papah Farrel, dia sudah tidak peduli lagi sama alasan Mamah shiren akibat permasalahan kemaren.
Padahal urusan Operasi Clery sudah selesai tapi Papah Farrel tidak mempermasalahkan dan tidak menaruh curiga pada istrinya itu.
Selang Beberapa jam membuat Rey jenuh dan tidak sabar menunggu kabar baik dari dalam.
5 jam lebih sudah, dokter keluar membawa wajah sumringah menandakan bahwa operasinya lancar.
Rey dan yang lainnya langsung menghampiri mereka sambil tersenyum.
Mereka langsung merasa bahagia dan tersenyum Nenek Sukma begitu bahagia mendengar cucunya bisa melihat lagi.
Rey sujud syukur ia merasa bahagia campur aduk, kebahagiaan istrinya akan kembali lagi dan melihat isi dunia yang penuh warna ini.
Mamah shiren mengirim pesan, ia meminta ijin keluar kota karena ada masalah sama keluarganya yang ada di luar kota.
"Dia selalu begitu, memang dia itu kepada Anak-anak sayang tidak sayang, Clery lagi operasi saja malah sibuk ngurus urusan yang lain. Padahal operasi ini sangat penting bagi kita semua, dia sudah berubah aku tidak tau hubunganku bagaimana nantinya" ucap Papa Farrel kepada Nenek Sukma.
"Sudah kamu tidak perlu cemas, semoga saja dia bisa berubah, dan kita malah tau sipat dia sekarang ini. Oh ia nanti sore Mamah mau ke dokter Gita untuk cek rutin sekalian Mamah ada di rumah sakit ini. Biar cepat sembuh efek pengaruh obat yang di berikan istri kamu" ujar nenek Sukma.
"Maafin Shiren ya Mah, akibat ulah dia Mamah jadi begini" ucap Papah farrel.
Rey hanya tersenyum mendengar percakapan mereka. Dia juga tidak menyangka Mamah Shiren akan melakukan hal ini kepada Clery dan juga Clara.
Rey berpikir masalah ini Clery belum tau, bagaimana nanti kalau dia tau semuanya pasti perasaan istrinya sangat hancur dan tidak tau lagi akan bagaimana reaksinya.
__ADS_1
Malam telah tiba.
Clery sudah sadarkan diri, dia langsung meraba dan mendapatkan tangan Rey yang langsung memegang tangannya.
"Rey" ucap Clery pelan.
"Iya sayang" balas Rey.
"Aku mau minum" ucap Clery tersenyum
Rey langsung mengambilkan segelas air putih yang sudah tersedia di meja dekat ranjang.
Nenek Sukma dan juga Papah Farrel menghampiri Clery, mereka tersenyum dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"Pah, Mamah mana, kok gak ada sih" tanya Clery kepada Papah farrel.
"Dia ada urusan, keluarganya sedang ada masalah jadi dia bantuin untuk menyelesaikan masalahnya di Bekasi" balas Papah Farrel.
"Tidak masalah, Clery juga sudah operasi dan lancar, semoga nanti pas di buka perban ini Clery sembuh dan bisa melihat kalian" seru Clery senang.
"Iya sayang, Papah juga sudah tidak sabar pengen cepat kamu sembuh" balas Papah Farrel.
Di Ruangan rawat lain.
Wanita itu sudah sadar dan masih di perban, ia tersadar dan sudah ada suster yang menjaganya di ruangan, ia tersenyum dan meraba pelan perban itu.
"Saya panggilkan dokter dulu" ucap suster sambil menekan tombol.
Wanita itu mengangguki ucapan sang suster, ia merasa plong dan senang.
Selang beberapa lama, Dokter telah tiba dan memeriksa kondisi wanita itu.
"Kamu nekad sekali, semoga kondisi mu baik, setelah ini apa yang akan kamu lakukan?" tanya dokter sambil memeriksa wanita itu.
"Saya merasa puas dan jangan pernah kasih tau keberadaanku, aku tidak mau mereka tau, dan untuk kedepannya aku akan segera pulang" ucap wanita itu.
"Tapi kondisimu?" tanya sang dokter.
"Nanti aku akan ke sini, sama Winda, dia akan mengantarku untuk cek rutin kondisiku, sebentar lagi juga Winda akan segera datang ke sini" ujar wanita itu.
__ADS_1
"Baiklah kalau itu mau mu, semoga cepat sembuh" ucap sang Dokter.
Tak berselang lama orang yang bernama Winda datang dan langsung memeluk Wanita itu yang kini sudah tidak bisa melihat lagi.