Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Lolos dari kejaran Season2


__ADS_3

Clara dan anak buahnya bergelayut di pinggir jurang. Suara para penjahat itu semakin dekat, mereka menuju ke dekat jurang yang kini ada Clara, Izal dan Robby yang sedang bersembunyi di tebing jurang.


Tangan Clara sudah pegal dan lemas, dirinya tidak kuasa menahan badannya yang semakin kian menurun ke bawah.


penjahat itu menelusuri tebing jurang yang banyak akar dan di bawahnya air sungai sangat deras.


"Kurasa mereka tidak ada di sini, lihatlah ini jurang sangat curam dan juga hari sudah mulai gelap. Kita lanjutkan saja besok." Terang Bos Preman itu, mereka melangkah pergi dan meninggalkan tempat persembunyian mereka bertiga.


Untung saja mereka terhalang daun agak rindang di tebing itu hingga mereka tidak terlihat oleh para penjahat yang ada di atas mereka.


Tak lama, Clara melorot ke bawah, Izal dan Robby panik. Mereka melihat Nyonya besarnya sudah melorot ke bawah. Dengan sigap Izal menarik tangan Clara dan berangsur ke atas dengan susah payah di bantu Robby yang kini sudah berada duluan di atas untuk menolong mereka berdua.


Clara merasa lemas dan ia pun berhasil selamat dari maut. Untung anak buahnya cekatan hingga Clara tidak sampai jatuh ke dasar jurang yang di bawah airnya sangat deras sekali.


Mereka mendesah lega karena bebas dari pencarian para penjahat dan juga lolos dari maut.


Terlihat tangan Clara merah akibat mencengkram akar pohon yang sangat kasar.


Kedua bodyguard itu langsung membantu Nyonya besarnya untuk bangkit dan pergi dari tepi jurang.


"Terima kasih, kalian sudah menyelamatkan saya,?" ucap Clara lesu.


"Sudah tugas kami menolong Nyonya. Kalau tidak, kami bisa di pecat oleh Tuan besar," sahut Robby.


Waktu sudah larut dan mereka belum menemukan tempat untuk tidur. Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mereka langsung meneduh di bawah pohon rindang.


Izal menjaga Clara untuk duduk istirahat, sedangkan Robby mencari alas daun pisang untuk tidur Clara.


Dan Robby juga telah berhasil membawa batu dan juga kayu ranting untuk di jadikan pencahayaan mereka di malam ini.


"Ini Nyonya, daun pisang buat tidur biar tidak kotor. Bagaimana ini, kita tidak bisa menghubungi Bos kita." Ujarnya sambil membenahi daun pisang untuk tidur Clara.


"Tidak usah risau, Suamiku pasti mencari kita, yang terpenting kita selamat dari kejaran mereka." Sahut Clara.


Izal telah berhasil menyalakan percikan api untuk membakar ranting. Setelah kurang lebih satu jam dia menggesek-gesekan batu itu, akhirnya nyala juga apinya.


Mereka pun tertidur, di temani api yang menyala untuk pencahayaan dan juga menghangatkan rasa dingin.


🌾🌾🌾


Surya mendapat info Clara dan Bodyguard-nya kabur dan belum di temukan. Dirinya langsung bergegas untuk memastikan info itu benar atau tidak.

__ADS_1


Ia melihat GPS anak buah Dewi, dan perjalanannya jauh dari lokasi kota. Surya merasa tidak enak hati, ia menghubungi Darren dan mereka pun sepakat untuk berangkat berdua mencari Clara yang kini berada di hutan bersama kedua anak buah suruhannya.


"Bagaimana bisa istriku bisa kabur dan pergi ke arah hutan, semoga mereka baik-baik saja." Ujar Surya sambil mengemudi mobilnya.


Saat ini Surya menuju rumah Darren untuk mencari Clara.


Dirinya sangat khawatir walaupun bersama kedua Bodyguard-nya. Hatinya sangat cemas dan tidak bisa ia menunggu lama untuk pergi ke sana. Saat anak buahnya yang lain memberitahu kabar itu, Surya langsung bergegas menghubungi Darren dan langsung ke tempat tujuan.


Sebagian Bodyguard Surya sudah di kerahkan untuk mencari ke arah hutan dan juga ke arah perkampungan warga sekitar.


Mereka pun berpencar dan tidak boleh di ketahui sama anak buah Dewi.


🌾🌾🌾


Saat ini Clara dan anak buahnya sedang terlelap tidur. Clara merasa badannya sangat sakit dan juga perih di tangan. Tiba-tiba terdengar suara langkah menuju tempat persembunyian mereka.


Clara langsung membangunkan anak buahnya untuk bangun, dan segera bersembunyi.


"Izal, Robby. Ayo bangun, ada seseorang ke arah sini, ayo kita bersembunyi dari sini." Ucap Clara pelan.


Izal dan Robby langsung bangun. Mereka bersembunyi di balik pohon, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi mereka.


Clara dan anak buahnya bersembunyi di balik pohon, mereka terpisah tempat sembunyi untuk mencari tau siapa yang datang ke sana.


"Wah, mereka pasti ada di sekitar sini. Ini adalah bekas mereka tidur, api dan daun pisang ini tertata rapih." Ujarnya sambil celingukan dan membawa pistol di tangannya.


Dirinya melihat ke sekeliling untuk memastikan mereka ada di sana. Clara merasa lega, karena dia sendirian, jadi bisa Clara tangani.


Pria penjahat itu menghampiri Clara yang ada di balik pohon, karena bayangan Clara terlihat jelas dari api yang menyala. Pria itu melangkah secara perlahan, Clara memejamkan matanya dan..


Buughh....


Pria itu jatuh di pukul sama Clara secara tiba-tiba, dan mengenai wajah Preman itu. Bodyguard-nya menohok tidak percaya bahwa Nyonya besarnya sangat lihay dalam aksinya. Mereka langsung menghampiri Nyonya besar Clara.


Tapi, siapa sangka, Pria itu bangun dan langsung menangkap Clara dengan cekikan di lehernya.


"Kalian jangan mendekat, atau dia akan celaka malam ini juga, kalian mundur." Teriak Preman itu, Clara masih dalam cengkraman-nya.


Tak berselang lama, Clara memutar balik badannya dan sekarang, posisi preman itu, yang ada di cengkraman Clara.


Pistol yang ada di tangan Pria itu langsung Clara ambil dan menodongkan ke kepalanya.

__ADS_1


Preman itu bisa Clara kendalikan, Pria itu tinju oleh Clara secara habis-habisan dan di bantu sama kedua Bodyguard-nya.


"Piiuhh, dia pingsan. Ayo ikat dia pakai akar, Izal cari akar di sekitar sini. Kita akan mengikat dirinya di batang pohon." Perintah Clara sambil di angguki Izal.


Dan Robby membantu Clara untuk membawa pria itu ke dekat pohon yang berada di dekat pohon besar.


"Hahah, kita kerjain dia. Nanti pas ingat paling dia teriak-teriak minta tolong, untung saja dia sendirian kalau banyak! wah kita pasti tertangkap lagi." Ucap Clara sambil mengambil pistol yang ada di badannya lagi.


"Siap Nyonya. Kita iket dia di sini," sahut Robby.


Tak berselang lama, akar yang di cari izal sudah di dapatkan.


Izal dan Robby, mengikat kencang badan dan tangan Preman itu di batang pohon.


"Ayo, kita pergi dari sini. Sebelum yang lainnya ke sini, kita harus cari tempat yang lebih aman lagi." Ujar Clara yang di ikuti oleh kedua Bodyguard-nya.


Preman itu terikat sangat mengenaskan, wajahnya babak belur, pistolnya di bawa Clara sama anak buahnya. Dirinya pingsan dengan lilitan akar di badan dan tangannya.


Clara merasa puas, mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk mencari tempat yang aman. Mungkin malam ini mereka tidur dengan keadaan gelap di hutan, karena tempat mereka yang tadi sudah tidak aman lagi.


Hai readers ini visual mereka yang sekarang


Jangan lupa dukungannya


Hadiah, like, komen, vote.



Surya



Kevin



Rey



Darren

__ADS_1



David


__ADS_2