Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Ketakutan nenek sihir season2


__ADS_3

Clara dan ibu Farah sudah tiba di mall besar yang ada di Jakarta. Mereka langsung turun dari mobil, seperti yang di perintahkan ibu Farah Izal ikut ke dalam mall.


Ibu Farah menggandeng tangan Clara sambil terus berbicara tanpa ada kata bosan. Ia sangat senang ada teman untuk menemaninya ke mana-mana.


"Clara sayang, kita beli baju dulu ayo. Izal kamu pilih baju mana yang mau kamu beli, urusan bayar biar nanti ibu yang bayarin, kamu gak usah khawatir cepat sana.


"Ibu mau beli apa, Clara mau beli sarang mahkota dan juga sarang burung kembar. Di rumah cuma sedikit Clara lupa, baju Clara ada di rumah mamah." Ucap Clara berbisik


"Ya sudah, ibu juga mau beli sekalian, punya ibu sudah agak kendor sih, dan juga rusak sama mesin cuci. Jadi nyesel deh ibu, sekarang kalau nyuci tidak ibu masukan ke mesin cuci. lebih enak pake tangan, Cla kalau misal mau nyuci sarang burung kembar jangan di masukin ke dalam mesin yah." Terang ibu Farah sambil berjalan memilih celana mahkota dan sarang burung.


"Waah lihat Bu, sarang mahkota sama sarang burung kembar couple nih, dih jadi kepengen beli banyak heee."


seru Clara sambil mengambil semuanya.


"Beli yang banyak, biar anak ibu Surya tidak bosan melihat kamu memakai yang itu-itu saja" ujar ibu Farah sambil cekikikan.


Izzal yang mendengar mereka langsung begiding, ia sudah selesai membeli baju yang ia suka. Karena memang Izal di perintahkan untuk terus berada di samping Clara, maka dari itu ia terus membuntutinya.


🌸🌸🌸


Di kantor Surya sudah mendapatkan alamat nenek Clara, ia pikir nanti besok atau lusa Surya akan mendatangi nenek Clara. Namun ia sudah tidak sabar untuk memberi pelajaran kepada nenek sihir itu.


Surya keluar kantor, ia memasuki mobil untuk memberi pelajaran kepada nenek Clara. Tangan dan mulutnya sangat gatal, ia sudah lama tidak marah-marah lagi.


Di perjalanan Surya terus melihat arlojinya, ia berharap ibu dan Clara belum pulang ke rumah dari pusat perbelanjaan-nya. Surya di suruh pulang cepat, jadi ini kesempatan dia untuk melabrak nenek Clara terlebih dahulu, sebelum Clara dan ibunya pulang kerumah.


Surya sudah sampai di tujuan, ia keluar dari mobil, tak lupa ia juga memakai kaca mata hitam. Surya tersenyum kecut setelah sampai tujuan.


Ia langsung menekan bell, suara langkah kaki dari dalam membuat Surya tidak sabar.


Pintu terbuka lebar, nenek Clara kaget yang datang orang tidak kenal. Tanpa basa-basi, Surya langsung nyelonong masuk dan duduk di sofa mewah nenek Clara.

__ADS_1


Sikap Surya langsung membuat neneknya emosi, ia menyuruh Surya berlaga sopan ketika memasuki rumah orang.


"Kamu siapa haahh, beraninya datang ke sini! tidak tau sopan santun" seru nenek Sukma, matanya melotot tajam ke arah Surya. Namun tak di hiraukan Surya, membuat nenek Sukma tambah murka.


"Jangan berisik nenek, aku adalah menantu dari anak ibu, kamu masih ingat, malam kemaren kamu mencaci maki istri saya! dan kamu ingat lagi, semalam yang mengirim ancaman pesan ke nomor ponsel istri saya adalah kamu orangnya." Surya langsung berdiri sambil membuka kaca matanya.


Nenek Sukma terkejut dan langsung melongo ketika mendengar penjelasan Surya. Ia tidak menyangka bahwa ancamannya langsung terbongkar.


"Jangan macem-macem sama saya anak muda, sekarang cepat kamu keluar dari rumahku." Ancam nenek sukma sambil menunjukan jarinya ke arah Surya.


Namun ancaman sang nenek malah di tertawakan oleh Surya. Ia kembali duduk sambil menumpangkan kakinya, membuat nenek sukma semakin geram.


"Nenek, aku peringatkan kamu, jangan pernah mengusik istri saya, menyentuh ataupun menerornya lagi jangan pernah ingat itu. Atau bila kamu masih maksa meneror dan melarang istri saya bertemu orang tuanya, siap-siap saja, aku kerahkan anak buahku untuk mencelakimu." Ucapan Surya membuat takut nenek Sukma, ia melotot ke arah Surya membuat ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Sialan, anak muda ini bukan sembarang anak muda seperti orang lain, anacamannya membuatku tidak berkutik. Tapi awas saja, aku tetap akan membenci Clara sampai kapanpun." Ucap nenek Sukma dalam hatinya.


"Ada satu lagi nenek, perusahaan anakmu tidak akan berdiri tanpa bantuan dari perusaanku, ingat itu." Ucap Surya tajam, ia berdiri sambil melangkah keluar rumah nenek Sukma.


🌸🌸🌸


Semua sudah beres kini Clara dan juga ibu Farah sudah berada di dalam mobil. Mereka sudah pada belanja kebutuhan pribadinya. Clara sangat senang karena di berikan sebuah cincin berlian yang sangat mahal oleh mertuanya.


Clara sudah menolaknya, namun ibu Farah terus memaksa, baginya cincin itu hadiah pernikahannya. Membuat Clara merasa tidak enak atas segala yang sudah ibu Farah berikan kepadanya.


"Clara sangat bersyukur mempunyai ibu, semoga ibu sehat selalu dan di lindungi oleh Allah." Seru Clara sambil melirik ke arah ibu mertuanya.


"Terima kasih sayang, Surya anak ibu tidak salah memilih mu sebagai istrinya." Ujar ibu Farah mengusap rambut Clara yang menjuntai.


Sekarang Surya sudah berada di dalam rumah, ia merasa lega karena istri dan ibunya belum pulang dari mall.


"Piuuuhh, untung saja mereka belum pulang, kalau misal aku keduluan bisa gawat, ibu pasti ngomel-ngomel." Ucap Surya sambil menjatuhkan badannya ke sofa besar yang ada di ruang tv.

__ADS_1


Pintu terbuka, Surya melirik ke arah sumber suara, ternyata ibu dan istrinya sudah pulang. Ia tersenyum ke arah istrinya Clara.


"Waaah ada yang sudah shoping nih, kok ibu gak ngajak Surya sih" ucap Surya cemberut sambil memeluk tubuh Clara.


"Ah ribet, ibu lebih enak belanja sama mantu ibu ini, di banding sama kamu, ibu ke kamar dulu yah, ibu sangat cape." Ujar ibu Farah sambil melangkah pergi ke arah kamarnya.


"Aku sangat kangen banget sama kamu sayang" ucap Surya sambil terus memeluk tubuh Clara.


"Ah masa, kalau kamu kangen kenapa gak telephone atau kirim pesan" Clara memalingkan mukanya.


"Aku sangat sibuk, jadi lupa mengabarimu heee," Ujar surya langsung mencubit pipi Clara.


"Aku cape mau ke kamar" ucap Clara sambil melepaskan pelukan suaminya.


"Aku ikut dong, masa kamu ninggalin aku sendiri di sini" Seru Surya sambil menyusupkan kepalanya ke leher Clara..


"Kamu genit ih, ayo buruan jalan" Seru Clara


Tak di sangka Clara langsung di gendong sama Surya ke kamar, ia menaiki tangga sambil terus menatap ke wajah cantik Clara.


"Awas kamu jatuh, lihatnya kedepan jangan ke wajahku" seru Clara sambil menyubit hidung mancung Surya.


"Tidak, kamu tenang saja, aku punya mata batin kok, wajahmu membuatku selalu tergoda, bibir sexsi mu menggairahkan jiwaku." Seru Surya sambil membuka pintu kamarnya.


"Ih mesum banget sih kamu, sudah sayang lepaskan, aku mau ganti baju, rasanya sangat gerah." Ujar Clara sambil berusaha turun dari gendongan suaminya.


"Hmm, minta k*ss dulu dong, masa sama suami gak k*ss" Seru Surya menodongkan wajahnya ke arah muka istrinya Clara.



Baju kameja yang di pakai Surya ke kantornya

__ADS_1


__ADS_2