
Cuaca sangat cerah, membuat Clery ingin menemui adik kembarnya itu. Ia langsung menghubungi Clara.
Clery meraih ponselnya yang ada di dalam saku miliknya. Tapi ia terhenti saat mau menelphone, ada yang menarik perhatian dirinya. Ia mencoba memperhatikan seseorang yang kini sedang asyik berpegangan tangan di hadapannya, mungkin terhalang 2 meja.
Betapa terkejutnya Clery, Ia melihat Dewi bersama seorang pria. Terlihat pria itu sesekali mencium tangan Dewi,dan juga mengelus perutnya.
"Apa dia, ayah dari anak si Dewi" ucap Clery sambil menutup wajahnya pake kertas pesanan, supaya ia tidak terlihat sama kedua insan tersebut.
Clery berdecak kesal, ia tidak melihat dengan jelas wajah pria itu, karna terhalang orang yang ada di depan Clery.
"Ahh, sial banget gue, padahal penasaran banget siapa tu cowok yang bersama dengan Dewi" sialnya hp Clery terjatuh ke lantai, ia pun langsung mengambil ponselnya ke bawa meja.
Kini, ia sudah duduk seperti semula, namun sayang Dewi sudah berlalu pergi, terlihat mereka sudah menaiki mobil mewah.
"Sial banget gue hari ini, padahal ini momen untuk gue abadikan sebagai bukti buat mengintrograsi si Dewi.
Kini Clery langsung menghubungi Clara, Cukup lama Clara mengangkat tlp dari Clery. Kini Clery langsung memasuki mobil, tak di sangka ponsel miliknya berdering. Terlihat nama adiknya di layar ponsel, Clery mengangkat telephone dari Clara.
"Hallo, kak, maaf tadi Clara sedang merapihkan pakaian Dari koper" ucap Clara di ujung telephone.
"Emang kamu mau pergi ke mana? kok bawa-bawa koper dan juga baju?" tanya clery heran, sambil mengerutkan keningnya.
"Oh ia maaf, aku lupa untuk memberitahu kakak, sekarang aku sudah pindah ke Apartemen Rey. Jawab Clara merasa bersalah.
"Oh oke, kamu serlok saja, nanti Kaka ke sana?" ucap Clery. Merekapun langsung memutuskan telephone-nya.
🌸🌸🌸
Di kantor Rey sedang sibuk sama dokumen yang ada di depan mejanya yang kini menumpuk. Rey memijit keningnya dan langsung membereskan pekerjaanya.
Tak di sangka Kevin muncul tiba-tiba, dan kini sedang asyik memperhatikan Rey, yang sedang sibuk sama kerjaannya itu.
"Lo, kapan masuknya?" tanya Rey jutek.
__ADS_1
"Santai bro, gue Boring banget di rumah, jadi gue pikir untuk datang ke kantor Lo?" jawab Kevin santai.
"Makanya Lo cepetan bantuin nyokap Lo di kantor?" ucap Rey sambil terus fokus sama kerjaannya.
Celotehan Rey membuat Kevin terkekeh geli, Ia merasa belum siap untuk kerja keras seperti Rey saat ini. Mungkin kevin ingin menghabiskan waktunya dulu sebelum ia terjun ke dunia perkantoran.
"Santai bro, gue belum ada niat untuk sekarang-sekarang deh, gue ingin menghabiskan waktu leha-leha gue dan gue bisa jalan-jalan dulu ke sana kemari." Jawab Kevin santai sambil meraih ponsel dari saku celananya.
"Baiklah itu terserah Lo saja" Jawa Rey singkat.
Kini Kevin menghampiri Rey ke meja kerjanya, ia kemudian duduk dan langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi yang ada di depan Rey.
Terlihat wajah bingung Kevin, Rey langsung mengerutkan keningnya heran.
"Kenapa Lo, tadi lo kelihatan baik-baik saja! kok sekarang terlihat kusut banget?" tanya Rey, terdengar hembusan nafas kasar dari mulut kevin.
"Gue lagi bingung nih! gue kan sekarang jadi pacar bohongan Clery, eh malah gue terjebak sama kepura-puraan ini, masa gue harus segera menikahi Clery dalam waktu dekat ini. Ini memang terdengar gila." Ucap Kevin sambil menatap langit-langit ruangan kerja Rey.
"Haa..haa.., lagian Lo, ada-ada saja, konyol banget sih Lo sama Clery? sudahlah mendingan Lo sama Clery menikah saja, itu lebih tepatnya?" ucapan Rey membuat Kevin menohok tidak percaya.
"Lagian sih Lo, pake mau di ajak kerja sama yang menyesatkan itu?" jawab Rey sambil terus fokus sama kerjaannya.
"Tadinya sih gue tidak berpikir demikian, tapi ini sangat di luar dugaan, dan gue tidak tau harus berbuat apa sekarang." Jawab Kevin pasrah
"Ya sudah sih, mending Lo sekarang omongin saja masalah ini sama Bokap dan nyokap Lo? siapa tau mereka punya jalan keluar, kalau gue sih mending Lo nikahin saja Clery?" ucap Rey menatap wajah Kevin.
"Sembarangan Lo, gue belum siap untuk menikah muda, kerja saja gue belum siap, apalagi nikah!" jawab Kevin enteng. Rey hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan langsung beranjak dari kursinya.
Kevin yang melihat itu langsung memperhatikan Rey, ia sedikit heran dan langsung bertanya.
"Mau ke mana Lo, gue jangan Lo tinggal" tanya Kevin sambil bangkit dari tempat duduknya.
Rey terhenti sejenak dan langsung mengambil amplop coklat yang ada di meja depan sofa. Ia kemudian memberikan amplop itu pada Kevin dan langsung menyuruh membukanya.
__ADS_1
"Lo, coba buka siapa tau Lo kenal?" ucap Rey sambil menghempaskan badannya ke sofa empuk.
"Ini apaan Rey, gue buka sekarang!" Kevin langsung membukanya. Ia tidak menyangka ternyata itu Photo dan identitas pria misterius itu.
"Lo kenal sama tu cowok?" tanya Rey.
"Kagak, gue gak kenal sama ini orang?" jawab Kevin sambil membuka lembaran kertas yang ada di tangannya beserta photo seorang pria.
"Ini siapa Rey, terlihat sangat gagah dan cukup lumayan dari kita ketampanan-nya" ucap Kevin langsung menaruh lagi amplop itu.
"Itu orang yang meneror gue dan menusuk gue" jawab Rey enteng. Terlihat wajah kaget dari Kevin, ia menatap ke arah Rey merasa tidak percaya.
"Waahh, jadi ini orang yang selama ini gangguin Lo Rey? sunguh aneh, terlihat sangat baik dan juga gagah! emang Lo kenal sama dia?" tanya Kevin melirik wajah Rey yang sedang memijat keningnya.
"Gue gak kenal, tapi kata bokap gue, itu orang juga berpengaruh sama Perushaan ini, itu yang membuatku bingung?" jawab Rey memejamkan matanya.
Terdengar suara ketukan dari arah pintu, Rey langsung menyuruh-nya masuk. Ternyata sekertaris-nya, yang kini langsung memberikan sebuah paket lagi buat Rey.
"terima kasih Hellen, kamu boleh keluar, eh, tunggu! apa kamu kenal sama orang yang mengirim paket ini?" tanya Rey pada Hellen sekertaris-nya.
"Kurasa, saya tidak mengenalnya pak" jawab Hellen sambil menundukan kepalanya.
"Baiklah terima kasih" ucap Rey dan langsung Hellen berlalu pergi menutup pintu.
Kini Rey dan juga Kevin saling menatap paket itu, ia merasa penasaran apa lagi paket yang di kirim oleh pria itu.
Rey mengambil gunting dari laci dan ia pun langsung membuka paket yang tidak ada nama pengirim atau pun alamat pengirim.
Kevin dengan serius memperhatikan Rey yang sedang membuka paket. Mereka langsung membuka kotak hitam yang terdapat photo Clara dan sebuah surat kecil di dalamnya.
Mereka terkejut dan saling pandang, Rey langsung membuka surat itu terdapat tulisan singkat yang membuat Rey mengamuk.
isi surat ( Istrimu sangat cantik, kurasa gue boleh memilikinya)
__ADS_1
"Brengsek sekali dia, siapa pria itu" ucap Rey sambil membanting kotak paket itu dan mengepalkan tangannya emosi.