Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Membalas perbuatan Dewi Season2


__ADS_3

Clara mencari keberadaan Dewi, sambil memegang tangannya yang terluka bekas goresan pisau oleh Dewi.


Dirinya tidak terima karena Dewi sudah sangat keterlaluan. Terlihat Dewi sedang memandang ke arah hutan di belakang rumah, Clara langsung saja menghampirinya.


Tanpa banyak kata, ia langsung menjambak rambut Dewi yang terurai sangat bagus karena habis di percantik.


"Rasakan ini Dewi, rambut bagusmu akan aku gunting menjadi acak-acakan," desisnya.


Clara melihat gunting yang terletak di atas meja, Clara nyengir lalu perlahan menghampiri Dewi yang kini sedang bediri membelakangi.


Terkaman Clara mengagetkan Dewi yang sedang santai. Tanpa pikir panjang Clara menggunting rambut Dewi tidak beraturan.


Penjaga yang berada di depan rumah sedang asyik ngopi dan santai, mendengar teriak Dewi dari arah belakang rumah.


"Aku sangat kesal dan marah Dewi, kau telah lancang menyakitiku. Sekarang aku yang akan merusak rambut indah mu ini." Ucap Clara sambil menindih Dewi, posisi mereka kini Clara di atas sambil menggunting rambut Dewi dan asyik duduk di perut Dewi.


Dewi menjerit tidak terima rambutnya di rusak. Setelah kemarin seharian mengeluarkan biaya mahal untuk membuat rambutnya bagus.


Dan sekarang di rusak oleh Clara, tak segan-segan Clara menggunting rambutnya pendek sebahu dan itu juga tidak rata.


Setelah puas Clara melepaskan dan langsung mencengkram wajah Dewi.


"Dengarkan aku baik-baik Dewi, aku tidak akan pergi dari sekapanmu. Karena aku ingin menyiksamu terlebih dahulu." Ujarnya, lalu melepaskan wajah Dewi dengan kasar.


Anak buah Dewi malah melongo melihat mereka berdua. Dewi menangis dan menyuruh mereka menangkap Clara.


"Kalian sangat bodoh! cepat tangkap dia," teriaknya.


Dan langsung saja kedua tangan Clara berhasil di borgol oleh anak buah Dewi. Namun siapa sangka, Clara malah tertawa dan memutar bola matanya malas melihat geraman dari wajah Dewi.


Setelah itu Clara di bawa kembali ke ruangan sekapannya. Izal dan Robby sangat penasaran apa yang telah terjadi, karena mereka di pisah ruangan dengan Clara.


"Brengsek kau Clara, rambutku yang bagus terurai dan sangat mahal aku merawatnya dengan penuh cinta. Kini menjadi rambut yang yang sangat mengenaskan." Ujar Dewi menjerit dan mendecak-decakan kakinya.


Dirinya langsung pergi menggunakan mobilnya.


Surya dan Darren yang melihat Dewi keluar dari rumah sekapan itu, mereka melongo sangat aneh melihat wajah kusut Dewi dan rambutnya yang rusak. Setelah itu mereka mendapat laporan dari anak buahnya bahwa Clara yang telah mengacaukan rambut indah Dewi.


Seketika itu juga mereka tertawa puas.


"Istriku sangat hebat, dia tidak mau lepas dari sekapan Dewi ternyata ini. Dewi-lah yang tersiksa sama kelakuan aneh istriku hahah." Ujar Surya merasa puas.

__ADS_1


"Hebat, aku angat kagum sama adikku Clara, dia wanita sangat tangguh," puji Darren kepada adiknya itu.


Dewi juga tidak mengetahui bahwa mobil yang terparkir di dekat lokasi penyekapan itu adalah punya Surya. Ia malah melewatinya tanpa menaruh curiga.


🌾🌾🌾


Di rumah Clery Rey sudang berada di gerbang. Pak satpam sudah memberitahu bahwa Rey sudah datang lagi kepada Clery. Namun untuk kali ini, Clery mengijinkan Rey masuk.


Pintu gerbang di buka, Rey mendesah lega dan langsung mengetuk pintu rumah. Setelah itu, terlihat wajah Clery, namun tidak ada senyuman yang menerpanya.


Rey duduk dan langsung di suguhkan air buat di minumnya.


"Clery,"


Clery hanya diam tidak menatap ke arah wajah Rey.


"Maafkan aku, kita pulang bersama hari ini, aku sangat kesepian dan merindukan dirimu dan juga anak kita." Ucapnya sambil memasang wajah penuh harap.


"Aku mau pulang ke rumahmu lagi Rey, tapi aku punya pertanyaan buatmu,? apa kamu sudah mencintaiku sepenuhnya?" tanya Clery memasang wajah sendu.


"Apa maksud kamu Clery,?" Rey minta penjelasan.


Rey langsung mendekat dan mengusap air mata Clery yang mengalir.


"Aku milikmu dan kamu milikku, kau harus tau itu! apa kamu percaya padaku, aku ke sini untuk menjemputmu." Ujarnya tersenyum.


"Benarkah apa yang kamu katakan,?" Ucapnya lagi sambil tersenyum sumringah.


"Maafkan aku Clery, kalau aku jujur padamu pasti kamu marah lagi. Aku belum mencintaimu sepenuhnya hanya ada rasa kasian yang aku miliki untukmu, mengertilah Clery aku masih mencintai Clara, dan itu tidak akan pernah pudar." Gumam Rey dalam hatinya sambil memeluk erat Clery.


"Aku percaya padamu Rey, kalau aku melihatmu selingkuh atau kamu tidak mencintaiku lihat saja Rey kau akan menyesal." Ancamnya sambil tersenyum manja.


"Baiklah kita ijin sama Mamah dan kita pulang sekarang." Sahut Rey senang.


Mereka pun langsung berpelukan dan berencana untuk menemui kedua anaknya di atas.


🌾🌾🌾


Di tempat sekap, Clara meringis merasa sakit tangan yang di gores oleh Dewi. Clara berjanji akan membalasnya lagi dan itu tidak cukup untuk memotong rambutnya sekalipun.


jelang beberapa menit Dewi muncul dengan gaya baru yaitu rambut pendek sebahu.

__ADS_1


Dirinya marah dan kesal melihat wajah Clara yang kini sedang menertawakan dirinya.


Tak di sangka Dewi menodongkan pistol lagi ke arah Clara.


"Bosen sekali aku melihatmu memamerkan sebuah pistol. Apa kamu tidak kapok di buat jera sama aku." Ucap Clara yang membuat Dewi semakin marah.


Clara bangkit posisi tangan di borgol, dan langsung tersenyum mengejek.


"Kau tidak bisa melawanku, lihatlah tanganmu luka dan terikat ke belakang siap-siaplah kau mati Clara." Ucap Dewi teriak.


Dengan cekatan Clara langsung memutar balik badannya kakinya ia gunakan untuk menendang pistol yang ada di tangan Dewi.


Pistol itu kembali terhempas, dan Dewi menohok melihat semua yang terjadi. Setelah itu, Clara tersenyum kecut dan menjedotkan kepalanya ke kening Dewi lagi. Membuat Dewi meringis kesakitan sambil memegang keningnnya.


"Apa ini kurang haah," ucap Clara tersenyum kecut.


Dewi kaget dan tidak mengira bahwa Clara sangat pintar, dirinya merasa takut dan akan keluar dari kamar sekap Clara.


"Kau bukan manusia Clara," ucap takut Dewi.


"Dengarkan aku Dewi, David sosok Pria setia, kau tau? dia sakit dan dia butuh kamu saat ini, tolong percaya padaku, kali ini saja,?" ucap lirih Clara.


Namum Dewi tidak percaya ucapan rintihan Clara yang terlontar dari mulutnya.


"Aku tidak akan percaya sama Pelakor macam kamu, aku tau tujuanmu. Setelah aku kembali pada David dan kau akan mendekatinya lagi atau ada alasan tertentu. Kamu mau menipuku hahahha itu tidak akan pernah terjadi Clara. Tadinya aku akan melenyapkan David juga, tapi setelah aku pikir kamu yang harus mati seorang diri. Setelah kamu mati David kembali lagi kepelukanku hahaha, bersiaplah Clara hidupmu tidak akan lama lagi." Ujarnya dan langsung meninggalkan Clara yang termangu.


Clara menghembuskan nafasnya berat, dirinya harus segera menyadarkan dewi. Walau bagaimana pun David sedang membutuhkan sosok Dewi di sampingnya.


"Andai kamu tau Dewi, suamimu sedang berjuang untuk hidup yang lebih sehat. Entah apa yang ada di pikiranmu sekarang, dirinya sangat jahat dan juga tidak pernah berubah." Terang Clara, lalu dirinya duduk di tikar, berharap dewi sadar atas apa yang telah dirinya ucapkan kepada Dewi.


Clara pun memejamkan matanya, dirinya sedih takut David meninggal tanpa bertemu dulu dengan Dewi.


Ini adalah Bodyguard Clara.



Bodyguard Robby.



Bodyguard Izal.

__ADS_1


__ADS_2