
Malam ini Mamah Shiren masih belum sadarkan diri. Papah Farrel menyuruh Clara dan Surya untuk pulang ke rumah.
Ucapan Papahnya di setujui Clara, mereka pun langsung keluar ruangan setelah Clara mencium kening Mamah Shiren.
"Sebenarnya aku tidak mau pulang, tapi apa boleh buat Papah menyuruh kita buat pulang" ucap Clara lirih.
Surya langsung menggandeng tangan istrinya dan menciumnya.
"Sebelum kita pulang kita pergi ke bukit cinta dulu, apa kamu mau?" tanya Surya.
"Bukit cinta? di mana itu honey?" tanya Clara sedikit mengerutkan keningnya.
"Sebaiknya kita pergi sekarang sekalian kita menenangkan pikiran kita di sana" jawab Surya.
Mereka langsung melangkah pergi menuju parkiran mobil. Clara sudah agak plong, karena suaminya selalu memberikan ketenangan dalam jiwanya.
Mereka melajukan mobilnya dan langsung menuju bukit cinta yang Surya sebutkan tadi.
Setelah menempuh perjalanan satu jam. Mereka tiba di bukit cinta yang Surya maksud.
Clara keluar dari mobilnya, hembusan angin menerpa kulit putihnya. Clara merasa kedinginan, Surya yang melihatnya langsung saja memberikan jaket kepada sang istri.
"Kamu pasti kedinginan di sini sayang" ucapan Surya begitu romantis di hati Clara.
"Aku sangat mencintaimu" ucap Clara memeluk tubuh suaminya.
Mereka duduk di depan mobilnya, sambil tiduran dan menatap langit yang penuh bintang.
"Apa kamu mau bintang itu?" tanya Surya sambil menunjuk ke arah bintang kecil yang bersinar terang.
"Tidak, aku pengen kamu saja" jawab Clara.
Surya terkekeh mendengar ucapan istrinya.
"Kau ini, sudah pasti aku milikmu seutuhnya" ucap Surya sambil mencubit pipi tirus istrinya.
"Jangan pernah tinggalin aku, sampai maut memisahkan kita" ucap Clara.
"Ucapanmu begitu hangat di telingaku, aku selalu mencintaimu dan Selalu menyayangi mu" ucap Surya.
Kini wajah mereka beradu pandang, Posisi sekarang mereka sudah duduk di depan mobilnya.
Surya langsung saja menyantap bibir seksi kesayangan-nya itu.
Cumbuan maut Surya mengeluarkan suara aneh dari mulut Clara.
__ADS_1
Cinta, kasih sayang mereka semua jadi satu dalam hasrat yang mereka berikan satu sama lain.
Mulut laknat Surya belum cukup memakan bibir istrinya, tangan laknatnya langsung menjalar mendekati burung kembar istrinya.
10 menit sudah mereka berperang setengah. Kini tatapan wajah keduanya di bumbui hasrat yang belum mereka tuntaskan.
"Kita pulang saja, aku mau makan Sosis" seru Clara.
"Bagaimana mungkin sudah jam 11 malam kamu meminta Sosis" jawab Surya.
Clara hanya terkekeh mendengar ucapan suaminya yang masih tidak mengerti.
"Tidak, bukan Sosis kang dagang yang aku maksud, tapi Sosis punyamu honey" seru Clara pelan.
"Kau ini tidak sabaran, ayo kita pulang cetak Dede bayi" seru Surya langsung turun dan menggendong istrinya ke dalam mobil.
Surya telah berhasil melupakan kesedihan yang ada di benak istrinya. Kini mereka sudah berada di dalam mobil menuju rumah.
Beberapa Jam kemudian.
Surya kini menggendong tubuh istrinya menuju kamarnya, Clara sudah terbiasa tertidur dalam mobil membuat surya gemas.
"Kau sangat cantik sekali istriku, lihatlah bibir indahmu yang di hiasi lipstik sudah berantakan kemana-mana, itu adalah ulahku sendiri" ucap Surya sambil melangkah menaiki anak tangga yang menuju kamarnya.
Setelah beberapa menit Surya langsung membaringkan tubuh indah istrinya ke atas kasur.
Surya langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan membersihkan badannya.
Tak di sangka Surya lagi membersihkan badannya pakai shower. Tiba-tiba saja tangan lembut cantik melingkari tubuh kekarnya.
Surya kaget, seketika ia membalikan badannya istrinya sudah tidak memakai kain sehelai pun membuat ia berdebar melihat lekukan tubuh istrinya yang sangat aduhai.
"Aku mau ikut mandi, tolong mandiin aku sekarang" lirih Clara.
"Sini aku mandiin" ucap Surya.
Selang beberapa menit.
Mereka malah berperang di kamar mandi, mulut laknat Surya dan juga tangan lanknatnya bermain indah.
Terdengar erangan dari mulut sang istri membuat Surya semakin kuat hasratnya.
"Aku kangen mahkota suci mu, aku ingin mahkota suci mu" ucapnya di angguki Sang Istri. Membuat Surya merasa senang.
Guyuran air membasahi kedua insan yang kini sedang mencetak Dede bayi di kamar mandi.
__ADS_1
Sudah ke dua kali gol gawang mahkota suci, namun Clara masih saja merintih kesakitan, membuat Surya sedikit khawatir. Tapi tidak di hiraukan oleh Clara, Ia malah asyik bermain dengan ganas membuat Surya senang istrinya ganas dalam berperang.
Dua jam mereka di kamar mandi membuat keduanya kecapean dan lemas.
2 Jam kemudian
Clara sudah memakai baju kimono kesayangannya. Wajah berseri nampak dari wajah Surya.
Surya duduk di sebelah Clara istrinya, ia langsung mencium keningnya dan menatapnya dengan penuh kasih sayang.
"Semoga benih yang ku tanam menjadi benih Dede bayi. Aku sudah tidak sabar ingin punya mereka" ujar Surya mengelus perut rata istrinya.
"Hmmm, Honey, semoga saja mereka tumbuh kembang di rahimku, bagaimana nantinya ya kalau aku hamil" ucap Clara sambil melirik ke arah wajah suaminya.
"Aku mau anak kita kembar, kamu kembar sama Clery pasti bayi kita kembar juga nantinya" ujar Surya.
"Iisshh, gak gitu juga tau, kalau misal bayi kita kembar, memangnya kamu mau repot mengurus bayi kembar?" tanya Clara.
"Aku pasti akan membantumu, sepertinya bakalan seru, yang satu nangis dan yang satu nangis ahahahha" ucap Surya membayangkan ia menggendong dua bayi kembar.
"Tidak, itu pasti repot dan kau harus siaga nantinya, apalagi kalau misal aku hamilnya mabuk kau yang harus tanggung jawab" desis Clara.
"Aku sudah tidak sabar kamu menggendong dua bayi kembar" seru Surya.
"Pasti aku kerepotan kalau kau tidak membantuku" balas suaminya yang kini sedang terkekeh mendengar istrinya.
Mereka akhirnya bersiap untuk tidur karena waktu sudah menunjukan sangat malam
Tidak berselang lama mereka membahas soal bayi, Surya mendapat tlp dari ponselnya, ia langsung mengangkat sambil mengusap kepala istrinya yang kini sedang memeluknya dengan penuh kasih sayang.
Surya sedikit terlihat diam, setelah itu ia tersenyum ke arah Clara.
"Kita mendapatkan pendonor mata buat Mamah Shiren sebentar lagi Mamah akan segera melihat, aku sangat senang" ujar Surya, membuat Clara terperanjat kaget mendengar ucapan suaminya.
"Terima kasih honey, berkatmu nanti Mamah akan segera melihat dan tidak akan berlarut dalam kesedihan bagi Papah" ucap Clara ia langsung memeluk tubuh suaminya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Kita harus segera memberi tahu Papah soal ini, dia pasti senang mendengar kabar ini" usul Surya yang kini di angguki Clara.
"Pokoknya cintaku padamu makin bertembah honey aku sayang banget sama kamu muuaachh" Clara mencium pipi suaminya sambil mengeluarkan bunyi.
Hari ini pengumuman pemenang hadiah terbanyak, yang saya lingkari mereka pemenangnya tidak termasuk saya.
Nanti saya inbok yang memenangkam juaranya.
__ADS_1
Untuk yang belum menang jangan berkecil hati nanti saya adain lagi doorprize pulsanya.
Terima kasih hehehhehe.....