
Flashback.
"Kau tidak akan selamat wanita sialan, oh aku sungguh terharu. Sebentar lagi kau akan melahirkan, tapi aku akan mencegahnya dan akan melenyapkan kamu. Setelah kamu lenyap Rey akan menjadi milikku seutuhnya ahahahaha" suara menyeramkan terdengar di kamar penjahat itu.
Ia langsung mengeluarkan sembilan pisau yang sangat tajam.
"Pisau ini akan jadi saksi kematianmu, kau tau 3 nyawa orang sekligus dalam waktu sekejap. Tapi kalau Rey berusaha menyelamatkan, dia yang harus mati" desis penjahat itu.
Ia langsung melangkah untuk pergi ke rumah Rey, mobil hitam bernomor plat palsu sudah terpang-pang di depan rumahnya.
"Aku akan datang Wanita sialan" ucap penjahat itu.
Ia memasuki mobilnya dan langsung masuk setelah itu melajukan dengan kecepatan tinggi. Dalam benaknya ia tidak sabar ingin segera melenyapkan Clery.
Sarung tangan yang ia gunakan sudah sangat rapih di tangannya, biar tidak meninggalkan jejak. Masker dan juga kacamata hitam, topi hitam sudah lengkap untuk melancarkan aksinya.
Sedangkan Rey sudah tiba di rumahnya, ia sudah tidak sabar ingin bertemu Clery istrinya yang kini mungkin sedang menunggunya.
Ia melangkahkan kakinya dan langsung membuka pintu. Terdapat Clery sedang duduk untuk menyambut kedatangan suaminya itu.
Sudah kebiasaan mereka, Rey membawa kunci cadangan rumahnya.
"Aku sangat kangen sama kamu" ucap Clery sambil bangun menghampiri Rey.
"Jangan, sudah duduklah, kamu sedang mengandung jadi jangan terlalu ceroboh, aku yang akan menghampirimu" ucap Rey sambil berjalan lalu duduk dan mencium tangan istrinya.
"Lihatlah bayi kita mendeng-nendang menyambut kedatangan Papahnya yang Baru saja pulang" seru Clery sambil mengelus perutnya sambil merasakan tendangan dari perutnya.
Di luar sudah ada penjahat itu yang kini sedang memperhatikan rumah Rey. Ia tersenyum kecut dan mengeluarkan pisau tajamnya.
Ia membuka pintu mobil, membenarkan topinya untuk menutupi wajahnya dari cctv rumah Rey.
Dia mulai melakukan aksinya dengan mengetuk pintu rumah mereka.
Clery kaget dan heran, mengapa malam-malam begini ada yang kerumahnya. Sedangkan kedua Orangtunya sedang berada di rumah sakit. Pembantunya sudah pulang ke rumahnya.
Rey langsung menghampiri ketukan pintu itu untuk membukanya.
setelah di buka, Rey terhempas akibat dorongan kaki seseorang.
Buuukk....
Clery kaget melotot ia melihat suaminya tehempas akibat dorongan kaki mengenai badannya.
__ADS_1
Terdengar menyeramkan ke seluruh ruangan rumah mereka.
Suara tawa penjahat itu begitu menggema. Clery ketakutan dan langsung berdiri menghampiri suaminya yang tergeletak kesakitan.
"Hhaaa..haha...."
"Mau ke mana kau wanita murahan, tetaplah di sana sayang" ucap penjahat itu dan langsung menghampiri Clery.
Rey kaget dan langsung berusaha bangun.
Namun penjahat itu lebih cekatan,
Clery di cekik olehnya dan mengusapan pisau sangat tajam di wajahnya.
"Sebentar lagi mautmu akan segera menjemput kamu dan juga kedua anak kamu" desis penjahat itu.
"Jangan sentuh istriku, menjauhlah, jangan kau sakiti dia" teriak Rey dari belakang.
"Diam kau, aku akan melenyapkan wanita ini bersama bayinya. bersiaplah kau ku bunuh" desis Penjahat.
Pisau ia layangkan dan Rey syok ia pun langsung mendorong ke arah Penjahat itu. Rey dengan cekatan mendorong Penjahat itu sampai ia jatuh.
Namun sayang, penjahat itu bangun dan langsung saja menusukan pisaunya ke arah Rey yang kini sedang berdiri kesakitan.
Clery melotot wanita itu berbalik badan dan langsung menusuk Perut suaminya.
Lalu,Clery menjerit histeris melihat suaminya tersungkur mengeluarkan banyak darah dari perutnya.
Setelah itu, penjahat itu pun mendorong Clery supaya terjatuh.
Guughh....
Clery tersungkur ke lantai begitu keras dan tersungkur. Clery menjerit ia merasakan sakit yang amat dalam. Tak lama darah segar keluar dari goanya, Rey masih sedikit sadar ia melihat istrinya mengeluarkan banyak darah. Rey langsung tertatih untuk mendekati istrinya.
"Clara" ucap Rey lirih.
Namun sayang ia tidak kuat dan pingsan.
Clery menangis sambil memegang perutnya yang merasakan sakit, ia berusaha bangkit untuk mendekati Rey.
"Rey aku bukan Clara tapi istrimu Clery" ucap Clery menangis.
Penjahat itu langsung pergi sambil tertawa dan melihat pisaunya penuh darah. Ia langsung masuk mobil dan mengeluarkan nafas lega, karena dia sudah berhasil membuat mereka menderita.
__ADS_1
"Rey, kenapa kamu memanggil nama Clara" lirih Clery ngesot menuju Rey yang sudah tergeletak di lantai.
Tak berselang lama, Mamah Shiren datang.
flashback off...
Clara terbangun, ia mengeluarkan air matanya, ia mengingat masalalunya ketika ia bertemu pertama kali bersama Rey.
Uluran tangan Rey ketika ia bersalaman bersamanya, ucapannya yang selalu terngiang di telinganya. Clara mengingat semua ingatannya yang dulu pernah hilang.
Clara menangis ia mengingat kebersamaan sama Kevin. Clara menangis lagi. hatinya merasa kangen sama sosok Kevin yang selalu melindunginya. Namun sudah lama ia tidak pernah bertemu lagi dengannya, membuat Clara menangis rindu sama Kakak angkatnya itu.
Surya sudah tiba di depan pintu, ia melihat istrinya menangis. Surya cemas dan langsung menghampirinya, lalu memeluknya dengan lembut.
"Honey, aku sudah ingat masalaluku, kau tau di mana Kevin, tiba-tiba saja aku teringat Kevin" ucap Clara menangis.
"Kamu sudah mengingat semuanya sayang, Kevin berada di luar negri, sudah lama dia tidak mengunjungimu juga" ucap Surya.
"Aku merasa dia dalam bahaya dan butuh pertolongan, besok kita hubungi Mamah Kak Kevin" ucapan Clara di angguki oleh Surya.
"Honey, kenapa aku bisa merasakan pirasat buruk dan melihat sekelelibat bayangan orang yang kecelakaan atau apa itu aku tidak mengerti" ucap Clara bingung.
"Mungkin kamu hanya kelelehan, istirahatlah besok kita sudah bisa melihat bayi kita" seru Surya.
"Iya benar.sayang, mungkin aku kelelehan" balas Clara yang di angguki oleh Surya.
Di rumah sakit, Mamah Shiren menangis. melihat kedua anaknya penuh darah, mereka sudah di dorong menuju ruang operasi.
"Kalian tunggu di sini, kami akan mengoperasi Pasien pria, dan akan mengoperasi wanitanya juga. Kita tidak banyak waktu untuk menyelamatkan kedua bayi itu termasuk ibunya juga. Kalian berdoalah semoga semuanya selamat." Ucap Dokter dia langsung pergi ke dalam ruangan operasi.
"Semoga semuanya selamat, siapa orang yang sudah melakukan hal ini kepada mereka. Sungguh sadis dan tidak punya hati, kalau aku sudah tau siapa orang itu. Akan aku kasih pelajaran" ucap Mamah Shiren sambil menangis.
" Semoga anak kita selamat, tapi kenapa ucapan Clara bisa benar ya, apa yang terjadi sama Clara." ucap pelan Papah Farrel.
"Nanti kita tanyakan lagi pada Clara, apa yang terjadi padanya" balas Mamah Shiren.
Dua ruangan operasi sedang memperjuangkan mereka berdua.
Untaian doa terselip di benak Mamah Shiren.
Tak berselang lama juga Mamah Rey datang membawa wajah sembab bekas dia menangis, ketika mendengar anaknya tidak baik-baik saja dirinya meluncur langsung ke rumah sakit.
Mamah Shiren dan Papah Farrel saling berpelukan, menenangkan satu sama lain.
__ADS_1
"Semoga anak-anak kita baik-baik saja" ucap Mamah Rey menangani.
Para suaminya hanya bisa memeluk para istrinya dan menenangkan mereka semua.