
mamah shiren hanya bisa menangis, dan meminta maaf kepada Clara dan juga nenek sukma. Clara masih tidak mengerti, Surya dan nenek Sukma mereka sudah tau semuanya tentang kebusukan mamah shiren.
Clara menangis, begitu juga mamah shiren.
"Baiklah mamah jujur sekarang, jadi selama ini mamah membuang mu kepada orang lain, dan di selamatkan oleh ibu angkatmu yang sekarang ada di kampung. Saat itu mamah benci padamu, karena orang hanya suka padamu bukan pada Clery. Setiap mamah membawa kalian ke tempat ramai atau pesta yang selalu orang tanyain dan menggendong mu, mereka memberikan perhatian padamu. Tapi tidak pada Clery. Mamah sangat membencimu saat itu, setelah itu waktu telah tiba, mamah berpikir pendek hingga sampai saat ini selalu merasa bersalah padamu. Mamah yang menyuruh Clery menusuk kakek. Saat itu, kakekmu bermain, seperti yang mamah bilang, namun semua itu rencana mamah yang menyuruh Clery melakukannya. Hanya cara itu yang bisa buat kamu pergi jauh dari rumah ini, mamah hempaskan kamu saat itu juga dari keluarga ini. Setelah rencana mamah berhasil, nenekmu membencimu hingga menyuruhnya membunuh kamu atau membuangnya sangat jauh. Saat Mamah mau membuangmu di jalanan, namun di cegah sama ibu angkatmu. Setelah itu dia membawamu pergi jauh dari jakarta, mamah senang kamu sudah tidak ada di rumah ini lagi, dan kamu akhirnya di benci semua orang karena telah membunuh kakeknya sendiri. Dan setelah kamu tidak ada di rumah ini, semua orang menjadi berubah, mereka mulai menyayangi Clery termasuk nenekmu sangat mencintai Clery. Namun bayangan kesalahan selalu mengahantui mamah sampai sekarang mamah masih di hantui akibat ulah mamah sendiri yang tidak adil memperlakukan mu tidak baik" Mamah shiren menangis menyesali perbuatan bodohnya di masa lalu.
Memang tidak masuk akal pikiran, anak usia 2 tahun sudah di suruh menusuk kakek sendiri.
"Tidak, aku yang membunuh Kakekmu, setelah kakek pingsan, aku menusuknya lagi beberapa kali di bagian dadanya. Clery dan kamu hanya bisa berdiam diri, mungkin kamu tidak ingat, saat itu kondisi kakekmu juga sangat lemah, mungkin syok karena di tusuk sama cucunya sendiri. Namun semua itu mamah yang melakukan beberapa tusukan, setelah itu pisau itu aku serahkan padamu. Kamu sangat polos dan hanya memegang pisau itu, mamah memakai sarung tangan agar tidak ada yang curiga sama sidik jari. Dan mamah juga yang mencegah polisi untuk menindak lanjuti kasus itu supaya mamah terbebas dari hukuman." Terang mamah shiren sambil menangis dan memohon ampun pada mereka semua.
Clara pingsan setelah mendengar penjelasan mamahnya. Nenek Sukma sekarang sadar, dendam dan kebenciannya berhasil di tipu oleh menantunya sendiri, ia langsung menampar mamah shiren.
"Ingat shiren, mamah tidak gila, tapi obat itu yang membuat mamah gila. Hingga bayangan buruk buat mencelakai Clara terus terukir di pikiran mamah. Tapi sekarang mamah tidak lagi mau meminum obat palsu itu, sebaiknya kamu segera bertaubat. Dan kamu yang telah membunuh mertuamu sendiri, hanya karena pengen Clery di sayang dan di cintai oleh orang. Sungguh miris sikapmu yang tidak adil dan mengorbankan anak yang tidak bersalah. Sekarang mamah menyesal seumur hidup karena telah berpikir jelek dan berkata kasar pada cucuku yang tidak tau menahu dan hanya korban keegoisan ibunya sendiri. Kamu memang orang jahat sekaligus menantu jahat." Terang nenek Sukma menangis sambil menunjuk ke arah menantunya sendiri.
"Maafkan aku sayang, nenek sudah salah paham dan pengaruh obatlah yang membuat nenek semakin membencimu" terang nenek Sukma sambil memeluk dan mencium tubuh cucunya.
Surya merasa lega karena kesalah pahaman ini sudah berakhir, walaupun dulunya ia sangat membenci nenek Sukma, namun sekarang sudah berbalik. Nenek Sukma tidak sejahat yang di pikirkan Surya selama ini.
"Untung saja, sebelum bertindak untuk meneror nenek Sukma, aku selidiki terlebih dahulu" gumam Surya dalam hatinya.
Clara masih pingsan, terlihat wajah panik nenek Sukma ia terus mengelus cucucnya itu.
Surya senang kebenaran sudah terungkap, Kesalah pahaman sudah berakhir. Dirinya berharap sudah cukup sampai di sini penderitaan dan pengorbanan istrinya semoga tidak ada lagi.
__ADS_1
"Mah shiren mohon jangan benci shiren, dan mamah mohon juga Surya, jangan sampai Clara membenci mamah" mamah shiren menangkupkan tangannya.
"Aku tidak tau istriku akan memaafkanmu atau tidak mah, tapi pesan aku sekarang, jangan pilih kasih terhadap anak sendiri, mereka sama tidak ada bedanya." Terang Surya jengkel.
Tak berselang lama Clara bangun.
"Maafkan nenek, sayang, karena pada saat nenek menemukan kakekmu sudah meninggal dan terlihat bercak darah banyak mengalir, dan hanya kamu yang ada di lokasi kejadian itu. Mungkin mamahmu pergi sama Clery, saat itu kamu menangis sambil memegang pisau di tanganmu. Di situlah mamah salah paham padamu sayang, kamu boleh menghukum nenek" ujar nenek Sukma menangis menyesal.
Clara bangun, ia menangis hatinya sangat sakit.
Mungkin dirinya tidak mau memaafkan mamahnya dulu. Dia ingin memberi pelajaran buat orangtuanya biar tau sakitnya karena ketidak adilan mamahnya.
"Aku tidak di inginkan di Dunia ini, kenapa aku yang harus jadi korban semua keegoisan ini. Lebih baik aku mati dari pada aku tidak di inginkan oleh kedua orangtuaku sendiri, ini lebih menyakitkan." Seru Clara ia menangis menahan sakit yang ia rasakan.
Nenek sukma menangis melihat Clara yang hancur, dia membayangkan betapa kejam dan jahatnya dirinya. Selama ini cucu dan menantu yang selalu nenek Sukma percaya ternyata seorang penjahat.
"Tidak Clara, nenek menyayangimu, tolong maafkan nenek" ucap nenek Sukma.
Mamah shiren mengepalkan tangannya, ia merasa marah dan juga kesal pada mereka yang terus menenangkan anaknya yang ia benci.
Sebelumnya Mamah shiren sudah bertaubat dan akan menerima Clara sepenuhnya di hati mamah shiren. Tapi setelah semua tau ia tidak akan menampakan wajah manisnya lagi untuk menutupinya.
"Tidak, kalian semua salah, yang berhak mendapatkan kasih sayang penuh adalah Clery yang kini sedang rapuh di rumah sakit" ucap mamah shiren bangkit sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Sudah cukup mah, istriku korban obsesi mamah pada Clery, seharunya mamah juga menyayangi Clara sama dengan menyayangi Clery" desis Surya kesal.
"Tidak, dari Clery kecil hingga dewasa semua orang hanya suka pada Clara bukan Clery, dan itu yang membuat saya kesal pada Clara." Sengit mamah shiren.
"Stop mah, sudah cukup. Orang tuaku sudah meninggal dunia, dan mamah di sini hanya menyakitiku saja. Semenjak kecil aku di rawat dan di sayangi sama orang lain, tapi bagiku mereka orang tua yang sebenarnya di banding orangtua sendiri yang tega mau membunuh dan menyingkirkan aku dari dunia ini. Entah bagaimana nasibku kalau misal bukan orang tua angkatku yang membawaku ke kampung. Aku masih tidak menyangka mamah jahat pada kita semua, di mana hati nurani mamah sebagai seorang ibu" Clara marah besar pada mamah shiren.
Mamah shiren hanya diam tak bergeming, nenek Sukma merasa kesal terhadap menantunya itu. Obsesi menyayangi anaknya terlalu besar hingga dia melupakan anak yang satu lagi.
Sekarang nenek Sukma pergi meninggalkan rumah anaknya, begitu juga Clara pergi meninggalkan rumah orang tuanya.
Di dalam mobil
"Aku tidak pantas ada di Dunia ini, aku anak yang tidak di harapkan oleh kedua orangtuaku sendiri. Aku tidak pantas hidup lagi, kenapa aku hidup, sebaiknya aku mati saja" geram Clara menangis histeris.
"Sayang, aku mohon lihat aku. Sekarang kamu tidak usah memikirkan hal itu lagi, aku di sini, ibu di rumah juga menyayangimu, ibumu tidak sayang kamu, tapi masih banyak orang yang menyayangimu, aku tidak mau istriku menangis terus begini. Nenek Sukma sudah sadar dia orang baik dan hanya salah paham sama kamu. Dia sangat menyayangimu." Ujar Surya menenangkan istrinya yang sedang rapuh.
🌾🌾🌾
Di rumah mamah shiren.
"Inilah yang aku takutkan, semuanya terbongkar dan sekarang anakku Clery sedang menderita. Bagaimana aku bisa menemukan pendonor mata buat Clery, apa aku harus tega menculik dia dan aku paksa untuk donorin matanya" ucap mamah shiren
#Hai semuanya jangan lupa saksikan terus yaa kisah mereka, jangan lupa vote, like, komen dan hadiah.
__ADS_1
Sebentar lagi novel ini akan tamat karena semua rahasia sudah terbongkar.