Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Mahkota suci Season2


__ADS_3

Pesta sudah bubar dan kini Rey sedang berada di dalam mobil bersama Clery, dirinya emosi dan merasa kesal.


Clery duduk terdiam dan tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun, setelah itu mereka sampai di depan rumah. Rey langsung turun dari mobil lalu keluar dan membanting pintu mobil.


Clery merasa aneh dan langsung mengejar langkah kaki Rey ke dalam rumahnya. Sesampai di dalam rumah, Clery memberanikan diri untuk bertanya kepada Rey.


"Kamu ini kenapa sih Rey, apa kamu kaget aku bertukar sama Clara hah, aku tidak mau dansa sama orang lain, kecuali sama suami sendiri. Tolong mengertilah," lirih Clery.


Namun siapa sangka Rey langsung menampar Clery dan emosi kepadanya.


Plaaakkk.....


Tamparan itu mendarat di pipi mulut Clery, hati Clery hancur. Hanya gara-gara itu Rey jadi emosi, namun sekarang Clery tidak lemah, Clery ingin sekali membuat Rey jatuh cinta kepadanya.


"Apa ini Rey, kamu menamparku. Tanganmu itu penuh dengan tamparan, pantas saja Clara sampai trauma padamu dan enggan untuk balikan lagi padamu. Kamu bisanya cuma kekerasan saja Rey, asal kamu tau aku tidak bodoh! dan mulai sekarang aku tidak akan mengejar cintamu lagi Rey." Keras Clery, dirinya langsung masuk ke dalam kamar.


Setelah selang beberapa menit, Clery mengantarkan selimut dan bantal buat Rey keluar.


"Tidurlah sendiri, aku tidak mau tidur bersama orang yang suka menyakiti perasaan wanita."


Ketus Clery langsung saja dirinya masuk lagi ke dalam kamar.


Clery menuruti ucapan Clara, sesaat mereka bertukar baju di WC pesta tadi. Clara berpesan agar tidak mudah lemah, dan kalau pun Rey menamparnya jangan pulang, Clara menyuruh bikin pelajaran kepada Rey.


Dan benar saja, Rey menamparnya, Clery langsung memberikan pelajaran untuk Rey, supaya dia sadar akan cintanya kepada dirinya Clery.


Rey termangu melihat selimbut dan bantal di tangannya kini.


"Apa-apaan ini Clery, aku tidak mau tidur di luar, Clery buka," ucapnya sambil menggedor pintu kamar miliknya.


Rey berdecak kesal, dirinya tidak bisa melawan pada Clery. Rey pasrah, dirinya tidur di sofa ruangan malam ini.


🌾🌾🌾

__ADS_1


Clara sudah sampai di rumahnya bersama Surya. Senyuman manis Clara tidak pernah tumpah kepada istrinya. Namun Clara jadi kesal sendiri, mengingat kejadian di WC pesta, dirinya kesal pada Rey.


"Kesel banget, isshhh," ucap Clara dan melangkah untuk membuka pintu kamar.


Namun Surya dengan cekatan memeluk tubuh seksi istrinya itu. Clara tersenyum ia langsung membalikan badannya dan memencet hidung suaminya.


"Lepas, aku mau berganti pakaian dan juga ingin segera tidur," ucap Clara lemah.


"Baiklah, silahkan sayangku masuk ke dalam." Ucapan Surya penuh semangat, dan membiarkan Clara masuk ke kamar.


Namun siapa sangka, sesaat Clara mau berganti pakaian, dirinya sudah pergi ke WC untuk mencuci muka, dan juga membawa baju tidurnya ke kamar mandi.


Senyuman jahil Surya langsung terpancar, dirinya mengikuti istrinya itu ke dalam kamar mandi.


Di dalam, Clara membuka bajunya, perlahan baju itu turun ke bawah. Kini dirinya tinggal memakai baju dalaman saja, dan siapa sangka setelah memungut baju pestanya yang ada di bawah lantai. Clara terkejut melihat wajah suaminya yang sedang lekat memandangnya dari ambang pintu kamar mandi.


Clara jadi gugup dan langsung mengambil handuk miliknya untuk menutupi badannya.


Surya langsung berjalan, dan setelah itu dirinya merangkul tubuh seksi milik istrinya itu. Clara hanya bisa menelan salivanya susah payah dan juga hanya diam, dia mengerti apa yang akan di lakukan oleh suaminya itu.


Kini, sudah tidak ada kain yang akan menutupi badan dirinya. Dengan cekatan, Surya memakan bibir ranum milik istrinya Clara.


Setelah itu, Clara membalas gigitan suaminya, tangannya langsung menjalar ke mana-mana, dan mentok di burung kembar milik istrinya.


Setelah itu, Surya memainkannya hingga Clara terengah menikmati setiap sentuhan yang suaminya lakukan.


Surya melepas semua pakaiannya, setelah itu dirinya berbisik pelan penuh hasrat kepada sang istri.


"Kita mandi bareng sayang, ucapan itu di angguki oleh Clara, mereka berdua menyalakan shower dan langsung memakai sabun satu sama lain. Tak lama, Surya memakan lagi bibir ranum milik istrinya hingga beberapa menit nafas mereka beradu dan badan mereka makin panas.


Bukannya dingin yang mereka rasakan, malahan panas yang menjalar di tubuh mereka.Tak lama, Surya langsung menerobos masuk terowongan yang penuh dengan akar sangat lebat itu.


Perlahan dirinya masuk ke dalam dengan sangat hati-hati. Tidak lupa juga mereka saling gigit mengigit, memainkan permainan yang mereka buat.

__ADS_1


Burung gagah milik Surya sudah, sampai di trowongan menuju mahkota suci. Sedikit demi sedikit ia mulai masuk dan, langsung saja hentakan suaminya membuat Clara merasa puas.


Perlahan burung itu keluar, terus masuk lagi, memainkan permainan yang mereka buat. Kata-kata sayang keluar dari mulut keduanya sambil terengah-engah dan makin mempercepat permainan maju mundur cantik mereka.


Setelah itu, larva putih sudah mau keluar secara bersamaan, Clara dan saling terengah, burung gagahnya mulai kuat memasuki terowongan itu sambil maju mundur cantik.


"Sebentar lagi, larvanya akan keluar sayang, tolong percepat burungmu itu maju mundur cantiknya." Surya langsung mempercepat kekuatannya.


Setelah beberapa menit, semuanya terengah dan melemas, air shower menjadi saksi atas cinta mereka di dalam kamar mandi.


Namun siapa sangka, Surya membalikan badan istrinya yang seksi itu, burung gagahnya kembali untuk memberikan sensasi barunya.


Mereka mulai dengan permainan barunya.


Dua jam telah berlalu, Clara dan Surya keluar kamar mandi. Mereka sudah selesai mengerjakan tugasnya, giliran mereka istirahat untuk meringankan badan lemas mereka.


Clara pergi ke dapur untuk bikin teh manis buat suaminya dan langsung memberikannya.


"Terima kasih sayang, kau sangat hebat. Aku mencintaimu," ucapan mesra dari suaminya membuat Clara semakin nyaman dan semakin kuat dan besar cintanya.


Setelah itu, Clara tidur di dada bidang milik suaminya dan memejamkan matanya.


🌾🌾🌾


Di lain tempat Rey tidur di sofa dan menahan amarahnya pada Clery. Rey berjanji besok pagi akan membuat pelajaran kepada istrinya itu, biar clery merasa kapok telah melarang masuk ke kamarnya.


Di dalam kamar Clery malah asyik membaca novel romantis di ponselnya. Dirinya tidak memikirkan nasib Rey yang sedang marah kepadanya.


Clery merasa ngantuk, dirinya langsung mematikan ponsel dan langsung tidur. Sebelum itu Clara mencium kedua Twins-nya, yang kini tidur di kamarnya dan tidak tidur kamar mereka.


Twins Girls-nya tertidur nyenyak, membuat Clery merasa gemas.


"Biarkan Papah kalian Mamah hukum, biar tidak seenaknya menampar pipi Mamah," ucapnya sambil mencium kening kedua anaknya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberi dukungannya. Hadiah, like, komen, dan vote.


__ADS_2