Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Surya marah


__ADS_3

Di rumah Rey.


"Aku libur kerja hari ini," ucap Rey sambil mengambil duduk di meja makan.


"Terus, apa hubungannya denganku," ketus Clery.


"Kamu tidak senang aku libur dan ada di rumah sepanjang hari," sahutnya.


"Kurasa aku biasa saja tuh, kalau kamu mau libur ya sudah terserah kamu," ketusnya lagi.


Clery berinisiatip untuk cuek kepada Rey, hingga Rey menyadari cintanya kepada dirinya.


Clery tidak mau Rey seenaknya lagi main tampar dan berkata kasar.


Setelah itu, Clery sudah menyiapkan untuk sarapannya. Memang hari ini, Clery agak telat karena mengurus dua bayi, baby sisternya ada urusan jadi Clery agak kerepotan.


Clery duduk dan cuek, Rey melihat ke wajah Clery, dirinya heran kenapa Istrinya itu tidak seperti biasanya.


Padahal sengaja Rey libur hanya untuk memperbaiki kesalahannya yang telah menampar wajah Istrinya.


"Maafkan aku sa...yang," gugup Rey sambil menatap penuh harap kepada Clery.


Di dalam hati Clery dirinya berjingjrak namun ia tahan.


"Hmm"


"kok hmm doang sih," ucap Rey kesal.


"Terus harus apa, kamu itu jangan selalu kebiasaan marah dan menampar aku tidak suka pria yang kasar. Dan asal kamu tau, aku tidak mencintaimu lagi, jadi silahkan kamu mau apa saja juga terserah." Ucapnya santai sambil mengambil nasi goreng buatannya.


"Apa maksud kamu?" tanya Rey tidak mengerti.


"Kamu tidak mencintaiku, aku sudah lelah mengejar cintamu. Jadi terserah kamu saja mulai sekarang aku tidak akan mengejar cintamu lagi, aku sudah cape," sahutnya santai.


"Kamu tidak mencintaiku lagi, tapi ini apa? kamu menyiapkan semua makanan dan melayaniku?" tanya Rey.


"Tidak mencintaimu bukan berarti aku tidak lagi menyiapkan semuanya Rey, ini hanya kewajibaku sebagai istrimu saja." Sahutnya santai sambil mengambil air minum.


Rey berpikir kenapa Clery tidak mau mengejar cintanya!! apa benar Clery tidak mencintai dirinya lagi membuat hati Rey gelisah. Dirinya tidak mau hal ini terjadi.


Clery beranjak pergi tapi pergelangan tangannya berhasil ia raih.


"Lepaskan Rey aku mau ke kamar," kesal Clery.

__ADS_1


"Aku tidak mau kamu berhenti mencintaiku," sahutnya.


"Kamu tidak waras, kenapa aku harus mencintaimu lagi, aku sudah cape mengejar cintamu namun dirimu tidak mencintaiku. Lepaskan aku jangan egois jadi cowok Rey," ketusnya sambil melepaskan tangan Rey.


Rey melihat punggung istrinya menuju kamar dan menghilang. Dirinya aneh, harusnya bersyukur Clery sudah tidak mengejarnya lagi.


Tapi Rey malah sedih dan tidak terima Clery dingin terhadapnya dan tidak akan mengejar cintanya lagi. Rey juga takut Clery akan meninggalkan dirinya dan mencari pria yang lain.


"Aku tidak sanggup, bila harus melihatmu bersama orang lain. Melihat kamu bersama Kevin saja dadaku sesak, entah apa yang terjadi padaku, ini tidak seperti biasanya. Di tambah Clery dingin dan sudah masa bodo terhadapku." Lirih Rey sambil menatap pintu kamarnya.


Di dalam kamar, Clery mendapat pesan dari Mamah Shiren bahwa dirinya akan segera datang kerumahnya.


Clery senang Mamhnya akan berkunjung ke rumahnya.


Terlihat Rey sedang menonton televisi, terdengar bel Clery langsung membukanya.


Firasatnya mengatakan bahwa itu adalah Mamahnya. Tak lama, Clery langsung membuka dan benar saja Mamah Shiren yang datang.


Clery kaget saat mendapati wajah Mamahnya begitu kacau dan sembab. Pelukan hangat dari Clery langsung mendarat di tubuhnya.


Setelah itu Mamahnya di ajak ke kamarnya.


"Mamah minta maaf," ucap Mamah Shiren membuat Clery mengerutkan dahinya.


"Mamah telah menyiksa Clara di rumah, dan sekarang Clara ada di rumah sakit," ucapnya lesu.


Clery syok mendengar ucapan Mamahnya.


"Apa yang Mamah lakukan pada adik kesayangan Clery hah,?" Clery marah.


"Mamah hanya menyayangimu saja dan tidak menyayangi Clara, tapi Clara tidak pernah membenci Mamah, tolong maafkan Mamah," ucapnya lagi.


"Mamah harusnya meminta maaf kepada Clara bukan sama aku Mah," kesal Clery.


Selama ini Clery tidak pernah tau Mamah Shiren sebegitu membenci Clara.


"Pokoknya Mamah harus tanggung jawab, Mamah pergi dari sini, minta maaflah sama Clara, Clery sedih ternyata Mamah pilih kasih. Aku malu dan merasa bersalah sama Clara, Aku membenci Mamah," teriak Clery membuat Rey langsung datang ke kamar.


"Tolong jangan membenci Mamah Clery," lirih Mamah Shiren.


"Tidak, Mamah sudah keterlaluan sebagai Orangtua buat aku dan Clara. Aku benci Mamah," teriak nya lagi sambil menangis.


Rey langsung membuka pintu, dirinya kaget mendapati istrinya bertengkar sama mertuanya.

__ADS_1


Tak lama, bel rumah berbunyi lagi, Rey langsung turun dan membuka pintu. Setelah itu dirinya syok melihat pak polisi datang ke rumahnya.


"Ada apa ya,?" tanya Rey heran.


"Maaf, apa Nyonya Shiren ada di rumah ini, menurut info dia ada di sini." Ucap Pak Polisi.


Rey langsung menyuruh mereka masuk, dan langsung saja Mamah Shiren turun, dirinya kaget melihat Pak Polisi.


Mamah Shiren langsung di tahan membuat Clery dari atas yang melihatnya kaget begitu juga Rey.


"Kenapa Mamah saya di tahan,?" tanya Clery sambil berjalan menulusuri anak tangga.


"Kami di suruh menangkap Nyonya Shiren atas pembunuhan yang telah dia perbuat kepada Dewi, dan juga penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri." Sahutnya dan langsung membawa Mamah Shiren keluar.


"Tidak, tolong jangan tangkap aku, saya menyesal dan itu hanya khilap," ucapnya lirih sambil di bawa ke dalam mobil Polisi.


Tak lama, Surya datang. Clery menangis Mamahnya sangat jahat dan tidak menyangka juga sama sipat asli Mamahnya sendiri.


Rey langsung merangkul Clery yang sedang menangis.


"Mamah kamu pantas menerima hukuman itu Clery, dia sudah menyiksa istriku dan juga membunuh Dewi. Asal kamu tau, Mamah kamu sangat jahat hingga dia mau membunuh istriku yang tidak bersalah, malahan dia tidak mendapat kasih sayangnya dari Mamahnya sendiri." Terangnya dan langsung meninggalkan mereka.


Clery menangis dan langsung ingin bertemu Clara sekarang juga. Rey juga syok mengetahui semua yang telah terjadi.


Surya merasa kesal, dirinya menyesal tidak bisa mengantar istrinya ke rumah Mamahnya sendiri. Pikir Surya Mamah Shiren tidak akan menyakiti anaknya, tapi di luar dugaan Mamah Shiren tega menganiaya istrinya.


Kini Mamah Shiren di lapisi 2 pasal berlapis, menganiaya anak kandung sendiri, berencana pembunuhan dan juga membunuh.


Di hukum mati atau di hukum seumur hidup, semua nanti akan jelas dalam sidangnya.


Kini Mamah Shiren menangis meraung di sel tahanan. Dirinya tidak mau di penjara dan di hukum mati.


Mamah Shiren menyesali atas perbuatannya itu, dirinya di benci oleh anak kandungnya sendiri dan juga sama suaminya sendiri.


Dirinya stres dan tidak mau makan sama sekali di sel tahanan. Papah Farrel, Darren dan Clery belum juga kunjung menjenguknya. Membuat dirinya merasa sangat sedih, dirinya selalu di hantui rasa bersalah kepada Clara.


Mamah Shiren terus meraung minta di bebaskan namun hal itu tidak di gubris sama polisi dan juga sama keluarga sendiri.


Di lain tempat, Clery merasa bersalah kepada Clara. Bahkan Surya juga tidak mengijinkan Clery bertemu dengan istrinya itu kecuali Darren dan Papahnya.


Clery sangat bodoh tidak mengetahui semuanya, Rey semakin prihatin sama Istrinya itu tiap hari menangis ingin bertemu Clara.


Namun Surya belum mempertemukannya sampai sekarang.

__ADS_1


Di hati Surya sudah kecewa sama Mamah Shiren dan Clery. Walaupun Clery juga tidak bersalah banget atas kejadian ini, tapi bagi Surya, biar Clery sadar bahwa Clara lah yang selalu menderita selama ini.


__ADS_2