
Clara sudah pulih dari masa kritisnya, mungkin ini adalah pengalaman pertama untuk Surya dan yang lainnya.
Ini adalah pengalaman pertama untuk mereka. Surya hampir saja kehilangan orang yang ia sayangi, mungkin kalau misal Clara tidak selamat Surya bisa gila di buatnya.
Setelah itu, Clara menceritakan pengalaman yang membuat dirinya merasa aneh.
"Honey kau tau, tadi aku bermimpi, entah itu mimpi atau apa, yang jelas aku berada di sebuah lorong penuh cahaya. Di sana aku sendirian, aku memanggil nama kamu, tapi tidak ada siapapun di sana. Setelah itu, ada cahaya yang begitu besar, menyinariku. Terdengar suara adzan, aku mendengarnya dua orang pria, setelah itu ada suara kamu yang memanggilku begitu jelas dan nyaring. Suaramu itu ada di cahaya yang terus menyinariku. Aku pun langsung melangkah dan masuk kedalam cahaya itu. Hmmm, aku sadar dan sudah ada kamu yang sedang makan lahap heeee." Terang Clara sambil terus memegang tangan suaminya.
Surya meneteskan Air matanya, ia langsung mencium Clara secara bertubi-tubi
"Kau tidak tau, kalau kamu meninggalkanku sendirian di dunia ini. Aku mungkin sudah gila, kau tau, saat tubuhmu kaku tidak bergerak dan tidak tersenyum lagi. Hatiku mati separuh jiwaku hilang beberapa menit yang lalu" ucapan Surya membuat Clara merasa heran.
"Apa yang kamu ucapakan honey?" tanya Clara.
"Kau tau, setelah tadi melahirkan kamu pingsan dan meninggal beberapa menit, mungkin itu mati suri. Aku hancur melihat kamu terkujur kaku" ucap Surya.
"Mana mungkin honey, aku sehat dan baik sekarang, apa iya aku mati suri? dan cahaya itu ah aku tidak mengerti honey" ucapan Surya membuat Surya tersenyum lagi.
"Sebaiknya kamu istirahat besok bayi kita sudah bisa kita ambil, tadi sore cuma beberapa menit saja aku menggendong baby twin kita sayang" ucap Surya, Clara terkekeh.
1 jam kemudian.
Setelah Itu Clara mendapat sekelebat di kepalanya, ia melihat Clery sedang bahaya. Ia tidak mengerti kenapa bayangan di kepalanya begitu nyata.
Ia langsung bangun perlahan, ia melirik Kedua Orangtunya dan juga Ibu mertuanya sedang tertidur di bawa lantai bertikar.
Surya tidak ada, dia keluar mencari cemilan.
Clara memanggil nama Mamah Shiren, lalu, mamah Shiren bangun dan langsung menghampiri anaknya.
"Mah, apa Mamah sudah tidur, tolong Kak Clery dia sedang dalam masalah" ucapan Clara mengagetkan Mamahnya.
"Apa yang kamu bicarakan sayang, tolong jelaskan, apa kamu mimpi?" tanya Mamah Shiren.
"Aku tidak tau Mah, pokoknya Mamah dan Papah segera pulang, tolong Kaka Clery dia sedang dalam bahaya." Clara memohon.
"Baiklah kita pulang sekarang" ucap mamah Shiren.
Terlihat cemas Mamah Shiren, langsung membangunkan Suaminya untuk segera pulang .
__ADS_1
Papah Farrel langsung bangun dan berpamitan sama Clara.
Di lorong rumah sakit, Mamah Shiren bertemu Surya yang sudah pulang dari mini market.
"Tolong, jaga Clara, Mamah mau pulang dulu" seru Mamah Shiren dan terlihat buru-buru.
"Baik mah" balas Surya sambil menatap mereka pergi dari pandangannya.
Di dalam mobil.
Mereka langsung tancap gas, Mamah Shiren merasa tidak enak hati. Ia gelisah dan langsung menghubungi nomor ponsel Rey, namun tidak ada jawaban.
Pikirnya ia sedang tidur, dan langsung menghubungi nomor ponsel Clery namun sama tidak ada jawaban juga. Membuat Mamah Shiren merasa takut dan cemas.
"Ayo Pah, agak cepat, nomor ponsel mereka tidak bisa kita hubungi. Mamah sedikit Cemas dan juga tidak enak hati" ujar Mamah Shiren.
"Semoga anak-anak kita sedang tidur dan tidak kenapa-napa. Mungkin juga Clara hanya mimpi" balas Papah Farrel.
"Iya Pah, semoga saja kecemasan kita tidak benar" ucapan Papah Farrel.
Mereka pun sudah tiba di rumah Rey. Terlihat damai dan tentram, membuat Mamah Shiren merasa lega.
...Terdengar isak tangis dari dalam, dan juga terlihat pintu rumah Rey tidak terkunci dan terbuka sedikit....
Hati Mamahnya tidak karuan ai langsung berlari dan membuka pintu.
Papah Farrel dan Mamah Shiren syok, mata mereka melotot lebar dan menjerit.
"CLERY...."
Mamah Shiren melihat gendangan darah di lantai begitu banyak. Termasuk Clery mengeluarkan banyak darah dari goanya.
Rey tergeletak penuh darah di badannya.
Berasa mimpi yang tidak bisa di pungkiri.
Mereka langsung menangis dan memeluk sang anak termasuk Rey.
Clery menangis menahan sakit dan juga sedang memeluk tubuh Rey yang sudah penuh darah.
__ADS_1
"Mamah, tolong Rey Mah, bawa dia ke rumah sakit Clery mohon, dia tertusuk saat mau menyelamatkan Clery" rintih Clery di pangkuan Mamah Shiren.
Papah Farrel langsung menghubungi polisi dan juga ambulance.
Mereka takut terjadi sesuatu kepada Rey dan juga Clery.
Tak berselang lama, Clery pingsan membuat Mamah Shiren tambah syok dan menangis sejadi-jadinya.
"Sayang, bertahanlah kamu dan Rey pasti selamat" ujar Mamah Shiren bergantian mengelus kepala Rey dan Clery.
Tak berselang lama juga, Ambulance dan ,Polisi sudah tiba dan membawa langsung mereka.
Polisi langsung membatasi garis polisi di pintu masuk rumah Rey.
Mamah Shiren belum tau jelas kenapa, dan apa apa sama mereka. Hingga ia mulai menangis sejadi-jadinya
"Pah, ucapan Clara benar, Rey dan Clery mereka sedang berbahaya. Tolong Pah beritahu Mamah Rey, suruh dia ke rumah sakit" usul Mamah Shiren sambil menangis.
Mereka takut bayi dalam kandungan Clery terancam dan juga ia sangat takut terjadi hal buruk buat Rey dan Clery.
Setelah setengah jam di perjalanan, mereka tiba di rumah sakit yang sama Clara. Mamah Shiren menangis dan lemah, Papah Farrel juga syok dan tidak mengerti apa yang terjadi sama mereka di rumah itu.
Semuanya begitu mendadak dan secara tiba-tiba terjadi.
"Polisi sedang menyelidiki kasus ini, kamu tenanglah mereka pasti selamat. Kita berdoa yang terbaik buat anak kita" ucap Papah Farrel.
Mamah shiren masih menangis di dekapan Suaminya.
Ia tidak mau kehilangan Clery dan Rey juga Cucu yang belum lahir.
Sedangkan Di rumah sakit penjahat itu tersenyum kecut dan langsung memakai topinya lagi dan berlalu pergi. Setelah ia puas melihat mereka sekarat.
"Ini belum seberapa, tapi semoga saja mereka mampus" ujar penjahat itu dan langsung masuk ke dalam mobil yang ia kendarai.
Mamah Shiren masih meraung menangis di pelukan Papah Farrel. Ia tidak mengerti dengan semuanya, Papah Farrel berusaha menenangkan istrinya yang menangis terus.
"Kita berdoa untuk keselamatan mereka, polisi sudah menyelidiki kasus ini. Semoga cepat terungkap siapa pelakunya dan apa motif semuanya. Kamu Sabar kita tunggu kabar baik dai sang dokter" terang Papah Farrel menenangkan istrinya.
Mamah Rey sudah tiba dan sama seperti Mamah Shiren menangis.
__ADS_1