Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Clara melawan Season2


__ADS_3

Saat ini, Clara sudah berada di rumah kosong yang gelap. Dirinya di ikat kedua tangannya, Clara tersadar, kepalanya merasa pusing.


Setelah itu, ada suara berjalan ke arah ruangan di mana dirinya sedang di sekap oleh Dewi. Clara tau ia di culik oleh Dewi maka dari itu ia langsung menghembuskan nafasnya pelan.


Terlihat pintu terbuka dan menemukan sosok Dewi sambil membawa pistol di tangannya.


Clara tidak takut, ia sudah berani melawan Dewi dan tidak akan bisa Dewi menyiksa dirinya.


"Kamu salah paham Dewi, sebaiknya kau lepaskan diriku." Ujarnya sambil menatap dingin Dewi.


"Haa... haa... haa..., bagaimana kamu tau? dasar pelakor tidak tau diri. Surya mati kini kau merebut sodaranya, ckckck kau sangat murah." Desis Dewi sambil duduk di kursi depan Clara.


"Kau sangat aneh, suamimu membutuhkan dirimu, namun kau sangat sibuk. Hingga David sakit pun kamu tidak mengetahuinya, istri macam apa kamu." Seru Clara melawan.


Dewi geram, ia langsung menodongkan pistolnya ke arah kening Clara dan dirinya berdiri tegap.


"Diam kau, jangan melawan setiap ucapan gue. Atau kau akan mati di sini." Desisnya lagi.


"Kau wanita arogan, bagaimana mungkin David yang sangat baik bisa mencintaimu dengan sangat tulus." Ucapnya lagi, Clara tersenyum ke arah Dewi. Bagaimana pun juga Dewi tidak mudah membunuh Clara saat ini.


"Apa yang kau inginkan dari suamiku? dia sangat tampan dan juga kaya raya, itu kan yang kau mau dari suamiku. Setelah Surya mati kini kau mau menguasai harta suamiku." Ujar Dewi menodongkan wajahnya.


"Kau salah paham padaku, suatu saat nanti kalau akan menyesal." Ujarnya santai.


"Aku tidak akan menyesal, kau harus mati! begitu juga David yang tega mengkhianatiku saat ini dan juga telah membohongiku. Hatiku sakit, saat dia mengatakan bahwa dirinya akan pergi ke luar kota untuk mengurus pekerjaanya. Tapi nyatanya dia malah ke ke rumahmu, sangat menjijikan alasan sampah." Berdecik Dewi sambil melotot ke arah Clara.


Namun Clara hanya tertawa mendengar ocehan Dewi.


"Sudahlah, kau ikut bersamaku biar kamu tau." Ucap Clara santai.


"Diam kau, bersiaplah nanti kau akan mati mengenaskan." Ujarnya sambil melangkah pergi.


Clara hanya menggelengkan kepalanya melihat


Dewi pergi, meninggalkan dirinya.

__ADS_1


"Kau akan menyesal Dewi," lirih Clara lesu.


Setelah itu, Clara mengehembuskan nafasnya berat. Ia tau apa yang akan di rencanakan Dewi. Dirinya harus segera memberitahu Surya agar bisa menolongnya. Namun dirinya bingung, bagaimana bisa ia menghubunginya.


Sekelibat bayangan Clara, ia melihat darah terjatuh dan juga Surya ada di sebuah tempat yang banyak pepohonan.


Clara mengerutkan keningnya, lalu ia berpikir.


"Apa itu! darah Surya, tidak ini akan menjadi malapetaka. Aku harus menghentikan Dewi, tidak akan aku biarkan ini terjadi. Siapa pria itu, aku melihat darah dan Suamiku, kenapa banyak sekali pepohonan di sana.?" Ujar Clara heran. Sesaat dadanya sesak mengingat bayangan itu.


Clara langsung menangis, ia masih tidak mengerti. Karena bayangan itu tidak begitu jelas, namun Clara akan berusaha agar tidak ada pertumpahan darah lagi.


"Ini tidak benar, aku harus bisa mencegah kegilaan Dewi, sebelum dia menyesal seumur hidupnya." Ucap Clara sambil meneteskan air matanya, mengusapnya pun tidak mampu, karena tangannya di ikat ke belakang.


🌾🌾🌾


Rey kini sudah berada di rumahnya. Ia menatap Sendu Rumahnya yang kini kosong tidak ada sambutan yang hangat dari Clery yang pernah dulu dia berikan.


Ia menyesali karena telah mengacuhkan Clery dan memberikan setengah hatinya. Rey duduk di sofa, ia memejamkan matanya sejenak. Rey langsung bangkit, ia kemudian keluar lagi memasuki mobil. Hatinya tidak menentu, ia akan berusaha membawa anak dan istrinya ke rumah.


"Maafkan aku Clery, tapi aku tidak bisa melupakan saat pertama aku melihat Clara dan saat itu juga hatiku telah di curi olehnya. Ya walupun Clara sudah tidak bersamaku lagi, dan aku sangat bodoh menyiksanya tanpa ampun, mungkin itu tidak akan di lupakan sama Clara. Tapi aku mencintainya, bagaimana pun, aku sudah pernah berumah tangga dengannya. Walau pun cuma sebentar, tapi itu momen yang tidak akan aku lupakan seumur hidupku. Clara apa kamu baik-baik saja? kenapa hatiku jadi teringat Clara! ahh aku harus membereskan semua masalah dengan Clery dulu, semoga dia bisa menerimaku lagi." Ujarnya sambil terus menyetir ke arah rumah Clery.


"Saat kita melakukan hal itu, aku membayangkan kamu adalah Clara. Maka dari itu, aku bertahan dan mencoba mencintaimu sepenuh hatiku. Tapi setelah kejadian waktu lalu, aku tidak tau kenapa aku selalu mengingat Clara dan Clara, hingga aku tak sadar Clery aku acuhkan. Maafkan aku Clery hatiku belum sepenuhnya milikmu." Ucap lirih Rey di dalam mobil.


"Aku akan berusaha mencintaimu Clery, walupun di hatiku masih ada Clara, akan aku simpan nama Clara di hatiku, sampai kapan pun akan ada nama Clara yang terukir indah di hatiku ini. Walupun aku nanti sudah bersamamu lagi. Tapi aku kenapa aku cemburu melihatmu bersama pria lain." Ucapnya lagi, sambil terus fokus menyetir.


🌾🌾🌾


Surya sedang berusaha untuk mendapatkan info mengenai penculikan istrinya. Dan sekarang ia sudah mendapatkannya.


Anak buah Surya menghubunginya bahwa Clara di sekap di sebuah gudang. Dan sekeliling gudang itu penuh dengan cctv dan juga ajudan Dewi yang sangat banyak membawa senjata mengelilingi gudang tersebut.


Surya meninju meja kerjanya. Ia kesal karena telah kecolongan, dan tidak ia sangka juga Dewi bakalan nekad.


Surya menghempaskan badannya ke kursi kebesarannya itu. Ia memikirkan sesuatu, karena kalau nekad menerobos masuk, pasti bakalan ada pertumpahan darah dari semua bodyguardnya. Dan itu akan membuat Clara semakin di sakiti.

__ADS_1


Surya berusaha merancang misinya supaya mendapatkan Clara kembali.


"Brengsek, ajudan Dewi membawa senjata lebih gede dari punyaku. Mungkin ia tau bahwa kita akan mencarinya, tapi lihat saja nanti, siapa yang akan menang atas permusuhan ini." Desis Surya.


🌾🌾🌾


Clara berusaha melonggarkan tali yang ada di tangannya, yang kini melilit kedua tangannya.


Dan..., tali itu terputus. Clara mendesah lega, kemudian ia melihat ajudan Dewi sedang tertidur pulas,ia melihat ponsel di meja kayu yang sangat kusam.


Clara berusaha mengendap untuk membawa ponsel milik ajudannya itu.


Kakinya perlahan melangkah, seketika ajudan itu menggeliat. Clara tersentak kaget dan malah berdiam diri, namun ajudan itu melanjutkan tidur nyenyaknya tanpa membuka matanya.


Clara mendesah lega, kemudian ia melangkah lagi dan.. ponsel itu berhasil ia dapatkan.


Clara dengan sangat cepat mengaktifkan GPS di ponsel milik ajudan Dewi. Clara sangat lihai menguatk-atikan yang begituan. Dan tanpa ada jejak GPS itu aktif, setelah itu ia mengirimkan pesan kepada Surya. Dan langsung menghapusnya kembali, dengan badan bergetar, keringat dingin keluar ia mengetik takut ketauan sama ajudan yang kini sedang tertidur.


"Assalamualaikum, ini aku istrimu. Aku sudah menanamkan GPS pada nomor ini, jadi kamu bisa tau aku di bawa dan berada di mana.


Saat ini, aku baik-baik saja. Kau tidak perlu membalasnya, karena ponsel ini milik ajudan Dewi. Aku mengendap mengirim pesan ini padamu, aku harap kau jangan membalasnya oke. I love you aku merindukanmu. Jaga baik-baik anak kita.


Clara.


Setelah itu, Clara menyimpan kembali ponsel itu ke meja yang terlihat sangat kotor.


Clara mendesah lega kemudian ia kembali ke posisi semula, dan sebisa mungkin ia melilitkan tambangnya asal.


Tidak lama, ajudan itu bangun dan melihat Clara yang tersenyum padanya.


Ajudan itu langsung baper dan salting karena telah menerima senyuman manis dari Clara. Setelah itu ia pergi untuk bikin kopi dan kumpul bersama yang lain.


Clara mendesah lega, karena aksinya tadi tidak ada yang tau.


__ADS_1


Surya


__ADS_2