Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Tolong Clara !!! Season2


__ADS_3

Hari ini, Clara sudah bersiap untuk pergi ke kantor polisi. Namun sayang Surya ada rapat mendadak yang sangat penting bagi perusahaannya.


Clara pergi sendiri di antar kedua Bodyguardnya, di perjalanan Clara sudah tidak sabar untuk mengintrogasi polisi yang terlibat dalam pembunuhan Dewi.


Sebelum Clara mendatangi orang yang menyuruhnya, dia terlebih dahulu mendatangi polisi yang telah bekerja sama membantu pelaku.


Setengah jam telah berlalu.


Clara sudah sampai di depan kantor polisi, dirinya langsung masuk di dampingi sama Izal dan Robby.


Terlihat sekali polisi yang membantu dalam pembunuhan langsung menghindar ketika Clara datang ke sana.


"Kejar dia, lalu tangkap bawa ke gudang yang ada di belakang rumah." Desis Clara langsung menyuruh anak buahnya.


"Baik," serentak.


Setelah itu, Clara menaiki taksi menuju rumah tersangka yang sebenarnya.


Di perjalanan dirinya membawa hati yang sangat was-was dan juga cemas. Clara percaya bahwa dengan cara ini, orang itu akan taubat dan menyadari kesalahannya itu.


Dua puluh menit telah berlalu, kini Clara sudah berada di depan pintu rumah orang yang telah membunuh Dewi.


Hatinya tidak karuan, dirinya langsung mengetuk pintu dan terbukalah pintu itu. Wajahnya bertatapan langsung sama Mamah Shiren.


Batin Clara menangis, dirinya hanya ingin membuat Orangtuanya itu sadar atas kesalahan yang telah dirinya perbuat.


Clara sudah memikirkan hal ini, untuk kehidupan yang lebih baik untuk Mamahnya. Semoga saja dia sadar pikir Clara, dalam hatinya ia terus meminta maaf dan meneteskan air mata batinnya.


"Mamah harus segera menyerahkan diri kepada hukum, aku tau Mamah yang telah membunuh Dewi secara sadis dan membayar polisi Lian untuk melancarkan aksi Mamah." Ucap Clara langsung dari inti pembicaraannya.


"Dari mana kamu tau sayang," ucap Mamah Shiren berlaga anggun dan mengusap rambut Clara.

__ADS_1


Clara hanya diam mendengar celotehan Mamahnya.


"Hmm, jangan marah dulu, Mamah buatkan minuman untukmu," ujarnya sambil melangkah menuju dapur.


Clara hanya diam, dirinya tidak kuasa melihat Mamahnya. Setelah itu, Mamah Shiren datang menyuguhkan secangkir teh manis buatannya.


"Minumlah dulu, biar hatimu tenang," ucapnya lagi.


Clara hanya diam, dirinya harus segera menyadarkan Mamahnya. Mungkin dengan cara mendesaknya, Mamah Shiren akan sadar dan bertaubat.


"Mah, Clara hanya mengingatkan saja, dan bukan Clara iri sama kasih sayang Mamah kepada Clery. Asal Mamah tau, Kasih sayang Mamah hanya terobasesi saja sama Clery.


Seperti Rey kepada aku." Ucapnya lirih sambil meneteskan air mata.


"Hahahah, kau ini sudah gila Clara, Kasih sayang Mamah murni dari hati yang paling dalam, bukan terobesi. Kamu hanya sirik kepada Clery iya kan, satu hal lagi! jangan mencampuri urusan Mamah mengenai pembunuhab Dewi di penjara. Itu bukan urusanmu, sebelum kamu menyesal Clara." Teriak Mamah Shiren.


"Mah, mengertilah dan cepat sadar, Membunuh itu tidak baik. Clara hanya mengingatkan Mamah saja, tanda Clara sayang sama Mamah, tolong dekatkan diri kepada sang maha kuasa." Lirih Clara menangis sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


"Maafkan Clara, tapi ini salah. Lebih baik memaafkan Dewi dari pada harus menambah dosa dan beban hidup. Clara sayang sama Mamah maka dari itu, Clara hanya mengingatkan saja." Lirih lagi Clara, dirinya tidak kuasa menangis tersedu-sedu.


Tak lama dari itu, Mamah Shiren bangkit dan langsung menjambak rambut Clara dan menggusurnya ke lantai. Clara menangis dirinya tidak melawan.


"Mah, cukup.Tolong lepaskan cengkraman ini sakit sekali." Lirih Clara menangis sambil memegang tangan Mamah Shiren.


"Tidak Clara, kamu biar tau! ini adalah hukuman untukmu, dan asal kamu tau Clara. Dirimu anak durhaka karena telah menyuruh Mamah menyerahkan diri ke hukum." Teriak Mamah Shiren sambil mencengkram rambut anaknya Clara.


"Mamah salah, harusnya Mamah memaafkan Dewi. Walaupun dia salah tapi jangan sampai membunuhnya, Dewi juga sudah bertaubat atas semua perbuatannya. Dari pada mamah mengotori tangan Mamah sendiri dengan cara membunuh Dewi" sahut Clara memberitahu.


Bagi Clara, dirinya harus segera menyadarkan Mamahnya yang terobsesi sama kasih sayangnya terhadap Clery. Dan kelakuannya yang sudah membunuh Dewi.


Di lantai, Clara menangis sambil memohon ampun kepada Mamah Shiren.

__ADS_1


Setelah itu, Clara di hempaskan kasar oleh Mamah Shiren. Dan mencengkram Pipi Clara dengan sangat kuat.


"Kamu Mamah buang, karena kamu pembawa sial, semua orang menyukaimu di Banding Clery. Mamah tidak suka itu, yang lebih cantik hanyalah Clery dan kenapa orang-orang selalu menyukaimu termasuk ibu mertuamu itu. Mamah tidak menyesal telah membuangmu jauh-jauh. Dan untuk tahun lalu, Mamah hanya pura-pura sadar dan sekarang Mamah tidak mau melihatmu lagi," desisnya lagi dan menghempaskan Clara ke lantai dengan sangat kasar.


Clara tidak melawan, dirinya hanya menangis menahan rasa sakit dan sesak yang ada di benaknya. Bagi Clara dirinya harus tetap menghormati Mamahnya itu, ia tidak mau melawan. Clara akan berusaha untuk menyadarkan Mamahnya sampai Mamahnya sadar.


Tak lama, Clara di sered lag, lalu.di benturkan ke dinding tembong.


Clara pikir, Mamah Shiren tidak akan sekasar ini kepada dirinya. Tapi yang terjadi sungguh di luar dugaan Clara, Mamah Shiren belum puas Clara di tampar lagi hingga badan Clara lemas. Bagian samping bibir Clara berdarah hidungnya juga berdarah akibat amukan Mamah Shiren.


"Maafkan Clara Mah, bila Clara berbuat salah sama Mamah, Clara lahir ke dunia ini hanya berbuat salah pada Mamah. Tolong maafkan Clara, tapi Clara sayang sama Mamah," lirih Clara menangis di bawah lantai.


Mamah Shrien langsung menarik Clara untuk bangun ke atas dengan tangan kasarnya. Setelah itu, Clara di tampar lagi dengan sangat keras.


Pembantu Mamah Shiren menangis melihat kejadian yang mengerikan itu. Dirinya tidak lama langsung menghubungi Papah Farrel.


"Hallo Tuan, Nyonya sedang menyiksa Non Clara." Ucapnya gugup, baginya mungkin dia telah keterlaluan dan lancang. Tapi ini demi kebaikan Clara dari amukan Mamah Shiren.


Tak lama, Papah Farrel langsung keluar kantor dan menuju pulang kerumahnya. Membawa hati gelisah, dirinya tidak percaya istrinya begitu sadis terhadap anaknya sendiri.


"Clara maafkan Papah sayang. Papah akan segera datang menyelamatkan dirimu bersabarlah," ucap Papah Farrel dan langsung mengebut kencang.


Di rumah.


Clara sudah lemas akibat siksaan yang di terima dari Mamah Shiren. Keadaanya sudah kacau.


"Kenapa aku tidak membunuhmu saja waktu kamu masih kecil. Bodohnya aku, kamu yang telah merebut semua kebahagiaan Clery. Itu yang Mamah tidak suka sama kamu, orang lebih Menyayangimu ketimbang Clery. Termasuk Papahmu dan Kakakmu, mereka selalu membelamu, tidak pernah membela Clery Mamah membencimu Clara," teriak Mamah Shiren.


Setelah itu, Mamah Shiren menjambak rambut Clara lagi dan menamparnya lagi. Hal tak terduga Mamah Shiren mengambil pisau yang ada di meja yang telah Mamah Shiren persiapkan.


Dan pisau itu, ia layangkan ke arah Clara, lalu.

__ADS_1


Brruukkk..


__ADS_2