Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Ada udang di balik batu season2


__ADS_3

Gaun berwarna peach menjuntai sangat indah, rambutnya di sanggul longgar, di sisihkan rambut depan dan sedikit di Curly. Make up di wajahnya tipis namun terkesan sangat mewah dan cantik. Bibir tipis dan sexsinya ia polesi lip-blam dan juga lipstik biar terkesan natural.


Clara tersenyum saat suaminya menatap seksama, kemudian merangkulnya dengan penuh kasih sayang.


"Kamu cantik sekali sayang" ucap Surya menatap istrinya.


"Terima kasih, aku kan istrimu" balas Clara.


Pelukannya ia lepas, mereka langsung pergi menuruni tangga, di bawah sudah ada mamah Farah yang sudah menunggu mereka sedari tadi.


Tangan keduanya bertautan satu sama lain, seolah enggan untuk berjauhan, Clara tersenyum ke arah suaminya. Wangi farpum Surya menyeruak membuat Clara merasa betah ada di dekatnya. Clara terus menatap suaminya yang kini ada di sebelahnya.


"Jangan liatin, aku memang aku ini suami ganteng dan gagah" ucapnya.


"Kau menyebalkan" balas Clara mencubit perut suaminya.


"Awww, kau ini" ucap Surya lalu mencium tangan istrinya.


Ibu Farah tersenyum melihat tingkah anak dan menantunya. Dirinya sangat senang melihat anaknya bahagia sama pernikahan-nya dan juga mendapatan menantu yang sangat cantik dan juga baik.


"Sudah, ayo kita jalan, mereka pasti sudah menunggu" ucap ibu Farah sambil membuka pintu mobil.


Malam ini, Clara sangat senang, karena neneknya mengundang mereka makan malam dan akan menerima Clara sebagai cucunya sendiri.


Surya berpikir malam ini, malam yang sangat buruk, istrinya sudah terjebak rayuan nenek sihir. Ia berpikir akan menguak semua kebohongannya suatu hari nanti.


"Apa kamu yakin nenek Sukma mau memaafkan kamu? kita juga tidak tau kan, nenek membencimu alasannya apa, dan sekarang tiba-tiba mau minta maaf." Ujar Surya sambil terus menatap ke arah depan fokus menyetir.


"Kamu ini, semoga saja ini benar adanya, aku sangat senang honey, sudahlah jangan berpikiran buruk terus sama nenek" ujar Clara.


"Baiklah semoga saja" desis Surya kesal.


🌾🌾🌾


Di rumah mamah shiren


Mereka sudah berkumpul di meja makan menunggu kehadiran Clara, mertua dan juga suaminya.


Terlihat sangat gelisah dari raut wajah nenek Sukma. Mamah shiren terus memperhatikannya, ia merasa ada yang tidak beres sama acaranya ini.


"Mah, kenapa? dari tadi terlihat cemas sekali?" tanya mamah shiren.


"Tidak, mamah hanya menunggu Clara, kenapa mereka sangat lama sekali" balas nenek Sukma.


"Mereka lagi di jalan nek, tenang saja, pasti Clara ke sini kok" ujar Clery tersenyum ke arah nenek Sukma.


Tak lama, Clara tiba di depan rumah mamah shiren. Ia turun bersama mertuanya dari mobil, langkah kakinya menuju pintu, kemudian ia membukanya secara perlahan, debaran jantungnya kembali bergetar, ia merasa sangat gugup menginjakkan kaki kerumah mamahnya.


Clara mencoba melupakan semua kenangan pahit tempo lalu, ia akan meminta maaf kepada orang tuanya karena waktu itu telah marah pada mereka.


Clara mengeluarkan nafas berat, ia beranikan masuk, tangannya keluar keringat dingin. Surya langsung menggandengnya dengan penuh cinta, Clara meliriknya kemudian tersenyum.


"Aku sangat gugup honey" ucap Clara pelan.


"Jangan gugup ada aku di sampingmu" ucap Surya tersenyum sambil terus melangkah menuju ruang makan.


Raut wajah nenek Sukma berbinar, ia langsung bangkit, kemudian menghampiri Clara.


"Akhirnya kamu datang juga sayang, ayo kita makan malam bersama" ucap nenek sukma langsung memeluk kemudian menggandengnya.


Mamah shiren langsung menghampiri Clara, hatinya senang, melihat anaknya kembali lagi. Senyumannya terlihat sangat indah, begitu juga Clery ikut merasakan bahagia melihat adiknya berada di rumahnya lagi.


Surya menghampiri Rey yang sedang duduk dan tersenyum ke arahnya. Keduanya saling berpelukan, mereka terlihat akur dan juga damai. Mamah shiren senang melihat kedua menantunya akrab tidak ada pertikaian di antara mereka.

__ADS_1


🌾🌾🌾


Beberapa saat kemudian


Semua sudah kumpul di ruang makan, terkecuali Darren tidak bisa ikut makan malam di karenakan sedang sibuk di kantor miliknya.


Tidak ada yang berucap sepatah kata pun, terkecuali hanya benturan sendok dan garpu.


Dua puluh menit kemudian


Semua sudah selesai makan, Nenek Sukma langsung menyuruhnya kumpul di ruang tamu keluarga. Surya terus menggandeng tangan istrinya membuat Rey merasa agak cemburu sedikit.


"Tidak Rey, kau salah, Clara sudah melupakanmu, bahkan dia pun terlihat sangat bahagia bersama Surya. Aku harus mulai mencintai Clery istriku dan melupakan Clara, mamah benar aku harus mencintai Clery sepenuh hatiku." Gumam Rey dalam hatinya sambil tersenyum ke arah Clery.


"Rey, aku sangat mencintaimu" bisik Clery sambil duduk di sofa.


"Hmmm, aku tau sayang" ucap Rey.


Semua sudah kumpul, nenek Sukma langsung berbicara pada intinya.


"Sebelumnya, saya mau minta maaf pada Clara, mungkin saya yang salah, dan harus meminta maaf pada cucuku." Ucap nenek Sukma sambil melirik ke arah Clara.


"Iya nek, Clara sudah memaafkan nenek" seru Clara sambil terus menggandeng lengan Surya.


Hati mamah shiren cemas, dirinya takut terjadi hal yang tidak di inginkan dari sikap berubahnya nenek sukma.


"Terima kasih sayang, kamu mau memaafkan nenek, apa kamu juga mau memaafkan nenek kamu juga nak Surya?" tanya nenek Sukma, membuat Surya sedikit kaget.


"Apa-apaan sih nenek sihir ini, so baik banget di hadapan orang" ucap Surya dalam hati.


"Heemm, oke saya maafkan" balas Surya santai.


"Sebenarnya, nenek mengumpulkan kalian semua di sini, bukan hanya untuk meminta maaf saja, tapi untuk meminta bayi dari Clara dan Clery" ujar nenek Sukma santai sambil tersenyum.


"Bayi?" ucap Clara pelan, ia langsung meraba perutnya yang rata.


"Honey, nenek meminta bayi, padahal kita Bar..." ucapannya di potong Surya, ia membungkam mulut istrinya itu.


"Kau ini, suuut" desis Surya pelan.


Clara cengir, dirinya hampir saja keceplosan mau bilang sesuatu, untung saja suaminya cekatan membungkam mulut istrinya.


"Mah, mereka baru menikah mana mungkin langsung hamil dan melahirkan" ucap Papah Farrel.


"Tidak masalah, mamah menunggu kehadiran bayi dari cucuku" ucap nenek sukma menekan.


Surya merasa aneh, sama ucapan nenek Sukma termasuk ibu Farah juga, perubahan dari sikap yang tadinya pemarah dan sangat benci Clara, berubah jadi manis malah dirinya menginginkan cucu. Sungguh ini membuat surya menaruh curiga besar pada nenek sukma dan ia pun tidak mau percaya begitu saja.


Satu jam kemudian


Clara berpamitan sama keluarganya, dengan berat hati mereka berpisah lagi. Mamah shiren cukup puas, karena Clara sudah datang dan menyapanya dengan sangat baik. Sungguh ini di luar dugaan, mah shiren berpikir Clara masih marah padanya, tapi ternyata dirinya sudah memaafkannya.


Nenek Sukma berjalan menuju kamarnya, wajahnya menyeringai, sambil menatap photo suaminya, dirinya telah berhasil mengelabui mereka semua termasuk Clara.


"Satu langkah lagi untuk mendapatkan bayi Clara, oh tidak, kamu sangat bodoh Clara hahahaha" nenek Sukma tertawa sangat menyeramkan, tidak ada yang tau apa yang akan di rencanakan nenek Sukma kedepannya.


Nenek Sukma berpikir harus segera mendapatkan bayi Clery, tapi untuk hal itu ia tepis, bagaimana mungkin rencananya harus bayi dari cucu kesayangannya. Langsung saja semuanya ia coret dari rencana busuknya, sekarang ia menginginkan Clara hamil untuk menjalankan misi berikutnya.



VISUAL CLARA


__ADS_1


VISUAL SURYA



VISUAL CLERY



VISUAL REY



VISUAL KEVIN



VISUAL DARREN



VISUAL IBU FARAH



Visual Papah Rey



VISUAL MAMAH SHIREN



VISUAL Papah Farrel



VISUAL MAMAH REY



VISUAL NENEK SUKMA



VISUAL DEWI



VISUAL DAVID


#**Hai semuanya, sudah aku kasih visual lagi yah, sebelumnya ada di bab pengumuman, cuma mungkin saja ada yang gak buka bab pengumuman jadi mereka kurang tau visual siapa-siapanya.


Untuk visual Clara dan Clery aku ganti yahh soalnya photo sebelumnya susah di dapat harap maklum heeee, jangan lupa


like


komen


hadiah


vote


Terima kasih ya readers kesayangan love you**.

__ADS_1


__ADS_2