Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Minta maaf season2


__ADS_3

Nenek Sukma baru saja datang dari luar, entah dari mana dia. Semua orang yang berada di rumah Mamah shiren sedikit heran. Terlihat dari raut wajah nenek Sukma yang baru saja datang begitu berbinar, tidak seperti biasanya.


Langkah kaki mengiringi langkahnya, menuju tempat di mana semua orang yang berada di meja makan, yang sudah selesai makan malam. Mamah shiren terus memperhatikan-nya dari jarak sedikit dekat dengan dirinya.


Nenek Sukma menyapa mereka, tidak seperti biasanya membuat mamah shiren sedikit menaruh curiga. Ia ikut nimrung duduk bareng bersama mereka.


"Hmmm, makan malam yang sangat mewah, maaf mamah tidak bisa ikut makan malam, tadi ada teman lama yang baru saja datang dari luar negri." Seru nenek Sukma berbinar.


Semua orang hanya terdiam tidak ada yang menyaut satu orangpun. Nenek shiren melipatkan kedua tangannya di atas meja makan. Raut wajah seram yang sering terlihat kini hilang di gantikan dengan wajah yang berbinar.


"Sebelumnya mamah mau minta maaf kepada Clara." Wuuushhh, ucapan nenek Sukma menerpa jantung mamah shiren. Bagaikan petir di siang bolong, ia terkejut dan juga tidak percaya ucapan nenek Sukma itu.


"Apa mamah becanda? bukannya mamah sangat membenci anakku?" Tanya Papah Farrel, terlihat heran sama ucapan mamahnya.


"Tidak sayang, mamah serius, besok mamah mau bertemu Clara, saya sudah sangat tua, jadi perlu bertaubat. Banyak kesalahan yang mamah perbuat pada anak itu, sungguh mamah mau meminta maaf pada Clara." Terang nenek Sukma menangis.


Semua orang terkejut oleh ucapannya, membuat semuanya bersimpati. Wajah papah Farrel sangat gembira dan juga sulit di artikan, apakah dia harus bahagia sama keputusan mamahnya itu, ataukah harus sedih. Kini papah farrel langsung memeluk tubuh wanita paruh baya itu.


"Kamu mau bantu mamah sayang?" tanya nenek Sukma kepada papah Farrel.


"Farrel sangat senang, mamah sudah berubah." seru papah farrel memeluknya lagi.


Wajah wanita cantik, yang sedang duduk di samping nenek sukma, terus mencerna ucapan yang di lontarkan sang mertua membuat ia heran dan juga sangat tidak percaya akan hal itu.


Mamah shiren berusaha menepis hal itu, ia berpikir mertuanya memang benar sudah bertaubat dan menghilangkan dendam yang ada di benaknya.


Ini kejutan buat anaknya Clara, ia harus segera memberi tahunya. Apakah Clara akan memaafkan dirinya dan juga neneknya. Tapi di benak mamah shiren ia optimis, bahwa mertuanya itu bersungguh-sunghuh mau meminta maaf pada Clara.


Ini di luar dugaan sang mamah shiren, ia begitu syok dan juga tidak percaya, tapi di hatinya ia sudah sedikit lega. Kebahagiaan keluarga besarnya akan segera terwujud.


"Aku akan memberitahu Clara secepatnya" ujar Clery pada nenek Sukma.


"Iya sayang, nenek mohon pertemukan nenek sama cucuku Clara, nenek sangat menyesal telah menghinanya dan membencinya." Ujar nenek Sukma menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Clery berpikir ia akan mengirimkan notip pesan saja, karena untuk menghubunginya lewat obrolan takut menganggu acara liburan mereka di kampung.


Tangannya langsung meraih ponsel yang ada di saku celananya. Dirinya langsung mengirimkan pesan pada nomor ponsel Clara, hatinya sangat berbunga sebentar lagi mereka akan bersama kembali.


Nenek Sukma berharap Clara memaafkan segala kesalahannya. Ia hanya bisa menangis dan memohon pertemukan dirinya sama Clara.


"Apa kamu sudah memberitahu Clara sayang?" tanya nenek Sukma pada Clery.


"Sudah nek, semoga saja langsung Clara balas, soalnya Clery dengar mereka lagi liburan di kampung halaman Clara." Seru Clery tersenyum .


Di sana Rey terlihat heran atas ucapan nenek Sukma, hingga ia menaruh curiga padanya, namun ia tepis lagi bahwa ini tidak baik untuknya.


Nenek Sukma terus menangis dari tadi hingga Clery sibuk menenangkan-nya. Rey pun mulai bersimpati pada nenek Sukma atas ucapannya tadi mau bertemu Clara.


Hati Rey sangat senang sebentar lagi rasa rindu untuk melihat wajah Clara akan terwujud.


🌾🌾🌾


Di kampung Clara


Mereka melihat ke atas langit, terlihat cerah dan juga banyak bintang yang berkilau di atas sana. Clara tersenyum ke arah suaminya yang ada di sampingnya.


Notip pesan membuyarkan tatapan mereka berdua, yang kini sedang berhadapan antara wajah Surya dan juga Clara.


Clara langsung meraih ponselnya yang ada di sebelah dudukkan-nya.


"Siapa sayang" ucap Surya sambil melihat ke arah istrinya.


"Pesan kak Clery, tadi siang dia sudah pulang dari liburannya, jni dia kirim pesan. kita coba baca Honey." Seru Clara, mereka membaca pesan yang di kirim Clery.


"Selamat malam Clara, maaf aku tidak bisa menghubungimu saat ini. Aku cuma mau memberitahu bahwa nenek sudah bertaubat, ia menangis meraung ingin bertemu meminta maaf sama kamu. Mudah-mudahan kamu tidak marah dan membencinya. Dia sudah mengaku salah padamu Clara, apakah kamu mau memaafkan segala kesalahan nenek dan bertemu nanti setelah kamu pulang dari kampung."


Pesan Clery

__ADS_1


Wajah Clara terlihat sangat bingung dan juga tidak bisa di artikan, ia kemudian melirik ke arah wajah suaminya. Mereka berdua hanya bisa bertatapan mengartikan arti pesan yang di kirim Clery padanya.


Surya tidak bisa percaya sama nenek Sukma begitu saja. Mengingat waktu lalu ia melihat dendam amat dalam di tunjukan pada dirinya.


"Kamu jawab saja, kamu memaafkannya. kita lihat saja apakah dia bersungguh-sungguh, atau hanya ucapan saja." Terang Surya mengartikan pesan Clery.


"Tidak Honey, pasti nenek bersungguh-sungguh, besokkan kita pulang nih ke jakarta, jadi malamnya kita kerumah mamah." Seru Clara terlihat senang dari raut wajahnya.


Surya masih tidak menyangka, secepat itukah nenek Sukma bertaubat, melihat dari raut wajahnya saja waktu tempo hari terukir membenci Clara.


Tidak akan ia biarkan satu orangpun yang menyakiti istrinya, Surya berusaha tersenyum ke arah istrinya. Namun di benaknya ia masih bertanya-tanya apa maksud semua ini.


"Kamu balas saja, ayo kita masuk, aku sangat ngantuk sekali." Ucap Surya menguap menandakan ia sudah sangat ngantuk.


"Baiklah aku akan membalasnya, sekarang kita tidur supaya besok badan vit" Seru Clara.


"Malam juga kak, besok aku dan surya pulang ke Jakarta, Alhamdulillah nenek sudah sadar. Sebelumnya aku juga sudah memaafkan nenek kok, kamu tenang saja aku tidak marah."


Balas Clara


Surya sebenarnya masih betah di kampung Clara, mengingat kerjaan kantor yang terabaikan. Ia tidak mau terus menerus mengerjakan orang kepercayaannya di kantor, baginya ini tidak baik.


Mereka langsung menidurkan badannya di atas kasur, sambil berpelukan. Betapa bahagianya Clara mempunyai suami yang sangat pengertian pada dirinya.


🌾🌾🌾


Di rumah mamah shiren


"Nenek harap Clara memaafkan kesalahan nenek" ujar nenek Sukma pada Clery, dirinya hanya bisa menunggu hari esok tiba untuk bertemu Clara.


"Nenek tenang saja, Clara sudah memaafkan nenek kok, jadi sekarang ayo kita tidur." Bujuk Clery, mereka langsung melangkah menuju kamar nenek Sukma.


❤️❤️ Maafkanlah seseorang jika itu membuat kamu bahagia. Ikhlas bukan berati pasrah, tapi menguatkan dan mengkokohkan hati kita yang telah rapuh ❤️❤️ (Nha'line)

__ADS_1



#Hai para readers kesayangan, terus pantengin yah cerita Clara dan Surya, masih banyak misteri yang belum terpecahkan. Jangan pernah bosen kasih like, komen, vote dan juga hadiahnya. Itu membuatku semangat menulisnya heheheh maafkan aku ya, sehat selalu buat kalian semua, semoga di berikan Rizky yang berlimpah untuk kalian yang sudah membaca karya amuradulku heheheh aamiin.


__ADS_2