
Rey mendengus kesal, karena nomor ponsel Clery tidak aktif membuat dirinya kesal dan jengkel.
Setelah itu, Rey membuka pintu mobilnya untuk menemui Clery di rumahnya lagi. Walaupun nanti tidak di ijinkan masuk, tapi Rey yakin Clery bakalan luluh terhadapnya.
"Clery, kenapa kamu tidak mau bicara sepatah katapun. Jadi serba salah begini, mau mu apa sih Clery," ucap Rey mendengus kesal, sambil melajukan mobilnya keluar gerbang.
Di perjalanan Rey terus saja memikirkan Clara, menurutnya walaupun mereka kembar dan hampir saja mirip. Tapi rasa cintanya lebih besar kepada Clara. Rey terus berharap cintanya Clara tumbuh bersemi lagi.
Sekarang Rey akan berhati-hati dulu mengenai perasaannya terhadap Clara. Ia akan memikirkan bagaimana caranya meluluhkan hati Clery lagi.
"Lihat saja Clery, dirimu akan bertekuk lutut dan mengejarku." Ucapnya pede sambil tersenyum.
Walaupun Rey pernah cinta sama Clery di masalalunya. Namun ia tidak pernah merasakan cintanya terlalu dalam, Seperti pada Clara.
"Andai waktu bisa di putar kembali, mungkin yang bersanding denganmu sekarang adalah Clara dan bukan Clery. Maafkan aku Clara, memendam rasa ini sungguh menyakitkan setelah beberapa tahun trakhir. Aku kira kamu akan bercerai sama Surya, tapi malah tambah mesra dan lengket saja." Ujarnya sambil memukul stir mobil miliknya.
🌾🌾🌾
Surya dan Darren sudah sampai di tempat tujuan. Surya menghembuskan nafasnya berat. Ia melihat banyak sekali yang menjaga gudang kosong itu. Dirinya cemas istrinya takut kenapa-napa.
"Aku harap kamu baik-baik saja sayang di dalam sana. Aku akan mencarimu, di mana kamu di sekap, sebaiknya kita lewat arah belakang deh. Lihatlah ada jendela bolong di samping menuju belakang, tapi banyak sekali rumput dan ilalangnya. Apakah Clara ada di sana! tapi menurutku dia ada di sana, fellingku selalu benar." Ujarnya memberitahu.
Di dalam, Clara merasa lemas dan haus. Dirinya benar-benar di sekap oleh Dewi, hingga makanan pun di kasih cuma 1x sehari bersama minumannya.
Darren mengacungkan jempolnya untuk tetap terus menyemangati Surya.
Surya melangkah menuju semak-semak. Darren mengawasi lewat mobil. Posisi aman di sebelahan kebun rindang yang mungkin orang lain pun takut masuk ke sana, karena rimbun juga.
Tapi Surya langsung menerobos masuk, ia membawa roti minuman dan cemilan untuk istrinya itu.
Dirinya sangat khawatir, karena istrinya di sekap oleh Dewi yang sangat licik. Surya tidak akan membiarkan istrinya kelaparan atau di siksa oleh Dewi.
Clara berdiam diri di jendela yang sudah bolong akibat ulah dirinya yang menembak jendela itu tanpa ampun.
Terdengar suara aneh di dekat kebun yang saat ini Clara sedang berada di jendela.
"Pasti itu Surya yang datang," ucap pelan Clara pelan sambil tersenyum.
Setelah Clara menatap ke arah semak-semak yang berada di depan matanya. Terlihat sosok berbaju hijau polos dan memakai jaket kulit andalannya.
__ADS_1
Wajahnya sangat tampan , walaupun ada di dalam semak-semak wajah tampan suaminya terpancar.
Betapa kagetnya Surya, ia langsung mendapati istrinya yang tengah berdiri di di jendela.
Ia mendesah lega, namun juga ia akan terus hati-hati.
Darren mendesah lega melihat Surya sudah ada di dekat jendela bolong itu dan benar saja Clara di sekap di sana.
"Sayang, maafkan aku. Ini makanan untuk kamu, dan juga apakah kamu baik-baik saja diriku sangat khawatir dan juga kangen." Ujarnya sambil memegang tangan Clara.
"Aku di sini baik-baik saja honey, oh ia kok tau aku di sekap di sini,?" tanyanya.
"Tadinya sih cuma ngecek saja, tapi ada felling kuat kamu ada di sini. eh benarkan kamu ada di sini juga, aku harap Dewi tidak menyakitimu." Ucapnya sambil mencium tangan istrinya.
"Tenang saja, aku baik-baik saja dan Dewi juga tidak terlalu jahat. Aku bisa menanganinya kok." Jawabnya.
Tak berselang lama, Dewi muncul dan mendapati Clara sedang mengobrol bersama orang lain.
Setelah itu Dewi berteriak agar semua ajudannya menangkap orang itu. Clara panik melihat Surya tengah berlari menelusuri semak-semak.
Hatinya campur aduk, Clara pikir Dewi sudah pulang, tapi nyatanya.
Makanannya Clara bawa sambil tersenyum.
Dewi marah ia langsung menghampiri Clara, setelah itu makanannya di rebut Dewi.
Clara tidak terima, pemberian suaminya malah Dewi rebut. Dan akan di buang oleh Dewi, dirinya tidak tinggal diam, Clara langsung merebut kembali kresek yang berisi roti cemilan air minum itu.
Surya terengah, dan langsung masuk ke dalam mobil. Darren cemas melihat Surya yang tengah berlari di kejar sama semua yang menjaga gudang itu membawa pistol mereka di tangan.
Namun akhirnya mereka bisa lolos, di lawan juga bukan saatnya untuk berperang antar pistol.
"Syukurlah, lho selamat juga. Lain kali kita harus hati-hati. Dewi licik banget, gue khawatir Clara di siksa atau di pukul sama Dewi." ucapnya sambil ngos-ngosan.
Untung saja, sebelum pergi berlari, Surya menyelipkan ponsel milik Clara di kresek makanan.
"Gue harap, ponsel itu tidak di temukan oleh Dewi. Soalnya tadi dia seperti mau merebut kresek makanan itu." Ujarnya lagi.
🌾🌾🌾
__ADS_1
Di tempat sekap.
Clara menohok kaget, kresek itu tau ada ponsel miliknya. Maka dari itu, ia harus merebutnya kembali dari tangan Dewi.
Dengan sigap, Dewi menentengkan kresek itu. Clara menunduk pura-pura menangis dan duduk di lantai.
Lalu, Dewi menohok tidak percaya, bahwa nangis Clara seperti anak tidak di beri jajan.
Dewi diam, Clara bangkit dengan sigap ia menyikut wajah dewi dan kresek itu pun berhasil Clara dapatkan.
Dewi kesal, ia menodongkan pistolnya ke arah Clara.
"Wajahku sakit sekali kamu pukul haahh." Marah Dewi.
"Kamu sangat payah Dewi, lihatlah dirimu, sedikit-dikit mainannya pistol apa tidak ada yang lain haahh." Ujarnya, Clara duduk di kursi lalu mengeluarkan makanan itu, lalu ia memakannya.
"Siapa orang yang telah mengirimmu makanan cepat katakan," tanya Dewi geram menodongkan pistolnya ke arah Clara.
"Ayo lakukan apa yang kamu mau, tembak aku doorr. Dan pastinya aku tergeletak terus aku mati, habis itu kau tau aku mau melakukan apa haah,?" tanya Clara bangkit sambil mulutnya penuh roti yang ia makan.
Dewi melihat Clara heran dan tidak percaya.
Sorot mata tajam itu ia kalahkan sama sorot mata Clara yang lebih tajam juga.
"Kau gila Clara, habiskan dulu makanan mu lalu kau boleh tertanya padaku." Usulnya sambil terus pistolnya ia arahkan.
"Ini sudah aku telan, kau harus mengerti. Kamu menyekapku tapi untuk memberikan aku makan pun kamu pelit. Maka dari itu aku menyuruh orang sini untuk memberikanku aku makanan. Kalau orang itu tau aku di sekap,kau akan mampus mendekam di penjara seumur hidup kamu." Ucapnya sambil mata melotot.
"Tidak, kau mengarang Clara. Bagaimana mungkin, hmm oke baiklah aku akan memberikan mu makanan." Ucapnya kesal.
Clara tersenyum, setelah Dewi melengah, Clara sedikit demi sedikit melangkah maju dan dengan sigap merebut pistol itu kembali.
"Kau tidak akan aku biarkan menyakitiku semena-mena Dewi. Kau kalah telak hahahha." Clara tertawa, Dewi pun tidak menyangka bahwa Clara sekarang berbeda jauh sama Clara dulu.
"Baiklah Clara tapi, kalau kau macam-macam, aku sudah menyimpan bom di rumahmu. Anak semuanya yang berada di rumah kamu akan hancur bila kamu berani melawanku." Ujarnya santai, Clara pura-pura cemas dan khawatir atas apa yang telah Dewi utarakan.
"Jangan gila kamu dewi, kalau kau berani macam-macam kepada keluargaku. Tangan kananmu akan aku patahkan, dan matamu akan aku congkel." Tajam Clara sambil menodongkan pistol yang telah ia rebut dari Dewi.
Clara tidak akan pergi dari sekapan Dewi, ia ingin Dewi sadar dari sipat jahatnya. Clara akan berusaha memberitahu dewi bahwa David sedang sakit. Namun untuk sekarang Clara akan memberi pelajaran dulu pada Dewi.
__ADS_1