
Malam ini, Surya dan Clara menuruni tangga untuk makan malam bersama. Mereka saling bergandengan tangan, membuat ibu Farah semakin senang melihat ke uwuuan mereka.
"Duh anak ibu semakin melekat saja kayak perangko" seru ibu Farah sambil senyum-senyum ke arah mereka berdua.
Clara hanya tersenyum malu, tangannya tidak di lepas oleh Surya membuat Clara agak kesal.
"Kita mau makan, lepaskan tangannya" ujar Clara sambil berusaha melepaskan genggaman tangan suaminya.
"Hmm" dengus Surya sambil melepaskan tangan istrinya Clara.
"Ayo kita makan" ucap ibu Farah.
Akhirnya mereka makan bersama, terlihat sekali Surya lahap banget makannya, membuat ibu Farah terlihat senang.
Sebelum ada Clara di rumahnya Surya jarang banget makan selahap ini. Clara mengubah sikap dingin Surya menjadi Surya yang sangat harmonis dan penuh keceriaan di dalam hidupnya yang sekarang.
Akhirnya makan malam sudah selesai, mereka langsung ngobrol-ngobrol ringan.
"Cla sayang, baju yang tadi siang kamu beli nanti pakai yah, pasti sangat cocok, uh bikin penasaran saja ibu melihat kamu yang pakai baju itu." Seru ibu Farah.
Surya yang tidak mengerti ucapan ibunya, membuat melirik ke arah istrinya yang sedang tersenyum kaku.
"Iya Bu, insya Allah Clara nanti pakai, tap...." ucapan Clara di potong ibu Farah.
"Suuut, pakai saja, biar aroma keromantisan kalian keluar." Ujar ibu farah sambil menahan ketawa, melihat Surya yang celingukan tidak mengerti sama percakapan mereka berdua.
"Kalian lagi ngomongin apaan sih" ucap Surya melirik ke arah ibu dan istrinya secara bergantian.
"Kamu ini kepo banget sih" ucap ibu Farah.
"Kepo dong, kan Surya ada di sini, mendengar ucapan kalian" Surya sambil menaikan kedua alisnya ke atas dan ke bawah.
"Pokoknya nanti juga kamu tau Surya, lebih baik kalian ke kamar sana siap-siap." Seru ibu Farah menggoda pasangan pengantin yang baru menikah.
"Oh ia, Clery sama Rey bulan madu ke luar negri tuh, katanya sih di suruh nenek sihir" ucap Surya enteng menyebut nenek Clara nenek sihir.
Ibunya tertawa lepas mendengar ucapan anaknya.
"Duh kamu ini, jangan gitu sayang, tapi iya juga sih dia itu jahat sama kamu Cla" ujar ibu Farah.
__ADS_1
"Heee, gak apa-apa kok Bu, Clara juga gak kenal sama nenek" ujar Clara tenang.
"Hmmm, sudahlah jangan bahas nenek sihir itu, bikin kesal saja rasanya" ujar Surya sambil memeluk tubuh istrinya.
"Apaan sih main peluk-peluk segala" ucap Clara sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya.
"Sudah kalian sana masuk" ujar ibu Farah.
Clara dan Surya akhirnya masuk ke kamar. Terlihat dari wajah Surya dari tadi senyum-senyum sendiri.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri sih, kayak orang stres" ucap Clara sambil melet ke arah Surya.
"Nah ini kode keras nih" ujar Surya sambil mencium bibi sexsi Clara.
"Ih apaan sih kamu ini" Ucap Clara sambil mendorong dada Surya.
Clara akhirnya berinisiatip untuk memakai baju yang di sarankan ibu Farah. Ia pergi ke kamar mandi, membuat Surya merasa penasaran melihat tingkah laku istrinya.
Di dalam kamar mandi, Clara mendengus kesal, karena baju yang mau di pakainya terlihat sangat sexsi. Clara mengurungkan niatnya tapi ia tidak mau ingkar janji pada mertuanya itu.
Clara mencoba memakai baju yang terlihat sexsi, ia mencoba bercermin di kamar mandi, membuat ia begiding ngeri melihat baju yang ia pakai sendiri.
Mata Surya melebar melihat pemandangan yang ada di depan matanya terlihat sangat menggiurkan. Surya bersusah payah menelan salivanya secara perlahan.
Baru kali ini Surya melihat dua gundukan yang menonjol pada dada sang istri, membuat ia tidak bisa mengedipkan matanya setelah melihat dua gundukan itu.
Entah mengapa matanya terpatri melihat dua gundukan yang menggiurkan. Di tambah lagi baju yang Clara pakai dari bahan satin polos sepaha, membuat badan Surya melemas. Baju yang Clara pakai polos tanpa motip, dan juga sangat tipis hingga dua gundukan itu tercetak sangat jelas menonjol.
Clara terkejut melihat Surya yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam kamar mandi. Clara berusaha menutup burung kembarnya pakai tangan kanan, dan tangan kiri berusaha menutup ke daerah mahkota sucinya.
"Kamu kenapa ke sini" tanya Clara gugup, ia langsung keluar kamar mandi, tapi di cegah oleh tangan kekar suaminya.
"Ih mesum lepaskan, aku mau tidur" ujar Clara sambil berusaha melepaskan tangan kekar milik suaminya.
"Suuut, aku akan menggendong mu ke tempat tidur." Jawab Surya, ia langsung menggendong Clara. Arah matanya tidak lepas dari dua burung kembar yang menggemoykan hatinya.
Surya langsung menurunkan tubuh istrinya secara perlahan ke atas tempat tidur, lalu mengusap wajah tirus istrinya secara perlahan.
Clara merasa gugup, ia hanya bisa diam melihat tingkah suaminya.
__ADS_1
Perlahan Surya melum* bibir sexsi Clara, lalu ia meraba gundukan burung kembar milik Clara. Tapi beberapa detik kemudian ia berhenti, Surya ingat kata-kata ibunya sama istrinya waktu malam kemaren.
"Hmmm, bibir mu sungguh sangat manis sayang, aku mau tanya apakah kamu masih perawan atau tidak" Ujar Surya mengintrograsi istrinya.
"Apaan sih, hmmm, untuk bibir dan juga burung kembar ku sudah tidak suci" Bisik Clara ke telinga suaminya.
Surya menohok ia merasa kaget, lalu ia melepaskan pelukannya.
"Kok bisa sih" tanya Surya.
"Haaa...haa..., bisa dong aku kan dulunya pernah menikah sayang, masa kamu gak ngerti juga." Seru Clara sambil mengedipkan mata genitnya.
"Jadi Rey sudah mencoba burung kembar yang sangat gemoy ini, juga bibir manis mu? terus mahkota yang di sarang itu. Bagaimana kondisinya, apa masih perawan atau sudah gol?" tanya Surya menodongkan wajahnya ke arah istrinya.
"Ha..haa.., kamu ini ada-ada saja, mahkotaku masih suci dan segar, belum ada yang menyentuhnya." Seru Clara sambil memeluk tubuh kekar suaminya.
"Hmmm, malam ini aku rampas mahkotanya" ucapan Surya membuat Clara tertawa renyah.
"Kok kamu malah tertawa sih?" tanya Surya.
"Gak bisa, aku masih palang merah sedikit lagi" ujar Clara melepaskan pelukannya.
"Ah sial, terus ngapain kamu pakai baju yang sexsi ini? meresahkan burung sangkarku saja." Ujar surya sambil mencubit pipi istrinya.
"Awww, sabar dong, aku hanya menuruti ucapan ibu saja kok" jawab Clara enteng.
"Menyebalkan sekali kau" Surya langsung saja ******* bibir sexsi istrinya, sambil meremas gundukan burung kembar.
Terasa gemoy dan juga kenyal membuat Surya betah meremasnya.
🌸🌸🌸
Tatapan tajam nenek sukma ke arah Poto Clara yang masih kecil. Ia langsung merobeknya dan juga membakarnya, Ia sangat emosi setiap melihat Poto Clara sewaktu masih umur 2 tahunan.
"Tidak akan aku biarkan seorangpun yang berani menghalangiku untuk mencelaki Clara pembawa sial dan juga pembawa bencana. Termasuk suami laknatnya itu. Berani sekali dia mengancamku anak muda, setelah kamu tau siapa aku! siap-siap saja kamu akan menerima akibatnya.
Nenek Sukma langsung membanting vas bunga yang ada di meja. Membuat semuanya hancur berhamburan kemana-mana.
"Suamiku sayang, jangan khawatir aku akan membalaskan sakit hati yang aku alami selama bertahun-tahun. Aku kira dia sudah meninggal, tapi ternyata dia masih gentayangan di dunia ini. Awas saja Clara, hidupmu tidak akan tenang selama kamu masih hidup. Untung saja Rey dan juga Clery sudah aku kirim dia ke luar negri supaya mereka tidak bisa menolong anak pembawa sial itu. Termasuk suaminya akan aku hilangkan juga, biar tidak ada yang menghalangiku lagi.
__ADS_1