Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Kabar baik Season2


__ADS_3

Di rumah sakit, Papah Farrel terus menemani Istrinya yang kini sedang terbaring lemah terlihat selang di hidung dan juga infusan di tangannya.


Selang beberapa lama, Papah farrel mendapatkan Kabar baik dari Winda. Terlihat berseri dari wajahnya membuat Farrel tidak mengerti dan langsung memberitahunya.


"Farrel, menantu mu memang Top, dia sudah mendapatkan pendonor mata buat Shiren, ini kabar baik untuk kita semua" seru Winda sambil tersenyum memeluk ponselnya.


"Apa yang kamu ucapan itu benar? Alhamdulillah Allah telah mengabulkan doa kita. Shiren bakalan bisa melihat lagi, Saya tidak tau harus berterima kasih bagaimana


lagi kepada Menantuku itu. Dia sangat baik dan juga cekatan dalam memilih jalan untuk menyelesaikan masalah, tidak salah Shiren memilih Surya sebagai menantunya, aku sangat bangga Winda" seru Farrel ia langsung mengusap wajah cantik istrinya lagi.


"Sebentar lagi kamu akan segera melihat, aku mohon cepatlah sadar sayang, aku ada di sini untukmu" ucap Farrel.


Di rungan Clery, terlihat dirinya sedikit terdiam, tak berselang lama Winda datang menghampiri mereka.


Clery langsung memeluk tubuh Winda yang kini sudah berada di dekapannya.


"Bagaimana kondisi Mamah saat ini?" tanya Clery pada Winda.


"Dia baik dan kamu tau aku ke sini mau kasih berita baik, memberitahukan bahwa nanti besok Mamah Shiren akan mendapatkan pendonor mata" Seru Winda memegang tangan Clery yang kini sedang berada di dekapannya.


"Alhamdulillah ya Allah, semoga apa yang Tante katakan semuanya benar, siapa yang telah mendapatkan pendonornya?" tanya nenek Sukma.


"Menantumu Surya yang telah mendapatkan pendonor itu" jawab Winda.


"Aku mohon pertemukan aku dengan Mamah ucap Clery yang di angguki oleh Winda dan Nenek Sukma.


Flashback.


Papah Farrel bingung, ia tidak tau harus memulai bicara apa sama Clery, ia tidak mau kalau nanti Anaknya mendapatkan kabar ini dari orang lain, hingga ia pun memberanikan diri untuk mengatakan hal ini kepada Clery anaknya.


Langkah gontay dan perasaan campur aduk menyelimut hati Papah Farrel ia tidak mau anaknya terus bersedih dalam hal ini.


Tapi ia khawatir juga anaknya mendapatkan kabar ini dari orang lain sebelum dirinya.

__ADS_1


Tangannya ia beranikan untuk membuka knop pintu ruang rawat.


Terdapat Nenek Sukma lagi menyuapi Clery karena Rey sedang sibuk bekerja yang tidak boleh ia tinggalkan hari ini.


Dengan berat hari Papah Farrel duduk di sebelah anaknya, lalu ia langsung menatap dan tersenyum ke arah Clery.


Terlihat banyak pertanyaan dari benak Clery untuk ayahnya.


"Pah, ada apa ini, tumben banget Papah terdiam, senyum dong Pah?" tanya Clery yang kini membuyarkan pikiran runyamnya.


"Apa kamu siap mendengar semua ucapan dari mulut Papah hari ini, termasuk Mamah ( Nenek Sukma )


Terlihat sedikit heran dari wajah Clery dan Nenek Sukma.


"Ada Apa pah? cepat ucapkan agar Clery tidak merasa penasaran di buatnya" ucap Clery.


"Dengan berat hati Papah ucapkan bahwa Mama sedang di Rawat di dekat lorong sini, hhmm, dia lagi mengidap Kanker stadium 2" ucap lirih dari Papah Farrel.


"Apa yang Papah katakan itu benar" tanya Clery memastikan.


Nenek Sukma yang mendengar itu juga syok ia meneteskan air matanya.


"Kasian sekali kamu Shiren, di mana dia Farrel ruang rawatnya, tolong antarkan kita ke sana?" seru Nenek Sukma yang kini sedang menangis begitu juga Clery.


Hati Clery sangat hancur, baru saja kabar duka di hatinya belum sembuh, sekarang sudah di selimuti kabar yang tidak ia sangka lagi dari Mamahnya.


Selang beberapa menit, Clery di dorong kursi roda menuju ruang rawat inap Mamah Shiren. Hatinya sulit di artikan, ia berpikir hatinya harus kuat dengan segala cobaan yang di berikan kepadanya saat ini.


Pintu ruangan Nenek Sukma langsung membukanya perlahan. Terlihat selang dari hidung Mamah Shiren dan infusan dari tangannya.


Hati Clery melemas saat itu juga, tapi ia berusaha harus kuat dan tegar, ia tidak mau Papahnya down melihat Mamah Shiren sedang terbaring lemah. Membuat Clery menguatkan dirinya padahal dirinya sekarang sedang rapuh.


"Semoga Mamah cepat sembuh, Clery berharap keluarga kita seperti dulu lagi Mah, Clery hanya bisa bilang terima kasih dan juga Clery sangat sayang sama Mamah. Tidak ada yang mustahil di dunia ini, Mamah pasti sembuh" ucap Clery sembari memegang tangan Mamah Shiren sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Aku tau kamu pasti hancur sayang, semoga kamu kuat, tabah untuk menerima cobaan ini" ucap Winda sembari mengelus pundak keponakannya.


Clery mengusap air matanya perlahan, ia ingin kembali ke kamarnya lagi, karena ia benar-benar tidak kuat melihat Mamahnya yang kini sedang berjuang antara hidup dan matinya.


Papah Farrel senang, dan agak lega, ia melihat Clery menerima keadaan ini dengan sangat baik.


Flashback off


"Apa kamu sudah makan?" tanya Winda pada Clery.


Tiba-tiba saja Clery mendadak mual dan pusing, ia meminta untuk di antarkan ke kamar mandi.


Setelah beberapa menit Clery bulak-balik ke WC membuat Nenek Sukma khawatir.


Tapi tidak dengan Tante Winda, ia tersenyum sumringah.


"Apa kamu sudah datang palang merah?" tanya Winda.


"Clery, hampir lupa, tapi bulan ini Clery tidak mendapatkan Palang merah itu.


Clery baru ingat sepulang dari luar negri bulan lalu ia sudah bersih dari palang merahnya. Dan setelah bersih ia melakukan hubungan badan bersama Rey yang entah tidak tau semalamnya itu berapa ronde.


Ia sebenarnya tidak mau mengingat momen itu tapi apa boleh buat, tapi dia aneh kemaren kecelakaan yang begitu dahsyat tapi kok tidak terjadi apa-apa. Clery berpikir lebih dalam lagi, ia pun langsung menceritakan semuanya pada Winda.


"Tapi kemaren kan Clery kecelakaan Tante, masa kalau misal Clery hamil janin itu pasti meninggal di dalam?" tanya Clery aneh.


"Tidak ada yang tidak mungkin sayang, kalau misal Allah telah menguatkan janin yang ada di perut kamu, insya Allah ia kuat walaupun kamu kecelakaan juga" jawab Winda.


Clery meraba perutnya yang rata. Ia masih tidak menyangka kalau misal dirinya hamil. Membuat Clery mikir keras dan terlihat senang juga, ini adalah kabar baik untuk dirinya dan juga Rey.


Tak lama Clery merasa mual lagi, ia di antar Winda ke WC.


"Sebaiknya kita periksa ke dokter kandungan, biar kita tidak menduga-duga saja" usul Tante Winda pada Clery.

__ADS_1


Nenek Sukma begitu bahagia mendengar Cucunya akan segera mengandung, ia berdoa semoga saja Clery beneran hamil dan bukan dugaan saja.


"Setelah Mamah kamu sadar, kita kasih kabar baik ini, dia pasti senang" ucap Winda sambil mendorong Clery ke ruangan Dokter kandungan.


__ADS_2