
Seperti yang Darren janjikan, ia membawa Clara ke taman dekat rumah-nya. Hati Clara sangat senang, Ia suka banget sama bunga-bunga. Ia juga tidak tau, mungkin ini hobi dirinya yang tidak ia ketahui selama amnesia.
"Kamu kelihatan seneng banget si Ra?" ucapan Darren, menghentikan langkah Clara yang sedang menyentuh bunga-bunga yang berjejeran sangat indah.
"Gak tau kak, aku juga aneh mungkin ini kesukaan aku, menyukai taman bunga. Andai aku bisa mengingat kembali" ucapan Clara membuat Darren merasa sedih.
"Kamu harus optimis kamu pasti bisa kok, mengingat kembali ingatan mu, tapi itu akan perlahan-lahan Clara, semoga kamu cepat kembali ingat semuanya" terang Darren sambil tersenyum ke arah Clara.
"Terima kasih ya kak, ucapan Kaka selalu membuat Clara tenang" jawab Clara sambil memeluk Darren
\*\*\*\*
Di lain tempat Rey langsung menghubungi Kevin sahabat-nya itu. Ia merasa hal ini harus di kasih tau.
"Hallo Vin, Lo ke rumah gue sekarang? gue mau ngasih tau soal isi paket itu" ucap Rey dari tlp.
"Hadeuh....., Lo tadi saja ninggalin gue di cafe, mana gue yang harus bayar semuanya lagi" ucapan-nya membuat Rey terkekeh.
"Haa....haa.., maafin gue Vin, Nanti gue yang traktir Lo deh gantian" jawab Rey sambil terus terkekeh. Ia merasa lucu mengingat kejadian tadi siang, ia meninggalkan Kevin di cafe sendirian tanpa pamit lebih dulu.
"Udalah males gue, emang Lo tadi terima tlp dari siapa? kayak-nya penting banget deh?" ucapan Kevin membuat Rey agak kesal, ia teringat lagi sama Dewi.
"Entar deh, gue, ceritain di rumah gue, makanya Lo ke sini ada hal yang gue harus kasih tau sama Lo" Rey langsung menutup Tlp-nya ia gak mau Kevin menolak ajakannya itu, makanya Rey langsung memutus Tlp-nya.
Mobil Kevin melaju cepat di arah ke arah rumah Rey sahabatnya. Ia merasa penasaran sama isi paket yang di terima Rey.
"Siapa, yang kirim paket pada Rey, mungkin Rey menerima hadiah spesial hingga gue langsung di panggil ke rumah-nya" ucap Kevin sambil terus melajukan mobil-nya itu.
Kevin tiba di rumah Rey, ia langsung mengetuk pintu, dan di sambut oleh mamah Rey, kebetulan lagi ada di lantai bawah, jadi ia langsung membukakan pintu rumah-nya.
Pintu terbuka, Mamah Rey langsung menyambut kedatangan sahabat anak-nya itu.
__ADS_1
"Eh, nak Kevin, mari silahkan masuk, pasti mau cari Rey, Dia ada di kamar-nya. Nanti Tante buatin kamu minuman" ucap mamah Rey panjang lebar, Ia tau kedatangan Kevin pasti untuk menghibur anaknya.
"Ia Tante, terima kasih, Kevin ke atas dulu ya Tante" ucap Kevin sambil melangkah ke arah tangga.
"Clery gak ikut ke sini Vin, Tante kangen Clery, wajah-nya mengingatkan sama wajah Clara. kalau kamu bertemu sama dia ucapin salam ya dari Tante" terang mamah Rey tersenyum.
"Ia Tante nanti Kevin bilangin, permisi Tante" Kevin langsung melangkah ke arah kamar. Ia sangat penasaran sama isi paket itu.
Tok...tok..tok..
Ketukan pintu membuat Rey terkejut di buatnya, pikirnya pasti itu Kevin yang telah tiba.
"Ayo Vin masuk pintu gue gak di kunci" ucap Rey di dalam kamar.
Kevin langsung membuka pintu-nya, Ia melihat bongkahan paket di atas ranjang milik Rey, dan terdapat Rey sedang berdiri melihat ke luar jendela.
Langkah kaki Kevin lngsung menuju paket yang ada di ranjang Rey. sontak saja Kevin terkejut sama isi paket yang di terima Rey.
Terdapat Poto Rey dan juga Clara berlumuran darah, ada tulisan yang mengerikan. Kevin melangkah menghampiri Rey yang tengah asyik memandang ke luar jendela.
"Lo tau siapa pelaku yang kirim paket ini sama Lo?" ucap Kevin tegas ia tidak terima sahabat dan adik angkat-nya itu dalam bahaya besar.
"Gak tau Vin, itu paket paling cuma iseng" ucap Rey santai.
"Lo merasa gak sih, sekarang Lo lagi di teror orang? jangan-jangan, yang mau nusuk Lo itu, orang yang sama lagi, yang sekarang kirim paket ini sama Lo? ucap Kevin menyelidik.
Rey langsung membalikan badan-nya ke arah Kevin yang sedari tadi lagi memegang photo Rey dan juga Clara. Terdapat lumuran darah segar di atas Poto mereka dan bertulisan ( kalian akan mati ).
"Rey, Lo merasa gak sih, sekarang Lo lagi di awasi sama orang yang kirim paket ini, gue jadi ngeri jadi-nya. Pokok-nya Lo harus gue kawal gue gak mau ada hal yang tidak di inginkan terjadi. Eh apa jangan-jangan Clara di tabrak sama ni orang?" ucap Kevin menyelidik seperti detektif Conan.
"Ah, lu tenang saja si, gue gak bakal kenapa-napa percaya deh sama gue. Tapi untuk Clara, bisa jadi tu orang yang nabrak. dan apa dia orang yang bawa Clara? ucap Rey antusias, dan langsung mengambil Photo Clara.
__ADS_1
"Lo, punya musuh gitu, hingga dia berbuat sangat nekat sama Lo, tapi kenapa coba ia mengincar Clara juga" ucap Kevin penasaran sama kasus ini.
"Gue si, gak merasa punya musuh deh, tapi siapa ya orang itu?" ucapan Rey membuat Kevin juga penasaran. Mereka saling berpikir satu sama lain untuk masalah ini, mungkin mereka akan lebih hati-hati lagi untuk pergi ke mana-mana.
\*\*\*\*\*
Di lain tempat Clara dan juga Darren langsung beranjak pulang, mereka rasa sudah waktu-nya untuk pulang. Jam sudah menunjukan pukul lima sore.
Mereka lalu, masuk ke dalam mobil. Mereka tidak menyadari bahwa selama di taman tadi ada seseorang yang terus mengawasi gerak-gerik mereka.
Orang itu langsung beranjak pergi tanpa Darren curiga. Ia langsung melajukan mobil hitam dan menuju ke rumah Bos besar-nya itu. Bagi anak buah-nya ini info yang sangat menarik untuk di beritahukan kepada bos-nya.
pria itu langsung menelphone.
"Hallo, bos, gue dah dapat infomasi lagi nih" ucap pria suruhan itu tersenyum kecut.
"Lo kesini sekarang, gue gak mau denger cerita yang sangat bagus lewat tlp" ucap pria misterius itu dan langsung mematikan Tlp-nya.
"Haa...haa... gue sangat senang, dua orang itu sudah terima paket spesial dari gue, tinggal menunggu informasi satu lagi, Apakah nanti-nya Rey bakal bunuh diri, karna ketakutan? haa...ha... sangat lucu memainkan permainan ini Rey" ucap pria itu sambil terus tertawa penuh kemenangan.
\*\*\*\*\*
Di dalam mobil Clara, Darren terus mengobrol, Clara sangat senang di ajak ke taman hingga Ia terus-terusan mengucapkan terima kasih pada Darren. Darren merasa sangat senang melihat Clara bahagia.
Lampu merah menyala, mereka lalu berhenti, menunggu. Clara membuka pintu kaca, seorang anak mengetuk kaca mobil-nya.
Clara tersenyum mendengar nyanyian anak pengamen itu. Dan langsung saja Clara memberikan sedikit uang, anak itu langsung berterima kasih pada Clara dan beranjak pergi. Tiba-tiba terlintas di pikirannya melihat kejadian persis seperti sekarang yang ia lakukan pada pengamen tadi, ia melihat sosok pria tersenyum ke arah-nya, yang ada di pinggir, ia tidak begitu mengingat dengan jelas kejadian itu.
"Siapa pria itu" ucap Clara, lalu, kepalanya mendadak sakit yang sangat hebat, setelah Clara mengingat-ngingat ingatan yang sama persis di lakukan-nya sekarang.
"Kak Darren kepala Clara sangat sakit aduh" ucapan Clara membuat panik Darren, Clara terus merintih kesakitan. Akhirnya lampu hijau nyala, Darren melihat jam di tangann-nya kurasa dokter panji belum pulang dan langsung saja Darren membawa Clara ke rumah sakit.
__ADS_1