Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Memaafkan Season2


__ADS_3

Clara sudah pulang dari rumah sakit, Clara sangat kangen kepada dua anaknya. Walaupun sudah pulang, tapi bibir Clara masih sangat sakit untuk makan, membuat Clara kesakitan untuk mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya.


Clara teringat masalalunya ketika itu, ia di tampar habis-habisan sama Rey dan mengakibatkan sakit di bagian bibir.


Clara kemudian menepis masalalu itu, dirinya kini sedang berbaring bersama kedua jagoan ciliknya.


Minggu depan sidang Mamah Shiren, Clara bahkan belum sempat menjenguk Mamahnya yang kini ada di penjara.


Niat Clara, sore dirinya akan menjenguk Mamahnya dan akan membawakan makanan kesukaannya yaitu sama rendang ayam kampung.


Surya datang menghampiri Istrinya yang kini sedang duduk di atas kasur. Kebetulan juga Surya libur karena hari ini weekend.


"Aku mau menjenguk Mamah di penjara, apa kamu mau ikut," ucapnya pelan karena mulutnya masih sakit, dan juga bekas pukulan di bagian mata masih terlihat biru.


Surya mengelus rambut istrinya yang terurai sangat lembut. Kemudian dirinya menghembuskan nafasnya pelan.


"Aku takut kamu di apa-apain lagi sama Mamah kamu," lirih Surya menatap lembut wajah istrinya.


"Kau ini, tenang saja. Mamahku tidak akan begitu lagi, walau bagaimana pun dia adalah orangtuaku yang sudah melahirkan aku ke dunia ini. Tanpa dia aku bukan apa-apa dan aku pasti tidak akan menjadi istrimu saat ini." Ucap Clara mejelaskan.


Surya pun mencium kening istrinya dengan penuh cinta.


"Kau sangat baik sayang, tidak salah aku telah memilihmu menjadikan Orangtua dari anak-anakku. Ya sudah kita pergi sekarang," sahutnya tersenyum.


"Terima kasih, kamu selalu mengerti, kasian Mamah dia belum ada yang jenguknya. Mungkin Papah masih kecewa pada Mamah, begitu juga kak Darren dan Kak Clery," balasnya tersenyum lalu mencium pipi suaminya.


Setelah dua puluh menit berlalu, Surya dan Clara berangkat ke kantor polisi untuk menjenguk Mamah Shiren.


Untuk rendang ayam, mungkin besok Clara akan membuatnya, karena hari ini sangat mendadak jadi Clara masak hanya alakadarnya.


Tiga puluh menit kemudian, tidak lupa juga mereka membawa kedua Baby-nya yang diikuti Baby Sisternya.

__ADS_1


Clara dan Surya sudah tiba dan mereka di ijinkan untuk bertemu sama Mamahnya. Terlihat wajah Mamah Shiren kusut dan tidak berdaya, lingkaran matanya sembab akibat selalu menangis.


"Clara sayang," ucapnya, ia langsung memeluk erat dan menangis di pelukan Clara.


Surya yang melihat itu jadi terharu, dirinya sangat kasian melihat kondisi Mamah Shiren.


"Mah, apa kabarnya,?" tanya Clara lembut. Mereka pun langsung duduk berdua, Mamah Shiren menangis lagi di pelukan anaknya.


"Maafkan Mamah sayang, selama ini Mamah telah berbuat tidak adil sama kamu. Tolong maafkan Mamah," lirih Mamah Shiren menyesal.


"Clara sudah memaafkan Mamah dari dulu juga, Clara sayang sama Mamah. Dekatkan diri kepada sang kuasa, Allah yang akan menenangkan hati dan pikiran Mamah saat ini. Clara harap Mamah jangan terlalu bersedih, Clara akan menjenguk Mamah dua hari sekali insya Allah, dan makanan akan Clara bawakan untuk Mamah. Lihatlah ini, Clara sudah memasak untuk Mamah," ucapnya berbinar.


Mamah Shiren menyesal telah membuang anaknya yang shalehah. Dirinya tidak memberikan kasih sayang dari lahir hingga sekarang kepada Clara. Sungguh menyesal seumur hidupnya telah menyia-nyiakan Clara. dan Clery yang selalu Mamahnya di perhatikan di berikan kasih sayang penuh malah belum memaafkan dirinya bahkan menjenguknya pun tidak.


Clara langsung membuka isi makanan itu dan langsung menyuapi Mamahnya. Ini momen sangat langka dan tidak akan pernah Mamah Shiren melupakannya.


Tubuhnya bergetar saat Clara menyuapi dirinya dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang Clara kepada orangtuanya begitu besar walaupun dirinya tidak pernah merasakan kasih sayangnya. Namun sekarang dirinya menemukan kasih sayang seorang Mamah Shiren,


"Maafkan Mamah sayang, tolong jangan membenci Mamah, lihatlah ini, kamu terluka sayang, wajahmu luka akibat Mamah," lirihnya meneteskan air mata lagi.


"Jangan bicara seperti itu, Clara sudah memaafkan dan tidak ada kata benci di hati Clara. Lupakan saja semua sudah terjadi, sekarang Mamah dekatkan diri kepada sang maha kuasa. Clara ingin melihat Mamah tersenyum, Clara akan selalu ke sini menjenguk Mamah." Ucapnya lagi sambil mengusap air mata yang berjatuhan dari pelupuk mata Orangtuanya.


Surya yang melihat kedekatan antara anak dan seorang ibu merasa sangat bahagia dan terharu.


Setelah itu, Mamah Shiren menghabiskan makanannya semua, terlihat lahap makanan yang di makan Mamah shiren, karena di suapin oleh Clara.


Waktu kunjungannya pun sudah habis, dan kini mereka berpisah, Clara masih kangen begitu juga Mamah Shiren, namun waktu kunjungnya sudah habis jadi mereka berpisah lagi.


Clara mencium tangan Mamah Shiren begitu juga Mamah Shiren mencium kening anaknya. Mereka langsung berpisah walaupun berat tapi bagaimana lagi, ini sudah nasib Mamah Shiren mendekam di penjara.


Clara dan Surya langsung masuk ke dalam mobil begitu juga Baby sisternya, walaupun tadi tidak boleh masuk kedua Baby-nya namun Clara tidak merasa cemas. Kedua Baby sisternya sangat di percaya dan juga baik kepada kedua Twin Boys-nya.

__ADS_1


Surya menghidupkan mesin mobilnya dan melaju pelan meninggalkan kantor polisi.


"Kita ke rumah Kak Clery, aku mau bertemu dengannya! apa kamu mengijinkan aku bertemu dengannya,?" tanya Clara penuh harap.


Karena sudah beberapa hari ini, Clara di larang bertemu Clery, tapi untuk saat ini Surya mengijinkannya.


"Baiklah," ucapnya.


"Terima kasih sayangku," sahutnya senang.


🌾🌾🌾


Sementara di sel tahanan Mamah Shiren menangis lagi, dirinya ingin selalu dekat dengan anaknya Clara. Sesaat dirinya mengusap air matanya dan bangkit untuk menunaikan Shalat Ashar. Tak di sangka Mamah Shiren di pukul keras sama orang yang sudah lama di tahanan itu.


buughhh.....


Tendangan kaki orangnya mengenai perut Mamah Shiren hingga tersungkur.


"Kenapa kamu menangis terus kerjaannya hah! membuatku mual dan pusing melihatmu setiap hari begini," ucapnya keras.


Lalu, Mamah Shiren di cengkram kedua pipinya dan di hempaskan lagi ke lantai hingga Mamah Shiren ketakutan dan meminta tolong kepada yang lainnya. Namun tidak ada yang menolong teman satu sel-nya itu.


Suasana semakin panas, Mamah Shiren melawan namun sayang tenaga orang itu lebih besar hingga Mamah Shiren babak belur.


Setelah itu, polisi datang karena mendengar keributan di sel tahanannya. Dan mendapati Mamah Shiren sudah tersungkur lemah.


Setelah itu, Mamah Shiren di bawa oleh polisi wanita untuk di berikan pengobatan terhadap lukanya.


"Dia memang sangat kasar, aku akan memisahkan tahanan mu dengannya. Supaya tidak lagi ada keributan, apa kau setuju,?" tanya polisi wanita itu sambil mengobati luka pada wajahnya.


"Itu lebih baik," sahutnya.

__ADS_1


"Baiklah mulai sekarang kamu aku pindahkan sel tahanannya, supaya kamu aman dari orang itu," balasnya sambil mengoleskan luka pada bagian mulut dan wajahnya yang biru akibat pukulan yang mengenai wajah Mamah Shiren.


__ADS_2