Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Aku mencintaimu Clara


__ADS_3

Malam yang sangat indah, Begitu juga dengan kisah cinta Rey dan Clara saat ini. Mereka bertemu dan di satukan lagi, walaupun Clara hilang ingatan. Rey akan memperbaiki semua hubungan-nya, yang dulu pernah di rusak-nya.


Bila suatu saat Clara kembali ingatan-nya, se-enggak-nya, Dia telah menebus segala dosa dan kejahatan yang telah di perbuat-nya, Rey berharap Clara akan memaafkan segala kesalahan-nya di masa lalu.


Rey POV🍀


Tidak di sangka, pertemuan ini serasa baru jatuh cinta untuk pertama kali. Clara aku sangat mencintai mu, baru bertemu saja sudah berbunga-bunga begini, apalagi nanti kita serumah bareng lagi. Ahh ini sangat menyenangkan, Pokok-nya besok gue harus langsung jemput Clara dari rumah Orang Tuanya.


Ingin memeluk mu lagi istriku, ahh sialnya gue tidak bisa langsung membawa-nya kerumah. Besok gue harus pagi-pagi banget nih jemput Clara. Hmmm, biarkan ini jadi kejutan buat Mamah sama Papah nanti.


Tidak terasa sudah di depan rumah pasti semuanya sudah tidur. Ku langkahkan kaki menuju rumah, hhuuuhh bener saja semuanya sudah tidur. Apa gue kemaleman pulang-nya.


Ahhh malam ini cape banget rasanya, mandi pake air mandi kayak-nya bisa langsung menyegarkan seluruh badan. Mengapa bayangan wajah Clara selalu ada di wajah gue sih, ini sulit untuk di hapus. Pelukan dan senyuman itu membuatku gila. Aahhh sial!


"Maafkan semua kesalahan gue Clara, gue sangat benci kamu saat itu, hingga gue menutup rasa cinta yang ada di lubuk hati gue yang paling dalam. Setelah kebenaran terungkap, gue sebenar-nya sangat malu mengakui kalau gue sangat mencintai mu, lebih dari apa-pun. mungkin ini karma gue Karan telah mempermainkan cintamu."


Ku letakan photo-nya di meja dekat ranjang. Waktunya mandi "huuhhh badan rasanya sangat lengket, membuat risih seluruh badan.


Apa Clara sekarang mikirin gue gak ya? "ahh gue terlalu halu, sadar Rey, sadar, Clara masih hilang ingatan."


Akhirnya Rey menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh badannya. Ia sangat tidak sabar menunggu hari esok yang akan datang.


Tiba-tiba terlintas di pikiran Rey tentang Dewi, membuat momen mandi-nya terganggu.


"Aarrgghhh......, sialan kamu Dewi, awas saja kalau kamu nanti menghancurkan hubungan gue sama Clara" ucapan Rey membuat ia emosi, dan memukul tembok kamar mandi sambil di kucuri air shower.


🌸🌸🌸


Clara dan Clery, sudah bersiap untuk makan malam bersama keluarga-nya. Mereka menuruni tangga bebarengan, Tangan Clery terus menggandeng tangan Clara. Sipat mereka agak beda mungkin, Clery agak lebih lincah di banding Clara yang agak pendiam. Tapi sipat mereka dan selera makan hampir sama.


"Ahh anak Mamah, sini sayang, kalian Deket mamah ya? Clery di kiri dan Clara di samping kanan mamah" terang mamah shiren, sangat bahagia melihat mereka ada lengkap di rumah ini.


Darren dan Papa-nya saling melempar senyuman, mereka sangat senang melihat ketiga perempuan itu bahagia.


"Mah, terima kasih ya atas kasih sayang-nya? Clara tidak tau harus berbuat apa lagi, Clara pengen segera sembuh, untuk mengingat kembali ingatan yang pernah ada" ucap Clara sambil menundukkan kepalanya.


"Sayang, kamu tidak boleh begitu, mamah Papah, kakak-kakak kamu sangat menyayangi kamu nak, jangan pernah beranggapan begitu. Ini keluarga kamu dan mamah ibu kandung kamu sayang" ucapan Mamah shiren membuat suaminya dan Darren sangat senang.


Mereka langsung makan bersama, seperti biasa, tidak ada yang mengeluarkan suara saat makan. Ini ciri khas dari mereka, hanya benturan sendok, garpu dan juga piring yang bersuara.

__ADS_1


Acara makan malam telah usai, kini mereka pun, berkumpul di ruang tv. Mamah shiren sekarang tidak kesepian lagi, ada dua putri mereka yang akan selalu menemani saat mamahnya nonton sinetron.


"Hmmm... Mah, Rey besok akan kesini menjemput Clara" ucap Clery sambil melihat ke wajah mamah-nya.


"Kok, cepet amat sih Rey bawa pergi Clara lagi" jawab Darren sambil merengut wajah-nya.


"Ishh..., Clara kan istrinya, wajar dong dia membawanya" terang mamah Darren sambil mencubit perut Darren anak-nya.


"Awww...., mamah sakit ih" Darren langsung memeluk mamah-nya sambil mencium pipi-nya. walaupun Darren sudah dewasa, tapi kalau sudah di hadapan Mamah-nya manja-nya akan muncul.


"Darren, Clery, kalian kapan bawa calon mantu ke rumah? Clara sudah punya Rey, nah, Papah tinggal nunggu kalian bawa calon mantu kesini" ucapan Papah-nya membuat Clery, Darren menohok secara bersamaan.


Bagi mereka Papah-nya menyebalkan, yang di bahas calon mantu terus, Clery berdecak kesal. Ia ingin menghindari ucapan Papah-nya ini tapi malah terus saja di di bahas oleh-nya.


"Pah, Clery tidak punya pacar! apalagi calon mantu ahh Clery belum siap menikah" ucapan Clery membuat papah-nya tersenyum dan langsung memeluk putrinya itu.


"Kamu itu, bukan anak kecil lagi" sambil mencubit Pipi-nya, Clara yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Ia merasa masih canggung di hadapan keluarga baru-nya itu.


Acara ngobrol santay pun telah usai, kini mereka pergi ke kamar masing-masing. Clery dan Clara mereka tidur bareng di kamar milik Clery, ini untuk pertama kalinya buat mereka tidur bareng.


"Clara adik ku, jangan pernah membenci Rey yah, bila suatu saat kamu sudah pulih dari ingatan mu, dia sangat mencintai mu." Clara yang mendengar itu langsung menatap wajah Clery. Ucapannya ada yang aneh, apa yang telah terjadi sebelum dirinya hilang ingatan.


"Hmm...., apa kita pernah bertengkar sebelum-nya? apa aku yang telah membuat masalah pada Rey?" ucap Clara memasang wajah memelas dan terlihat sangat sedih.


Setiap malam Clery hanya bisa memeluk guling-nya, dan sekarang Ia memeluk kembaran-nya.


🌸🌸🌸


Pagi telah tiba, mungkin ini masih sangat pagi bagi Clery, waktu menunjukan pukul lima pagi dini hari. Clery meraba-raba tempat tidur-nya, Ia tersadar bahwa Clara tidak ada di samping-nya. Ia terkejut saat bangun, Clara sedang menunaikan ibadah shalat subuh.


Ia langsung bernafas lega, dan langsung menghempaskan badan-nya lagi ke ranjang. Ia terus memperhatikan Clara yang sedang berdoa.


"Kamu rajin banget Clara? ucap Clery mengangetkan Clara yang sedang melipat mukena-nya.


"Ehh...., kak, sudah bangun, aku sudah terbiasa bangun sepagi ini, tadi ku bangunkan Kakak tapi tidak di gubris" Clara langsung duduk di samping ranjang yang sedang di tiduri Clery.


"Aku lagi halangan Clara heee" ucap Clery malu-malu.


"Oh, maafkan aku Kak, aku tidak tau" Clara menunduk-kan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu jangan gitu, kamu wanita shalehah Clara, Rey sangat beruntung mendapatkan mu" ucapan Clery membuat Clara terkejut dan mendongkak-kan kepalanya kaget.


"Kakak apaan sih, aku buatkan teh manis buat Kakak ya" ucap Clara langsung bangun dari duduk-nya.


"Clery hanya bisa tersenyum ke arah-nya, ia sangat beruntung punya adik yang sangat perhatian terhadap-nya.


🌸🌸🌸


Rey sudah siap-siap dan langsung bergegas pergi tanpa pamit kepada kedua orang tuanya.


Rey, langsung tancap gas menuju rumah Clara. Hatinya campur aduk dan berbunga-bunga. baginya ini momen sangat menyenangkan, Ia akan seatap lagi sama istrinya.


Kini Ia sudah ada di depan rumah Clara. Kaki nya langsung menuju pintu rumah, dan ketukan demi ketukan pintu membuat Rey tidak karuan. Rasanya aneh ini adalah kali pertama Rey jatuh cinta kepada seorang wanita.


Pintu di buka oleh pembantu, dan langsung mengizinkan Rey masuk, di dalam sudah ada semuanya, Termasuk Clara. mata Rey langsung tertuju pada Clara saat itu, Darren yang melihat kedatangan Rey langsung tersenyum ke arah-nya.


Dag-dig-dug jantung Rey tidak beraturan, keringat dingin membuat-nya gugup. Ia langsung menyalami kedua orang tua Clara, dan langsung ikut duduk di sofa bersama mereka.


Pembantu yang ada di rumah itu langsung menyuguhkan minuman untuk Rey. Mamah shiren langsung mengerti kedatangan Rey ke rumahnya, untuk menjemput Clara secara baik-baik.


"Nak, Rey, Mamah sudah tau kedatangan mu ke sini, untuk membawa Clara." ucapan mamah shiren membuat Rey merasa canggung.


"Ia mah, terima kasih atas pengertian-nya" jawab Rey gugup dan langsung tersenyum ke arah Clara.


"Jaga baik-baik anak Mamah nak Rey? bantu dia untuk mengingat kembali ingatan-nya" Rey terkejut mendengar ucapan mertuanya itu, Ia telah mempercayai dirinya sepenuh-nya.


"Insya Allah mah, saya akan buat putri mamah bahagia, dan menajaga-nya dengan sangat baik" jawab Rey berusaha menetralkan dirinya di hadapan keluarga Clara.


🌸🌸🌸


Akhirnya Clara pergi bersama Rey ke rumah-nya, Clara sudah berpamitan kepada Darren mamah, papah-nya dan juga Clery.


Clara membawa koper milik-nya di bantu Rey, mereka langsung masuk ke mobil.


Clara merasa canggung di dekat Rey, Ia hanya menatap ke arah depan mobil, tangan Rey langsung memegang tangan Clara.


Lantas Clara pun langsung terkejut, ia reflek merebut tangannya lagi dari genggaman Rey.


"Maaf, aku reflek Rey" ucap Clara gugup.

__ADS_1


"Hmm.., ini kebiasaan aku Ra, mencium tangan kamu, saat kita dulu masa pacaran dan sudah menjadi hobi ku" ucapan Rey membuat Clara merasa bersalah pada Rey.


Clara benar-benar malu, dan canggung saat berada di dekat Rey. Wajah tampan, tubuh yang tegap tinggi, membuat Clara merasa minder dan malu berada di sisinya. Hati-nya sangat tidak karuan, Detak jantung-nya seolah-olah tidak mau berhenti berdetak, Ia merasa sangat beruntung menjadi istri Rey.


__ADS_2