
Clara sudah sampai di Jakarta, ia tersenyum pada Surya. Ibu Farrah langsung membawa tasnya ke dalam bagasi.
Mereka langsung masuk ke dalam mobil, Clara senang soalnya dia mau bertemu sama Mamah Shiren. Sedangkan Surya ia sedih, bagaimana nantinya Clara sudah mengetahui hal itu. Pasti istrinya bakal sedih banget.
"Aku kangen Mamah, sudah berapa Minggu kita gak ketemu, semoga kak Clery senang dengan matanya yang baru" ucap Clara dalam mobil.
"Hmm, semoga saja ya sayang" balas Surya ia ragu dan cemas.
Tak berselang lama, Clara seperti biasa ia tidur di dalam perjalanan, Ibu Farrah tersenyum melihat anaknya dan juga menantu tertidur.
Beberapa menit kemudian, mereka di kagetkan sama tembakan mengarah ke arah mobil mereka.
DOOR..
Mobil mereka mendadak berhenti, Clara yang tengah tertidur dengan Surya langsung terbangun, mereka langsung berhenti dan turun di pinggir jalan.
Terdapat bekas tembakan di kaca belakang mobil. Surya mendengus kesal, untung saja tidak menembus ke arah kaca kedua mobil mereka, mungkin Clara yang akan terkena tembakan itu.
"Siapa yang telah menembak mobil aku" ucap Surya sambil menatap bekas tembakan.
Clara dan Ibu Farrah merasa kaget termasuk Izal bodyguard Clara.
"Izal hubungi anak buah yang lain, suruh mereka menyelidiki kasus penembakan ini" desis Surya.
Mereka langsung masuk ke dalam mobil lagi dan melanjutkan perjalanannya.
"Siapa yang telah menembak mobil honey, aku jadi takut" ucap Clara sambil memeluk tubuh suaminya.
"Aku akan selidiki secepat mungkin sayang, kamu tenang saja semua akan baik-baik saja" balas Surya menenangkan istrinya.
__ADS_1
🌾🌾🌾
Mamah Shiren menuju ruang rawat inap Clery, ia menghembuskan nafasnya pelan sebelum Winda membuka pintu ruangan.
Terdengar tangisan di dalam sana, membuat Mamah Shiren khawatir.
"Ayo buka pintunya Win, aku harus segera menenangkan putriku" ucap Mamah Shiren yang di angguki oleh Winda.
Pintu terbuka, Winda melihat Papah Farrel merangkul Clery. Nenek Sukma langsung menghampiri Shiren yang sudah ada di ambang pintu membawa tongkat di tangannya.
Nenek Sukma meneteskan air matanya, ia merasa bersalah karena sudah menuduhnya yang enggak-enggak waktu Minggu kemaren.
"Sayang" ucap Nenek Sukma ia langsung memeluk menantunya yang sudah tidak bisa melihat lagi.
"Jangan menangis Mah" ucap shiren.
"Maafkan Mamah sayang" ucap Nenek Sukma.
Tak berselang lama, Clery menyadari kehadiran Mamahnya, ia menangis sambil menatap wajah Mamahnya.
"Mah" ucapan Clery sendu.
"Antarkan aku menuju anakku Win" ucap Mamah shiren terdengar menyayat hati di lubuk hati Clery.
Winda langsung menggandeng tangan Shiren, mereka melangkah menuju ranjang tempat tidur Clery.
Clery langsung saja memeluk erat tubuh paruh baya itu, ia tak kuasa menahan rasa sedih dan perih di hatinya.
Rey meneteskan air matanya, melihat Clery menangis dan Mamah Shiren Membuat Rey terharu.
__ADS_1
"Mah, kenapa Mamah tega sama Clery, aku ingin Mamah hidup normal melihat aku dan yang lainnya! Mamah jahat sama Clery, Lihatlah mataku yang ada di wajah mamah begitu murung karena dia tidak mau Mamah hidup begini" ucap Clery sambil menangis.
"Suuut, kamu tidak boleh bicara seperti itu, itu tidak baik, Mamah hanya ingin melihat kamu bahagia sayang, apalah artinya ibu jika tidak berkorban untuk putrinya." Balas Mamah Shiren.
"Tapi tidak untuk menukar penglihatan juga Mah, Clery jahat telah merenggut kebahagiaan Mamah sama Papah. Tolong maafkan Clery mah!" ucap Clery menangis lagi.
"Kau ini apa-apaan, itu tidak benar sayang, kamu anak Mamah dan berhak mendapatkan semuanya, termasuk Clara. Maafkan Mamah sayang" ucap sendu Mamah Shiren.
"Clery akan berusaha mendapatkan mata Mamah kembali" ucap Clery sambil mengelus wajah Mamahnya.
"Jangan terus menangis sayang, lihatlah dunia begitu indah dan sangat menyayangimu, jangan terlalu memikirkan Mamah, karena Mamah bahagia mendengar kamu sudah melihat lagi, Kamu harus tau itu sayang, Pah? tolong jaga anak kita, walaupun aku sudah tidak bisa melihat seengaknya ada yang menjaga anak kita termasuk kamu Rey, Mamah titip Clery yah" ucap Mamah shiren.
Selang Beberapa lama, Mamah Shiren pamit pulang, karena dia merasa tidak enak badan.
"Papah Farrel berjanji akan menjemputnya besok karena hari ini Mamah Shiren mau menginap semalam lagi di rumah Adiknya.
Di perjalanan, terlihat wajah Mamah Shiren pucat pasi, Winda yang sedang menyetir mobil merasa khawatir dan menanyakan keadaan Adiknya.
"Shiren apa kamu tidak apa-apa, kau terlihat lemah dan pucat?" tanya Winda sambil terus melirik ke arah pinggir.
"Aku tidak apa-apa kok Win, kamu tenang saja" balas Mamah shiren.
Terlihat darah mengalir dari hidung Mamah Shiren membuat Winda cemas, lalu ia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
"Winda, apa ini yang basah di hidungku?" tanya Mamah Shiren sambil merabanya.
BERSAMBUNG
#Hai Readers kesayangan aku mau kasih waktu 3 hari lagi buat umumin doorprize jadi kalian masih ada kesempatan untuk menambah dukungan hadiah lagi.
__ADS_1
Setelah aku umumin aku inbok kalian yang menangnya oke